
Soundtrack//vacation-gfriend//
Terima kasih dan Terima kasih
-mina-
Sudah lebih dari 2 jam lebih kami melakukan perjalanan ke tempat dimana mas astan selama dua tahun terakhir ini.
Mataku sudah mulai berat dan ngantuk apalagi saat ini semilir angin ikut membuat aku berkali-kali harus menguap dan menahan kantuk ku.
"Kamu tidur aja sayang, nanti mas bangunin las udah sampe. Pasti kamu lelah yah? " Tanya mas astan.
Aku gelengkan kepalaku tanda aku tidak merasa lelah sama sekali. Lagian kan yang menyetir dari tadi mas astan bukan aku.
"Gimana kalau aku gantiin mas nyetir? Mas pasti capek kan dari tadi nyetir mulu" Dengan cepat mas astan menolak.
Mobil kami berhenti tepat disebuah gerbang yang terbuat dari bebatuan dibentuk indah hingga terlihat unik sekali.
Mas astan turun dari mobil dan membukakan pintu untuk ku.
"Alfa gimana mas? Apa kita biarin aja dulu tidur disini? " Tanyaku dan mas astan setuju karena nanti akan sedikit repot membawa alfa yang masih merasa nyenyak sekali tidurnya.
Kami berjalan pelan memasuki pekarangan yang dipenuhi dengan tanaman yang aku tebak adalah herbal untuk pengobatan karena saat di kampung dulu aku sempat bekerja sebagai pembersih taman sewaan jadi saat itu aku pernah membersihkan taman seorang pembuat obat herbal.
"Ini tempat mas duduk setiap merindukan kalian sayang. Mas akan menatap langit dari sini" Tunjuk mas astan pada sebuah batu besar yang terletak didekat gerbang itu.
Bayangan mas astan duduk disana membuatku ingin menangis saja saat ini. Pasti ia sungguh sudah banyak menderita jauh dibanding penderitaan yang aku rasakan saat mencarinya.
"Ini tempat mas membersihkan wajah mas dengan air sejuk ini" Tunjuk mas pada sekumpulan gentong yang berisi air.
Lagi lagi bayangan mas astan yang susah payah bahkan hanya untuk membersihkan wajahnya karena luka di lengan mas astan yang sedikit parah itu. Kalau saja saat itu aku ada untuk merawat mas astan ia tak akan menderita selama itu.
Air mataku dengan cepat aku hapus karena pintu mulai terbuka saat mas astan mengucapkan salam.
Seorang ibu berambut putih keluar dengan baju sedikit lusuh menghampiri mas astan dan tersenyum senang memeluk mas astan.
"Pak,, nak astan datang nih" Panggil ibu dengan keras dan tak lama dari itu seorang bapak berambut lebih putih dari ibu itu namun bajunya tidak terlalu lusuh.
Bapak itu tersenyum dengan hangat dan ikut memeluk mas astan.
Setelah itu mata mereka tertuju kearah ku menatap heran.
"Ini pasti nak mina kan? " Tanya ibu padaku yang sudah mulai mewek itu.
Aku anggukan kepalaku dan berjalan mendekat kearah ibu lalu bersimpuh di kakinya "Terima kasih buk,, pak,, Terima kasih sudah menolong mas astan hiks,, " Aku sudah tak bisa menahan air mataku yang sejak tadi memaksa ingin meluncur bebas.
Ibu dengan cepat ikut berjongkok dan memegang bahuku"Hei, jangan begini nak"ibu membantu ku bangkit.
"Terima kasih buk hiks,, Terima kasih sudah membantu mas astan selama ini" Aku dibantu berdiri stabil oleh mas astan yang tiba-tiba kini sudah mendekap aku dari belakang.
Ibu mempersilahkan kami untuk duduk di sebuah balai berukuran besar sekali.
Disana ibu,bapak dan juga mas astan duduk bersama.
Aku masih saja mewek seperti adik kecil yang sedang menangis karena meminta sesuatu. Mas astan menepuk bahuku pelan dan menenangkan aku.
"Nak astan setiap hari bercerita kepada ibu dan bapak tentang kamu nak,katanya dia khwatir kalau kamu akan terus menangis disana karena kamu cengeng sekali." Ibu tersenyum ramah sekali.
Aku hanya menunduk malu karena mas astan sudah membuka kartuku dihadapan ibu dan bapak itu.
"Oh iya alfa mana? " Tanya ibu yang bahkan tahu nama alfa. Apa setiap hari mas astan benar benar bercerita tentang kami sampai segalanya ibu tahu.
"Alfa tidur dimobil buk, takut ngerepotin. Padahal tadi dia yang paling semangat mau ketemu sama ibu dan bapak" Tuturku.
"Oh iya buk,Aku kembali ke sini untuk menanyakan kembali pertanyaan ku sebelumya" Ucap mas astan tiba-tiba.
Ibu itu tersenyum begitu juga dengan bapak itu"Nak, bagaimana pun nak bersikeras ingin membalas budi dengan meminta bapak dan ibu tinggal bersama kalian, kami tetap memilih tinggal disini karena tempat ini merupakan tempat yang begitu bersejarah bagi kami.Merawat nak astan adalah ke sukarelaan kami nak. Tidak ada niat lain di dalamnya termasuk ingin menerima perlakuan mewah dari kalian "jelas ibu itu hingga mas astan langsung terdiam bingung.
" Aku dan mas astan hargain keputusan ibu dan bapak, kami tidak beraiat memaksa buk. Hanya saja sampai kapanpun tawaran kami tetap berlaku buk, dan kami akan terus datang untuk berkunjung kesini.Mari menjadi keluarga "ucapku memegang tangan ibu itu dan dibalas anggukan oleh mereka berdua.
" Aku tidak tau bagaimana caraku untuk menunjukkan rasa syukur dan Terima kasih ku pada ibu dan bapak karena sudah mau merawat mas astan hiks,,, diantara banyak nya orang yang memanfaatkan hilangnya mas astan ternyata ada orang berhati mulia seperti kalian hiks,, aku sungguh berterima kasih buk, pak."ucapku lagi lagi tak bisa menahan air mataku meski sebanyak apapun itu keluar.
Aku benar-benar berterima kasih banyak kepada mereka berdua, tapi aku tidak tau bagaimana cara menunjukkannya.
Mereka malah tertawa melihat aku yang sungguh sungguh menangis itu"Hahaha benar kan buk. Dia memang sangat suka menangis "Mas astan mengacak rambutku dan menghapus air mataku dengan pelan.
Bukannya di diamin aku malah diledek begitu sama mereka bertiga.
Aku jadi sedikit malu dan buru-buru menghapus air mataku.
" Seorang gadis yang mudah menangis itu adalah gadis yang penuh dengan kasih sayang. Ibu dulu juga sangat mudah menangis "tutur bapak tiba-tiba membuat aku langsung tersenyum.
" Benar sekali pak. Dia memang penuh dengan kasih sayang "mas astan memegang tanganku hingga aku sedikit malu mendapat skinship begitu dihadapan ibu dan bapak.
Kami pun bercerita sembari memakan Ubi yang dimasak ol5ibu tadi sebelum kami datang berkunjung.
Aku sungguh merasakan ketulusan dari mereka.Senyuman dan ekspresi mereka menunjukkan bahwa hanya ada ketulusan didalamnya.
Semoga mereka diberikan kesehatan dan umur yang panjang agar kami bisa lebih lama saling menyayangi layaknya keluarga yang bahagia.
Aku sungguh memimpikan kebahagiaan itu sejak dahulu lamanya.
Aku bersyukur sekali diberikan kesempatan untuk memiliki kebahagiaan ini dengan mas astan, alfa juga orang orang terdekat kami.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Huuuu lagi-lagi kebahagiaan gaess.
Aku bahagia karena mereka bahagia 😌🤧
🔷🔷jangan lupa like, komen dan rate 5 yah🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦
Cinta kalyan 🖤
Follow my ig@sopiakim_