
❄selamat membaca❄
Mereka berdua masih saja berpelukan seolah mereka berdua adalah sepasang kekasih yang sedang bertemu sejak puluhan tahun lamanya. Cih, lebay sekali sih.
Setelah mereka berpelukan mereka duduk berdampingan seolah mereka adalah pasangan sungguhan. Seterusnya setelah itu mina kembali datang kearahku dan duduk disebelah ku. Aku suaminya kalau kalian lupa.
"Kenapa kamu bisa disini?aku udah tanya sama orang orang dikampung kamu dimana tidak ada yang tau, kamu tuh bikin khawatir mulu dari dulu."laki-laki bernama ken itu mengacak rambut mina dengan bibir tersenyum senang. Wah lancang sekali tangannya itu. Minta dipotong yah?.
Mina tersenyum bingung mau berkata apa sembari membenahi rambutnya yang diacak oleh ken tadi.
"Ceritanya panjang mas,oh iya mas ngapain disini?" Tanya mina berbasa-basi. Cih dasar gadis bodoh.
"Untuk sesi pemotretan, mas sudah sering jadi model pakaian dan barang lainnya."
"Loh, terus bagaimana dengan impian mas yang ingin jadi atlet lari? "Lihatlah gadis bodoh ini sangat peduli dengan masa depan orang lain sedang masa depan sendiri entah akan seperti apa nanti.
"Mas tetap jadi pelari seperti katamu dulu, tapi mas juga butuh uang untuk bisa bertahan."
Huh mereka kira ini adalah tempat untuk saling bernostalgia bersama? Menjengkelkan sekali sih.
"Khem, " Ku alihkan forum saat ini hingga mereka berdua langsung beralih menatapku.
"Saudari ken, ini adalah pak astan,bagaimana kelanjutan diskusi kita tadi? " Miska langsung memulai diskusi mengenai niky yang sudah kelewatan itu.
"Saya ada urusan mendadak, jadi kalaupun pemotretan hari ini tidak jadi, maka dilain hari juga saya tidak bisa lagi,saya masih memiliki banyak studio untuk pemotretan." Sombong sekali lagaknya itu. Dia pikir kami tidak akan mendapatkan model lain selain dia? Banyak yang sangat ingin melakukan pemotretan disini.
"Yasudah tidak apa apa, maaf karena pihak kami tidak profesional, jadi kita batalkan saja pemotretan ini." Aku memang tidak pernah menolak dan membiarkan seorang klien saat sedang berdiskusi tapi kali ini aku seolah sedang didorong untuk membiarkan ia pergi. Aku juga merasa kesal tanpa alasan.
"Astan, kamu bagaimana sih? Sudah saatnya pakaian itu dibuat dalam bentuk majalah, bagaimana kalau itu berpengaruh untuk keuangan kita? "Aku tak peduli dengan itu semua, aku hanya ingin laki-laki satu ini segera menghilang dari sini dan jauh-jauh dari mina.
"Saya akan bersedia jika lawan model saya adalah dia."dia mengangkat tangan mina dengan cepat dan lancang sekali hingga mina sendiri sangat kaget.
Aku tak akan membiarkan nya begitu saja. Namun saat aku ingin protes miska langsung menyetujui permintaan si ken itu. Akhh bisa gila aku.
"Miska,, apa apaan kamu?dia tidak pernah melakukan itu kamu mau mempekerjakan orang yang tidak berpengalaman? " Aku sungguh tidak suka jika mereka harus menjadi partner pemotretan karena pasti akan ada adegan dimana mereka harus melakukan skinship satu sama lain. Akhhh sial.
"Kamu diam saja." Miska membawa mina meninggalkan ku dan laki-laki bernama ken itu diruangan saat ini.
"Khem,,, kamu siapa sebenarnya? "Aku memang bukan tipe orang yang kepo tapi entah kenapa aku sangat ingin tau sehebat apa pria yang membuat mina tersenyum begitu lebar tadi. Mengingat nya saja membuat ku kesal lagi.
"Kamu yang siapa?"ken juga terlihat tidak mau kalah dan menatap seolah sedang menantang ku.
Ku perbaiki posisi jas-ku dan menatap kearahnya" Saya suami mina."aku sendiri tidak menyangka kata itu keluar dari bibirku ini.
"Suami? Hahahha jangan bercanda tuan,sejak kapan mina menikah?"ia tertawa hambar karena tak percaya dengan ucapanku. Yasudah kalau tidak mau percaya tapi memang itu kenyataan nya.
"Saya tidak peduli jika kamu mau percaya atau tidak dengan ucapan saya, intinya kamu pasti tau bagaimana bersikap dengan gadis yang sudah menikah,saya tunggu di studio, permisi."aku keluar dari ruangan itu menuju studio.
Membayangkan mina keluar dengan riasan membuatku deg-degan bagaimana kalau miska memberikan ia baju yang terbuka, di Studio ini begitu banyak kru yang berjenis kelamin laki-laki. Mereka pasti akan melihat lekuk tubuh mina nanti. Akhh kenapa aku malah memikirkan itu sih? Apa pedulimu astan?.
Saat aku sedang melirik kearah pintu, mina keluar dengan anggun dari sana. Balutan gaun putih bersih itu sangat matching dengan tubuh mina yang begitu indah itu.
Mataku tak hentinya melihat dan memandang kearahnya. Dia sangat cantik hari ini hingga mebuat jantungku tidak tenang. Aku belum pernah melihat mina yang versi ini. Seperti seorang model sungguhan saja dia.
"Sejak kapan gadis bodoh ini terlihat begitu menawan? " Gumamku pelan.
"Baiklah pemotretan kita mulai."juru kamera memulai intruksi.
Mina dan ken awalnya hanya melakukan pose saling berdiri sangat dekat, saling menatap. Untuk kali ini aku masih bisa memaklumi nya.
"Kenapa gadis bodoh itu sangat ahli dalam bidang ini? Ia tak canggung sama sekali dengan ken, apa hubungan mereka sedekat itu yah? " Aku merasa kesal.
Dan mataku memanas kesal saat mereka harus berpose intim begitu. Tangan ken memegang pinggang mina begitu juga mina yang begitu lengket kepada ken.
"Lihatlah gadis tidak tau diri itu, tersenyum sangat lebar disamping laki laki lain, sedang dengan ku yang berstatus suaminya mana pernah disenyumin seperti itu." Aku sangat kesal saat ini.
Kutinggalkan studio menuju ruangan ku.
"Kurangajar sekali sih gadis itu, kenapa ia begitu nyaman saat berada disamping laki-laki lain sedang dengan ku ia bertingkah seperti ia sedang bersama monster penuh dengan rasa takut." Aku membuang jasku kesal dan membaringkan tubuhku ditempat ku biasa beristirahat.
Aku mengingat kembali bagaimana mereka tadi. Membuatku semakin kesal tak tau kenapa kali ini emang aku sudah tidak bisa mengontrol pikiranku hingga seperti ini.
"Apa laki-laki itu adalah pacarnya yah saat disekolah dulu? Tapi kalau diperhatikan laki-laki itu sangat berbeda jauh umurnya dengan mina. Bahkan kami yang terlihat seumuran." Aku sungguh masih tak bisa diam saja mengingat mereka begitu dekat.
"Akhh bodoamat, kenapa aku malah pusing memikirkan itu. Terserah mereka saja. Mau mereka adalah pasangan dan semacamnya bukanlah urusan untuk mu astan." Aku memilih mengabaikan itu saja kini. Karena aku sendiri bingung kenapa aku harus pusing memikirkan itu semua.
Kamu jelas lebih baik dan sempurna dari laki-laki bernama ken itu astan.
BERSAMBUNG... A
WKWKWK ada yg cemburu gaes.
Jangan lupa yah like, komen dan vote.