
❄selamat membaca❄
Perlahan kurasakan gesekan dibawah sana hingga sesuatu dalam diriku terbangun lagi dipagi buta ini. Mina bergerak pelan, pasti ia sudah bangun.
Kubuka mataku sedikit untuk melihat bagaimana reaksinya pagi ini. Dan semua sesuai dengan dugaanku. Wajahnya sangat kaget namun ia tersenyum bersemu malu pasti sedang mengingat kejadian tadi malam saat kami bercinta dengan nikmatnya.
Aku buru-buru menutup mataku saat ia menghadap kearahku dengan pelan ia menyentuh pipiku dengan perlahan dan mengelus nya dengan lembut.
"Khem,, sedang apa memegangi wajah saya?"seketika kulihat ia kaget bukan main dan berniat pergi tapi tak jadi saat ia melihat tubuhnya begitu polos tanpa balutan apapun itu.
Aku menahan senyuman saat melihat ia berusaha menutupi gundukan itu dihadapan ku. Aku sudah melihat semuanya padahal apa lagi yang perlu ditutupi?.
"Maaf tuan."
Ku tarik tubuhnya itu hingga kini berada diatas tubuhku. Aku semakin tidak tahan saat sesuatu menyentuh sesuatu dibawah sana hingga ia semakin terasa tegang sekali.
Ia terlihat sangat kaku juga malu dengan apa yang kulakukan ini. Bayangkan bagaimana perasaan kalian saat berada diatas tubuh seorang dengan polos tanpa sehelai benang pun. Belum lagi dadanya yang menekan kuat dadaku dibawahnya.
"Kenapa buru buru sekali? "Tanyaku berbisik di telinganya hingga ia sedikit menggelinjang geli. Dan sudah pasti yang dibawah ikut tergesek.
"Eung,, itu tuan saya akan siapkan air untuk tuan mandi." Ia bergerak ingin melepaskan diri namun aku dengan cepat memutar tubuh kami hingga kini ia sudah berada dibawah kendaliku.
"Akhh, " Ia menggigit bibir nya menahan desahan saat kurasakan punya ku menyentuh mulut areanya. Yatuhan aku tak tahan lagi ingin menyerangnya saat ini juga. Tapi aku tak ingin membuatnya takut.
Kutatap ia dengan lekat penuh perasaan dan juga nafsu birahi ku yang sudah tak tertahan lagi ingin menikmati setiap inci dari tubuh nya.
Ia tak kuasa bersi tatap dengan ku dengan mengalihkan pandangannya kearah lain namun kuputar lagi kepalanya agar hanya melihat ku saja.
Cup,
Kulu*mat langsung bibirnya itu dengan penuh perasaan dan tanganku sibuk memegang gundukan nya hingga ia tak kuasa menahan sensasinya. Mendesah tertahan dengan tangan yang tak bisa diam mulai dari meremas sprei hingga meremas punggung juga rambutku.
"Balas ciuman ku sayang."aku sudah memutuskan untuk memanggilnya dengan sebutan itu. Karena aku memang menyayangi nya.
Ia terlihat kaget dengan panggilan ku yang begitu tiba-tiba itu. Pasti terasa geli dalam pendengaran itu. Karena aku juga merasa kaku saat mengatakan itu.
Kutuntun bibirnya agar ikut berpartisipasi dalam pagutan nikmat ini. Karena akan terasa jauh lebih enak saat dilakukan berdua. Ia dengan kaku mengikuti bagaimana gerakan bibirku yang liar dibibirnya itu.
Aku menghisap lagi dan lagi bibir yang mulai bengkak itu karena sejak tadi malam aku tak hentinya mengemut nya bahkan setelah ia tidur lelap.
Kulepaskan ciuman itu hingga menyisakan benang-benang saliva yang langsung kujilat dengan penuh nafsu.
Kuputar posisi kini memeluknya dengan erat.
"Tu,, tuan,saya harus bangkit untuk menyiapkan air mandi tuan."kutatap ia dengan lekat dan lembut. Lihatlah bagaimana ia sangat takut padaku, disaat seperti ini ia tak lupa bahkan sedikitpun dengan tugasnya itu. Apa aku terlalu keras padanya dulu.
Kuelus rambutnya dengan pelan hingga terlihat semakin bingung dengan perlakuan ku.
"Kenapa kamu selalu memanggil laki laki lain dengan akrab sedang kepada saya kamu begitu formal,saya juga ingin dipanggil seperti cara kamu memanggil orang lain."
Bodoh kamu astan. Apa kamu lupa dulu kamu yang menolak dipanggil seperti itu? Dan sekarang kamu malah bertanya?.
"Bagaimana hmmm? "
"Eugh,,, jadi tuan ingin saya panggil bagaimana? " Ia sangat terlihat formal sekali.
Tak kujawab sama sekali pertanyaan nya itu. Ingin kulihat apakah ia dengan mudah faham.
Ia langsung kaget dan bungkam karena perlakuan tiba-tiba ku itu.
"Tuan,, saya,, ha,, mppph."ku kecup lebih lama kini dengan satu hisapan hingga ia langsung bungkam lagi.
"Tu,, mpph."kucium lagi bibirnya dengan cepat ku pindahkan ia keatas tubuhku membiarkan dibawah sana terus saja bergesekan hingga aku menahan desahanku.
Kulu*mat dengan penuh gairah bibirnya itu sembari menutup mataku setelah itu kulepaskan hingga ia semakin bingung.
"Jangan panggil saya dengan sebutan itu lagi, saya tidak suka." Ia mengernyit bingung.
"Panggil saya mas."
Ia kaget lagi dan lagi setelah mendengar permintaan ku itu.
"Anak pintar." Ku elus dengan lembut rambutnya itu.
"Mas,, aku siapkan air untuk mas mandi dulu." Ia terlihat bingung harus dengan cara apa bangkit saat melihat tubuh polosnya itu.
Aku segera bangkit dan mengangkat tubuhnya dengan cepat membuang selimut yang menutupi tubuh kami itu dengan asal. Ia terlihat malu dan membenamkan wajahnya didada bidangku. Aku tak kuasa menahan senyuman.
"Mas,, mas sedang apa? " Ia terlihat bingung serta takut.
"Aku tau kalau itumu masih sakit karena sehabis aku masuki,jadi aku gendong kamu saja biar tidak sakit."sangat susah untuk berkata dengan bahasa seperti itu.
Aku meletakkan ia didalam bath up itu begitu juga dengan ku yang ikut masuk itu. Air itu tidak terasa dingin sama sekali karena nafsuku sudah membuat diriku merasa panas.
Ia begitu malu dengan mencoba menutupi tubuhnya itu dan wajahnya juga tak hentinya menunduk.
"Kenapa hmm? "Aku mengangkat wajahnya agar menghadapku.
"Aku malu mas." Melihat wajahnya dan suara pelan itu aku tak bisa lagi menahan tawaku. Dia sangat lucu dan manis dalam waktu bersamaan.
"Apa yang membuatmu malu?kita bahkan sudah melakukan hal yang lebih intim dari ini."
Ia terlihat bingung dengan kata-kata ku"Intim itu apa mas? "
Yatuhan aku tak tahan lagi menghadapi kepolosannya.
"Jangan memancing nafsu saya manis."tuh kan, aku kembali menggunakan kata saya.
"Saya tidak tau apa itu intim mas."ia benar-benar ingin tau yah? Aku tersenyum melihat wajahnya yang polos itu.
Ku dekatkan tanganku didepan area nya itu dan dengan pelan aku melakukan sesuatu disana
"Akhh." ia terlihat tidak tenang.
"Begitulah yang dikatakan intim sayang."aku tersenyum.
Karena sudah tidak tahan lagi ku tarik pinggang nya dan kami pun melakukan nya lagi.
Jujur saja. Ternyata benar yang dikatakan orang-orang bahwa melakukan nya didalam kamar mandi sensasinya lebih terasa nikmat.
BERSAMBUNG...
jangan lupa yah like, komen juga vote❤