Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
104.aku kembali (S2)


❄Selamat membaca❄


    Seperti perjanjian kami semalam, hari ini aku akan berangkat pulang kembali ke kota. Ibu tak hentinya menangis karena aku akan berangkat nanti nya.


"Sudahlah buk, Nanti nak astan malah berat hati untuk pergi karena ibu menangis seperti itu. " Bapak memang selalu kuat seperti biasanya. Aku tau kalau bapak juga sebenarnya tidak rela dengan kepergian ku.


"Kamu tidak ingin menemui tukang cukur terlebih dahulu nak? Apa tidak apa kamu kembali dengan keadaan seperti itu? " Ibu bertanya hal-hal kecil sekalipun sejak tadi.


"Tidak apa buk, aku sengaja membiarkan ini. Mina lebih ahli dalam membersihkan itu nanti nya. " Aku tersenyum.


Bayangkan dalam dua tahun ini aku tidak pernah mencukur kumis ku hingga kini sudah mulai lebat itu. Aku tak ingin mencukur nya pada orang lain, karena mina tidak suka jika aku harus melakukan hal kecil seperti itu pada orang lain karena ia berkata ia bisa melakukannya jika aku ingin ia cukurkan.


Aku merasa sangat tidak sabar ingin bertemu dengan nya. Apakah ia sudah mulai berubah atau tetap sama seperti yang kutinggalkan dahulu?.


"Kamu ganti baju saja nak, ibu merasa tidak puas jika kamu harus memakai Baju seperti itu pulang ke rumah. Bagaimana kalau kita beli baju baru dulu karena mobilnya juga belum datang. " Ibu menarik tanganku menuju pintu keluar.


Aku tersenyum menahan tangan ibu hingga ibu terdiam, kuelus pelan tangan yang mulai keriput itu"Astan baik-baik saja pulang dengan pakaian ini buk, ibu tidak usah khawatir dengan penampilan astan, orang tampan diapakan juga tetap tampan kok hehehe. "Aku tersenyum ringan dan bapak ikut tertawa.


Sedang ibu hanya terdiam memandangi ku lalu menangis" Maafkan kami nak selama kamu disini kami hanya bisa memberikan hal sederhana saja. Kami berharap kamu akan tetap bersedia datang kesini tanpa enggan. "


Aku menggeleng dengan pelan"Aku sangat bahagia selama berada disini dengan ibu dan bapak, selama aku hidup aku sudah lama tidak merasakan bagaimana rasanya memiliki orang tua tapi setelah bertemu dengan kalian aku merasakan itu kembali, aku terkadang merasa egois pada adikku Karena tak kesini dengan nya. Akan aku sampaikan pada nya kalau kalian adalah manusia berhati malaikat. "Aku tersenyum.


Kami mendengar suara mobil dari arah luar. Hari sudah mulai gelap dan aku pun mulai pamit pada ibu juga bapak bergantian.


" Astan pamit yah pak, buk. Jaga kesehatan kalian karena aku akan datang dalam waktu dekat ini. Semoga kita bisa terus bertemu. "Aku mulai membawa sebuah tas berisi bekal itu dan meninggalkan ibu dan bapak yang kini kulihat mulai memerah matanya karena menangis.


Air mataku juga turut turun karena merasa berat dengan kepergian ku ini. Bagaimana pun aku sudah merasa satu dengan tempat ini tapi aku merindukan keluarga ku juga di kota.


Aku duduk dikursi dekat jendela. Memang kalau kepergian dari desa ini hanya akan ada mobil pada malam hari dan akan sampai pada tujuan besok pagi.


" Hati-hati nak, sampaikan salam ibu pada putri dan cucu ibu. "Aku tersenyum dengan senang mendengar ibu mengatakan kalau minat adalah putrinya dan alfa adalah cucunya.


Mobil mulai berjalan dan meninggalkan pekarangan rumah, kulihat ibu tetap saja menatap kepergian ku hingga kini ia terlihat samar dalam pandangan ku.


Aku terus saja memikirkan bagaimana kini keadaan mina disana. Apakah ia akan senang melihat kepulangan ku? Pasti ias udah banyak menderita selama ini tanpa ku.


Aku menatap kearah luar jendela dengan memikirkan minat juga alfa yang kini pasti sudah tertidur. Apakah mina bisa tidur dengan tenang tanpa ku seperti aku yang tak bisa tidur setiap malam karena merindukan mereka berdua.


" Tunggu mas pulang sayang, mas sudah sangat merindukan mu dan anak kita. "Aku memandangi langit malam dari arah jendela.


Sementara dirumah kini mina sedang berusaha menidurkan alfa yang tumben sekali tidak mau tidur itu.


Alfa mengangguk" Afa au iat foto papah ulu mah, alu afa idul. "Ia masih saja memandangi foto itu.


Mina hanya diam menahan tangis karena itu, ia sudah meyakinkan dirinya untuk tidak mudah menangis lagi tapi tetap saja kalau itu menyangkut astan ia tak bisa tidak menangis.


" Sayang, bobok yuk. Mamah ngantuk nih, papah juga kayaknya udah bobok tuh di tempat kerja."mina lagi-lagi berbohong pada alfa saat ia mengatakan kalau astan sedang bekerja.


Alfa yang mendengar itu langsung datang menghampiri Mina dengan foto astan ditangan nya"Afa oleh kan mah idul ama foto papah. "


Mina langsung mengangguk tersenyum ke arah alfa dan menggendong alfa menuju kamar.


"Sebelum bobok ngapain yah bang? " Mina bertanya dengan bibir yang ia paksa tersenyum.


"Gocok igi mah, uci muka telus doa balu idul. " Alfa dengan cerdas tersenyum mengatakan itu.


"Yaudah letak dulu yah sayang foto papahnya, abis gosok gigi sama cuci muka baru peluk foto papah lagi yah. " Alfa mengangguk tersenyum dan meletakkan foto astan diatas tempat tidur dengan penuh perhatian.


Mina menemani alfa yang sedang menggosok giginya dan mencuci wajahnya itu.


"Anti alau papah ulang afa maunya papah yang gocok igi afa. " Alfa tersenyum seperti nya ia membayangkan itu.


Mina langsung mengangguk tersenyum dengan hati yang semakin rapuh saja"Doakan aja sayang papah cepat pulang kerjanya yah, kalau bisa doakan papah pulang besok biar alfa bisa main sama papah. "Mina menahan air matanya dengan susah payah karena mengingat kemustahilan akan kepulangan astan.


" Baca doa dulu yah bang baru tidur. "Mina memperbaiki posisi selimut alfa yang kini ada disamping nya itu dan alfa mengangguk lalu berdoa kemudian mencoba untuk memejamkan mata.


Mina sendiri hanya terdiam memikirkan bagaimana nasibnya kedepan. Ia akan terus bersabar menunggu kepulangan astan atau astan memang tidak akan pernah pulang kerumah ini?.


" Kamu mikir apa sih Mina? Mas astan pasti akan datang bagaimana pun itu. "Mina bergumam pelan merasa salah dengan pikiran nya itu.


Mina melirik sekilas kearah alfa yang kini sudah terlelap memeluk foto astan seolah astan sedang menina bobok kan nya kini.


Mina mengambil foto itu dan meletakkan nya diatas nakas " Kamu harus kembali pulang mas, anak kita sudah lama menunggu kedatangan mu. Aku juga sudah tidak tahan dengan rasa rindu ku ini hiks,, "air mata tak bisa Mina tahan lagi. Saat sedang bersama alfa ia akan menahan air matanya dan barulah ia meluapkan nya saat sedang sunyi seperti ini.


Semalaman ia habiskan hanya untuk menangis karena merindukan astan.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.