Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
43.sedang apa dia? (S2)


❄Selamat membaca❄


      Setelah kejadian tadi pagi ia hanya diam saja tak berani untuk berbicara sepatah katapun.


Apa ia setakut itu yah? Kalau takut kenapa mencoba untuk bertingkah seolah ia berani.


Aku melihat ia sudah bersiap-siap untuk turun menemui alga yang kini sudah berada di post security.


Aku duduk diatas sofa dengan santai memperhatikan ia yang sedang melipat kertas surat itu dengan penuh semangat.


"Mini! " Aku dengan lantang memanggilnya hingga ia langsung berjalan kearahku.


"Pergilah keruang perpustakaan,atur buku-buku tentang manajemen itu dengan gaya baru yang menarik untuk dilihat," Titahku dengan cepat. Kulihat ia hendak berbicara tapi tak jadi.


Ia langsung berjalan dengan malas kearah pintu perpustakaan ku. Kita lihat apakah ia akan menemui alga hari ini dan berhasil memberikan surat sialan itu.


"Kenapa dia sungguh-sungguh sekali sih ingin memberikan surat itu untuk alga? " Kesalku.


Aku memilih untuk memainkan ponsel ku sembari menunggu ia menyelesaikan tugasnya itu. Sebenarnya itu hanya trik ku saja agar ia tidak bisa keluar dari rumah.


Aku merasa Bosan jika hanya duduk saja disini hingga aku memutuskan melihat ia sedang bekerja saja.


Kulihat ia sangat fokus dan bergerak cepat mengaturnya. Wahh benar-benar ingin bertemu alga rupanya? Kita lihat saja nanti.


"Sudah selesai tuan," Tukasnya berdiri dan merapikan pakaiannya kembali.


Aku berkeliling melihat nya apakah ia benar-benar merapikan nya dengan benar "Bagaimana yah? Aku malah lebih suka dengan posisi awal, bisa kan kamu atur ulang seperti tadi? " Aku berjalan pelan meninggalkan ia yang sedang ingin protes itu.


Aku menahan tawa membayangkan bagaimana ia saat kesal didalam perpustakaan rumah ini, aku hanya senang saja menggodanya seperti itu.


"Sudah selesai tuan. " Ia keluar dari ruangan yang kujadikan perpustakaan itu setelah beberapa saat. Bahkan aku sudah mulai mengantuk tadi.


"Tuan, bolehkah saya,,, " Aku tau apa yang akan ia katakan itu. Tidak semudah itu untuk bertemu dengan alga.


"Cepat atur lemari hias itu semenarik yang kamu bisa," Titah ku lagi menunjuk lemari hias didekat televisi itu.


Ia terlihat sangat ingin berbicara tapi tertahan dengan anggukan penuh rasa terpaksa itu.


Dan hingga sore aku tak habisnya meminta ia melakukan banyak hal kemudian mengaturnya kembali ke posisi awal.


"Apakah ada hal lain lagi tuan? " Ia bertanya setelah melakukan tugasnya lagi.


Bagaimana ia masih bisa sabar yah? Kalau aku jadi dia aku tak akan pernah sesabar itu diperlakukan seperti itu.


"Cepat pijit saya,sungguh melelahkan sekali pagi ini melihat kebodohan seseorang,"ucapku lagi-lagi tak bisa mengontrol bibirku untuk tidak berkata hal yang tidak tidak.


Ia terlihat cemberut, apakah ia mengumpatiku dalam hatinya? Wahhh aku yakin pasti begitu.


"Baiklah tuan," Tuturnya berjalan kebelakang sofa dan mulai memijit bahuku dengan pelan. Kulihat ia tak habisnya melihat kearah luar. Masih tetap ingin bertemu ga yah?.


Dan aku tak menyangka ia akan sekuat itu menekan bahuku hingga benar-benar terasa sakit. Apa ia sedang membalas dendam atau bagaimana?.


"Akhh, lepas lepas. " Aku menjauhkan bahuku darinya yang tiba-tiba terlihat seperti orang marah itu. Tapi tetap ia tahan.


"Kamu ingin membunuh saya?kenapa sangat keras sekali? Kalau tulang saya patah bagaimana?" Kesalku kearahnya.


Kulihat ia melihatku dengan bibir terkunci. Pasti lagi-lagi ia sedang mengumpati ku dalam hatinya itu.


"Maaf tuan," Ucapnya kemudian menunduk.


"Sudahlah,saya lelah mau istirahat saja."tak ada gunanya menahan ia disini seperti ini. Seperti aku sedang cemburu saja. Padahal tidak tuh. Untuk apa aku cemburu pada mereka bukan gayaku sama sekali.


"Benarkah tuan?tuan memang harus istirahat mumpung tuan sedang libur hari ini, kalau begitu saya permisi sebentar yah tuan." Ia langsung berlari tanpa aba-aba menuju post security. Se semangat itu yah ingin bertemu allga? Kenapa aku malah merasa sedikit aneh karena itu. Aku sempat bertanya apakah ia pernah seperti itu saat ingin bertemu dengan ku atau malah ia sangat ingin aku pergi?.


Aku berdiri didepan jendela memperhatikan mereka berdua yang saat ini sedang berdiri berhadapan didepan gerbang. Terlihat mina sangat nyaman disekitar alga tanpa merasa terisak dan terlihat sangat terbuka.


Aku merasa panas melihat alga mengelus kepala gadis bodoh itu dan dia tersenyum? Wahh apa hanya aku yang menganggap ini salah?.


"Dasar gadis bodoh, kenapa dia tersenyum seperti itu kepada laki laki lain dan terhadapku sangat kikuk."benar-benar membuat kesal sekali melihat mereka berdua seperti itu.


Apa mereka adalah pasangan? Tidak bukan? Kenapa sangat alay sekali pakai acara perpisahan seperti itu untuk apa? Aihhh menjengkelkan sangat.


Aku hendak memilih pergi namun langkahku terhenti saat melihat alga memeluk mina dengan ekspresi yang aku tau ia sangat mencintai gadis bodoh itu. Dan apa itu? Kenapa minat hanya diam saja, ia tak berontak saat dipeluk oleh laki-laki yang bukan siapa-siapa nya? Wah sesuatu sekali yah gadis ini.


"Cih,,, lihatlah gadis ja*lang itu,murahan sekali mau dipeluk peluk oleh laki laki lain yang jelas bukan siapa-siapa baginya. " Aku berjalan pelan meninggalkan jendela itu dan duduk disofa.


Aku benar-benar merasa kesal saat ini. Kenapa ia begitu nyaman didekat alga yang hanya beberapa hari disini dan intinya bukan lah siapa-siapa. Akhh kesalnya.


"Memangnya hanya ia yang bisa memberikan barang? Aku juga lebih dulu memberikan gadis bodoh itu HP dan banyak hal lainnya," Ucapku pelan dan seperti orang bodoh berbicara sendiri sejak tadi.


Aku pun memutuskan untuk membaca saja dari pada harus mengurusi gadis bodoh itu. Terserah mereka saja. Aku sungguh tak peduli sekarang, aku tak peduli bagaimana pun itu.


"Yasudah kenapa tidak ikut sekalian dengan alga. Kenapa masih disini? Bukankah lebih aman dan nyaman dengan alga? " Aku lagi-lagi merasa kesal dan tak bisa membuang pikiran ku dari mereka berdua.


Aku tidak sedang cemburu kan? Ayolah astan bukan gayamu sama sekali. Apa hebatnya mereka hingga membuatmu tidak nyaman? Biarkan saja mereka tidak usah dipikirkan. Tak ada gunanya sama sekali.


"Aku tak peduli aku tak peduli." Aku meyakinkan hatiku untuk tidak peduli tapi tetap saja aku merasa  terganggu tanpa sebab.


Kenapa gadis bodoh itu sangat mendominasi pikiran ku saat ini? Aku sungguh tak menginginkan itu terjadi. Aku tak ingin jatuh kepadanya. Sungguh!.


BERSAMBUNG...


wahh ada apa nih gaes? Astan pasti ada samting nih sama mina. Kalau ngk ada kenapa pakai cemburu segala?.


Jangan lupa yah like, komen dan vote nya. ❤😅