Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
seperti bayi


...Soundtrack//anotherday-punc feat Monday kidz//...


...Aku berharap kamu akan bahagia...


...-mina-...


    Sejak tadi aku merasakan sesuatu yang basah dipipi,dahi dan bahkan bibirku.Aku sudah membiarkannya namun masih saja aku merasakannya hingga tidurku terganggu.


Perlahan aku membuka mataku yang sedikit berat itu dan wajah mas Astan lah yang kini ada tepat dihadapan wajahku.


Ia tersenyum sangat dekat dengan wajahku.


Bisakah aku terus melihat senyuman ini?.


"Iihh mas ngapain?" Aku mencoba bangkit dan langsung dibantu oleh mas Astan.


Ia tertawa pelan"Menurut istri kecilku ini ngapain yah?"goda mas Astan.


Aku tersenyum "Ihhh tukang goda banget sih mas,ngapain sih tadi sampe sampe tidur aku keganggu." Ucapku mencoba mengumpulkan nyawa yang belum kembali itu.


Aku sudah sepenuhnya sadar.


Mas Astan mencium bibirku pelan dan singkat.


"Morning kiss sayang." Ucapnya tersenyum.


Aku pun ikut tersenyum walaupun hatiku terasa sakit saat mengingat ketakutan ku, aku takut senyuman itu suatu saat sudah tak bisa aku lihat.


"Yaudahh sekarang kita mandi dulu yah, abis itu sarapan." Mas Astan mengangkat tubuh lemah ku menuju kamar mandi.


Aku melingkarkan tanganku dileher mas Astan.


Ia tersenyum menggendong aku yang kasihan melihat dia harus mengurusku padahal selama ini akulah yang mengurusnya.


Air hangat dipagi hari,mas Astan meletakkan tubuhku di bath up dengan Menelentangkan tubuhku.


Ia perlahan membuka seluruh pakaian ku dan memandikan aku yang tak bisa apa apa itu.


Biasanya ia akan curi kesempatan untuk modus modus padaku tapi saat ini ia terlihat sangat fokus memandikan aku.


Aku hanya diam dan tak bersuara, menahan air mata yang tak kunjung kering meski sebanyak apapun aku menangis.


Setelah selesai memandikan aku mas Astan memakaikan aku pakaian.


Sudah seperti bayi saja aku dibuatkan ini itu,dimandikan,dipakaikan baju, makan disuapin.


Aku sudah gagal menjadi seorang istri yang melayani suami dan malah suamiku yang melayani ku.


"Mmmuahhh." Mas Astan mencium perut buncit ku dengan menyingkap bajuku sedikit keatas.


Aku tersenyum melihat nya.


"Morning kiss sayang nya papah sama mamah,kamu sehat yah disana jangan nakal apalagi buat mamah kesakitan,ngk boleh gitu kita sama sama jaga mamah yah." Mas Astan seolah sedang berbicara dengan buah hati kami didalam perutku.


Aku tersenyum getir melihatnya.


"Kamu juga pasti pengen liat wajah cantik mamah kan sayang?mamah juga gitu jadi kamu bakal janji kan ngk nakal?kalo kamu nurut nanti papah beliin semua mainan kesukaan kamu deh." Mas Astan.


"Apa? Kamu bilang iya?wahh anak baik mau nurut apa kata papah, jadi makin sayang." Mas astan men cup cup perutku berkali kali hingga aku merasa geli sekali.


"Udah dong mas nyium nya geli aku." Aku benar benar merasa kegelian.


Mas Astan tertawa dan menyudahinya "Yaudah biar ngk geli kita ciuman aja yah?mas pengen." Mas astan.


"Iih mas yah,padahal tadi aja udah main nyium bibir aku udah pengen lagi? "


Mas Astan sedikit cemberut "Itukan morning kiss,singkat pula lagi cuma nempel bentaran doang,ngk ada basah basah nya." Mas Astan mendekat padaku.


Mesumnya ya ampun.


"Ihh mas ngomong apa sih?anak kita bisa dengar loh dari sini." Ucapku mengelus perutku.


Mas Astan tertawa"Aku udah bilangin sama anak kita kalau dia ngk boleh nakal, jadi sekarang dia mungkin lagi tidur sayang jadi ngk bakal denger hehehehe ayo dong sayang kita ciuman, aku pengen banget ihh,kamu ngk kasian liat aku udah puasa berbulan bulan dan sekarang buat dapet jatah ciuman pun enggak dikasih huuu jahat banget sih."mas Astan sok manja gitu.


Ngk dikasih jatah ciuman?.


Ngk malu banget ngomong gitu, padahal tiap  malam masih aja nyi*pok aku sampe bibir aku bengkak terus gunung aku dimainin mulu.


Dan sekarang dia bertingkah seolah olah aku benar benar tidak pernah membiarkan dia untuk menciumku.


Mas Astan memang yah.


"Duhh pura pura lupa yah mas? Terus yang nyium bibir aku sampe bengkak gini semalam terus yang buat putus tali beha aku siapa?ooh itu bukan mas yah?" Tanyaku kesal.


Mas Astan berpura-pura tidak tau"Hah? Tali beha kamu putus yah sayang? Siapa yah yang buat parah sekali yah."mas Astan.


Aku memutar bola malas"Alesan aja pura pura ngk tau, padahal dia sendiri."


"Heheheheh iya deh aku ngaku sayang, soalnya susah banget ngebuka nya jadi terpaksa deh aku tarik jadi putus gitu hehehe, kalo bisa kamu ngk usah pake beha deh hahahah biar mas dengan mudah minum susu kamu hahahaha."


Ya ampun mulutnya ngk ada akhlak banget sih.


"Ngomong gitu lagi aku pukul kamu mas,heran kenapa mulutnya gitu kali."


Cup,,,


"Iya iya mas ngk ngomong gitu lagi deh,mas cuma suka aja ngegoda kamu sayang,kita udah suami istri tapi kamu masih aja malu setiap mas bahas gituan jadi mas makin gencar deh ngegoda nya." Mas Astan mendekat padaku.


Cup,,,


Ia mencium bibirku dengan lembut dan melu*matnya dengan nikmat.


Aku juga sebenarnya menyukai nya, aku hanya sedang beralasan saja seolah olah aku sedang jual mahal padahal aku suka.


Mas Astan sangat ahli membuatku merasa enak dan nyaman dengan ciumannya.


Membuatku tak percaya saat dia bercerita dulu kalau ia sama sekali belum pernah pacaran apalagi dekat dengan perempuan.


Ciuman pertamanya adalah aku sama sepertiku kalau ciuman pertama ku adalah mas Astan.


Aku bersyukur dengan itu.


Mas astan mengh*sap lidahku dengan nikmat.


Ia juga memasukkan lidahnya kerongga mulutku dan menggerakkan lidahnya disana.


Selalu saja dia yg akan menguasai permainan saling me*ma*gut ini.


Aku hanya pasrah dan sesekali membalasnya dengan melingkarkan tanganku di lehernya.


Kriukk,,,,


Suara perutku berbunyi.


Tidak tau suasana sekali sih, padahal masih enak juga.


Mas Astan langsung menyudahi ciuman kami dengan hisapan terakhir dibibirku.


"Maaf yah sayang, mas sampai lupa kamu belum makan pagi."


Aku menganggukkan kepalaku"Ngkpp mas heheh."


Mas Astan menggendong tubuhku menuju dapur dan mendudukkan aku dikursi.


Mas Astan pun ikut duduk dihadapanku dengan mangkuk berisi bubur hambar yang sangat tidak aku sukai itu.


Aku hanya diperbolehkan memakan makanan yang terbuat dari kacang kacangan untuk menambahkan stamina tubuhku dan juga beberapa vitamin lainnya.


Aku memakan suapan pertama dari mas Astan.


"Mas tau ini tidak seenak makanan lainnya, tapi ini demi kebaikan kamu dan anak kita sayang jadi mas harap kamu mau memakannya." Mas Astan


Aku mengangguk tersenyum "Setiap membayangkan wajah anak kita aku menjadi menyukai makanan ini mas,mas tidak perlu khawatir aku tak akan egois untuk tidak mau memakannya hanya karena tidak enak."


Elusan dapat aku rasakan dipucuk kepalaku.


Mas Astan tersenyum bersyukur mendengar jawabanku.


Aku tak apa dengan makanan hambar itu, aku bisa memakannya sampai habis asalkan anakku baik baik saja disana.


"Mas aku mau ngomong sesuatu sama mas."


Mas Astan berhenti menyuapi ku dan menunggu kata apa lagi yang akan aku katakan.


Aku menarik nafas ingin mengatakannya namun tak sanggup.


"Aku cinta sama mas." Terpaksa aku mengalihkannya lagi.


Selalu saja begitu padahal aku sudah berhari hari merencanakan ini semua.


Mas Astan awalnya terlihat heran dan curiga dengan apa yang aku katakan namun ia pun akhirnya tersenyum.


"Mas kira apa?tanpa kamu bilang juga mas tau dan mas juga cinta sama kamu sayang." Mas Astan mengecup dahiku agak lama dan kembali menyuapi ku bubur itu hingga habis.


Setelah itu mas Astan menggendong tubuhku keluar menuju taman dan mendudukkan aku diatas rumput hijau itu.


Mas Astan selalu melakukan ini agar tubuhku terkena sinar matahari pagi untuk menambahkan energiku.


Aku tau pasti tidak mudah bagi mas Astan untuk melakukan ini semua.


Aku sungguh merasa bersalah sekali telah membuat mas Astan repot begini.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Duhh aku makin ngk sanggup ngetiknya.


Kasian sangat yah.


🔷🔷jangan lupa like dan komen yah cuyung 🔷🔷


♦♦jangan lupa juga follow akun aku yah♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan🖤