Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
Afa sayang papah


Soundtrack//you never know-blackpink//


Sebesar apapun rasa syukur ku tetap saja tak bisa aku tunjukkan


-mina-


      Setelah selesai mandi dan berkemas barulah kami hendak kerumah mas alga untuk menjemput alfa.


Jam sudah menunjukkan pukul 09.45am.Ini semua karena mas astan yang tak tanggung tanggung tadi pagi, sudah tau alfa sedang tidak dirumah masih saja mau melakukan itu pagi pagi sekali. Oh iya bagus sih pas tidak ada alfa jadi kami tidak perlu sembunyi sembunyi tadi.


"Ayo mas, alfa pasti udah nungguin kita dari tadi." Sergah ku berjalan keluar diikuti mas astan yang sudah lengkap dengan kemeja hitam polos yang sangat cocok untuk tubuh tegapnya.


Mas astan mematung heran saat aku memasuki kursi supir "Kamu yang bawa yah sayang? " Tanya mas astan masuk ke kursi penumpang tepat disamping ku.


Aku dengan tersenyum lembut kearahnya mengangguk"Aku udah janji kalau mas balik mau nyupirin kemana aja mas mau"ucapku tersenyum dan memasangkan selt beat mas astan.


Ia masih melihat lekat kearahku"Istriku sudah banyak berubah yah."usapan dapat aku rasakan dipucuk kepala ku.


"Setelah pak umar pergi, aku sangat kerepotan mas harus mesan taxi kesana kemari. Jadi aku minta bantuan kak ading untuk mengajariku hingga bisa seperti sekarang" Kami berbincang sambil aku menyetir dengan hati-hati.


Mas astan tersenyum bangga "Mas bangga punya istri sehebat kamu sayang" Matanya berkaca karena rasa bersalah yang tak kunjung habis itu.


Padahal aku juga sangat merasa bersalah karena tak ada disamping mas astan saat ia tengah terpuruk.


"Oh iya mas, setelah menjemput alfa nanti mas bisa kan bawa aku kerumah orang yang merawat mas" Ucapku dengan penuh harap.


Mas astan mengangguk "Iya sayang, sekalian kamu bantu mas bujuk ibu dan bapak itu agar mau tinggal dengan kita"


Aku sungguh senang sekali mendengar ucapan mas astan. Sepertinya anggota keluarga baru adalah ide yang bagus.


"Iya mas aku bantu" Senyumku lebar sekali membayangkan rumah kami dipenuhi dengan banyak orang pasti menyenangkan melihat rumah ramai.


Buk ani sih tidak pernah mau kalau aku ajak tinggal dirumah.


"Alfa sayang, mamah sama papah datang nih" Ucapku saat melihat alfa yang sudah mandi ganteng dan sedang makan diatas Balai tepat didepan rumah mas alga.


Aku salami ibu ani dengan penuh hormat begitu juga dengan mas astan.


Alfa sendiri tak menghiraukan kedatangan ku dan langsung memeluk mas astan "indu papah" Ucapnya.


Jahat sekali sih alfa, dulu aja maunya lengket mulu samaku. Giliran papahnya pulang aku dibuang, dasar tidak setia.


Aku duduk tepat disebelah ibu dan tersenyum melihat mas astan dan alfa yang berbagi makanan itu.


"Mamah sama nenek ngk dipanggil nih bang? Masa cuma papah doang sih yang dibagiin" Ucapku berpura-pura cemberut.


"Ihh mamah ana oleh itu, ini usus uat papah" Ia berbicara seolah sedang menceramahi ku agar tidak merebut milik mas astan.


"Ooh gitu yah bang, setelah papah pulang abang lupa sama mamah" Ucapku.


Tuh kan,malah dikacangin Akunya.


Mas astan tertawa sangat lebar begitu juga dengan ibu karena melihat perdebatan aku dan alfa yang pemenangnya adalah alfa.


"Oh iya buk, mbak sita dan mas alga kemana? " Bingung ku karena tak melihat mas alga sejak tadi.


"Mereka kerumah nak sita nak,sekalian nanti mau chek-up" Ucap ibu tersenyum.


Aku hanya mengangguk faham"Alfa nakal ngk buk? "Tanyaku heran.


Ibu menggelengkan kepalanya" Alfa ngk nakal kan sayang?alfa sangat baik dan penurut karena kamu mendidiknya dengan benar nak "ibu mengeluarkan surai hitamku dengan sayang.


"Aku bangga sekali buk mempunyai istri seperti dirinya "ungkap mas astan dihadapan ibu.


" Afa uga angga unya mamah ayak mamah"alfa tiba-tiba memeluk aku dengan erat hingga aku kaget.


"Oh iya buk, kami pamit dulu yah soalnya masih ada yg harus kami urus"


Ibu ani mengangguk tersenyum


"Salam nenek dulu bang" Titah ku dan dengan cepat dituruti oleh alfa yang memang sangat penurut itu.


Mobil sudah melaju melewati pekarangan rumah mas alga dan kali ini mas astan yang menyetir katanya ngk mau aku kecapean.


"Ita au emana mah?" Tanya alfa dengan heran dan melihat kearah luar jendela.


"Kita mau jumpa sama nenek sayang" Ucapku karena mas astan mengatakan kalau orang berhati malaikat yang menyelamatkan hidup mas astan adalah sepasang suami istri yang sudah sedikit tua yang tinggal tidak jauh dari pantai.


"Nenek ana mah? Nenek ani yah?atau nenek ampung mamah " Tanya alfa lagi bingung.


"Bukan bang, alfa punya nenek baru lagi sayang"


Dengan semangat alfa bersorak saat aku mengatakan kalau ia punya nenek baru. Alfa memang sangat suka dengan anggota keluarga yang jumlahnya banyak, ia sangat aktif dan lebih suka keramaian.


Selama ini yang ia tau neneknya hanya ibu ani dan juga mendiang ayah juga ibuku di kampung,dan tidak lupa juga dengan mendiang orang tua mas astan.


"Kalau capek kalian tidur aja sayang,perjalanan kita masih jauh sekali" Tutur nasi astan fokus menyetir.


Aku mengangguk tersenyum "Aku belum ngantuk mas, lagian aku mau nemenin mas nyetir aja deh. Masih kangen" Ucapku tersenyum dan mas astan bakas dengan senyuman juga.


Sedangkan alfa yang tadinya ribut sekali seperti seorang anak yang sedang bermain mobil-mobilan kini sudah mulai hilang kesadaran karena mungkin angin sepoi yang membuat ia merasa ngantuk.


"Kamu pasti sangat menderita sayang saat mas tak ada" Lagi-lagi mas astan merasa bersalah padaku.


Aku menggeleng "Mas yang menderita karena aku tak ada saat mas sedang membutuhkan aku" Ucapku merasa bersalah juga.


"Sudahlah mas, kita sama-sama berjuang untuk hubungan ini. Semoga itu hanya cobaan untuk keluarga kita menjadi lebih berbahagia" Putusku dan dibalas anggukan dari mas astan.


Setelah itu mas astan fokus kembali menyetir sedang aku masih saja menatapi dengan seksama wajah seriusnya saat sedang menyetir itu.


Aku sungguh bersyukur sekali namun aku tak bisa memperlihatkan rasa syukur ini.


Mas astan adalah suamiku yang sudah sangat aku rindukan sejak dua tahun terakhir ini. Yang selalu kusebut dan kudoakan dalam do'aku agar ia tetap sehat dan kembali pulang.


Yang selalu memenuhi pikiranku hingga terkadang aku sendiri lupa dengan diriku sendiri.


Namun, syukur lah kini ia sudah sangat nyata disampingku dan dapat aku peluk jika aku sedang merindukan dia.


Aku bersyukur sekali, sungguh!!


Terima kasih sudah mau kembali mas.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhhh suka banget liat keluarga astan yah sudah berkumpul kembali.


Yang senang mereka kumpul lagi siapa? Ayok dikomen😅


🔷🔷jangan lupa like, komen, dan rate 5 yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Cinta kalyan 🖤


Follow my ig@sopiakim_