
❄Selamat membaca❄
Setelah mina turun kebawah menyusul alfa, aku bangkit berdiri dan berjalan menyusuri kamar ini. Rasanya masih sama dengan yang dulu.
Pasti mina sudah banyak menangis disini, aku bisa menebak karena mina adalah gadis cengeng yang sangat mudah menangis. Bahkan saat terharu pun ia akan menangis hebat.
Aku melihat foto alfa dimakan saat ia masih berumur satu tahun lebih, saat ia mulai belajar berdiri dan terlihat ia tersenyum difoto itu.
"Aku melewatkan moment ini. " Air mataku mengalir deras melihat foto alfa yang sangat imut itu.
"Sekarang kamu sudah sangat besar nakal, maafkan papah karena terlambat untuk kembali. " Aku meletakkan kembali foto itu diatas nakas lalu memasuki kamar mandi untuk melakukan acara mandiku itu.
Aku takut mina akan khawatir jika aku berlama-lama disini, aku juga masih sangat merindukan alfa. Ingin bermain bersama dengan nya seperti dulu saat ia masih kecil.
Setelah selesai dengan acara mandiku aku memakai pakaian dari lemari yang sudah lama belum pernah kupakai itu. Aku melihat diriku didepan cermin.
Saat ini aku sudah benar-benar terlihat seperti astan yang dulu sebelum kejadian kelam itu datang. Wajah bersih tanpa kumis dan pakaian yang sangat bagus Tapi bedanya kali ini aku terlihat lebih kurus dari astan yang dulu.
"Aku akan mencoba melakukan yang terbaik untuk kedepan nya. " Aku tersenyum pada diriku sendiri didepan cermin lalu bergegas turun kebawah.
"Abang makan yang banyak yah biar cepat besar kayak papah."kudengar percakapan mina dan alfa saat aku membuka pintu kamar.
"Abis ini abang mau ngapain sayang? "Mina bertanya dengan lemah lembut pada alfa. Pantas saja alfa tumbuh dengan baik karena mina mendidik nya juga dengan sangat baik.
"Au ain ama papah." Aku tersenyum saat mendengar itu. Aku sangat bersyukur saat alfa juga menginginkan hal yang sama dengan ku.
"Papah lagi capek sayang, main sama mamah aja yah." Aku tau mina mengatakan itu karena khawatir dengan ku yang sejak semalam belum pernah beristirahat.
"Iya sayang abis makan kamu main sama papah yah."aku tersenyum berjalan kearah mereka dengan melihat kearah alfa yang sudah sangat dipenuhi dengan semangat itu.
Mina terlihat kaget saat melihat kebelakang"Tapi mas, kamu kan masih lelah."
Aku duduk disamping alfa yang sejak tadi masih belum selesai makan. Padahal sudah sangat lama.
"Ngkpp sayang, mas sudah dari dulu membayangkan bermain dengan ksatria kecil kita ini."aku mengelus pelan rambut nya.
"Nanti kita main apa bang? "Aku memang sengaja menirukan cara mina memanggil alfa karena ku lihat alfa sangat senang dipanggil dengan sebutan abang.
"Obot pah obot." Ia dengan semangat mengatakan itu setelah minum.
"Ooh main robot yah bang, yaudah nanti abang jangan sampai kalah yah sama papah."aku tersenyum seolah sedang menantang nya hingga ia dengan bangga mengangguk setuju.
"Ote,,, apa,, atut." Mendengar itu aku langsung tertawa dan mina yang sedang membersihkan rumah ikut tertawa.
Kami bermain robot-robot sejak tadi dengan penuh semangat itu.sekilas ku lihat mina sedang berbicara ditelepon mungkin sedang memberikan Informasi pada yang lain kalau aku sudah kembali.
Alfa yang sudah lelah bermain itu pun langsung merasa ngantuk hingga ia benar-benar tidur dikakiku.
"Jagoan papah udah ngantuk kali yah? " Ia bergumam pelan dengan mata masih tertutup itu.
Aku pun bangkit lalu menggendong alfa menuju kamar tamu yang ada dibawah itu. Nanti ia terbangun terlalu jauh jika ia kutidurkan dikamar atas.
"Kamu sekarang sudah gede yah sayang."
Aku berbicara sendiri saat menggendong alfa yang sekarang beratnya sudah terasa itu. Sangat berbeda dengan rasanya saat ia ku gendong dulu.
"Terima kasih saya karena sudah tumbuh dengan baik untuk papah, maafkan papah karena terlambat datang. " Sudah kesekian kalinya aku mengatakan itu tapi tetap saja tak akan ada habisnya aku mengatakan itu. Karena rasa bersalah ku masih saja mengganjal dalam dadaku.
Aku keluar dari kamar dan melihat mina sudah duduk disofa sembari melihat kearah televisi. Aku ikut bergabung duduk disana.
Saat aku duduk disana ku lihat ia sama sekali tak sadar dengan kehadiran ku, matanya memang melihat kearah televisi Tapi aku tau kalau saat ia sedang merenung dan tak fokus pada siaran di televisi itu.
"Sayang." Kusentuh bahunya hingga ia langsung sadar dan melihat kearahku.
"Ah iya mas, alfa sudah tidur yah? " Ia melihat kearah ku dengan tatapan lembut nya itu.
Kubalas dengan anggukan. Lalu menarik kepalanya itu dan menyandarkan nya dibahuku.
"Sebentar lagi ibu mas alga dan mas ken akan datang kesini untuk menyambut kedatangan mas. " Ia tersenyum kearahku dan kubalas dengan anggukan juga.
"Saat mas tidak ada disini, mereka adalah satu-satunya yang menjaga dan menguatkanku mas. " Mina lagi-lagi menangis.
"Terima kasih karena sudah kembali mas. Aku sangat bersyukur sekali dan tak tau lagi bagaimana memperlihatkan rasa syukur ku ini. " Ia peluk erat tubuhku dengan nyaman.
Kubalas pelukan darinya dengan erat juga"Maafkan mas sayang, maaf karena sudah terlambat untuk pulang dan Terima kasih karena sudah mau menunggu kedatangan mas. "Aku mengelus pelan rambutnya yang kini sudah pendek itu.
Dulu rambutnya itu sangat panjang dan kini sudah ia potong tetap saja tak mengurangi kesan imutnya dimataku. Malah ia terlihat bertambah cantik saja karena nya.
" Aku mencintaimu mas. "Ia memeluk ku lagi dan lagi.
" Mas juga sangat mencintai mu sayang. Seperti yang kamu ketahui. "
Ku angkat wajahnya hingga kini sangat dekat dengan ku.
Cup,
Satu kecupan mendarat lembut dibibirnya itu dan ia langsung memejamkan matanya menerima kecupan demi kecupan yang kuberikan itu.
Dan ku arahkan tanganku di tengkuk nya hingga ciuman kami yang awalnya hanya sebuah kecupan ringan kini berubah jadi kecupan penuh gairah seolah kami sedang melampiaskan rasa rindu dalam dada kami.
Kulu*mat pelan bibirnya itu hingga ia ikut melakukan hal yang sama dan kami mengakhirinya dengan sebuah hisa*pan lama dibibir masing-masing.
Ku jilat pelan bekas air liur ku disudut bibirnya itu. Hingga ia terlihat merona malu Karena ciuman kami tadi.
Aku ikut tersenyum kearahnya dengan mengelus pelan surai hitamnya itu. Ia memang masih sama kikuk nya saat aku dan dia sedang berciuman dan sejenisnya.
Atau mungkin memang sifatnya sudah begitu dari sananya. Ia masih belum terbiasa dengan itu.
"Mas sayang sama kamu. " Ku kecup dahinya dengan lembut dan ia pun langsung memejamkan matanya menikmati ciuman ku di dahinya itu.
Ia peluk tubuhku dengan erat.
BERSAMBUNG...
Duhh, Lagi-lagi melepaskan rindu yah gaes😅
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.