
❄selamat membaca❄
Aku keluar dari kamar mandi setelah melakukan aktivitas panas sendirian ku itu. Rasanya aku sangat lelah karena dingin.
Kulihat Mina berdiri dibalkon sembari menatap kearah pantai. Apa dia benar-benar sangat menyukai pantai yah?.
Aku buru-buru memakai boxer ku saja dan memakai kaos oblong lalu berjalan ke arah mina yang terdiam sejak tadi.
"Kenapa hmm? " Aku memeluknya dari belakang.
Aku menyeruak memasukkan Kepala ku kelekuk lehernya yang hangat itu. Ia terlihat kaget awalnya namun ia berbalik melihat kearahku dengan tersenyum.
Wajah kami Sangat dekat kini dan mina juga semakin mendekatkan wajahnya padaku lalu beberapa saat kemudian bibir kami sudah menyatu dengan bibir mina yang meraup bibirku lebih dahulu hingga aku kaget bukan main karena tidak biasanya ia memulai sebuah ciuman lebih dahulu.
Ia juga melu*mat bibirku dengan lembut namun masih terasa lalu sekali, dengan mengalungkan tangannya dileher ku ia juga naik ke atas gendongan ku dan melanjutkan aksinya di bibirku.
Akupun dengan cepat membalas ciumannya itu dan luma*tan besar dan basah. Aku sudah lelah tadi menghabiskan waktu ku didalam kamar mandi karena nya dan kini ia membangunkan si junior lagi. Aku tak mau tau malam ini aku harus mendapatkan jatahku lagi. Siapa suruh membangunkan yang sudah tertidur.
Aku terus saja membalas ciumannya dengan menutup mata begitu juga dengan dia yg menikmati sekali ciuman ini.
Ku sandar kan ia di dinding dan melanjutkan aksi mengulum satu sama lain lagi dengan bibir kami yang sudah basah karena berbagai saliva masing-masing itu. Akhh rasanya memang nikmat saat saling bercumbu dibanding bercumbu sendiri.
"Kamu tau sayang? Aku sampai harus menghabiskan waktu lama di dalam kamar mandi karena mu, jadi ini hukuman mu karena sudah memulainya tadi."kucium bibirnya lagi setelah mengatakan itu padanya.
Ia terlihat ingin berbicara namun langsung ku bungkam dengan bibirku hingga ia hanya bisa membalas ciuman ku tanpa berbicara lagi.
Aku berjalan pelan menuju sofa dengan menggendong mina yang masih saja terus mengulum bibirku dengan nikmat. Di kasur saat ini ada alfa yang tertidur lelap aku takut akan menggangu tidurnya jika kami melakukan nya disana.
Ku baring kan mina diatas sofa itu. Ia menghirup udara sebanyak-banyaknya karena ciuman kami sangat panjang tadi hingga ia hampir kehabisan nafas.
Aku tersenyum kearahnya yang benar-benar terlihat sangat seksi dengan wajahnya yang sedang terbakar api gairah itu. Apa kami benar-benar akan bisa melakukan itu sekarang?.
Baju kaos ku langsung kubuka dan kelempar asal asalan ia terlihat masih meraup udara dengan cepat dan mendesah tertahan saat aku mengusap areanya lagi dan lagi.
Aku tersenyum smirk saat membuka perlahan baju yang yang kenakan itu dan hanya meninggalkan dalamannya saja yang berwarna hitam itu. Kedua gundukan nya terlihat menyembul keluar karena dikurung dalam branya itu.
Apa kamu siap melakukan bulan madu kita ini sayang? " Aku menciumi lehernya yang putih itu dan meninggal kan banyak tanda kemerahan disana bahkan sampai dibelahan dadanya yang putih itu.
"Akh,, " Ia mendesah saat kujilati belahan dadanya dengan nikmat kemudian kuusap juga area basahnya dengan pelan dan sedikit lama.
"Akhhh,, mas,, akh,, " Ia pun menghentikan tanganku kemudian mengarahkannya diatas gundukan itu.
Aku tak bisa menahan senyum karena tindakannya itu. Ia tak tahan saat aku melakukan usapan dibwah sana.
Kubuka kaitan branya yang ada didepan dengan mulutku hingga ia mendesah tertahan karena aku langsung mengulum putingnya saat kedua gundukan itu kini telah terbebas dari sarangnya itu.
Kucium bibirnya itu dengan lembut dan terarah namun kedua tanganku sibuk dengan aktivitas masing-masing. Tangan kanan meremas sebelah gundukan mina hingga ia menahan desahan dalam ciumanku, lalu sebelah lagi perlahan ku masukkan kedalaman celana dalamnya yang sudah basah itu.
"Akhh,, mas,,, akh,,, " Mina bahkan sempat menggigit bibirku dengan pelan karena mendesah nikmat itu.
"Bagaimana sayang,, nikmat kan? " Aku melepaskan cimanggu kami dan turun ke bawah tepat di depan area basahnya itu.
"Ihh mas jangan diliatin dong akhhh" Ia langsung mendesah saat aku mengusapnya lagi.
"Ihh,, jangan digituin dong mas, akhh" Kuusap lagi hingga ia hanya bisa mendesah.
Perlahan kubuka celana dalamnya itu dengan bibirku dan menurunkan nya kebawah ia benar-benar malu dan menjepit areanya dengan kedua pahanya itu.
Aku membuka lebar area itu dan mencium perlahan dengan kecupan lama hingga ia menggelinjang tak tahan.
"Akhh,, akhh,, mas, ahh. " Ke kecup berkali-kali dan satu hisapan kubuat disana hingga ia benar-benar tak tahan.
"Udah dong mas,, akhh,, masukin aja mas,, akhh. " Pertama kalinya kudengar ia berkata seperti itu hingga aku hampir saja tertawa. Apa ia se frustasi itu hingga ia berkata seperti itu.
Aku tersenyum mengecup bibirnya "Ooh,, mau langsung aku masukin yah sayang? Kenapa? " Aku menggodanya yang terlihat frustasi itu.
"Akh,, dari,, akh,, dari pada mas terus ngusap itu mending langsung akhh langsung masukin aja mas. " Ia mendesah karena aku terus saja mengusap area yang kini tak punya pelapis lagi. Kini mina benar-benar polos dihapanku.
"Yasudah kamu mau kan sayang membuka celana ku? " Aku tersenyum bangkit hingga kini si junior tepat dihadapan mina.
Ia terlihat sangat ragu dengan permintaan ku itu"Mas,, aku tak bisa. "Ia benar-benar tak bisa dan ragu. Wajahnya imut sekali sih.
Aku pun menuntun tangannya untuk menurunkan boxer yang kupakai hingga si junior yg suah tegang kini sudah ada dihadapannya. Langsung menutup matanya tak berani untuk melihat.
" Mau langsung intinya sayang? "Aku bertanya dan ia mengangguk perlahan.
Akupun membaringkan mina diatas sofa lalu aku menaiki tubuhnya dengan pelan.
" Akhh,, akhh,,. "Ia masih saja kesakitan seolah ini adalah yang pertama bagi kami berdua.
Memang ia masih sangat sempit seolah ia masih seorang perawan saja padahal ia sudah kumasuki berkali-kali.
" Akhh,, sakit,, akhh,, sakit mas. "Ia menarik rambut ku dengan pelan.
" Nanti juga nikmat sayang,tahan sebentar yah. "Ku kecup bibirnya dengan pelan.
Dan malam ini kami habiskan dengan malam panjang kalau tidak salah aku terus saja memasukinya berkali-kali hingga ia kini lemas dalam pelukanku.
Ku cium bibirnya yg mulai terlelap itu.
" Terima kasih sayang. "Aku memeluk tubuh polosnya didalam selimut itu.
Aku juga perlahan memejamkan mata karena lelah.
Aku sungguh bahagia malam ini, Terima kasih mina karena sudah menjadi seorang wanita yang berada disamping ku.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.