Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
96.merindukan mereka (S2)


❄selamat membaca❄


    Setelah sampai ke pelabuhan aku langsung disambut oleh para staf dan barulah kami mulai menaiki kapal tujuan kami.


Aku duduk dengan rekan-rekan ku diatas kapal sembari memikirkan bagaimana mereka saat ini dirumah. Aku benar-benar merindukan nya bahkan setelah beberapa saat kami berpisah.


Samar-samar aku seolah melihat wajah mina yang tersenyum imut dan juga senang itu, ia sangat lucu setiap kali aku berhasil membuat ia jengkel dengan hobby ku yang selalu ingin menggodanya.


Dan aku sangat merindukan alfa yang setiap pagi ku gendong dan ku mandikan itu, rindu dengan wajah jagoan kecilku itu.


Hampa sekali saat ini tanpa mereka berdua, aku benar-benar merasa sangat berat ingin meninggalkan mereka.


Kubuka HP ku dan hal pertama yang ku lihat adalah mina yang sedang menggendong alfa dengan tersenyum yang merupakan lockscreen HP ku saat ini.


"Baru sebentar saja mas sudah merindukan kamu sayang."gumamku pelan dan mencium layar ponsel ku seolah saat ini alfa dan minalah yang sedang ku cium itu.


"Papah janji bakal cepat pulang sayang, kamu jaga mamah yah sampai papah pulang." Aku tersenyum lalu mencari nomor telepon mina untuk menghubungi nya.


Kutekan dengan cepat nomor ponsel nya itu lalu mengarahkan HP ke telinga ku.


Tidak aktif sama sekali dan sudah hampir enam kali ku hubungi malah operator yang selalu menjawab dengan pemberitaan kalau nomornya sedang tidak aktif.


"Pasti ia lupa lagi men charger hapenya."aku tersenyum mengingat mina yang selalu lupa untuk mengisi daya baterai nya itu.


Kalau bukan ku ingatkan ia tak akan pernah ingat untuk mengisi daya baterai nya hingga terkadang sudah hampir satu minggu ia membiarkan HP nya nol persen baterai. Karena mina lebih senang memainkan ponsel ku dibanding ponsel miliknya itu.


Aku lagi-lagi mencoba menghubungi mina namun lagi-lagi tak ada sahutan, apa mina sudah tidur yah? Yasudah besok saja ku hubungi ia. Pasti ia sangat lelah hari ini. Mengingat nya membuat ku semakin rindu saja.


Tiba-tiba aku terlonjak kaget saat kapal tiba-tiba oleng namun kembali seimbang hingga tidak sedikit dari penumpang berteriak kaget juga panik.aku sendiri yang sempat kaget hanya mencoba untuk terus berpikir positif mungkin cuaca hanya sedang terganggu saat ini.


Namun, aku melihat beberapa petugas kapal mulai membagikan pakaian pelampung untuk para penumpang dan aku sendiri sudah meraih sebuah pakaian pelampung kemudian memakainya untuk Jaga-jaga.


Kapal terus saja tergoncang hingga aku yang semula terus mencoba untuk tetap tenang mulai khawatir kini.


Wajah mina terus saja membayang dalam pikiran ku, apakah ini kekhawatiran mina yang ia katakan itu?.


Aku terus saja mengingat wajah alfa anakku juga mina istriku. Tetap saja aku semakin merasa khawatir karena pikiranku mulai tidak sinkron dengan hatiku. Hatiku terus saja mencoba mengatakan kalau semua akan baik-baik saja tapi pikiran ku sudah mulai berkata lain.


Apalagi saat angin mulai berhembus kencang diikuti dengan sedikit ombak hingga kapal kami kembali oleng namun berhasil stabil lagi karena nahkoda dari kapal itu sangat profesional juga handal dalam mengendalikan kapal.


Aku bernafas lega begitu juga dengan penumpang lainnya merasa bersyukur karena kapalnya tidak jadi oleng.


Saat aku sedang mencoba memperbaiki pakai pelampung ku aku tak sengaja melihat kearah seorang wanita yang sedang menggendong seorang bayi hingga aku lagi-lagi teringat dengan mina juga alfa. Ke khawatiran ku semakin bertambah saja.


"Tunggu mas pulang sayang, tunggu papah pulang sayang."aku terus saja meyakinkan diriku bahwa semua akan baik-baik saja.


Mungkin hanya cuaca yang tak bersahabat,tapi syukur lah hanya angin saja tak diikuti oleh badai.


Namun, badai memang tidak datang tapi angin sangat bertiup dengan kencang saat ini dan kapal terus saja bergerak tak beraturan hingga para penumpang dalam kapal sudah mulai ricuh dan tak bisa diam saat tau akan ada bencana yang datang.


Dan tiba-tiba kapal itu terbalik hingga para penumpang langsung ikut terjatuh dengan pakaian pelampung yang telah kami kenakan.


Aku merasakan tubuhku jatuh kedalam laut yang aku sendiri tidak tau saat ini sedang berada di bagian mana, aku mencoba untuk bertahan dan menjaga keseimbangan ku saat sedang berenang dengan pakaian pelampung itu.


Kekacauan itu kini ada dihadapan ku, banyak sekali orang-orang yang mencoba untuk bertahan mencari cara agar bisa bertahan hidup dan banyak sekali berbagai jenis barang yang tenggelam dan jatuh sebab berbalik nya kapal tersebut menenggelamkan kami juga harapan kami.


Dalam situasi seperti ini, aku sungguh ingin selamat untuk bertemu dengan mina juga alfa. Aku sungguh sangat ingin bersama dengan mereka.


Aku mencoba untuk terus bertahan dan mencari cara agar bisa selamat sampai tepian pantai. Masalah kembali kerumah bisa kupikirkan setelah sampai ketepi pantai.


Namun, saat aku mulai bergerak menuju jalan yang kupilih aku melihat wanita dengan bayi tadi sedang berusaha bertahan dengan sekuat tenaga. Aku tak tega melihat itu dan mulai mendekat kearahnya untuk menolong namun tiba-tiba aku merasakan sesuatu membentur bahuku hingga aku mulai tidak sadarkan diri namun sebelum aku mulai kehilangan kesadaran aku sekilas melihat wajah mina tersenyum dan alfa juga tersenyum kearahku.


Aku ingin pulang dan memeluk mereka.


BERSAMBUNG...


Duhh maaf yah gaes kalau alurnya ngk terlalu detail karena saat ini aku lagi ujian akhir semester jadi ngk fokus gitu, doain juga yah semoga ujian nya lancar dan mendapat hasil yang memuaskan juga.


Jangan lupa yah gaes like, komen dan vote ❤.