
❄Selamat membaca❄
Masih diposisi sama dan terus berharap semoga pihak medis segera menyelesaikan pengobatan itu dan istriku bisa diselamatkan.
Aku yang semula sedang duduk merenung langsung berdiri kaget saat pendengaran ku menangkap suara pintu terbuka dari bangsal mina dirawat. Dan kulihat seorang dokter keluar dengan cepat aku berdiri menghampiri nya.
"Bagaimana keadaan istri saya dok?"aku dengan panik bertanya hingga dokter itu ikut kaget karena tiba-tiba katanyai seolah sedang melakukan interogasi.
"Tenang dulu pak, tarik nafas dulu."ada apa sih? Aku sedang serius sekarang kenapa ia masih bisa berkata begitu saat melihat kekhawatiran ku.
"Baiklah, bapak tenang saja tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari istri bapak, untung saja tadi sempat diberikan pertolongan pertama oleh pihak medis dan juga sangat cepat dibawa kerumah sakit ini, jadi alhamdulillah istri bapak tidak apa apa, hanya kehabisan sedikit darah saja tadi tapi sudah kami berikan darah tambahan untuk pasien."
Nafasku yang awalnya seolah sedang tersendat langsung saja terasa lancar dan segar. Kekhawatiran ku langsung ambyar mendengar kabar itu.
Untung saja hari ini aku tetap bersikukuh datang meskipun aku tau mina tak akan pernah mau menyambut ku dengan senang. Dan aku tiba disaat yang tepat, takdir kita untuk selalu bersama sangat jelas sayang.
"Dan satu lagi bayinya juga tidak apa apa, hanya saja istri bapak sangat lemah saat ini, ia butuh banyak vitamin dan energi,kandungan muda seperti itu mudah rapuh pak."
Mataku membuat lebar saat kudengar dokter itu berkata tentang bayi. Bayi apa yang dimaksud dokter itu? Apa mina hamil? Apa aku tidak salah dengar yah?.
"Ba,, bayi dok? Istri saya hamil dok? "Kini giliran dokter itu yang terlihat heran dengan ku.
"Bapak tidak tau? Istri bapak sudah mengandung. " Aku yang mendengar itu semakin senang bukan main saat mendengar itu.
"Benar dok? Istri saya benar-benar hamil dok? "Aku sampai melompat girang tidak perduli lagi dengan kehadiran dokter itu.
Ia tersenyum merasa lucu dengan ku yang sama sekali tidak tau kalau mina tengah mengandung anak ku, Malaikat kecil yang akan meramaikan rumah kami.
"Silahkan masuk pak, mungkin istri bapak sudah sadar."
Aku mengangguk dengan cepat lalu berjalan pelan memasuki ruangan inap mina.
Saat pintu terbuka kulihat mina sudah sadar dan duduk menghadap kearah jendela.
"Sayang,, " Aku memegang tangannya yang tidak terluka itu namun ia dengan kasar menipisnya.
"Syukurlah kamu sudah sadar sayang."aku tersenyum kearahnya dan sangat ingin memberitahukan berita bahagia ini padanya.
"Kenapa mas selamatin aku? Aku tak mau hidup lagi, aku ngk mau liat mas lagi hiks,, " Ia sangat marah dan menangis bahkan ia hendak bangkit kemudian tangannya mencoba melepaskan infus.
Untung saja dengan cepat kutahan"Sayang Jagan banyak bergerak dulu,, kondisimu masih belum stabil,jangan seperti ini sayang, maafkan aku." Dengan cepat kupeluk tubuhnya itu meskipun ia menolak dan terus berontak.
"Hiks,, biarin aku pergi mas, kita akhiri saja semua ini, aku capek mas." Aku biarkan ia memukul punggung ku dengan tenaganya yang tersisa itu. Asalkan ia jangan mengatakan hal mengerikan itu lagi.
"Sayang,,jangan katakan itu lagi, kita tidak akan pernah berakhir, kita akan selalu bersama, kita sama sama membutuhkan sayang,mari mulai lagi dari awal, aku janji bakal jadi suami dan ayah yang baik untuk anak kita." Aku mengelus pelan perut ratanya itu.
Mina yang awalnya menangis dan berontak dalam pelukan ku langsung diam dan bingung saat ku katakan akan menjadi ayah yang baik.
"Anak kita ada disini sayang,aku tidak mungkin pergi jauh darimu disaat kamu sedang membutuhkan aku, aku tidak mau anak kita lahir tanpa ayah." Kuelus lagi perutnya dengan pelan hingga ia terlihat bingung.
"Kamu hamil sayang,ada malaikat kecil kita disini."aku tak hentinya mengelus pelan perut ratanya itu.
Ia masih terdiam dan kebingungan dengan apa yang aku katakan itu.
"Aku hamil mas?"ia masih ingin memperjelas apa yang ia dengar itu.
"Iya sayang kamu hamil anak aku, anak kita, malaikat kecil kita, jadi aku mohon berhenti seperti ini, kita harus bersama sayang agar anak kita lahir dengan bahagia."aku memegang tangan nya dengan lembut.
Mina yang mendengar ucapanku itu hanya terdiam sembari menatap lekat kearahku.
" Dengarkan mas dulu,maafkan mas sudah berlaku jahat dan kejam kepadamu dulu sayang,mas bahkan salah niat menikahimu namun tanpa sadar perasaan mas tumbuh seiring berjalan waktu, mas butuh kamu dan sangat mencintai kamu sayang."kucium tangannya dengan halus.
Ia masih saja mematung diam seolah sedang memikirkan banyak hal.
" Mas sangat menyesal telah melimpahkan segala kesalahan kepada mu sayang, mas salah dan berdosa padamu, maafkan mas sudah memperlakukan kamu secara tidak layak selama ini,sumpah Demi Allah mas tak pernah lega dengan kepergian ayah, mas sudah sepenuhnya ikhlas dengan kepergian dyva dan ikut terpukul saat tau ayah lebih memilih mengakhiri hidupnya, mas takut kehilangan kamu sayang."
Mina masih terdiam namun air matanya mengalir deras.
" Mas mohon maafkan mas,mas janji bakal jadi suami dan ayah yang baik buat kalian sayang, jadi mas mohon mari kita mulai lagi dari awal sayang."
Aku terus saja meminta maaf sedang mina tak hentinya menangis dihadapanku.
" Maafkan mas."
Mina tiba-tiba memelukku dengan erat sembari menangis keras disana"Maafkan aku mas,, hiks,, aku hanya takut mas terluka lagi."
Jadi ini alasan mina bersikap seperti ini? Aku tak pernah merasa takut terluka asalkan aku bersamanya.
"Tidak akan sayang, mas janji akan menjagamu dan anak kita,terimakasih sudah memberikan mas kesempatan untuk merubah semuanya."
Dengan lembut ku kecup keningnya itu dan dia juga mengeratkan pelukan nya ditubuhku.
Aku tak tahu lagi harus dengan apa aku memperlihatkan rasa syukur ku ini karena masih memiliki kesempatan untuk memperbaiki semuanya.
Aku berjanji akan membahagiakan mina juga calon malaikat kami ini. Tidak peduli bagaimana pun itu saat ini mina dan anak ku adalah prioritas utama untuk ku.
Semoga ini adalah awal yang baik untuk kami agar bisa menjadi keluarga yang bahagia.
Aku mencintaimu istriku dan selamat datang anakku❤
BERSAMBUNG...
wuilahhh masih aja terharu liat mereka berdua bisa bersatu lagi.
Meskipun udah tau gimana lanjutannya, aku harap kalian masih setia membacanya 😣aku berterima kasih untuk kalian yang selalu setia dilapak ini. Semoga diberi kesehatan selalu yah untuk kita semua.
Jangan lupa like komen dan vote nya yah❤