
❄selamat membaca❄
Setelah melewati gerbang rumah menuju kantor dan ditengah perjalanan aku berhenti sejenak. Pikiran ku masih kacau pagi ini.
Tanpa alasan aku merasa memiliki banyak sekali beban pikiran. Tapi aku tak tau apa sebenarnya yang sedang kupikirkan ini. Pusing sekali.
Aku mencoba memutar haluan untuk kembali kerumah namun malas jika harus melihat wajah gadis bodoh itu hingga akhirnya aku memutuskan untuk terus melaju ke kantor. Beristirahat disana lebih tenang karena jika aku dirumah pasti emosiku akan habis keluar. Gadis gila itu sungguh mahir membuat orang marah😒.
Setelah mobil benar-benar terparkir rapi aku dengan malas berjalan memasuki kantor mengabaikan orang-orang yang menyapa sekaligus menunduk kearahku. Bukan karena sombong tapi aku memang sedang malas hari ini.
Aku memasuki ruangan pribadiku dan membuka ruangan dalam ruangan itu. Disana aku biasa beristirahat saat sedang tidak bisa pulang kerumah.
Kubuka jasku dan meletakkan nya dikursi setelah itu aku membaringkan tubuhku diatas ranjang. Merenung namun tidak tau sedang merenungkan apa.
Akhir-akhir ini pikiranku sangat mudah untuk teralihkan. Sangat susah untuk fokus dan aku seperti sedang dibubuhi rasa penasaran.
"Akhh,, kenapa sih? " Aku sungguh kesal dengan pikiranku yang entah sedang dilanda apa.
Aku pun perlahan mengambil ponsel dari saku celanaku kemudian tanpa sebab aku meng-klik tombol penghubung CCTV di rumah. Aku memang sengaja menyetel itu untuk berjaga-jaga apakah gadis itu melaksanakan tugasnya dengan benar atau apakah ia bersikap lancang saat aku sedang tidak dirumah.
Namun karena beberapa hal terakhir ini aku belum pernah melihat bagaimana hasil rekaman CCTV itu selama ini. Jadi aku akan melihat bagaimana ia bersikap saat aku sedang tidak dirumah.
Mataku tertuju pada CCTV dibagian ruang depan.Aku melihat gadis bodoh itu sedang membersihkan lantai namun matanya berkali-kali teralih melihat kearah televisi dengan mata penuh dengan rasa penasaran. Aku masih diam memperhatikan ia yang bersikap seperti itu berkali-kali.
Namun aku tak bisa menahan tawa saat melihat ia menari-nari seperti orang bodoh dihadapan televisi sembari melompat kegirangan. Sedang apa dia sebenarnya?.
"Kenapa gadis ini begitu lucu? " Sontak aku menutup mulut bodohku yang entah dari mana mendapatkan kata itu.
Aku memilih menutup CCTV bagian itu dan beralih kebagian dapur. Kulihat ia banyak beraktivitas dibagian itu, mulai dari memasak berbagai makanan dan memakan sedikit dari hasil makanan yang ia masak. Kenapa makan sedikit sekali? Padahal kan aku sedang tidak dirumah dan aku bahkan tidak pernah menyentuh masakannya. Pantas saja tubuhnya mini begitu, Kurang gizi sih.
Setelah makan ia beranjak berdiri dan membersihkan alat-alat masak juga meja dan pantry. Ia terlihat semangat dan juga melakukan beberapa hal konyol mulai dari menari-nari dan bertingkah sok cantik. Dasar gadis bodoh, sudah sering ku siksa dan kuhina masih saja bisa seceria itu.
Aku menggeleng tak mengerti dengan gadis bodoh itu, dia sudah mati rasa atau bagaimana? Bagaimana bisa dia setabah itu menghadapi orang seperti ku?.
Ku alihkan CCTV itu pada bagian kamar. Lagi-lagi yang kudapati adalah aktivitas nya yang tak hentinya bekerja, membersihkan dan merapikan semua sudut rumah itu dengan hati-hati dan teliti. Terkadang aku bingung sendiri bagaimana ia bisa selihai itu pada usianya saat ini?.
Aku berdiri dari tempat duduk ku untuk mengambil secangkir air putih karena merasa sedikit haus tanpa sebab.
Saat aku hendak duduk kembali aku tersedak saat minum air putih ditanganku karena melihat gadis bodoh itu tiba-tiba saja melepaskan pakaiannya didalam kamar itu. Hatiku berkata tidak tapi mataku terus saja memandang hingga akhirnya aku sadar bahwa ini bukanlah hal yang benar.
Aku buru-buru mengalihkan asal CCTV itu kearah bagian lain dan tepat pada rekaman hari ini. Yang kulihat sebelum nya adalah rekaman beberapa hari terakhir.
Aku masih diam memperhatikan gadis bodoh itu sedang duduk berdua dengan alga yang katanya baik itu😒.
Kulihat si mini sedang fokus menulis sesuatu yang aku sendiri tidak tau. Kulihat mata alga yang tak hentinya memperhatikan gadis bodoh itu.
"Dasar gadis bodoh, tidak tau sama sekali suasana sekitarnya." Aku tiba-tiba merasa kesal tanpa sebab.
Mataku tak hentinya melirik alga yang selalu tersenyum kearah gadis bodoh itu. Tatapannya, senyumannya dan juga gerak geriknya sudah sangat jelas terlihat sedang mengincar gadis bodoh itu.
"Cih, beralasan mengajari gadis bodoh itu untuk memikat yah? Dasar licik." Aku merasa sangat kesal tanpa sebab.
"Wahh pasti fokus sekali yah berduaan dengan alga hingga tidak mendengar panggilan itu sama sekali, awas saja." Kutekan nomor telepon alga.
"Ada apa tuan?"tanya alga dari seberang sana. Ada apa dengkulmu ( ͡° ʖ̯ ͡°).
" Apa kamu melihat mina?saya berkali-kali menghubungi telepon rumah tak diangkat sama sekali.Sepertinya ia belum membersihkan seluruh rumah. Saya lupa memberitahunya untuk mengganti sprei saya."aku memang sengaja membuat alasan itu tanpa sebab juga. Kenapa sih dengan ku. Aku benar-benar sedang mengusik mereka sekarang? Untuk apa tepatnya?.
"Kami sedang belajar tuan, mungkin karena itu mina tidak mendengar panggilan tuan."
"Baiklah suruh ia kembali bekerja sekarang."
"Baik tuan," Ucapnya segera ku matikan sambungan telepon.
Aku kembali melihat CCTV itu apakah gadis bodoh itu sudah kembali kerumah. Dan benar saja ia langsung kembali dengan beberapa buku ditangannya.
Sampai dirumah ia duduk diatas sofa dan mulai membaca dan menulis lagi. Namun itu hanya sebentar karena ia terlihat sangat ngantuk sekali, aku sampai senyum tanpa sebab saat melihat ia hampir terjatuh karena tertidur.
Aku pun menghubungi kembali telepon rumah.
"Halo," Ucap gadis bodoh itu dari seberang telepon.
"Wahh sudah berani yah mengabaikan panggilan saya yang berkali-kali tadi? "Tidak tau kenapa aku sangat ingin menyalahkan ia atas segala hal.
"Maaf tuan, saya tidak tau kalau tuan menghubungi dari tadi,saya sedang belajar diluar dengan mas alga."alga lagi alga lagi, kenapa suka sekali sih menyebutkan nama itu. Jangan sampai aku menjadi pembenci nama itu.
Aku pun memilih tertawa saat mendengar itu darinya"Wahhh jadi maksud kamu saya mengganggu kamu yah? "
"Maaf tuan bukan maksud saya begitu,ada apa tuan menghubungi saya?"
Aku langsung berdeham bingung saat mendapat pertanyaan itu darinya. Aku juga tidak tau kenapa aku menghubungi dan mengganggunya begini.
"Tuan,,,? " Ia bertanya lagi dan lagi.
"Kamu sudah yakin mengerjakan seluruh pekerjaan rumah?jangan jangan kamu malah bermain main diluar dengan alga lalu tidak mengerjakan satupun pekerjaan rumah." Tak ada alasan lain lagi.
"Sudah tuan. " Dengan cepat ia jawab hingga aku harus kembali memikirkan kata apa yang harus kukatakan.
"Kenapa firasat saya mengatakan kalau kamu sedang berbohong agar bisa bermain main."ada apa dengan mu astan, emangnya kamu Roy Kiyoshi punya firasat ini itu?.
" Sudah seluruhnya tuan,"ucapnya lagi dengan mantap.
"Baiklah kalau begitu,, saya tutup saja telepon nya saya masih punya banyak urusan, dasar kamu mengganggu saja, kamu tau tidak kamu sudah membuang waktu saya."buru-buru kematian sambungan dan meletakkan ponsel itu disampingku.
"Kenapa dengan ku? Hanya dengan mendengar suara dari gadis bodoh itu saja sudah membuat getaran aneh dalam diriku,aku merasa mood ku semakin membaik setelah berbicara dengan nya, kenapa dengan diriku? "Aku bergumam pelan tanpa sebab.
BERSAMBUNG...
jangan lupa yah like, komen, dan Vote.