Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
74.jumpa ken (S2)


❄selamat membaca❄


    Seperti kataku tadi kalau aku akan membawa mereka keluar hari ini. Sudah hampir dua minggu kami tidak pernah keluar dan hanya dirumah saja. Aku tau mina merasa jenuh karena terkadang aku juga pergi ngantor tinggal lah mina dan alfa dirumah.


Aku dan alfa sudah selesai berkemas dengan baju couple yang sengaja ku pesan agar kami bisa mengenakan nya bersama hari ini. Alfa sudah kupakai kan pakaian dan kami menunggu mina yang sampai kini belum juga turun dari kamar. Kebiasaan nya memang kalau ingin keluar harus menghabiskan berjam-jam waktu untuk berdandan padahal tanpa berdandan ia sudah secantik bidadari ah atau bidadari juga kalah jauh yah?.


Perlahan pintu terbuka dan ditutup kembali oleh mina yang mulai menuruni anak tangga. Cantik sekali istriku ini, tapi,,, kenapa dengan bibir yang merah menggoda itu?.


"Gimana mas? Aku udah cantik belum? "Wajahnya terlihat sangat khawatir dengan penampilan nya. Aku sudah berkali-kali mengatakan kalau ia adalah wanita tercantik di dunia.


"Loh? Sejak kapan mamah ngk cantik ya ngk sayang? " Aku seolah sedang berbicara dengan alfa.


Ia terlihat merengut tidak percaya dengan kata-kata ku"Ihh aku serius mas, aku ngk mau nanti kalau aku malu maluin mas."


Aku tersenyum mendengar itu dan perlahan mendekat kearah nya lalu mengusap bibir merah nya itu dengan jempol ku"Ohh jadi ini alasanmu memakai lipstik setebal ini sayang?kamu sudah lebih dari pantas bersanding disamping aku sayang,jangan berpikir lain lain." Kuraih lagi tisu yang ada di meja dan membersihkan bibir mina dari lipstik itu.


"Aku ngk mau laki laki lain tergoda liat bibir kamu merah gitu, cukup depan aku saja."


Sial, aku ingin sekali mengecup bibir itu dengan lembut dan nikmat. Tapi alfa sedang dalam gendongan ku saat ini. Aku tak mau ia melihat nya, memalukan sekali jika alfa sampai lihat.


"Benar nih mas, kalau aku udah cantik? " Ia terus mengulang pertanyaan itu bahkan sesudah kami mulai sampai kearah mobil yang disana sudah ada pak umar yang menunggu kami.


"Iya sayang benar, kamu ngk usah mikir ini itu."ia langsung diam dan memilih menganggukkan kepalanya.


"Pak hari ini saya saja yang bawa mobilnya, bapak jaga rumah saja."kuraih kunci itu dari tangan pak umar yang selalu tersenyum kearah kami.


"Alfa sapa kakek dulu,, alfa main dulu yah kek."mina tersenyum berkata seperti itu pada pak umar yang tersenyum memegang pipi alfa.


Pak umar sangat senang melihat alfa, tak jarang mereka bermain bersama saat. Mina dan aku punya kesibukan masing-masing.


"Kami berangkat dulu yah Pak, permisi."setelah pak umar mengangguk aku langsung menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.


Biasanya aku tak pernah membawa mobil selambat ini, tapi karena alfa aku harus begini. Pernah sekali aku mengendarai mobil ini dengan kecepatan yang biasanya kugunakan ia menangis dengan keras Karena takut. Jadi sampai alfa tidak menangis lagi aku akan terus mengendarai mobil seperti ini.


"Kita mau kemana mas? "Mina tiba-tiba bertanya ditengah perjalanan dengan nada yang sedikit keras. Mungkin ia lupa alfa sedang tertidur saat meminum asinya.


"Sstt liat tuh alfa udah tidur, kamu liat aja sayang mas mau bawa kalian kemana."


Mina perlahan melihat kearah alfa dan benar saja alfa sudah terlelap masih mengemut ****** susu mina.


Cup,


Kucuri sebuah kecupan dibibir mina saat ia sedang beralih ingin melihat kearahku.


"Ihh mas, hati hati kalau sedang menyetir itu fokus nyetir aja mas jangan lain lain." Ia terlihat kaget dan kesal karena aku sedang menyetir kini malah sempat sempat nya melakukan itu.


Aku tersenyum tanpa peduli dengan raut kesal mina"Yasudah mas menepi sebentar."kutepikan mobil ke pinggiran jalan.


Aku langsung menarik tengkuknya dan melahap bibirnya itu dengan buas dan penuh nafsu. Sudah sejak tadi kutahan namun alfa msih saja belum tidur. Mumpung alfa lagi tidur aku tak akan melewatkan kesempatan untuk mencumbui bibir manis mina.


"Sudah dari tadi mas menahannya karena alfa belum tidur."kulihat ia tertegun dan masih merasa bingung.


"Ihh mas yah,untung alfa ngk bangun gara gara mas narik aku tadi."aku tersenyum seolah tak tau kalau saat ini mina sedang menahan malu.


"Heheheh yasudah maaf deh, habisnya bibir kamu nikmat sayang." Ku bisikkan kata-kata itu dengan nada menggoda. Aku sangat suka membuat ia berdebar. Karena aku juga merasakan hal yang sama.


Sampai ditempat perbelanjaan kami langsung menuju tempat pakaian untuk mina. Setiap aku melihat sebuah baju yang menurutku cocok untuk mina aku akan langsung membelinya dan saat ia memegang juga melihat suatu barang aku akan langsung membelinya hingga kini tanganku sudah dipenuhi dengan kantong perbelanjaan.


"Mas ini udah banyak banget loh."mina sejak tadi mengatakan itu untuk membuat ku berhenti membeli semua barang barang itu.


"Umm ini cantik banget sayang, pasti imut untuk istri kecilku ini."


"Ihh mas udah yah,udah banyak banget, mending kita makan aja sekarang, aku laper nih."aku tau ia sedang beralasan agar aku berhenti melakukan ini.


"Baiklah kita makan sayang,alfa juga capek yah? Mau makan juga? "Aku bertanya pada alfa yang bahkan tak tau apa-apa.


Kami pun berjalan kearah tempat makan terdekat dari posisi kami saat ini.


" Eh,, mas ken? "Mina langsung berlari saat melihat ken dari jauh.


" Ehh sayang jangan lari lari nanti jatuh."belum sempat kulanjutkan kata-kata ku mina sudah lebih dulu sampai ditempat ken dan pacarnya adin.


Sesampainya disana mina langsung meraih alfa dari gendongan ku.


Sedang alfa sudah berada dalam pangkuan ading saat ini. Alfa memang tipe anak yang tidak susah untuk diatur.


Aku menatap kearah ken dan tersenyum ia juga tersenyum. Kalian pasti bingung kenapa aku dan ken tidak seperti dulu saat bertemu pasti akan saling membenci. Sekarang sudah jauh berbeda.


Semua ini terjadi saat mina mencoba untuk mengakhiri semuanya dan tetap memilih untuk kembali padaku ken pun berkata padaku agar tetap bersama dengan mina bagaimana pun  itu, karena mina hanya butuh aku saja. Intinya aku dan ken sudah menjadi teman saat ini.


"Sayang kita makan apa nih? Tadi katanya kamu lapar? " Aku memulai pembicaraan.


"Yasudah kita gabung saja dimeja ini."


"Setuju." Aku langsung menyahuti.


"Sayang sama mamah yah sini, nanti kamu ganggu tante adin pas lagi makan."mina memcoba untuk membujuk alfa untuk kembali kepangkuan nya karena merasa tak enak mengganggu adin.


"Tidak apa apa dek, aku suka banget sama alfa, aku lagi diet jadi lanjut makan saja."


"Nanti kita juga bakal buat kok sayang, lebih banyak dari ini." Ken tertawa saat mengatakan itu dan aku juga ikut tertawa pelan sedang mina terlihat heran.


Ia pasti belum pernah melihat sisi ken yang satu ini.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa yah like, komen dan vote. ❤