Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
kenapa?


Soundtrack//u&i-henry feat sunny//


Kamu dan aku


Adalah kita


-mina-


    Aku perlahan membuka mata dan melirik kesamping sudah tidak ada mas astan disana.


Biasanya aku harus heboh dulu baru mas astan bangun.


Kenapa yah?.


Aku mendengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi.


Mas astan pasti sedang mandi.


Aku bangkit berdiri dan berjalan menuju lemari untuk menyiapkan setelan jas untuk mas astan.


Mas astan keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan hanya mengenakan handuk saja.


"Aku sudah siapkan jas untuk mas" Ucapku tersenyum.


Mas astan hanya diam dan melihat kearah jas itu.


Dia mengambilnya dan bukannya ia pakai malah ia ganti dengan pilihan nya.


Ada apa dengan mas astan? Tidak biasanya dia begitu.


Terkadang aku tau mas astan tidak suka dengan setelan yang aku siapkan namun ia masih mau mau saja memakainya.


"Kenapa diganti mas? Mas tidak suka yah? "


Tanyaku namun mas astan hanya diam saja tak membalas.


Aku jadi bingung dengan mas Astan.


Apa aku punya salah yah? Tapi dimana tepatnya?.


"Aku pakein mas dasi yah? " Ucapku meraih dasi itu dari tangan mas Astan namun ia tepis.


"Ma,, mas kenapa? " Tanyaku panik.


Mas Astan melanjutkan aktivitas nya dengan buru-buru lalu meraih tas kantornya dan ia pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Aku terduduk heran dengan perubahan sikap mas Astan yang begitu tiba-tiba itu.


"Ada apa dengan mas Astan?" Bingung ku.


Aku meraih hape ku dan buru buru menghubungi nomor mas Astan namun tak kunjung ia angkat.


"Apa yang membuat mas Astan tiba-tiba begini? "


Aku berpikir keras namun sungguh aku tak tau apa penyebab nya.


Aku kaget saat mendengar tangisan alfa.


"Iya sayang iya, mamah datang mamah datang cup cup pangeran mamah jangan nangis yah sayang"


Aku mengangkat tubuh kecil alfa yang rewel itu.


"Ooh mau mandi yah sayang? Iya iya mamah mandiin yah jangan nangis lagi yah sayang"


Aku membuka baju alfa satu persatu dan memandikan alfa di kamar mandi.


Aku masih belum lupa dengan perubahan sikap mas Astan yang sedari tadi menggangu pikiranku.


Aku bahkan sampai lupa ada alfa yang sudah rewel dari tadi.


"Kamu lapar yah sayang? " Aku memangku alfa dan segera menyusui alfa.


Aku masih terus terusan mengingat mas Astan yang berubah drastis pagi ini.


Ia tak mau memakai setelan yang aku siapkan.


Tak mau aku ikatkan dasi seperti biasanya.


Tak mau menunggu aku siapkan sarapan pagi.


Dan lebih parahnya ia pergi tanpa mengatakan apapun itu, tidak seperti biasanya saat ia ingin pergi kerja ia akan pamit dan mencium kening ku dan juga alfa.


Aku jadi khawatir dengan semua perubahan mas Astan itu.


Aku mencoba lagi dan lagi menghubungi nomor mas Astan namun tak kunjung ia jawab.


"Apa mas Astan punya masalah yah di kantor? "


Aku jadi mikir kemana-mana kalau sudah khawatir begini.


"Moga aja papah ngkpp kan sayang" Aku mendekap alfa yang kini ada dalam pelukanku.


Pintu diketuk dari luar.


"Sebentar"


Aku berjalan pelan dan membuka pintu dikagetkan dengan kehadiran kak ading dan mas ken.


"Aaa,, alfa sayang, ini tante" Kak adin langsung meraih alfa yang tadinya ada dalam gendonganku.


Alfa juga mau mau saja.


Aku mempersilahkan mereka berdua masuk dan alfa sungguh lupa pada ibunya saat sedang bersama kak adin.


Kak adin tak hentinya tersenyum menciumi pipi alfa bergantian.


"Duhh tante Kangen banget sayang"


Kak adin memeluk alfa lagi melepaskan rasa rindunya pada alfa.


Aku yang masih berdiri tersenyum melihat itu.


Terlihat sekali ketulusan kak adin saat bersama alfa.


"Oh iya kak, mas mau aku buatin minum apa? " Tanyaku.


Mas ken menggeleng "tidak usah repot repot"


Aku menggeleng "Tidak merepotkan mas, tamu istimewa datang harus disuguhin sesuatu dong" Ucapku tersenyum.


Kak adin juga ikut tersenyum "yasudah kalau kamu maksa, terserah kamu saja" Mas ken tersenyum.


"Yasudah permisi bentar yah mas, kak, alfa sayang jangan rewel yah sama tante"


Aku berlalu ke dapur untuk menyiapkan jus untuk mas ken dan kak adin.


Pikiranku masih saja tidak bisa lepas dari mas Astan.


Bahkan disaat seperti ini aku masih saja memikirkan mas Astan.


Aku meletakkan nampan berisi jus jeruk dimeja hadapan mas ken dan kak adin beserta cemilan lainnya.


"Silahkan dinikmati mas, kak" Ucapku duduk tepat disebelah kak adin yang masih saja bermain-main dengan alfa.


Alfa sendiri sudah seperti tak mengenalku lagi kalau sudah bertemu dengan kak adin.


"Oh iya kak ada apa yah kemari? Apa ada urusan penting? " Bingungku.


Mas ken tertawa "penting sekali malah"


Aku jadi panik sendiri "Ada apa mas? " Tanyaku heran.


"Itu kak adin, dari semalam ngotot main kesini karena kangen sama alfa katanya" Mas ken.


Aku bernafas lega sekali, aku kira penting apa ternyata karena rindu sama alfa.


Aku tersenyum "Hahaha aku kira apa mas, aku sudah panik tadi"


"Penting banget dek buat kakak, liat wajah alfa udah buat kakak tenang banget, kamu sih sayang ngangenin banget"


Kak adin mengecup pipi alfa lagi dan lagi hingga alfa sedikit rewel.


Alfa tidak terlalu suka kalau pipinya dicium berkali-kali.


Mas Astan saja sering melakukan itu dan membuat alfa menangis.


Ah, jadi keinget mas Astan lagi.


Sikap mas Astan yang tadi selalu menganggu fokus pikir ku.


"Hei,, kamu kenapa? " Tanya kak adin membuyarkan lamunanku.


Aku menggeleng "Hehehe ngkpp kak" Senyumku kikuk.


Mas ken terlihat curiga"Benar nih kamu tidak apa apa? Atau kamu sedang ada Masalah dengan Astan? "


Mas ken selalu saja sensitif dan pekaan.


Aku menggeleng "Heheh tidak ada mas, kami baim baik saja kok" Ucapku beralasan.


Tidak seperti alsan sih karena memang aku dan mas Astan tidak memiliki masalah apapun.


Hanya saja mas Astan yang sedikit berubah pagi ini.


Ah sudahlah minat, mungkin mas Astan memang sedang tidak mood saja dan tak mau diganggu.


Aku menghela nafas panjang dan tersenyum melihat kak adin tak hentinya bermain-main dengan alfa yang juga merasa senang karena ia punya teman.


"Mas ngk kerja yah? "Tanyaku heran.


" Itu kak adin minta ditemenin sama mas,jadi bolos kerja dulu hahahah"


Aku ikut tertawa walaupun itu terpaksa agar mereka tak sadar bahwa sejak tadi pikiran ku tak bisa hilang dari mas Astan.


Semoga saja mas Astan benar benar hanya lelah saja dan tak ingin di ganggu.


Mungkin nanti mas Astan datang sudah pulih kembali kesifat lembutnya lagi.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Astan kenapa wehh? Ada samting nih.


🔷🔷jangan lupa like dan komen yah buat nambah semangat hehehehe 🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga yah cuyung ♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤