Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
73.aku berusaha (S2)


❄selamat membaca❄


     Sudah beberapa bulan setelah mina juga anakku diperbolehkan untuk kembali kerumah. Aku sangat senang karena diberikan kesempatan untuk memperbaiki semua kesalahan ku dahulu.


Kehilangan seseorang yang berharga adalah hal yang paling menyakitkan dalam hidup ini. Oleh Karena itu aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk berusaha agar tidak kehilangan orang yang berharga dalam hidup ku untuk kesekian kalinya.


Aku mencoba menjadi seorang ayah dan suami yang berguna untuk mina juga alfa. Membayangkan mereka bahagia dalam benakku semakin membuatku bersemangat untuk terus berusaha menjadi kepala keluarga yang bijaksana.


Terkadang saat alfa rewel dan tak mau kudiamkan mina akan mengambil alih dariku lalu aku yang akan menggantikan mina mengerjakan seluruh pekerjaan rumah mulai dari memasak, mencuci dan membersihkan rumah meski mina sangat tidak mengizinkan aku untuk melakukannya. Aku takut ia lelah dan akan berdampak pada kesehatan nya.


Saat tengah malam alfa memiliki kebiasaan bangun dan langsung rewel, aku tak akan pernah membiarkan mina bangkit dan aku akan mengambil alih mendiamkan alfa bahkan kalau alfa sedang ngompol juga poop aku yang akan menggantikan popok nya dengan yang baru kecuali kalau alfa sedang lapar terpaksa aku akan membangunkan mina karena itu sudah di luar kuasa ku.


Pagi ini aku juga alfa sedang bermain diluar. Karena sekalian menunggu mina selesai memasak sarapan pagi untuk kami.


Aku duduk diatas rumput memangku alfa yang sibuk bermain-main dengan daun-daun dari bunga yang selama ini dirawat oleh almarhumah dyva.


"Nanti kalau alfa udah besar harus rajin yah nyiram mereka,, janji yah sama papah."aku memang sangat suka berbicara dengan alfa walaupun aku tau alfa bahkan tak tau apa yang sedang ku bicarakan itu. Aku hanya merasa itu menyenangkan karena alfa adalah pangeran kecilku yang tampan.


Aku merasa sangat senang bisa melakukan hal kecil ini dengan alfa putraku. Aku tak menyangka akan memiliki kesempatan seperti ini dengan alfa.


"Eh mamah, kok diam aja disitu? Makanan udah masak yah mah? " Aku yang menyadari mina sudah berdiri sejak tadi disana memperhatikan kami dengan bibir tersenyum.


Aku berdiri dan berjalan kearah minat. Sedangkan alfa terlihat sangat tidak sabar ingin menghambur kepelukan mina.


"Duhh alfa gitu yah, giliran liat mamah udah mau berpaling aja, penghianat banget sama papah sendiri, tadi aja maunya ngetekin papah mulu." Alfa yang tak tau apapun hanya bergerak tak bisa diam memukul mukul dada mina. Tandanya ia sudah sangat lapar tuh.


Mina tersenyum karena perkataan ku tadi.


"Kamu lapar yah sayang? Iya mamah kasih makan yah, tadi main apa sama papah? " Mina mulai berjalan masuk dan kuikuti dari belakang.


Saat sudah sampai dimeja makan kulihat mina hendak menyiapkan makanan di piring ku namun segera kusiapkan sendiri.


"Biar mas aja sayang, kamu nyusuin alfa aja."ia tersenyum mengangguk dan mulai membuka satu persatu kancing bajunya dan langsung mengeluarkan sebelah gunung indahnya itu.


Aku melirik sebentar dan tersenyum setelah itu aku pun duduk didepan mina.


"Loh tumbenan banget mas mau makan sebanyak itu?biasanya kalaupun masakan aku enak banget mas ngk pernah mau makan sebanyak itu."ia terlihat heran dengan tumpukan nasi di piring ku.


Aku tersenyum"Siapa bilang ini buat mas sendiri? Ini buat kita berdua sayang, aku tau kamu pasti kesusahan makan sambil ngasih makan alfa, jadi kamu ngasih alfa makan terus mas ngasih kamu makan deh, keren kan ide mas? "


Aku pun mulai menyuapi mina makan dan ia juga menyusui alfa. Aku tersenyum melihat mereka berdua yang seperti sedang melakukan lomba makan.


Kulihat mina sedikit tidak nyaman dari wajahnya dan berkali-kali menggeser payu*daranya itu bolak balik.


"Kenapa sayang? "


"Ngk kok mas,cuma sampai sekarang aku masih ngk nyaman aja pas nyusuin alfa, masih ngerasa geli gimana gitu pas alfa ngisap pu*ting aku mas,padahal udah berbulan-bulan loh."duhh wajahnya ituloh. Apa segeli  itu yah sampai ia menggigit bibir begitu?. Oh iya saat aku menghisap itunya juga ia merasakan geli hingga mengigit bibir. Memang bibitku tidak diragukan lagi.


"Mas kira kenapa sayang, mas ngk tau sih rasanya tapi mau gimana lagi sudah tugasmu sayang,kalau mas bisa gantiin sih mas mau mau aja tapi mas mana bisa kasih alfa asi."aku tertawa saat mengatakan itu.


"Yaudah nih makan lagi sayang."aku menyendokkan satu sendok nasi itu kearah mulutnya dan langsung ia kunyah.


Sedangkan alfa sampai kini masih sibuk minum asinya mina dengan tangannya yang tak bisa diam memegangi yang sebelah lagi.


Aku pun punya ide untuk menggoda mina, karena mina sangat mudah kesal saat aku melakukan hal seperti itu.


"Alfa sayang mau ngk berbagi sama papah?"mina langsung terlihat curiga dan mengerutkan dahinya.


"Kita bagi dua yah punya mamah, kamu yang sebelah kiri papah yg kanan, jadi jangan ambil yah jatah papah, papah maunya minum malam nanti aja kamu sekarang." Aku menahan tawa saat melihat wajah mina yang berubah masam itu.


"Mas yah, jangan ngomong gitu sama alfa ih, ngajarin yg enggak enggak padahal anaknya masih kecil gini ya ampun mas, jatah apaan mas,jatah anak sendiri mau diambil juga." Mina benar-benar menggeleng tak habis pikir dengan ucapanku itu.


Aku sudah tak tahan lagi menahan tawaku"Hahahha emang mas ngajarin apa sayang?"


Mina benar-benar kesal"Tau ah,, suapin lagi mas."aku langsung menyuapi nya dengan sesekali terkekeh.


"Sudah dong sayang nyusunya biar mamah mandi terus kita pergi keluar buat main main."ucapku tersenyum.


Kulihat perubahan wajah mina yang lagi-lagi heran dengan ucapanku itu.


"Kita emang mau kemana mas?"mina sudah selesai menyusui alfa dan aku langsung beralih kearahnya mengancing kembali bajunya yang sempat terbuka tadi karena menyusui alfa.


"Tadi alfa minta diajak jalan jalan keluar kan sayang? " Alfa hanya diam saja saat kutanyai begitu.


"Mas liat catatan aku yah? "Wah ketahuan. Dia sih suka banget rahasia an masa mau jalan-jalan ngomongnya sama buku, mana bisa si buku ngabisin harusnya langsung bilang ke aku aja.


"kamu sih suka nyimpen nyimpen, kalau kamu mau keluar tinggal bilang sama mas aja sayang, jangan dipendam." Kuelus rambutnya pelan.


"Aku mana berani mas minta keluar apalagi akhir akhir ini aku udah banyak ngerepotin mas, belum lagi mas harus ngantor."ia benar-benar terlihat tidak enak karena itu.


"Berapa kali mas bilang kalau sampai kapanpun kamu dan anak kita adalah prioritas mas, urusan kantor mas bisa kasih ke karyawan lain, kamu jangan pendam pendam lagi sayang, mas ngk pernah ngerasa direpotkan oleh kamu, karena ini juga tanggung jawab mas sebagai suami kamu."


"Hiks,,, mas,,, " Ia langsung memeluk ku menangis karena merasa terharu dan alfa yang melihat mamahnya menangis langsung ikut menangis. Wahh gawat nih kalau sampai alfa salah faham ngira aku jahatin mamahnya.


"Duhh mamah sama alfa kok nangis nangis gini sih? Papah ikutan ahh huuuu."aku berpura-pura menangis hingga alfa yang heran itu terdiam.


"Sudah yah sayang nangisnya,iat tuh alfa jadi ikut nangis, nanti alfa malah ngira kalau aku jahatin mamah cantiknya ini,sekarang kamu mandi yah sayang biar kita pergi jalan jalan ya kan afa sayang nya papah? "


Ia pun mengangguk dan tersenyum melepaskan pelukannya dari ku.


Dia memang sudah menjadi seorang ibu tapi tetap saja ia seperti seorang yang membutuhkan banyak kasih sayang dariku.


BERSAMBUNG...


jangan lupa yah like, komen dan vote. ❤