Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
79.aku kangen (S2)


❄selamat membaca❄


Seperti yang ku katakan tadi, hari ini kami sedang melakukan rapat antar agency dan barulah kami selesai pukul 07.15 pm, biasanya sebelum jam 06 aku sudah sampai dirumah. Pasti mina sudah menungguku dirumah.


Aku tersenyum mengingat wajahnya setiap kali aku goda. Baru sehari tak bersua aku sudah Rindu setengah mati.


Kubuka pintu rumah dengan pelan dan mendapati mina yang saat ini terbaring nyenyak diatas sofa.


Aku tersenyum dan berjalan kearahnya yang tertidur itu. Apa dia sejak tadi tidur disini yah? Harusnya kalau ia ngantuk langsung tidur aja di kamar. Tidak usah menunggu ku disini takutnya ia nanti malah pegal-pegal.


"Khem." Aku berdeham pelan namun ia tak kunjung bangun hanya bergerak gusar saja.


Cup,


Kucium bibirnya sekilas dan siapa sangka ia langsung terbangun dan sadar akan kehadiran ku yang tersenyum itu.


"Duhh ngantuk yah sayang? Kenapa ngk tidur aja dikamar?"


"Nungguin Mas pulang." Ia menepuk pelan sofa disamping nya agar aku duduk disana.


Aku menurut duduk dan mina langsung membuka jas juga dasi yang ku kenakan itu.


"Alfa dimana sayang? "Aku membuka jam tangan ku lalu meletakkan nya di atas meja.


"Udah bobok Mas dari tadi,bobok mulu dia hehehe."


Aku mengangguk faham lalu membuka satu persatu kancing kemeja yang ku kenakan itu karena sudah dipenuhi dengan keringat.


"Mas mau langsung mandi aja? Biar aku siapin air hangat, soalnya dingin kalau mandi air dingin."ia tersenyum kearah ku.


Setelah itu ia bangkit berdiri hendak pergi menyiapkan air untuk ku mandi. Aku sangat merindukan ia sejak tadi di kantor.


Ku tarik ia yang hendak pergi itu hingga jatuh tepat diatas pangkuan ku wajah kami begitu dekat. Ia terlihat sangat bingung dengan ulahku itu.


"Kenapa Mas? "Ia terlihat heran saat aku menarik tangannya dan ku kalung kan dileher ku.


"Aku siapin air yah Mas."ia hendak bergegas lagi namun aku malah semakin merapatkan tubuh kami dan mengunci pergerakan nya.


"Kenapa sih Mas? Aku nanya malah diam terus liat liat gitu, aneh banget."pipinya memerah dan ia juga salah tingkah hingga memilih melihat kearah lain.


"Lagi ngisi baterai sayang, sedari tadi dikantor Mas tuh kangen banget terbayang mulu wajah imut ini, jadi sekarang mau liat liat lagi biar kangennya ilang hehehe."ia terlihat malu saat aku mengatakan itu.


"Bisa aja kamu Mas, udah yah ngisi baterai nya nanti aja, Mas mandi dulu keburu tengah malem."


Ku peluk tubuhnya dengan erat dan mengelus punggung nya dengan lembut"Duhh sehari aja ngk jumpa sama kamu udah buat Mas Kangen setengah mati sayang."aku menyeruak ke lehernya yang wangi itu.


"Aku juga kangen mas, bukan cuma Mas doang."ia juga membalas pelukan ku.


Kulepas pelukan itu dan beralih menciumi wajahnya mulai dari mata, hidung, pipi, kening dan terakhir bibirnya berkali-kali hingga ia merasa geli.


"Ihhh Mas udah dong,, mphhh."kucium langsung bibirnya hingga tak bisa berkata-kata lagi karena ulahku.


"Buka kemeja Mas yah."setelah mengatakan itu aku langsung melahap bibirnya kembali.


Ia menurut dengan pelan ia membuka satu persatu kancing kemeja ku dan bibirnya masih terus membalas kecupan yang kuberikan itu. Rasanya aku seperti melayang karena rasa rinduku terbalaskan sekarang.


Aku mengangkat tubuhnya yang sangat ringan dalam gendongan ku ini. Masih dengan kondisi saling menghisap bibir satu sama lain dengan lidah yang saling bertautan hingga menimbulkan suara decapan bibir kami.


Ku rasakan pukulan di dadaku karena mina mulai kehabisan nafas akibat bibirku yang tak mau menyudahi pergulatan bibir itu.


Aku dengan terpaksa melepaskan ciuman kami dan mendudukkan mina dianak tangga.


"Ayo dong sayang ciuman lagi sebelum mas mandi nih, mumpung anak kita lagi bobok."aku merengek seperti bocah saat ia masih berusaha meraup banyak oksigen karena hampir kehabisan nafas tadi.


Ia pun langsung mengalungkan tangan nya di leher ku lalu bibirnya dengan cepat menyatu dengan bibirku.


Aku mengangkat kembali tubuhnya itu menuju kamar dan membaringkan ia diatas tempat tidur.


Setelah ia berbaring dengan pasrah dihadapan ku. Aku langsung mengecup dan menghisap lekuk lehernya dengan kuat hingga tanda kemerahan sudah tersisa disana.


"Akhh,, " Ia menarik rambutnya dengan menggoda saat aku masih saja mengecupi lehernya.


Dengan cepat ku dorong bajunya keatas dan mengeluarkan si kembar dari bra nya yang berwarna coklat itu.


"Kamu tau tidak sayang? Saat alfa melakukan ini Mas cemburu terus pengen juga."


Aku langsung mengemut putingnya seperti yang alfa lakukan tadi pagi di hadapan ku. Katakan saja aku mencuri jatah alfa dan sungguh nikmat sekali.


"Udah dong,, akhhh,, udah Mas, mandi gih."desahan mina benar-benar membangkitkan gairahku. Tapi aku masih harus melakukan kegiatan mandiku.


Aku bangkit kemudian menyudahinya dan membenarkan posisi pakaian mina yang terlihat lelah itu.


Belum juga intinya ia sudah terlihat lelah, aku akan mendapatkan jatahku malam ini bagaimana pun itu.


"Nanti kita sambung yah sayang, Mas bakal cepat kok mandinya."aku mengambil handuk lalu berjalan lagi kearahnya dengan satu kecupan dan luma*tan.


"Kamu tunggu Mas datang yah, bersiaplah malam ini Mas mau enam ronde biar kita buat adek untuk alfa si kembar enam hehehe."aku tersenyum mengatakan itu namun kulihat ekspresi kaget darinya karena aku mengatakan kami akan membuat si kembar enam.


Ekspresi imutnya itu yang membuat aku terus saja ketagihan dengan nya dan juga desahannya yang selalu membuat ku tak bisa berpikir jernih lagi.


Bagaimana pun mina adalah satu-satunya wanita yang membuat ku selalu merindukan tubuh menyatu kami dan merindukan sentuhan juga menyentuhnya.


Aku sudah kecanduan dengan segala sesuatu yang ada padanya. Karena aku sangat mencintai nya.


BERSAMBUNG...


Hadeuhh astan mah mesumnya udah ngk bisa ketolong lagi pemirsah. Paling ngk bisa kalau jumpa mina ngk cip*ok cip*ok gitu. Kali-kali kontrol kek astan. Jangan jadi om om mesum napa 😅.


Jangan lupa yah like, komen dan juga votenya 😣❤.


Dukungan kalian sangat berarti Buat penulis abal-abal kayak aku ini gaes😣yah begitulah kalau masih penulis kentang dapet vote aja udah kayak dapat jackpot aja😅maklum yah gaes jadi aku harap kalian bermurah hati untuk mendukung karya yang tak seberapa ini. Tapi aku sangat suka dengan karyaku ini.