Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
56.jangan digantung(S2)


❄selamat membaca❄


   Hubungan kami sudah mulai membaik setelah kami melakukan itu satu bulan yang lalu. Aku juga berusaha untuk menjadi orang bisa ia andalkan bagaimana pun itu meskipun aku masih belum pernah mengatakan cinta padanya secara langsung.


Aku bukan tipe laki-laki yang dengan mudah mengungkapkan hal-hal seperti itu dengan mulut. Aku lebih suka dengan tindakan langsung.


Aku mulai dengan sebuah tatapan yang memberitahunya kalau ia tak sendirian, ada aku untuknya aku tak tau apakah ia akan menyadari itu.


Yang biasanya aku akan marah dan ringan tangan padanya saat ia salah tapi kini aku bahkan tak marah saat ia melakukan banyak hal yang membuat ku jengkel.


Karena aku mencintainya semua yang ia lakukan malah membuat ku merasa bahwa ia terlihat sangat imut.


Setelah mandi aku mengenakan pakaian yang sudah disiapkan olehnya. Setelah itu aku turun menuruni tangga menuju ruang tamu yang disana mina sudah duduk menatap kosong kearah televisi yang menyala.


Awalnya kupikir ia sedang menonton ternyata ia malah melamun dengan pose yang sangat menggodaku. Bagaimana tidak pahanya yang putih itu kini sudah terekspos karena ia duduk sembari menyilangkan kakinya.


"Sayang,,, sedang apa melamun begitu? " Ia terlihat kaget dengan kehadiran ku yang langsung duduk disampingnya sembari bersikap manja menyenderkan kepalaku dibahunya itu. Aku tau ia masih belum terbiasa dengan itu Tapi aku akan membuat ia terbiasa dengan perlakuan manisku.


Ia menggeleng menatap lurus televisi "Tidak ada mas."


Langsung ku tarik tengkuknya itu dan melahap bibir yang selalu membuatku haus akan ciumannya itu.


"Mphhh." Ia kaget dan refleks ingin melepaskan bibirnya itu namun aku langsung menarik tubuhnya keatas pangkuanku.


Aku melepaskan ciuman itu dan mengelus pelan bibirnya itu"Kenapa aku sangat kecanduan dengan bibirmu sayang? "


Ia ingin berbicara namun secepatnya aku mengulum besar bibirnya itu.


Aku tak tau kenapa aku selalu bernafsu saat hanya melihat bibirnya saja. Apa aku adalah orang yang maniak terhadap hal-hal seperti itu?. Tapi aku hanya seperti itu saat melihat wajah minat saja. Aku tak bisa menahan diriku saat melihat ia dengan pakaian ini juga dengan melihat bibirnya saja.


Ku baring kan ia disofa dan langsung menghisap bibirnya dengan penuh nafsu hingga ia mulai kehabisan nafas karena aku tak membiarkan ia untuk bernafas walaupun sebentar saja terpaksa ku kelas tautan bibir kami untuk ia meraup udara sebanyak-banyaknya.


Ku singkap bajunya keatas hingga dadanya yang semakin terlihat besar dan padat itu menyembul keluar dari balik bra hitam yang ia pakai itu. Ia tak pernah lagi mengenakan tank top nya karena aku sudah membuang semuanya. Kalian pasti tau kan alasanku melakukan itu. Yap, aku ingin mudah memegangi gundukan itu tanpa harus repot-repot membuka tank top nya.


"Akhhh,, "ia menggelinjang sambil mendesah saat kunaiki tubuhnya itu dan langsung kuhisap putingnya dengan gundukan yang satu lagi kuremas dan kumainkan layaknya sebuah adonan.


"Teruslah sayang,, panggil namaku juga."kutekan dadanya sebelah dan sebelah lagi kuremas kuat hingga ia tak bisa lagi menahan desahan.


" Akhh,, akh,, mas,, akhhh."telinganku mendengar itu tapi nafsuku yang terpancing semakin ganas.


Aku seperti seorang yang sangat maniak terhadap hal ini karena aku langsung mencium bibirnya dengan ganas setelah itu aku beralih menghisap bergantian gundukan itu tidak lupa juga kuremas satu persatu hingga mina semakin tak tahan dengan desahannya itu.


"Akhh,, akhhh,, akhh,, gosah. Mas,, akhhh aku tak tahan,, akhhh." Aku tersenyum melihat ia yang merem melek itu karena remasanku yang sudah tak bisa kutahan lagi.


" Akhh,, sepertinya enak sekali mas."


Aku tak bisa menahan tawa lagi karena ucapannya barusan.


"Iya sayang enak sekali apa lagi kamu juga ikut bermain."nafasku sudah tak teratur karena diburu oleh nafsu birahiku.


"Apalagi yg rasa strawberry kan mas?pas,,, akhhh,, pasti enak." Ia berbicara tergantung dan terputus-putus karena ulahku yang menekan gundukan itu dengan pelan dan juga keras.


Apa tadi? Kenapa ia berkata tentang strawberry di situasi saat ini?.


Bagaimana bisa ia memikirkan hal seperti itu saat kami sedang bercinta? Aku tak habis pikir dengan jalan pikirannya itu.


"Bisa bisanya kamu berbicara makanan disituasi seperti ini manis?"aku ingin memulai lagi permainan kami yang hampir terhenti karena iklan sialan itu. Tidak tau apa sesuatu dibawah sana sudah tegang sejak tadi.


Mina tiba-tiba bangkit dan memperbaiki pakaian nya saat aku hendak mencium belahan dadanya itu.


"Kenapa kamu bangkit? " Rasanya sangat frustasi digantung seperti ini.


"Aku pengin es itu mas."


Aku merasa semakin frustasi saat ini. Bagaimana bisa ia lebih memilih es krim itu dibanding lolipop dibawah ku ini?.


"Iya kita beli tapi nanti yah, kita tuntasin dulu urusan ini." Ku tarik ia keatas pangkuan ku lagi dan mencium dengan ganas leher putihnya itu.


"Mas,, aku sudah pengin kali."dengan terpaksa kusudahi acara kecupan itu.


"Iya kita pasti beli, tapi nanti yah, mau semua rasa juga boleh termasuk warungnya kita beli, tapi kamu harus muasin mas dulu dong, ngk baik bikin si dede nunggu." Kuarahkan tangannya kearea sensitif ku dengan membuat tangannya bergerak disana seolah sedang meremas nya.


"Akhhh,, " Aku tak bisa menahan desahan ku saat merasakan sensasi itu. Aku sungguh ingin bercinta dengan nya saat ini.


"Mas,, aku maunya sekarang, gimana dong? "Ia bangkit berdiri hingga aku langsung kesal dibuatnya. Tega sekali sih membuatku menderita begini.


"Sabar astan sabar,kamu mungkin harus sabar,padahal si dede udah tegang aja dia malah milih es krim."aku membatin.


Ia terlihat takut saat melihat aku merasa kesal. Aku tak ada akan marah sayang hanya saja aku merasa kesal saja.


"Yasudah mari kita beli,, tapi janji yah abis itu kamu nurutin mas? "


Ia dengan semangat mengangguk girang karena mendengar bahwa aku akan membelikan ia es krim itu.


"Yaudah cium dulu dong, ngk ada yang geratis sayang."


Ia buru-buru mencium pipiku dengan wajah malunya itu.


"Aku maunya bibir. "


Ia awalnya ragu namun apapun demi es krim bukan? Ia pun mencium sekilas bibirku rasanya sangat berbeda saat kita dicium dan mencium. Aku lebih suka dicium.


Ia hendak menyudahi ciuman itu namun kutahan dan kulu*mat dengan satu kul*uman besar.


"Mas,, ayok."ia berbicara disela-sela ciuman itu. Sial, aku sudah berharap ia lupa dengan ciuman itu Tapi apa?.


Aku langsung berhenti melakukan itu dan ikut bangkit dengan nya.


Sial,,, aku sudah tidak tahan lagi.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa yah like, komen dan votenya.