
...Soundtrack//rebirth-red velvet//...
...Bisakah aku akan tetap merasakan ini?...
...-mina-...
...🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...
...Hai gaess 👋👋...
...Ngk tau kenapa aku ngk bisa biarin kalian nunggu lama lama....
...Padahal aku udah mikir panjang terus fiks mau hiatus aja dalam beberapa hari....
...Tapi aku ngerasa kalau digantung itu ngk asik banget, jadi aku usahain deh apdet setelah ngerjain tugas😖😷🤕🤒🤧...
...Padahal tengah malem gini heheheh terniat banget yah aku....
...Aku sadar kalau cerita aku ini ngk bagus bagus amat tapi aku akan tetap berusaha agar kalian ngrasa nyaman saat baca....
...Mata ngantuk soalnya jadi maaf kalo banyak kesalahan ngetik ataupun huruf apalagi EYD udah dah kacau balau sudahh wkwkwk....
...Eh kok malah nge-bacod saya pemirsah wkwkwkw sory🙏lanjut yah bacanya ☺. ...
Sudah hampir satu bulan semenjak kami melakukan itu.Mas Astan benar benar berubah sangat drastis,aku sungguh tak mengerti apa yang telah membuat mas Astan jadi seperti ini?.
Dia yg awalannya selalu menatap mataku dengan penuh kebencian,mata memancarkan kebencian yang mendalam kini aku malah melihat tatapan Damai dari matanya.
Apa aku yang salah liat yah?.
Dia yang awalnya selalu berbicara lantang dan selalu merasa apapun yang aku lakukan adalah kesalahan fatal untuk ia koreksi tapi kini suaranya sangat lembut seperti sedang menina bobok kan anak bayi, dan saat aku salah juga ia tak pernah marah malah aku dialusin ini itu.
Apa aku juga salah merasakannya yah?.
Dia yang awalnya selalu ringan tangan memukuli dan memyiksaku ini itu bahkan tak jarang dulu ia mencambuk aku kini selalu memberikan aku rasa aman dan nyaman.
Apa aku juga salah dalam menafikan itu semua?.
Aku sungguh tak tau apa yang terjadi dengan mas Astan.
Entah kenapa aku sedikit takut kalau mas Astan hanya bertak tik memberikan aku harapan merasa dicintai namun dia tiba tiba pergi dan juga membuang diriku.
"Sayang,,, sedang apa melamun begitu? " Mas Astan duduk tepat disamping ku lalu meletakkan kepalanya dibahu kecilku.
Aku sudah sering dipanggil seperti itu oleh mas Astan tapi telingaku masih saja merasa aneh dan belum terbiasa.
Apa lagi dengan sikap manja mas Astan sekarang itu tak tanggung tanggung, aku merasa mas Astan tidak seperti dirinya sendiri.
Apa mas Astan benar benar kerasukan setan baik yah?.
Aku menggeleng "Tidak ada mas." Aku menatap lurus ketelevisi.
Namun wajahku tiba tiba ditarik dan bibirku langsung disambar oleh mas Astan.
"Mphhh." Aku mencoba melepaskan bibirku namun mas Astan malah mengangkat tubuhku hingga dalam pangkuannya saat ini.
Ia melepaskan bibirku lalu memegangnya lembut.
"Kenapa aku sangat kecanduan dengan bibirmu sayang? " Mas Astan.
Belum juga aku jawab sudah ia lu*mat dengan nikmat dan memejamkan mata.
Mas astan sangat bernafsu sekali hingga ciumannya sampai terdengar keras.
Aku hanya bisa pasrah dan mengikuti permainan mas Astan saja.
Lagian enak sih hehehe.
Mas Astan membaringkan aku disofa dan ia langsung mencium bibirku lagi dengan lahapnya.
Kalau sudah begini mah aku tau nih ujung ujungnya ending kemana.
Pasti ada yang tertusuk bukan sate.
Ada yang dimasuki bukan pintu.
Ada yang ditekan bukan tombol.
Ada yang enak tapi bukan makanan.
Ada yang lemas tapi ngk lagi puasa.
Kalian tentu tau kan? Aku aja baru tau setelah mas Astan ngelakuin itu.
Dan benar saja dugaanku mas Astan sudah liar saja menjelajahi tubuhku ini.
Ia menyingkap bajuku keatas hingga pay*daraku menyembul keluar dari bra-ku.
Entah kemana perginya semua tank top milikku? Sungguh sampai sekarang aku masih belum memecahkan misteri hilangnya tank top si imut Mina.
Mas Astan juga tak mau membelikan aku yang baru katanya lebih baik jangan pake biar mudah.
Mudah apa cobak? Mas Astan kebiasaan ngomong tanggung tanggung.
Kalau dia mau ngelakuin itu aku tanggungin malah ngk mau.
Aku jadi curiga kalau mas Astan yang nyimpen semua tank top aku.
"Akhhh,, " Aku sudah tak tahan lagi menahan desahanku saat mas Astan menaiki tubuhku dan menghisap gunung ku sebelah dan sebelah lagi dimain mainin kek adonan aja dipegang pegang gitu.
Kenapa nikmat sekali sih?.
Aku tak tau ada kenikmatan seperti ini heheheh.
"Akhhh,," mas Astan terus mencium bibir, leher dan Gunung ku bergantian tanpa henti hingga aku harus terus terusan mengerang tiada henti.
Mas Astan masih saja melakukan itu.
Mataku tak sengaja melihat iklan es krim di televisi.
" Akhh,, sepertinya enak sekali mas."ucapku terbata karena ulah mas Astan.
Aku mendengar mas Astan sedikit terkekeh dengan nafas yang memburu karena kegiatan nya itu.
"iya sayang enak sekali apa lagi kamu juga ikut bermain."mas Astan lagi lagi berbicara dengan bahasa yang tak ku mengerti.
Bermain apa? Aku kan bilang kalau es krim itu terlihat enak kenapa malah pergi ke acara bermain sih?.
"Apalagi yg rasa strawberry kan mas?pas,,, akhhh,, pasti enak." Aku seperti si latah saja saat berbicara terbata begitu karena mas Astan menekan keras dadaku.
Mas Astan tiba tiba berhenti "Strawberry? Apa maksud kamu? " Tanya mas Astan heran.
Aku menunjuk televisi yang sedang melangsungkan iklan es krim dengan berbagai rasa.
Aku sungguh menginginkan nya.
Mas Astan menghela nafas berat"Bisa bisanya kamu berbicara makanan disituasi seperti ini manis?"mas Astan ingin melanjutkannya lagi namun aku buru buru bangkit dan memperbaiki pakaian ku.
Mas Astan heran melihatku "Kenapa kamu bangkit? " Tanya mas Astan.
"Aku pengin es itu mas." Aku mulai merengek.
Aku memang sudah sering melakukan ini untuk membuat mas Astan mengabulkan keinginan ku.
"Iya kita beli tapi nanti yah, kita tuntasin dulu urusan ini." Mas Astan menarik tubuhku lagi kedalam pangkuannya dan menciumi leherku.
"Mas,, aku sudah pengin kali." Aku masih ingin es krim itu.
Mas Astan menghentikan kecupan dan hisapannya di leher putihku.
"Iya kita pasti beli, tapi nanti yah, mau semua rasa juga boleh termasuk warungnya kita beli, tapi kamu harus muasin mas dulu dong, ngk baik bikin si dede nunggu." Mas Astan mengarahkan tangan ku kearah sensitif nya.
"Akhhh." Malah mas Astan yang mendesah.
Heran aku.
Aku bangkit berdiri "Mas,, aku maunya sekarang, gimana dong? "
Mas Astan awalnya terlihat sedikit kesal dan aku langsung diburu rasa takut seketika.
Aku tak mungkin lupa dengan tempramen mas Astan.
Sabar Astan sabar,kamu mungkin harus sabar,padahal si dede udah tegang aja dia malah milih es krim.
Aku menunduk takut setelah berkata seperti itu namun mas Astan bangkit.
"Yasudah mari kita beli,, tapi janji yah abis itu kamu nurutin mas? " Mas Astan.
Aku mengangguk.
"Yaudah cium dulu dong, ngk ada yang geratis sayang."
Aku mencium pipinya dengan cepat dengan jantung yang seakan ingin meledak saja.
"Aku maunya bibir."
Aku sangat ingin es krim itu bagaimana pun caranya aku harus dapat.
Cup...
Aku mengecup singkat bibir mas Astan namun bibirku malah ditahan oleh mas Astan.
Ia mengu*lum besar bibirku itu.
Kenapa suka sekali sih menciumku?.
"Mas,, ayok." Aku berbicara disela ciuman kami.
Siallll,, aku sudah tak tahan lagi sekarang
Mas Astan pun segera berhenti dan membawaku membelinya.
...//Bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Hadeuuhhh, astan ih mesum parah.
Kudu dikasih siraman rohani keknya.
Dasar genit😏.
🔷🔷jangan lupa vote anda komen yah say🔷🔷
♦♦jangan lupa follow author juga♦♦
Laffyouall buanyak buanyakk