Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
bukan mimpi


Soundtrack//i like you so much you will know it//


Aku sempat ragu dengan kenyataan ini


-mina-


       Aku bergerak gusar kesana kemari diatas tempat tidur karena cahaya matahari yang menerpa mataku.


Tanganku terulur menyentuh kearah kanan namun aku tak dapat menemukan mas astan disana.


"Mas,, " Mataku kubuka namun benar saja tak ada mas astan disana.


"Jangan bilang kalau hanya bermimpi kalau mas astan sudah datang" Aku bergumam panik.


Aku melirik kesana kemari dan memang tak ada tanda bahwa mas astan sudah kembali.


Kenapa semua sangat nyata sekali sih? Mulai dari kedatangan keluarga mas ken dan mas alga untuk melihat mas astan hingga saat kami melakukan itu tadi malam, semua terasa sangat nyata.


Apa benar yah itu semua hanya ilusi ku lagi.


Air mataku mengalir deras dan merasa bodoh"Harusnya tadi aku tidak usah bangun kalau tau ini hanya mimpi hiks,, "aku menutup mataku dengan kedua tanganku.


" Sayang kamu kenapa? "


Suara itu? Itu kan suara mas astan. Dengan cepat aku mengangkat wajahku dan melihat kearah mas astan sudah ada ia berdiri disana dengan wajah paniknya karena melihat aku menangis.


Aku dengan cepat berdiri kemudian memeluk mas astan yang berdiri ditepi ranjang.


"Kamu kemana tadi mas? Aku takut hiks,, " Tangisku pecah dalam pelukan mas astan.


Mas astan tertawa mendengar itu"Masa cuma mas tinggal bentar udah takut sih sayang? Mas cuma beli bahan makanan tadi di dekat jalan tol"ucap mas astan melepaskan pelukanku dan matanya langsung terbelalak menatap tubuhku.


Aku yang sadar dengan tatapan mas astan langsung melirik kearah pandangnya lalu aku Dikagetkan dengan tubuhku yang hanya dibalut kemeja putih polos mas astan yang hanya sampai diatas lututku dan parahnya tidak dikancing sama sekali.


Ini pasti karena kelelahan tadi malam makanya aku lupa memakai bajuku.


Aku dengan buru buru mengancing kemeja itu namun mas astan sudah lebih dulu mendorong tubuhku hingga telentang diatas tempat tidur.


"Mas sudah lama tidak berolahraga pagi sayang, bagaimana kalau kita berolahraga bersama saja? " Mas astan sudah menaiki tubuhku dengan wajah kami kini sudah sangat dekat.


Aku tak bisa lagi berkata kata karena mas astan sudah mengulum bibirku dengan pelan dan lembut hingga aku juga ikut terbuai.


Mas astan merapatkan tubuh kami berdua dengan ia masih memakai pakaian lengkap berbeda dengan ku yang hampir telanjang bulat dibawah tindihannya.


"Akhhh"desahku saat merasakan sesuatu bergesekan dengan area sensitif ku.


Mas astan tersenyum mendengar desahan yang membuat ia candu itu, bibirku lagi lagi ia lu*mat dengan penuh gairah.


Lagi lagi aku merasakan sesuatu menggesek area basahku itu hingga aku hanya bisa menahan desahanku" Akhhh "aku melirik kebawah ternyata punya mas astan sudah tegang didalam celananya hingga sedikit menusuk area ku.


Baju mas astan sudah terbuka dan hanya menyisakan boxer saja. Tidak lupa juga tangan liar itu sudah berhasil menelanjangi tubuhku yang sudah penuh keringat karena ulah mas astan.


" Akhhh,, akhhh,, mas,, akhhh"desahku panjang saat mas astan berkali-kali mengusapnya dengan lembut dan pelan. Sungguh menyiksaku sekali.


"Akhhh sudah mas,, aku,, akhhh,,tidak tahan lagi" Ucapku seperti seorang gagap saja karena tangan nakal mas astan selalu menggodaku dengan beraksi diarea sensitif ku itu.


Mas astan mencium bibirku lagi dengan penuh nafsu hingga kini mungkin bibirku sudah bengkak.


Tangan mas astan mengarahkan miliknya hingga kini sudah tepat dibibir areaku"Akhhh"itunya mas astan bergesekan sedikit keras tadi. Sungguh ini sangat menyiksaku.


Dan kami akhirnya melakukan itu lagi dipagi buta ini hingga tiga ronde. Karena mas astan sangat tidak bisa diajak kompromi dengan tubuhku yang sudah kelelahan ia nikmati tadi malam dan pagi ini lagi.


Mas astan mencium kening ku yang masih dalam pelukannya dibalik selimut yang menutupi tubuh tanpa busana kami.


"Akhhh,, udah dong mas, aku capek banget" Ucapku dengan kesal karena mas astan masih saja meremas gunung ku dibalik selimut itu.


Ia tertawa melihat wajahku yang sempat mendesah tadi"Mas suka denger desahanmu sayang, terdengar seksi sekali ditelinga mas"ia tersenyum smirk begitu kenapa.


"Akhhh,, akhhh,, akhhh" Dasar mas astan yah,mengusap areaku mungkin adalah hobby barunya yang sungguh menyiksaku.


"Udah dong mas, alfa belum kita jemput loh" Aku mencoba bangkit dan meraih kemeja yang ada dinakas itu.


Memakai kemeja yang sudah tidak punya kancing itu, siapa lagi oknum yang sangat suka merusak kancing kemeja kalau bukan mas astan.


Tubuhku serasa melayang saat aku berusaha mengancing kemeja itu dengan sebuah kancing yang masih selamat dari perbuatan mas astan.


"Kita mandi bersama yah sayang" Mas Astan bangkit dengan tidak tau rasa malu itu tanpa menggunakan sehelai benangpun hingga mataku travel kesana kemari melihat tubuhnya yang indah itu. Astaga minat kamu ngomong apa sih?.


Aku menjauhkan pandangan ku dari area anunya mas astan yang kulihat sudah tegang kembali.


****** aku kalau mas astan ingin melakukan itu lagi. Aku sungguh sudah sangat kelelahan sekali.


Tubuhku yang dibalut kemeja itu mas astan masukkan ke bath up dan perlahan ia membuka kemeja itu hingga kami berdua benar benar sudah seperti dua bayi kembar yang baru lahir tanpa busana sama sekali.


Aku menjauhkan pandangan ku dan menunduk mencoba menutup area sensitif ku juga dadaku.


Mas astan naik juga ke dalam bath up yang ukurannya memang sangat besar.


"Heii,, kamu kenapa menunduk begitu sayang? " Tanya mas astan mengangkat wajahku hingga mata kami saling mengunci pandangan.


Tidak tau siapa yang memulainya kini aku sudah berada diatas pangkuan mas astan dan bibir kami saling mengulum satu sama lain.


Mas astan turun ke leher menciumnya hingga banyak sekali tanda kemerahan disana.


"Aku capek mas,, akhhh" Ucapku saat mas astan hendak melakukan aksinya dibawah sana.


Ia langsung tersenyum dan mengelus pucuk kepalaku dengan pelan.


"Maafkan mas yah sayang suka lupa daratan kalau sudah begini" Ucapnya menurunkan tubuhku dari pangkuan nya dan kini ia beralih mengambil sabun dan mulai menyabuni tubuh ku hingga sesekali aku harus menahan desahan ku takut mas astan malah terpancing lagi. Padahal aku hanya merasa keenakan saat mas astan mengusap setiap inci tubuhku dengan sabut dan membilasnya hingga bersih.


"Kamu keluar duluan yah sayang biar mas juga mandi dulu" Ucapnya memberikan aku handuk dan melilitkan nya ditubuhku.


Aku keluar dari kamar mandi dengan degupan jantung yang sungguh seperti sedang maraton saja.


Mas astan memang ahli dalam membuat siapapun klepek klepek apalagi saat melihat tubuh kekarnya. Aduhh kamu mikir apa lagi sih mina?.


Dengan cepat aku memakai bajuku karena sebentar lagi kami harus menjemput alfa kerumah mas alga.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Duhhh apa apaan ini gaes? Mereka berdua kalau lepas Rindu mah ngk tanggung tanggung yah🌚🤤.


Part kali ini khusus mereka berdua yah gaes😅


Tolong berikan tanggapan nya yah.


🔷🔷jangan lupa like, komen, dan rate 5 yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Cinta kalyan🖤


Follow my ig@sopiakim_