
❄selamat membaca❄
Sejak tadi ia tak kunjung datang dari luar. Tidak mungkin men-chat dinding gudang yang ukurannya tidak terlalu besar membutuhkan waktu selama ini.
Aku meraih buku dari atas meja kemudian menuruni anak tangga untuk menonton televisi. Kebiasaan ku memang selalu melakukan aktivitas lain dengan televisi menyala.
Namun saat aku hendak duduk aku mendengar suara tertawa dari luar, terdengar sangat seru hingga suara tawanya menggelegar sekali sampai kedalam rumah.
Aku perlahan berjalan membuka tirai dan melihat mina dan alga yang sedang bercanda gurau dikursi pos security.
Terlihat mina sangat bahagia sekali, baru kali ini aku melihat sisi ceria dari mina,senyuman dan tawanya sangat lepas dan tak ada beban sama sekali.
Apa mereka memang seakrab itu yah? Bercanda seperti itu bagaikan mereka sudah dekat dan saling mengenal lama.
Atau minat yang tingkat sosialisasinya tinggi. Dengan pak umar juga ia dekat, dengan alga juga begitu.
"Lihatlah betapa bodohnya gadis itu,masih bisa saja tertawa dengan keras padahal sudah sering aku siksa,"ucapku masih terus memantau dari jendela.
Kenapa hatiku terasa panas dan aku sangat marah saat ini, pasti karena hari ini terlalu panas yah hingga mood ku tiba-tiba hancur begini?.
Aku mencoba untuk mengabaikan gadis bodoh itu namun aku sendiri dibuat bingung dengan kakiku yang melangkah keluar menuju tempat mereka bercengkrama saat ini.
Aku hendak kembali lagi menuju rumah terlambat karena alga sudah melihatku lebih dulu.
Aku berjalan dengan perlahan menuju tempat mereka dan kulihat tangan gadis bodoh itu dengan semangat meraih sepotong paha ayam goreng. Baiklah seperti nya lucu jika mengacaukan nya.
Saat ia hendak mengarahkan potongan ayam itu ke mulutnya dengan cepat ku tarik tangannya hingga ayam itu jatuh ketanah.
Ia begitu kaget dan langsung melihat kearahku dengan heran. Sedangkan alga hanya bisa diam memperhatikan kami berdua, ia pasti tak akan berani untuk ikut campur karena ia adalah tipe orang yang tau diri.
"Tuan,, ada apa tuan? "Tanya nya heran namun masih terlihat wajahnya sedikit kesal karena ayam itu jatuh akibat ulahku.
Aku harus jawab apa? Tidak mungkin aku dengan bodohnya mengganggu nya tanpa alasan.
" Ada apa kamu bilang?bisa bisanya kamu bersantai seperti ini sedangkan rumah belum kamu urus,"ucapku merasa ini adalah alasan yang tepat.
"Tapi tuan,, saya sudah mencuci,membersihkan rumah, memasak dan menyiapkan air untuk tuan mandi,"ucapnya membela diri. Apa yang ia katakan memang benar sekali, seluruh pekerjaan rumah sudah ia selesaikan. Tapi aku tak ingin malu dihadapan alga.
"Ooh jadi sekarang kamu sudah berani yah melawan saya?ikut sekarang! "Ku tarik tangannya sedang ia yang sejak tadi memandangi ayam yang jatuh itu kaget karena tiba-tiba ku tarik paksa menuju rumah.
"Maaf yah mas,aku harus masuk dulu, terimakasih makanannya."kenapa harus pamit begitu? Dasar bodoh.
Setelah sampai dikamar aku duduk diatas kasur sedang ia dilantai. Aku duduk sembari bersedekap dada seolah sedang menghakiminya lagi dan lagi.
Ia terlihat bingung dan seolah sedang merenung saat ini.
"Eugh,,, begini tuan,tuan ingin saya melakukan apa?" Ia membuka suara setelah kebingungan yang ia hadapi sejak tadi.
Aku hanya memasang wajah malas kearahnya seolah aku sudah sangat muak melihat ia.
"Pikirkan dengan otak bodohmu itu,"ucapku dengan suara keras hingga ia kaget.
"Gadis bodoh seperti mu memang tidak tau apa apa,to*lol dan tak berotak,"hinaku dengan senyum mengejek kearahnya hingga ia terlihat sedikit kesal namun tidak berani untuk protes. Ini yang kusuka saat mengejeknya, ia terlihat jengkel namun ia tak berani untuk marah.
Ia terdiam namun aku dapat merasakan kalau saat ini ia sedang menyumpahiku dalam hatinya. Hahahah cuma berani berdumal dalam hati yah? Kasihan sekali.
Namun tiba-tiba ia terdengar seperti sedang menangis saat ini.
" Hiks, "dan benar saja ia sedang menangis. Tapi kenapa ia menangis?.
Aku bahkan pernah memukul nya sekeras yang kubisa ia tak menangis sama sekali. Lalu apa penyebab ia menangis saat ini?.
" Hey,, kenapa kamu?"tanyaku heran namun ia tak menjawab malah memilih untuk terus melanjutkan tangisannya itu.
"Saya tanya kamu kenapa? " Ia masih saja diam saat ku lontarkan pertanyaan untuk yang kedua kalinya.
Kenapa dengan gadis bodoh ini? Apa yang ia tangiskan sebenarnya?.
"Ooh kamu menangis hanya karena saya katain bodoh?padahal kan begitu kenyataannya? Untuk apa kamu menagis begitu?"tebakku.
Kalau benar ia menangis hanya karena itu, pasti ia benar-benar sangat bodoh. Hanya karena kukatai ia sudah menangis.
"Hey,, kamu kenapa sebenarnya?bukan sekali ini saya mengatakan kamu bodoh,kenapa malah menangis begitu? " Lagi-lagi ku lempar pertanyaan padanya dan ia tak kunjung menjawab juga.
Mulai berani yah dia.
"Hiks,,, maaf tuan,saya sangat ingin makan ayam tadi tapi tuan menarik tangan saya hingga ayamnya jatuh,, hiks,, tuan pikir saya sangat mudah mendapatkan kesempatan untuk makan makanan enak seperti itu, sudah baik mas alga mau berbagi dengan saya tapi tiba tiba tuan datang menarik tangan saya, padahal,, hiks,, satu gigit pun belum ada yang saya makan hiks,, "jelasnya tidak lupa dengan sesekali menarik ingus karena menangis.
Tunggu!dari ceritanya dapat ku tarik kesimpulan bahwa ia menangis hanya karena tidak jadi makan ayam tadi? Wahh alasan macam apa itu? Dia bukan lagi anak kecil kenapa semudah itu menangis?.
"Kamu menangis bodoh seperti itu hanya karena ayam yang tidak jadi kamu makan? " Tanyaku bingung.
"Hiks,, tuan tidak pernah tau bagaimana rasanya saat kita memiliki kesempatan makan enak tiba tiba ilang,, hiks,, " Ia malah semakin mengeraskan tangisannya.
"Diam!berhenti menangis seperti orang bodoh,"titahku namun ia tak menghiraukan itu. Malah semakin ia keraskan tangisan nya itu.
Mulai jengkel rasanya saat ia sudah mulai mengabaikan ucapanku.
" Baiklah diam sekarang!! Saya akan pesankan ayam itu sekalian tempatnya."kucoba untuk menahan emosi ku. Menghadapi gadis gila ini selalu saja membuat perasaan ku mendidih tanpa sebab.
Namun ia masih saja mengabaikan semua ucapanku sejak tadi. Wahh semakin berani yah.
"Kenapa masih menangis begitu?wahh apa karena tadi saya ngomongnya baik baik kamu jadi begini? Tidak mau mendengarkan saya yah?diam atau kamu tau sendiri akibatnya!! Spertinya kamu sudah tau bagaimana saya kalau sedang marah,"ucapku dengan tegas hingga mulutnya yg tadi menangis keras itu langsung terkatup dan ia langsung berhenti menangis.
Tadi saja ia sungguh mengabaikan aku. Dan sekarang setelah Kuancam langsung diam begitu. Dasar aneh.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote nya.