Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
84.dia cemburu (S2)


❄selamat membaca❄


    Seperti yang ku katakan tadi pagi, aku ingin Jalan-jalan keluar bersama alfa juga mina. Karena jarak tujuan kami sangat jauh kami harus berangkat siang panas begini agar tidak kemalaman sampai kesana.


"Kita mau kemana sih mas?siang gini panas lagi." Ia bertanya saat kami sudah berada dalam mobil menuju ke tempat tujuan kami.


Aku hanya tersenyum kearahnya. Ini sebenarnya adalah surprise untuknya, ajukan memang berniat merahasiakan kemana kami akan pergi.


"Kebiasaan yah kamu mas kalo aku nanya bukannya jawab malah seyum gitu."ia terlihat sangat kesal.


"Kan mas udah bilang kamu bakal tau kalau kita udah sampai."


"Mas mau aku mati penasaran? "


Aku tertawa pelan dan tertahan takut alfa yang lagi duduk anteng dipangkuan mina terkejut dan menangis karena ia sering menangis karena terkejut.


"Masa sabar bentar aja kamu ngk bisa sih sayang?" Aku tersenyum lagi kearah nya seolah sedang meledek nya.


Ia pun menghela nafas pelan dan melihat keluar jendela mobil.


"Yaudah deh mas aku tunggu aja sampai kita tiba."


Aku tersenyum setelah mendengar itu darinya, tumben sekali ia menyerah semudah itu. Biasanya ia tak akan berhenti sampai ia tau apapun yang ingin ia tahu.


Seperti yang ku katakan sebelum nya. Kami sampai pada tujuan tepat sore hari dan suasananya masih sangat ramai kok, kami tidak terlambat tentunya.


Saat kami turun di parkiran aku dengan cepat menuntunnya yang sedang menggendong alfa menuju tempat itu dan siapa sangka ia akan segirang itu hanya karena sebuah pantai?.


"Mas,, ini beneran pantai? Namanya pantai kan mas?"


Ia berjalan kearahku yang sedang sibuk membawa perlengkapan kami dengan wajah penuh kecerian dan juga senyum yang sangat lebar. Apa aku berhasil?.


Aku mengangguk tersenyum dan kembali membentangkan kain saat aku menemukan tempat yang bagus untuk kami duduki. Syukurlah hari sudah sore hingga kami bisa duduk didekat laut ini tanpa takut sinar matahari akan mengganggu kami. Khusus alfa yang masih rentan itu.


"Mas,, ihh kok mas tau Banget kalau aku pengen banget kesini? "Ia sempat menangis karena terharu namun dengan cepat ia usap air matanya hingga aku tersenyum senang melihat ia sungguh antusias karena kejutan ku ini.


Kami sudah duduk diatas kain yang melapisi pasir pantai itu.


"Makasih yah mas udah bawa aku kesini, aku senang sekali ini tuh tempat impian ku dari dulu." Ia dengan semangat memeluk ku dengan sayang dan terus saja berterima kasih dan mengatakan kalau ia sangat senang sekali.


"Syukur kalau kamu suka sayang."aku membalas pelukan nya itu dengan sayang juga.


Setelah beberapa saat aku terus saja memperhatikan bagaimana ia sedang bermain pasir mulai dari mencoba membangun istana hingga menulis beberapa kata yang membuatku tersenyum senang. Ia begitu menggemaskan dan kini aku semakin yakin kalau ia masih sangat muda untuk dipaksa dewasa selama ini. Apalagi saat mendengar ceritanya ia tak pernah merasakan kebahagiaan sejak kecil. Aku ingin terus mengganti masa kecilnya yang suram itu dengan kebahagiaan sebisaku.


Alfa hanya diam saja di pangkuan ku. Ia tak rewel, seharusnya dia selalu begini saat dirumah agar aku dan mina tidak terganggu saat sedang bermain dan membuat adik untuk nya.


Saat aku hendak menoleh kearah samping untuk sekedar memandang saja tiba-tiba mataku ditutup oleh kedua tangan mina hingga mengurangi pandanganku dan bahkan hampir tak bisa melihat apa-apa lagi.


"Eh,, eh mas lihat apa? " Benar benar ingin menutup mataku hingga aku tidak bisa melihat apapun.


"Loh kenapa mata mas ditutup sih sayang?mas juga pengen liat pemandangan."


"Aku ngk mau buka mata mas, nanti mas malah nakal liat liat cewek cewek make bikini disini."ia benar-benar kesal terdengar dari nadanya saat berbicara.


Aku hampir saja terbahak dengan alasannya itu? Aku tidak sedikitpun memiliki niat lain untuk melihat hal seperti itu karena aku sudah memiliki nya dalam diri mina yang lebih nyata dan bisa ku jamah kapanpun ku inginkan. Kenapa dia? Apa dia cemburu hanya karena hal-hal seperti itu? Duhh manisnya.


"Apa maksud kamu sayang? "


"Jangan pikir aku tidak tau yah mas kalau mas bawa aku kesini pasti biar bisa liat itu kan? Aku sadar kok tubuh aku ngk sebagus mereka semua, jadi mas pengen liat yg seksi seksi kan? "


Ya ampun ngomong apa sih istri ku ini? Aku tidak mungkin berpikir seperti itu. Ayolah semua juga tau kalau aku hanya ingin kan mina dan juga tubuhnya, semua yang ada padanya tidak akan pernah membuat aku bosan dan ingin mencari yang lain.


Aku berniat membuka tangannya agar aku bisa melihat wajah cemburu nya kini. Tapi ia masih menahannya hingga aku masih tetap diposisi tadi.


"Hei buka dulu mata mas, mas janji ngk bakal liat liat mereka sayang."ia mendengus pelan dan perlahan membuka tangannya hingga aku bisa melihat kearah nya.


Ia terlihat sangat kesal juga sedih sembari menatap kearah laut. Ia cemberut dan saat aku hendak memutar tubuhnya agar menghadap kearahku ia dengan cepat menepisnya.


"Hei,, kamu kenapa kesal begitu sayang? Tadi kamu semangat sekali saat sampai kesini."ia masih saja tidak peduli dengan ucapanku itu. Apa ia benar-benar sedang cemburu yah?.


Ku tarik wajahnya hingga dekat dengan wajahku" Kenapa hmmm? "Aku terus saja bertanya.


"Aku tau kenapa mas bawa aku kesini, apa aku juga kurang menarik yah mas sampai mas pengen banget liat liat cewek seksi disini? "Ia terlihat sangat kecewa dengan mata yang mulai berair itu.


Belum lagi sampai disitu ia juga perlahan membuka kancing kemeja nya yang saat ini terkancing rapi.


Aku langsung panik dan menghentikan nya"Apa yang kamu lakukan hei? Bukan begitu sayang kamu salah mengerti dengan maksud mas."


Ia menepis tanganku dan kembali melakukan nya hingga hampir seluruh kancing kemeja nya sudah terbuka dan belahan dadanya sudah terpampang jelas dihadapanku dibalik bra hitam yang ia kenakan. Aku tak akan diam saja aset pribadi ku dilihat oleh orang lain.


"Hei jangan lakukan itu."


"Kenapa aku tidak boleh berpakaian seperti itu disini mas? Apa mas sudah benar benar bosan yah melihat tubuhku ini?wahhh pantas saja mas melarang ku melakukan ini."


Dengan pelan kupegang tangannya dengan lembut"Bukan gitu sayang, kamu salah faham sama mas, mas cuma ngk mau kalau aset mas dilihat oleh orang lain."


Ia masih saja diam seolah menunggu semua penjelasan ku"Kamu pasti salah sangka dengan mas, memang begitulah sayang orang orang saat berkunjung dipantai, kita tidak bisa melarang mereka karena itu hak dan privasi mereka, tapi percayalah mas tidak ada sedikit pun niat ingin melihat lihat mereka, niat mas bawa kamu kesini karena mas tau kamu sangat ingin kesini,mulai dari siaran yang sering kamu tonton dan bahkan wallpaper hape kamu semua menunjukkan itu."


Ia yang mendengar itu terdiam kaget dan melihat kearahku dengan mata berair nya itu. Aku tau ia sedang cemburu tadi hingga bersikap seperti itu. Aku bisa memaklumi nya.


"Hiks,, maafin aku mas udah nuduh yang bukan bukan hiks,, aku emang masih labil dan bumi dewasa hiks,, aku emang ngk berguna."ia menangis dihadapanku.


Aku menggeleng dengan cepat lalu mengancing kembali kemeja yang sudah ia buka tadi"Tidak sayang, mas mengerti, itu buktinya kamu benar mencintai mas dan takut kehilangan mas."


Aku mengelus pelan surainya hingga mulai tenang.


Kenapa ia sangat manis sih?.


BERSAMBUNG...


jangan lupa yah like, komen dan vote❤.