
❄selamat membaca❄
Sampai dimobil ia kedudukan disamping kursi kemudi. Ia benar-benar terlihat sangat hancur saat ini.
Aku mulai melajukan mobil sembari terus melirik kearahnya yang tak berhenti menangis itu. Semakin menambah rasa bersalah ku saja.
Seharusnya aku tak bersikap seperti seorang abg yg sedang kasmaran. Pergi tanpa kabar bahkan hampir satu minggu. Kalau aku ada dirumah ia tak ada akan mengalami ini.
Mengingat ia pernah hampir diperkosa oleh orang yang tak bertanggungjawab ditepi jalan dan hari ini ia kembali mendapatkan perlakuan tidak senonoh dari orang lain juga.
Aku sungguh merasa gagal menjaganya. Bagaimana bisa aku disebut sebagai laki-laki sedang perbuatan ku tak mencerminkan sama sekali.
Sampai dihalaman rumah langsung ku berhenti kan mobil dan keluar dari mobil lebih dulu. Kulihat ia yang masih saja menangis namun tetap bergerak membuka pintu. Disaat seperti ini ia masih takut akan merepotkan ku.
Dengan perlahan aku mendekat kearahnya kemudian mengangkat tubuh rapuh itu. Ia kaget dengan keadaan yang masih menangis namun ia hanya diam saja tak berbicara sama sekali.
Kududukkan ia diatas ranjang ku. Dan masih seperti tadi dengan keadaan ia masih saja menangis.
Aku tau bagaimana perasaannya. Pasti ia merasa dunianya sudah hancur kini. Aku berharap ia tidak dilukai sama sekali.
Aku duduk disampingnya sembari memutar tubuhnya hingga menghadap kearahku.
"Hiks,, " Bulir-bulir putih bening itu berjatuhan dengan deras dan bahkan ia semakin menangis kejar saat melihat kearahku.
"Sudahlah jangan menagis lagi,nanti kepalamu jadi sakit."aku menepuk pelan punggung nya dan ia masih saja menangis keras.
"Hiks,,, aku kotor,,, hiks,, aku tidak pantas hidup." Rambutnya dia jambak sendiri dengan keras bahkan ia sempat meringis tertahan namun tetap ia lanjutkan.
"Hei,, tenanglah,jangan seperti ini, mereka melakukan apa padamu? "Ku hentikan perbuatan nya itu. Kalau dibiarkan akan menyakiti dirinya sendiri. Saat kita sedang putus asa kita tidak tau apa yang kita perbuat bahkan bisa menyusahkan orang lain.
"Hiks,, mereka,, hiks,, mereka mencium bibirku,, hiks,, aku gagal,, aku kotor,, aku hina hiks,, aku benci diriku sendiri."ia merasa semakin sakit saat mengatakan itu.
Tanganku terkepal kuat saat tau para lelaki bejat itu telah lancang mencium bibir istri ku. Namun aku sedikit lega karena mereka tidak melakukan lebih dari itu. Karena aku benar-benar akan membunuh mereka dengan kedua tanganku sendiri.
Aku menarik ia dengan pelan ke dekapan ku. Ia menangis keras disana.
"Tenanglah,, kamu tidak kotor sama sekali, kamu tidak hina, mereka yang hina, mereka yang memaksamu, mereka akan mendapatkan pelajaran setimpal."
Aku mengeratkan pelukanku padanya mengatakan kalau semua baik-baik dan itu adalah sebuah Mimpi buruk saja.
" Hiks,, maafkan saya tuan hiks,, maaf,, saya tidak bisa menjaga diri, hiks."
Aku yang harusnya minta maaf karena tak menjagamu dengan benar dan bahkan aku tak pantas untuk menjadi suamimu.
"Aku akan buat kamu melupakan semua kejadian tadi dan kejadian dulu,kamu akan mengingat hal hal yang bahagia saja."
Aku melepaskan pelukan itu dan menatap manik sendu dengan mata berkaca itu.
Ia terlihat bingung dengan ucapanku barusan itu. Aku benar-benar akan membuat ia melupakan semua kejadian itu dan bahkan kejadian masa lalu. Karena aku sudah memutuskan untuk membahagiakan ia bagaimana pun itu.
Ku dekatkan wajahku kearahnya dan beberapa saat kemudian bibir kami langsung merapat bersatu.
Aku mencium bibir itu dengan meng*ulum lembut bibirnya dengan penuh perasaan hingga ia mulai terbuai dengan keahlian mencium yang kusadari saat melakukannya dengan nya.
Aku mengangkat tangannya itu lalu ku kecup pelan dengan senyuman kearahnya. Ia terlihat mulai nyaman kini dengan kegiatan kami ini.
Aku langsung turun menciumi bahunya dan beralih ke leher putih dan halus miliknya itu.
Aku menghisap pelan leher itu dengan nikmat dan menyisakan beberapa tanda kepemilikan ku disana.
Aku merasa terganggu dengan kemejaku yang saat ini ia kenakan itu. Dengan lembut kubuka satu persatu kancing nya agar ia tak takut. Setelah kemejanya terbuka ku lihat ada tank top kini. Dimana ia mendapatkan nya? Aku sudah membuang semua tank top miliknya.
Abaikan masalah itu saat ini. Ku bukan perlahan tank top itu dan tidak lupa juga dengan bra tempat gunung kembar miliknya bersembunyi selama ini.
Mataku terbelalak saat ku lihat kini gunung kembar miliknya menjulang indah dihadapanku. Menantang ingin dicicip.
Ia langsung merasa malu dan menutupi tubuhnya dengan kedua tangannya. Duhh malah terlihat makin seksi saja dia apalagi dengan keringat ditubuhnya itu.
Ku tarik tangannya agar menjauh dari dua gundukan itu. Tanpa aba-aba hal pertama yang kulakukan adalah membenamkan wajahku diantara gundukan itu.
Aku buru-buru menghisap nya dengan penuh perasaan. Rasanya sangat enak meskipun tak ada asi yang keluar.
"Akhhh." Desahannya semakin keras.
"Mendesah lah sayang,, panggil namaku dengan seksi."aku meng*ulum nikmat bibir manis itu dan ia juga terlihat sangat menikmati permainan kami ini.
"Akhhh,, hhh"
"Sebut namaku sayang." Kuhisap bibirnya dengan pelan dan sensual hingga ia merem melek.
"Akhh,, mas,, astan,, akhh." Gairahku semakin memuncak saat mendengar desahannya sembari menyebutkan namaku.
Ku lihat ia sudah berkeringat banyak padahal ini belum apa-apa. Karena aku akan membuat ia lebih berkeringat dari yang tadi.
Kucium bibirnya dengan lembut dan penuh perasaan sementara tanganku sibuk mencari resleting celana jeans pendek yang ia kenakan itu.
"Kita akan masuk ke intinya sayang."
Dan malam pertama kami yang tertunda itu terjadi juga malam ini.
Aku sungguh tak menyangka kami telah melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri.
Ku kecup pelan keningnya yang saat ini tertidur pulas dipelukanku dan aku juga beralih mencium bibirnya yg sedang tertidur karena kelelahan itu.
Ahh aku sungguh tak menyangka.
BERSAMBUNG...
Woyla jujur aku jijik sendiri ngetik ini. Aku mgkn ahli sama sekali buat yg ginian. Maaf yah kalau ngk ada panas-panasnya sama sekali.
Keep wait for next chapter 😅
Jangan lupa yah like, komen dan votenya.