Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
67.aku tidak suka(S2)


❄selamat membaca❄


    Pagi ini seperti biasa aku sudah memandikan mina juga memberikan ia sarapan pagi. Setelah itu aku masuk kedalam kamar mandi untuk mandi.


Kutinggalkan mina sebentar duduk ditepi kasur. Aku senang sekali hari ini ia terlihat sedikit bersemangat dan ia tak selemah kemarin. Setidaknya begini saja sudah membuat ku bernafas lega.


Aku keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja yang melilit tubuh polos ku. Ku lihat mina yang menyambut ku tersenyum.


"Mas ini aku siapkan mas pakaian."


Aku mengeryit heran kenapa tiba-tiba sekali mina menyiapkan setelan baju untuk ku. Karena setelah ia didiagnosis mengidap anemia parah aku yang menyiapkan semua nya. Belum lagi kenapa dengan setelan rapi ini?.


"Sayang,, berapa kali mas bilang kamu jangan banyak bergerak dulu,mas bisa kok menyiapkan sendiri, bukan berarti mas ngk mau memakai apa yang kamu siapkan mas hanya takut kamu kenapa napa." Aku benar-benar khawatir kalau ia makin banyak bergerak kondisinya akan semakin melemah. Bagaimana nanti kalau berpengaruh pada kandungan nya.


"Mas pakai yah."mina menyodorkan setelan itu kearah ku.


"Loh? Mas kan ngk masuk kantor sayang, mas udah cuti sampai kamu lahiran dan benar benar baik baik aja."aku memang sudah berbulan-bulan tidak masuk kantor. Kalau ada yang perlu sekretaris ku akan datang kerumah sembari membawa semua berkas yang harus kuurus. Untung saja pihak kantor semuanya kompeten jadi aku tak perlu khawatir.


"Mas pakai aja yah."mina masih saja memaksaku untuk tetap memakai setelan jas itu. Ada apa dengan sikapnya ini? Pasti ada yang ngk beres nih.


"Apa lagi kali ini? Kamu pasti sedang merencanakan sesuatu kan? "Aku tau betul sifatnya dan ia sangat lemah dalam menyembunyikan sesuatu.


" Be,, begini mas, aku kan punya kenalan cewek nih, dia tuh cantik banget terus dia juga lulusan sarjana sekolahnya tinggi mas."


Kan, aku bisa langsung menebak nya melihat ia begitu bersikukuh aku mengenakan jas ini.


Aku hanya diam mematung menunggu kata yang akan ia lontarkan lagi.


"Terus? "Aku memicing heran.


"Ter,,terus dia juga dari keluarga baik baik mas, pokoknya idaman semua laki laki deh mas, fotonya udah aku kirim ke WA mas." Aku dengan malas membuka foto yang sudah ia kirim barusan.


Aku tidak peduli seberapa cantik dan pintar gadis di dalam foto itu. Kalau dia bukan mina dia tak pantas untuk bersamaku.


"jadi,,? "Aku berpura-pura tidak faham dengan maksudnya mengatakan ini semua. Walaupun sebenarnya aku tau maksud dan tujuan nya itu.


"Ja,, jadi aku mau mas temui dia di cafe hari ini,dia udah nunggu mas."ia terlihat sangat gugup mengatakan itu. Ada kesana tidak rela dimatanya.


"Ooh jadi ceritanya kamu ingin mas kesana? Menemui perempuan yang katamu cantik, baik dan berpendidikan tinggi itu?untuk apa tepatnya?kenapa mas harus menemuinya? "


"Aahh itu mas siapa tau kalian cocok kan mas, jadi nanti mas ngk perlu lagi repot repot nyari pas aku udah pergi."


Mendengar kata pergi aku langsung marah dan tak bisa lagi menahan emosiku. Sudah berulang kali ku katakan aku tak ingin mendengar kata itu lagi.


Dengan kasar aku ingin membuka pakaian yang saat ini sudah melekat di tubuhku namun mina menahannya.


"Aku mohon mas kali ini aja mas denger dan ikutin permintaan aku, kalau aku tidak menyiapkan ini semua mas ngk akan pernah mau."rahangku mengeras dengan air mata yang ingin keluar. Harus bagaimana lagi aku memberitahu mina kalau aku tidak mau lagi mendengar itu semua.


"Berapa kali mas bilang BERHENTI BAHAS MASALAH PERGI DAN SEMACAMNYA." Saking emosinya aku tak sadar sudah membentak mina hingga ia kaget dan bergetar takut. Aku sudah tidak tahan lagi jika ia terus saja membahas kalau ia akan pergi dan pergi.


"A,, aku hiks,, aku hanya takut saat pergi mas kesepian."


Ku tarik rambutku dengan kasar karena merasa frustasi dengan mina"Mas ngk akan pernah kesepian,ada kamu untuk apa mas kesepian?kamu pikir mas akan bahagia dengan wanita lain?kamu gila yah?mas sudah berulang kali mengingatkan kamu bahwa tidak akan ada yang pergi dan ditinggalkan,kamu kenapa sih?"kutahan air mataku sedang mina sudah menangis dihadapanku.


"Baiklah kalau ini maumu,mas pergi menemuinya,semoga ini bisa membuatmu bahagia." Aku meraih kunci dan dompet lalu pergi meninggalkan mina begitu saja.


Kulihat pak umar sedang berdiri canggung melihat kearahku. Apa dia mendengar kegaduhan kami yah? Ahhh aku tak perduli lagi.


Setelah menempuh setengah perjalanan aku menghentikan mobil lalu menunduk merasa bersalah Karena sudah membentak mina tadi.


Air mata yang sejak tadi kutahan akhirnya jatuh juga. Aku sungguh tak ingin mendengar kata itu darinya. Aku tak butuh orang lain, aku hanya butuh dia untuk membesarkan anak kami bersama. Kenapa dia terus saja membahas hal mengerikan itu?.


Sesampainya aku di cafe tepat pada alamat yang mina kirimkan tadi. Aku pergi sebentar kekamar mandi untuk memperbaiki penampilan ku yang acak acakan tadi karena bertengkar dengan mina juga sempat menangis tadi.


Ia tak hentinya tersenyum kearahku bahkan saat aku sudah berada dihadapannya saat ini.


"Sella." Ia mengulurkan tangannya kearahku.


"Astan." Aku membalas uluran tangan itu kemudian duduk.


Ia tak hentinya tersenyum kearahku. Sedang aku hanya diam saja tak berniat untuk membalas sama sekali.


"Jadi, apa saja yang istri saya sampaikan kepadamu? Saya sebagai suaminya meminta maaf mewakilkan nya."


Ia terlihat bingung dengan ucapanku "Is,, istri? Maksud kamu mina adalah istri kamu? " Ia terlihat shock.


Aku dengan cepat menganggukkan kepalaku"Dia adalah istri yang hebat dan juga tangguh. Aku sampai berpikir betapa beruntung nya aku bisa memiliki istri seperti dirinya. "Aku tersenyum saat mengingat semua gelak tawanya saat aku sedang menggodanya.


" Jadi, apa maksud mina mengatur ini semua? "Ia terlihat bingung dengan ini semua.


" Sekali lagi saya minta maaf untuk mewakili istri saya. Saya juga tidak pernah berpikir ia mampu melakukan hal seperti ini."aku terus saja bercerita mengenai musibah yang kami hadapi saat ini mulai dari kandungan mina yang melemah dan alasan kenapa ia melakukan hal ini.


"Saya harap kamu bisa memaklumi nya. " Aku mengakhiri pertemuan kami.


Ia tersenyum kearahku"Baiklah saya tidak akan keberatan. Kita anggap saja pertemuan ini hanya sebatas silaturahmi, saya harap semoga semuanya dipermudahkan dan mina juga selamat beserta calon bayinya. "


Setelah pertemuan tadi aku tidak langsung pulang. Aku pergi sebentar ke villa untuk menenangkan diri ku.


"Astan, kamu harus bisa mengontrol emosimu saat sedang bersama dengan mina. " Aku memperingati diri ku sendiri untuk tidak lost control saat sedang bersama mina.


22.46pm.


Aku barulah sampai dirumah dan dengan perlahan aku memasuki kamar mendengar mina sedang berbicara ditelpon dengan seseorang.


Mendengar pembicaraan mereka aku yakin itu pasti gadis yang kutemui tadi.


Setelah panggilan itu berakhir kulihat mina yang menangis keras memeluk dirinya sendiri. Aku sungguh tak ingin melihat ia se terpuruk ini.


Aku datang kesampingnya langsung memeluk tubuh lemahnya yang sangat kurindukan itu. Sehari tak bersamanya membuat ku tak bisa menahan rindu.


Ia berbalik kearahku lalu menangis dengan keras dipelukan ku"Hiks,,, maafkan aku mas."


Aku pun membalas pelukannya dengan erat berharap semua ketakutan dan kesedihan dalam hatinya bisa hilang.


"Maafkan mas tadi sempat membentak mu sayang,mas khilaf mas minta maaf kamu pasti kaget tadi." Ku elus punggung nya yang bergetar itu.


Ia menggeleng"Aku tidak apa apa mas, aku yang salah hiks,, maafkan aku."


"Suami mana yang akan pergi berkencan dengan perempuan lain sedang istrinya sedang berjuang mempertahankan hidupnya untuk memberikan ia malaikat kecil,kalaupun ada sungguh ia bukan suami yang baik." Ku kecup lama pucuk kepalanya itu.


"Maafkan aku mas hiks,, aku janji ngk akan gitu lagi."


Aku mengangguk terus mengelus surai hitamnya itu.


"Sudahlah sayang, jangan menangis lagi,kamu istirahat yah."


Ku bantu ia untuk berbaring dan aku juga berbaring sembari memeluknya erat.


Kumohon biarkan aku selamanya bisa memeluk tubuh ini.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤