
❄selamat membaca❄
Aku membuka mata perlahan dan mendapati mina sedang tertidur lelap dalam dekapan ku. Wajahnya begitu Damai dan aku jadi teringat dengan kejadian tadi malam dimana kami berciuman hingga kami tertidur. Lucu juga kalau diingat.
Aku langsung menutup mataku berpura-pura untuk tidur saat kurasakan mina mulai terbangun dan melepaskan perlahan dekapanku di pinggang kecilnya itu.
"Mas, bangun udah pagi. " Ia membangunkan ku dengan menggoyangkan tubuhku yang terbaring itu.
Aku bersikap seolah tidak mendengar apapun yang ia katakan itu.
Ia pun bangkit dari tempat tidur lalu berjalan kedalam kamar mandi dengan handuknya. Aku yakin ia pasti sedang mandi di dalam saat aku juga mendengar suara gemercik air yang berkali-kali jatuh ke lantai.
Setelah beberapa saat pintu terbuka memperlihatkan mina yang keluar hanya dengan handuk saja. Pasti ia berpikir aku benar-benar sedang tidur hingga berani keluar dengan mengenakan handuk saja. Biasanya ia akan memakai pakaian di dalam kamar mandi jika aku ada di dalam kamar dan tidak sedang tidur.
Aku tersenyum saat kulihat ia sedang memakai pakaian hingga terkadang aku melihat sesuatu dengan tidak sengaja. Tidak salah bukan? Aku ini suaminya tapi bersikap seolah sedang mengintipi nya.
"Mas,, ayo dong bangun, nanti telat loh ke kantor."ia mendekat kearah ku padahal masih mengenakan bra saja namun dengan cepat ia masukkan baju terusan nya. Ia juga menggoyangkan tubuhku dengan pelan.
Aku tetap tidak membuka mataku hingga ia terlihat sangat bingung. Apa dia tidak sadar yah aku membuka sedikit mataku untuk melihat ekspresi nya itu? Aduhh lucu sekali.
"Mas,, bangun dong."ia menarik selimut yang menutupi tubuhku dan mencoba untuk membuatku bangkit dengan tubuh mungil nya itu. Karena tak bisa menopang tubuhku ia malah jatuh hingga menabrak dadaku sedikit keras.
Aku sudah tak tahan berpura-pura tidur seperti ini. Ia sungguh sangat lucu jika dibiarkan bertindak.
Greb,
Ku tarik ia kedalam dekapanku, dan memutar posisi hingga kini aku menindih tubuhnya itu.
Ia langsung buang muka, pasti dia tau kalau aku sejak tadi sudah bangun dan berpura-pura seperti orang yang benar-benar tidur.
"Hei,,, liat mas dulu."ia tidak mau mendengarkan aku seolah sedang membalas perbuatan ku tadi yang terus mengabaikan perintahnya untuk bangun.
Ia bahkan mendorong tubuhku dengan wajah kesalnya namun aku malah semakin merapatkan tubuhnya dengan tubuhku.
"Mas, yah dari tadi aku teriak bangunin mas, mas pura-pura ngk denger kan?"ia benar-benar kesal sekali. Tali kenapa aku malah ingin terus tertawa saat melihat ia begitu kesal?.
Saat aku tertawa dengan cepat ia mendorong ku hingga ia bisa bangkit dari tindihan ku. Tetap saja aku akan dengan cepat menarik ia kembali hingga kini berada tepat diatas pangkuan ku.
"Maaf yah sayang, mas cuma mau ngerjain kamu doang eh malah bikin kesal yah? "Ia mengangguk dengan cepat tapi wajahnya masih terlihat kesal. Aduhh lucu sekali sih wajahnya itu.
"Lain kali mas jangan gitu dong, ini udah jam berapa mas? Nanti mas telat kantor gimana? Iya aku tau kalau mas yang punya kantornya tapi jadilah atasan yang bisa memberi contoh baik buat karyawan mas."ada ngk sih yang terus saja ingin tertawa saat diomelin? Kalau tidak ada berarti hanya aku yang seperti itu, aku sungguh tak bisa menahan tawa saat mina terus sana Mengomeliku.
"Baik buk boss, saya siap mematuhi."ku kecup lama bibirnya yg sejak tadi mengomel itu.
"Jadi gemes liat kamu kalo lagi marah, imutnya nambah."ku kecup lagi bibirnya itu hingga ia kesal lagi.
"Jangan mas pikir aku bakal luluh karena mas cium gitu."
"Yaudah kalo mas cium berkali-kali masih marah ngk yah? "Ku tarik tengkuknya lalu menghujani bibirnya dengan banyak kecupan.
Cup,
Cup,
Cup,
"Ihhh mas udah dong, sana mandi." Ia bangkit dari pangkuan ku namun kutahan lagi.
"Mas ngk ngantor yah hari ini, pengen jalan jalan bareng kamu sama alfa."aku sungguh ingin menghabiskan waktu bersama mereka setiap harimu.
"Mas kan udah libur kemarin masa libur lagi sih? Aku khawatir loh mas sama perusahaan."dengan cepat aku tersenyum mengacak rambutnya.
"Duhhh ibu negara ku ini yah, tenang saja sayang,karyawan kita terpercaya semua jadi mas bisa santai seperti ini, kita jalan jalan yah."ia pun dengan pelan mengangguk.
"Nanti juga tau kok."
"Yasudah aku mandiin alfa dulu yah mas."
Ia bangkit dari pangkuan ku dan aku memiliki ide untuk menggodanya dipagi ini.
"Ngk sekalian mandiin bayi besar ini sayang?lebih nikmat sepertinya."
"Hahahahah mamah masih pagi udah ngomel ngomel yah sayang." Aku berbicara dengan alfa saat alfa sudah bangun.
"Kita mandi yah sayang, biarin aja papah, ngk usah diladenin."ia membawa alfa memasuki kamar mandi untuk memandikan alfa.
Aku mengabari pihak kantor kalau hari ini juga aku tidak bisa berangkat ke kantor lalu berjalan menuju kamar mandi memperhatikan mina yang sedang memandikan alfa.
"Ngapain sih mas?mending mas bantuin aku bukain shamponya deh."tumben sekali ia berani menyuruhku seperti ini, bukan dirinya sama sekali.
Setelah kuberikan shampoo yang sudah kubuka tadi ia lagi-lagi menyuruhku dengan nada memerintah nya itu"Mas pegangin alfa dong mas bentar, biar aku usap dulu rambut alfa ganteng ini."akupun hanya menurut saja.
Setelah alfa mandi ia juga menyuruhku untuk mengangkat alfa dan memakainya pakaian. Wahh tidak seperti biasanya, bahkan saat aku menawarkan diri ia akan menolak tapi kali ini ia sendiri yang menyuruhku. Pasti ia sedang berniat membuat aku kesal hahahah sayangnya aku tidak akan kesal aku malah mereka dia terlihat menggemaskan bertingkah seolah berani padahal ada kegugupan diwajahnya kini.
"Duhh mas itu minyak telon nya kasihin keperut alfa biar ngk masuk angin, gimana sih? "Ia terlihat bersikap seolah kesal tapi tidak berani melihat kearahku. Mana ada orang mengomel sambil menunduk.
"Kalau udah kita kebawah aja mas, mas gendong alfa yah biar aku masak."aku mengangguk saja mengikutinya dari belakang. Kulihat ia menahan tawa.
"Kita masak apa sayang? "Ia bertanya pada alfa dalam gendongan ku.
"Masak nasgor sama omelette aja mah."ia malah mendiamiku dan mengabaikan aku yang sedang bicara tadi. Apa ini juga termasuk rencana nya untuk membuat aku kesal? Hahaha mari kita ikuti alur saja.
"Habis main mas beresin yah mainan alfa." Ia berteriak dari dapur saat melihat aku dan alfa mengeluarkan banyak sekali mainan hingga berserak. Aku dengan cepat mengiyakan nya. Kita lihat sejauh mana dia bisa terus seperti itu padaku.
Kulihat ia tertawa sejak tadi, apa yang membuat ia sesenang itu?.
"Lucu sekali sih ahahaha."ia menahan tawa dan memegangi perutnya.
"Apanya yang lucu sayang? "Aku datang kearahnya dengan alfa yang sudah mulai tertidur dalam gendongan ku.
"Ihh mas mau aku jantungan gara-gara dikagetin kek gitu? "Ia bersikap seolah sedang kesal. Lanjutkan saja sayang aktingnya.
"Kamu sih sayang tertawa sendiri disini, apanya yang lucu, tidak mungkin kan kamu merasa lucu melihat nasi goreng ini."aku mengejeknya yang terlihat kesal itu eh maksudnya pura-pura kesal.
"Mas tidak usah sibuk deh, baringin alfa sana."
Aku menurut saja mengantarkan alfa menuju tempat tidur nya dan datang lagi berniat membantu mina ia malah mendiamiku dan terkadang menyuruh ini itu.
"Mas kok ngk marah sih? "Ia malah tidak tahan hahaha.
"Kesal kenapa sayang?"aku berpura-pura tidak tahu.
"Masa mas ngk sadar sih? Sejak tadi aku udah semena menang sama mas, ihhh padahal udah niat mau bikin mas kesal tapi mas malah biasa aja."ia terlihat bingung.
"Mas tentu sadar dong hahaha,istri kecil mas yang biasanya menolak untuk dibantu tiba-tiba menyuruh mas ini itu, mas cuma mau liat aja sampai dimana kamu sanggup hahaha ternyata kamu malah tidak tahan lama-lama yah."aku tertawa karena kepolosannya itu.
"Hehehhe aku cuma mau buat mas kesel aja biar ngk bolos bolos kerja lagi."
Aku mengangkat tubuhnya keatas pantry lalu memegang pundak nya.
"Mas ngk bolos sayang, cuma mau luangin waktu buat kalian aja."ku lihat ia langsung salah tingkah hanya karena mendengar itu.
Yaudah kita sarapan aja mas abis itu mandi terus jalan jalan ke tempat yang mas tuju."sedang mengalihkan pembicaraan rupanya.
"Hei,, kenapa jadi buru buru begitu? "Kutahan ia.
"Biar kita jalan jalan lah mas, aku juga tak sab,, "omongannya terhenti saat aku meletakkan tanganku didadanya merasa kan detak jantungnya yang sangat cepat itu.
"Jantung mu masih berdetak sama seperti mas juga."ku arahkan tangannya di dadaku hingga ia bisa merasakan detakan yang sama.
"Aku harap kita akan selalu saling mendebarkan jantung satu sama lain seperti saat ini hingga seterusnya sayang."
Ku dekatkan wajah kami dan seketika kami berciuman lembut dengan mina mengalungkan tangan nya di leher ku.
Kupagut terus menerus bibirnya itu dan ia juga membalas ciuman ku dengannya menutup matanya menikmati setiap permainan bibir kami pagi ini.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.