
❄selamat membaca❄
Saat pertama kali kudengar bahwa istri ku mina sedang mengandung buah hati kami. Jantung ku berdetak hebat dan hatiku merasa sangat bahagia tak terkira.
Aku sangat bahagia dan aku merasa manusia yang paling bahagia di dunia adalah aku.
Tapi siapa sangka kebahagiaan itu juga diiringi dengan hal yang menyedihkan datang bersamaan membuatku tak bisa memilih sama sekali.
Aku kira istriku akan hamil seperti kebanyakan wanita pada umumnya. Ternyata aku lupa bahwa ia masih sangat muda untuk mengalami ini semua.
Istriku divonis mengidap anemia karena kandungannya masih terlalu lemah hingga ia sangat lemah dan terlihat seperti seseorang yang tak memiliki darah sama sekali. Dan sudah banyak dokter yang menyarankan agar mina jangan dulu mengandung diusianya saat ini. Karena akan berdampak pada ibu juga anak.
Aku menginginkan kehadiran buah hati kami tapi aku takut kehilangan mina. Aku sungguh jahat pernah memaksanya untuk menggugurkan malaikat kecil kami tapi ia menolak. Aku tau bagaimana perasaannya saat aku mengatakan hal mengerikan itu, aku hanya takut kehilangan dia saja.
Setiap hari aku tak sanggup melihat wajah lemah itu. Aku tak sanggup jika harus melihat ia menangis. Aku takut kehilangan dia.
Namun, aku yakin istriku adalah wanita hebat dan kuat ia bahkan masih bertahan hingga usia kandungan nya kini sudah menginjak 8 bulan. Perjuangan kami tidak akan lama lagi. Dan aku sungguh yakin kami bisa melewati semua ini bersama dan kami pasti akan berbahagia dengan malaikat kecil kami.
Kubuka pintu kamar dengan pelan dan kulihat mina sedang berbaring dan menangis. Ia tak hentinya menangis.
Aku datang kearahnya dengan senyuman yang Kepaksakan. Karena disaat seperti ini aku tidak bisa ikut jatuh aku harus kuat agar ia juga kuat.
"Kenapa sayang? " Aku duduk ditepi ranjang sembari menghapus air matanya dengan pelan. Menahan pilu yang menggunung diulu hatiku.
Ia dengan lemah hendak mendekat dengan susah payah. Aku pun mengambil inisiatif ikut berbaring disampingnya.
"Kenapa menangis lagi?kamu tak pernah berhenti menangis,mas kan jadi khawatir,apa ada yang sakit? " Aku memeluk tubuh lemah itu dengan sedikit susah karena perutnya yang dulu rata kini sudah buncit dan ada nyawa disana.
Ia menggeleng dengan cepat"Tidak ada yang sakit mas, aku hanya bahagia karena diberikan kesempatan menjadi seorang ibu meskipun aku tidak tau hiks,, apa aku akan diberi kesempatan untuk mendengar suara tangisan nya nanti."tangisan mina pecah dalam pelukanku. Ia pasti membayangkan bagaimana anak kami akan lahir tanpa dia.
Aku menahan tangisanku yang sudah mulai mengering karena membayangkan hal yang sama.
Aku menarik nafas berat karena mina tak hentinya membahas ini, aku sudah mengatakan kalau kami akan melewati ini. Hanya sebentar lagi. Kami pasti bisa bertahan.
"Kamu kenapa lagi sih sayang?siapa bilang kalau kamu ngk akan bisa denger suara tangis Malaikat kita?kamu pasti bisa karena kamu ibunya." Kuhapus air matanya itu dengan lembut. Tanganku saja mulai bergetar Karena banyak alasan.
"Aku takut mas hiks,,, aku takut." Kurasakan pelukannya semakin erat bukti bahwa ia benar-benar sedang takut saat ini, aku juga membalasnya dengan memeluknya semakin erat.
"Mas tau kamu wanita hebat, kamu pasti kuat dan bertahan,kita harus sama sama membesarkan anak kita, aku tidak mau sendirian aku mau kita sama-sama ada buat dia."
Kubiarkan mina menangis dengan lepas dalam pelukanku. Aku hanya bisa terus mencoba kuat dan tegar agar mina semakin yakin kalau kami pasti akan melewati ini.
"Mas,, aku mau ngomong sesuatu sama mas tapi mas janji harus mau." Aku menatap sendu kearah mas astan yang menunggu hal yang akan aku katakan.
Dia ingin berbicara namun terlihat ia sangat ragu. Aku tak tau apa yang akan ia katakan hingga ia seratus itu.
"Ngomong aja sayang." Aku menunggu ia mengatakan apa yang ingin ia sampaikan.
"Nanti kalau tiba tiba sikecil udah lahir mas, terus aku,, hiks,, aku udah lebih dulu pergi, mas mau kan nikah lagi?"tangisannya langsung pecah setelah mengatakan itu.
Aku sungguh tak percaya dengan apa yang kudengar ini. Aku sungguh ingin ia hanya berpikir positif saja untuk kesembuhannya. Aku tak ingin ia mengatakan hal itu.
"Ngomong apa sih kamu?berapa kali mas bilang ngk bakal ada yang pergi, kita ditakdirkan bersama jadi kamu pasti bakal selamat begitu juga buah hati kita, mas ngk suka kalau kamu bahas ini lagi."kutahan air mataku yang hampir saja jatuh itu. Kamu kuat astan kamu kuat kalau kamu menangis mina akan semakin lemah.
"Mas,, aku mohon dengerin aku dulu kali ini,aku benar benar udah ngk tau lagi mau gimana sekarang?tubuhku semakin hari semakin lemah saja, aku hanya takut kalau setelah aku pergi mas kesepian dan anak kita juga butuh sosok ibu mas."melihat wajahnya yang pucat itu aku tak sanggup.
Dan air mataku sudah tak bisa lagi kuatkan saat ia mengatakan itu semua. Aku hanya menginginkan mina untuk selamanya.
"Dengar mas juga,kamu tidak akan pergi kemana-mana,aku jamin kamu pasti akan selamat,aku ngk mau dengar itu lagi dari kamu, berhenti berbicara tentang kepergian dan semacamnya atau aku akan marah." Kuhapus air mataku dengan kasar. Aku Sungguh tak ingin mina melihat air mataku.
"Tenanglah sayang,kita bisa melewati ini." Kupeluk ia dan ku elus punggung nya yang masih bergetar karena menangis itu.
"Maafkan mas tadi kalau mas terlalu keras saat berbicara, kamu mungkin kaget."
Aku menahan air mataku sembari terus mengatakan bahwa kami akan bisa melewati ini dengan berujung kebahagiaan.
Nyatanya aku juga manusia yang terkadang berputus asa dan dilanda ketakutan seperti yang ditakutkan oleh mina.
Aku hanya ingin keselamatan mereka berdua. Aku sungguh tak bisa membayangkan bagaimana hidup ku tanpa mereka.
Setiap hari aku menyaksikan bagaimana mina semakin hari semakin melemah dan kondisinya semakin buruk.
Aku dengan sekuat dan semampu ku merawatnya dengan penuh perasaan. Aku sungguh ingin mina tidak merasakan kekurangan kasih sayang dariku bahkan aku tidak tertidur dimalam hari karena was was takut sesuatu terjadi pada mina.
Dan jalan terakhir adalah kuserahkan semua pada yang maha Kuasa dengan terus berpikir positif bahwa semua akan baik-baik saja dan tak ada hak yang perlu dicemaskan.
Mina adalah wanita hebat dan aku yakin dia bisa bertahan.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤