
...Soundtrack//like a star-kwon jin ah(ost.oh my baby) //...
...Kenapa hatiku panas saat melihatmu dekat dengan orang lain?...
...-mina-...
Aku senang sekali saat ini benar benar bertemu dengan mas Ken.
Mas Astan terlihat sangat kesal sekarang, aku tidak tau apa yang membuat dia sebegitu kesal.
Aku melepaskan pelukan mas Ken dan duduk tepat disebelahnya.
"Kenapa kamu bisa disini?aku udah tanya sama orang orang dikampung kamu dimana tidak ada yang tau, kamu tuh bikin khawatir mulu dari dulu." Mas Ken mengacak rambutku.
Aku membenarkan kembali rambutku.
Aku tak tau harus berkata apa kepada mas Ken,tidak mungkin aku mengatakan kalau aku sedang menebus kesalahan ayah.
"Ceritanya panjang mas,oh iya mas ngapain disini?" Tanyaku.
"Untuk sesi pemotretan, mas sudah sering jadi model pakaian dan barang lainnya," Jelas mas Ken.
"Loh, terus bagaimana dengan impian mas yang ingin jadi atlet lari? "
Ia tersenyum "Mas tetap jadi pelari seperti katamu dulu, tapi mas juga butuh uang untuk bisa bertahan." Ia tersenyum.
"Khem,, " Mas Astan berdehem.
"Saudari Ken, ini adalah pak Astan,bagaimana kelanjutan diskusi kita tadi? " Tanya sekretaris mas Astan.
"Saya ada urusan mendadak, jadi kalaupun pemotretan hari ini tidak jadi, maka dilain hari juga saya tidak bisa lagi,saya masih memiliki banyak studio untuk pemotretan," Jelas mas Ken.
Aku tidak tau kalau mas Ken sudah sangat setenar ini sekarang.
Aku faham betul dengan ekspresi mas Astan saat ini, ia tidak suka melihat mas Ken, memang sih mas Astan tidak pernah suka melihat orang lain.
"Yasudah tidak apa apa, maaf karena pihak kami tidak profesional, jadi kita batalkan saja pemotretan ini." Mas Astan tiba tiba.
"Astan, kamu bagaimana sih? Sudah saatnya pakaian itu dibuat dalam bentuk majalah, bagaimana kalau itu berpengaruh untuk keuangan kita? " Sekretaris mas Astan terlihat tidak setuju.
"Saya akan bersedia jika lawan model saya adalah dia." Mas Ken tiba tiba mengangkat tanganku keudara.
Aku kaget sekali.
Mas Astan terlihat hendak protes namun tiba tiba sekretaris mas Astan langsung menyetujui itu.
"Miska,, apa apaan kamu?dia tidak pernah melakukan itu kamu mau mempekerjakan orang yang tidak berpengalaman? " Mas Astan tak mau.
"Kamu diam saja." Gadis yang bernama mbak Miska itu menuntunku pergi keluar ruangan itu meninggalkan mas Astan dan mas Ken disana.
"Khem,,, kamu siapa sebenarnya? " Tanya Astan kepada ken begitu mina pergi.
Ken tersenyum "kamu yang siapa?" Ken tak mau kalah.
Astan terlihat membenarkan posisi jas-nya"Saya suami Mina."Astan.
Bodoh!! Sejak kapan kamu mengakuinya?
Terlihat wajah heran dan kaget dari Ken"Suami? Hahahha jangan bercanda tuan,sejak kapan m
Mina menikah?"terlihat Ken tidak percaya.
"Saya tidak peduli jika kamu mau percaya atau tidak dengan ucapan saya, intinya kamu pasti tau bagaimana bersikap dengan gadis yang sudah menikah,saya tunggu di studio, permisi." Astan keluar.
Ken merasa bingung dengan apa yang ia dengar saat ini dan ia tak akan semudah itu untuk percaya sebelum mendengar langsung dari Mina.
Mina sudah selesai dihias dengan dress berwarna putih bersih dengan desain anggun.
Mata astan tak berkedip sedikitpun saat melihat Mina yang tampak memikat dalam balutan gaun itu.
Sejak kapan gadis bodoh ini terlihat begitu menawan?
Mina yang diperhatikan begitupun jadi sedikit gerogi.
"Baiklah pemotretan kita mulai," Ucap juru kamera.
Mina dan Ken telihat sangat serasi dalam foto itu.
Astan tak tau apa yang terjadi dengan dirinya ia tak suka melihatnya.
Lihatlah gadis tidak tau diri itu, tersenyum sangat lebar disamping laki laki lain, sedang dengan ku yang berstatus suaminya mana pernah disenyumin seperti itu
Sesi pemotretan telah selesai.
"Mbak,, mas Astan dimana yah? " Tanyaku kepada mbak Miska.
Ia tak menjawab dan malah pergi, aneh sekali sih.
Aku mencarinya saja mungkin lebih baik.
"Mina!! Aku mau nanya sesuatu kepadamu," Mas Ken tiba tiba datang meraih tanganku dan membawaku duduk disofa.
"Apa benar kalau Astan adalah suamimu? Kamu sudah menikah?" Tanya mas Ken tiba tiba.
Apa? Kenapa dia bisa tau?.
"Eugh,,, " Aku bingung harus memulainya dari mana.
Yasudah aku lebih baik jujur saja, toh tak ada yang perlu di khawatirkan.
"Iya mas, aku udah nikah sama mas Astan." Aku
Mas Ken terlihat kaget banget"Kenapa bisa? "Mas Ken.
Aku menceritakan semua mulai dari awal mula ayah tidak sengaja menabrak kak Dyva dan juga pernikahan tiba tiba ini.
Mas Ken terdiam setelah mendengar ceritaku.
" Oh iya mas, apa mas pernah dengar kabar bapak? Aku belum pernah mendengar kabar bapak setelah menikah."
"Mas udah pernah datang ke rumahmu tapi tidak ada orang, rumah terkunci rapat." Mas Ken.
Bagaimana ini? Apa terjadi sesuatu dengan bapak?.
Aku sudah lama tak mendengar kabar dari bapak.
"Tenang saja, mas akan berusaha nyari bapak, kalau sudah ada kabar mas kabari kamu," Ucap mas aken.
Aku setidaknya masih memiliki mas Ken yang bisa aku harapkan.
Bertemu dengan mas Ken memberiku setidaknya sedikit harapan.
Mas Astan kemana yah? Sejak pemotretan tadi ia tak kunjung muncul.
23.45pm.
Mas Astan kemana sih? Sejak tadi ia tak kunjung terlihat begitu juga dengan mbak Miska.
Apa mereka pergi kencan berdua?.
Kaki mas Astan kan belum juga sembuh.
Dan ada apa dengan ku yang disuruh menunggu dihotel ini.
Aku merasa mulai hilang kesadaran setelah meminum beberapa kaleng minuman yang diantar oleh pelayanan hotel itu.
Minuman itu penuh gas dan juga membuat aku tak bisa berpikir jernih.
Aku lagi lagi teringat dengan mbak Miska yang sedari tadi bertingkah genit itu.
Tubuhnya memang bagus sih, semua laki laki pasti menginginkan perempuan bertubuh bagus seperti itu.
Tapi siapa bilang kalau Mina tidak memiliki tubuh bagus juga?.
Aku membuka bajuku hingga menyisakan tank top saja dan celana pendek diatas lututku.
"Lihat,, aku juga seksi kok,mas Astan saja yang matanya rusak." Aku memegang dadaku sendiri.
"Lihat,, dadaku juga tidak kecil." Aku menari nari dihadapan kaca itu.
Tunggu!.
Apa mereka berdua benar benar berkencan sekarang?.
Tidak bisa dibiarkan, aku harus mencarinya.
Saat Mina hendak membuka pintu Astan sudah lebih dulu masuk.
"Sedang apa kamu bodoh?" Tanya Astan begitu tiba.
Mina yang saat ini sedang mabuk tersenyum melihat Astan yang baru tiba.
"Aaa suamiku datang yeayyy." Mina memeluk Astan sangat erat.
"Ada apa dengan gadis bodoh ini? Lepas bodoh!!" Astan mencoba melepaskan pelukan mina.
"Hiks,,, " Mina menangis dilantai.
Astan dibuat bingung lagi dengan tingkah Mina itu.
"Cepat kemari" Perintah Astan.
Mina menurut berjalan kearah Astan dan duduk tepat diatas kasur dihadapan Astan.
"Ada apa dengan mu? Kenapa hanya memakai tank top begitu?mau menggoda saya yah? " Astan lagi lagi menuduh Mina ingin menggodanya.
Mina mendekat kearah Astan dan berbisik bisik ditelinga Astan hingga Astan sedikit merasa tidak nyaman.
"Aku juga ingin berbisik bisik dengan mas Astan, kenapa aku tidak bisa dan mbak Miska bisa? " Mina terlihat kesal.
"Kenapa dengan mu gadis bodoh? " Tanya Astan lagi lagi heran.
Mina tak cukup sampai disitu, ia juga menempel nempel kepada Astan "Aku juga ingin dekat dengan mas Astan,ingin menggandeng tangan mas,memeluk dan berbicara santai,hiks,, kenapa dia bisa aku yang istri mas tidak bisa." Mina.
"Sedang cemburu rupanya?" Tanya Astan sedikit tersenyum.
Entah kenapa melihat Mina cemburu begini membuat astan sedikit senang.
"Apa mas Astan tak sedikitpun tertarik padaku?apa karena tubuh mbak miska lebih seksi dibanding aku? Aku juga seksi kok." Mina.
Astan mencium bau alkohol dari mulut Mina.
Belum lagi ia juga melihat beberapa kaleng bir dilantai.
"Dasar gadis bodoh,dia pasti mengira itu adalah minuman biasa." Astan menggeleng.
"Sudahlah gadis bodoh, kamu tidur saja jangan banyak bicara." Astan mencoba membaringkan Mina namun Mina menolak dan malah naik kepangkuan Astan.
"Apa aku tidak menarik yah mas?" Mina berbicara tepat dihadapan astan.
"Kenapa setiap mas Astan menciummu aku merasa sesuatu yang aneh dalam diriku?aku senang saat mas menciumku." Mina
"Apa gadis bodoh ini jatuh cinta kepada ku? " Tebak Astan.
"Aku pernah membacanya di internet, kalau kita merasa jantung kita berdetak kencang saat dekat dengan orang itu kita sedang jatuh cinta dengan orang itu, apa aku juga jatuh cinta sama mas? Saat ini jantung ku berdetak sangat kencang." Mina.
Mina menempelkan dadanya di dada bidang Astan hingga Astan kaget bukan main.
"Gadis bodoh ini tidak tau apa kalau aku adalah laki laki normal?" Astan mendorong tubuh Mina agak jauh.
Tapi Mina lagi lagi menempelkan dadanya di dada bidang Astan "Mas bisa rasakan detakan jantung aku kan?" Mina.
Astan mendorong tubuh Mina"Bodoh!! Kamu kira tubuhku tidak akan ereksi karena kamu tempelkan begitu saja pay*dara mu didadaku? "Astan menghindar.
Ia takut hal hal yang tak di inginkan terjadi.
Tapi Mina lagi lagi melakukan hal yang sama" Mas benar benar tidak merasakan apa apa? "Tanya Mina polos.
" Baiklah gadis bodoh, jangan salahkan aku."Astan menarik Mina lebih dekat.
Cup,,,
Ciuman Astan berikan dibibir Mina dengan penuh nafsu.
Sudah dari tadi ia menahannya mulai dari saat membuka pintu ia melihat Mina hanya mengenakan tank top saja.
Mina juga membalas ciuman Astan dengan lembut namun Astan masih merasa kalau Mina masih terlihat kaku.
Mereka berdua saling bercumbu, mengisap bibir satu sama lain merasakan sensasi nikmat diantara keduanya.
Astan semakin merapatkan tubuh mina ditubuhnya hingga mereka terlihat sangat rapat.
Astan menekankan tengkuk mina untuk memperdalam ciuman mereka.
Astan juga menghisap lidah Mina dengan nikmat seolah itu adalah lolipop.
Mina mengalungkan tangannya dileher Astan dan ikut menghisap bibir Astan.
Astan menutup mata merasakan kenikmatan saat Mina menekan tubuhnya lebih dekat ditubuhnya, ciuman Mina juga sangat menggairahkan.
Astan melihat Mina mulai kehabisan nafas dan ia pun melepaskan ciuman mereka hingga ada Seuntai benang lendir dari bibir mereka.
Astan menjilati bibir Mina dengan sensual.
Mina terlihat kehabisan nafas karena ciuman itu.
Astan yang melihat itu semakin tak tahan dalam dirinya.
Ia mendorong tubuh Mina hingga jatuh diatas tempat tidur dan dengan cepat astan menindih tubuh Mina.
Cup,,
Lagi lagi astan mencium bibir mina dengan tangannya yang masuk menjelajahi tubuh mina hingga tangannya berhenti tepat didua gunung milik Mina.
"Aku tak tau kalau ini sebesar ini." gumam Astan saat memegang itu-Nya Mina.
"Akhhh." Mina mengerang saat Astan menekan pelan sebelah gunung Mina.
Astan semakin diburu nafsu mendengar desahan Mina barusan.
"Tahan dirimu Astan." Astan membatin memperingati dirinya sendiri.
Astan beralih mencium leher mina yang terlihat putih dan menggoda itu.
"Akhh,, " Mina terlihat tak tenang saat astan menghisap lehernya meninggalkan tanda kemerahan disana.
"Akhhh." Mina memeluk Astan dan tak bisa diam.
"Akhh Hampir gila aku." Astan bangkit dengan susah payah.
Ia terlihat sangat frustasi dan meraih selimut menutupi tubuh Mina yang hampir ia telanjangi itu.
Astan harus menuntaskan dirinya dikamar mandi"Dasar gadis sialan ini,aku bersumpah kalau dia begini lagi tak akan aku lepaskan, dia pikir menahan diri itu mudah? "Astan menutup pintu kamar mandi dengan kasar.
Mina malah terlelap tanpa sadar apa yang sedang ia dan Astan hampir lakukan.
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Wahhh parah sihh🙅🙅🙅♂🙅♂
Sorry yah kalau kurang ekhem ekhem gitu, aku kurang pande buatnya hehehe.
🔷🔷jangan lupa vote and komen yah wan kawan 🔷🔷
♦♦jangan lupa follow author juga♦♦
Laffyouall buanyak buanyakk ❤