Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
bulan madu


Soundtrack//blooming day-chen baek Xi(cbx)//


Tak pernah terbayang akan sebahagia ini


-mina-


     Kami memasuki hotel setelah melihat sunset indah itu bersama-sama.


Aku tidak tau kalau mas astan akan membawa aku dan alfa menginap di sebuah hotel.


Aku berpikir tadi mas astan hanya bercanda mengajak kami pulang untuk beristirahat di hotel.


Memang sih kalau dipikir pikir sudah tidak baik untuk pulang sekarang.


Malam malam begini mas astan mengemudi dalam jarak yang sangat jauh?.


Aku takut terjadi sesuatu pada kami nantinya.


"Aku mandiin alfa dulu yah mas bentar abis itu baru mas mandi"


Mas astan mengangguk tersenyum lalu berbaring sebentar diatas kasur.


Aku memasuki kamar mandi hotel itu dengan takjub.


Memang sih hanya sebelas duabelas dengan kamar mandi dirumah kami tapi tetap saja DNA Kampung ku belum juga hilang setiap melihat hal hal indah.


Alfa rewel karena merasa kaget saat aorta hangat itu menerpa kulitnya yang lembut itu.


"Duhhh kaget yah sayang? Maafin mamah yah cup,, cup,, " Aku mencoba mendiamkan alfa yang rewel itu.


Alfa memang tidak langsung diam dia masih rewel namun tidak sekeras tadi.


Aku mengangkat tubuh alfa dari kamar mandi setelah selesai mandi.


Alfa masih saja rewel.


"Mungkin alfa laper sayang, kamu susui aja dulu" Mas astan duduk disebelah ku yang masih memakaikan alfa baju ganti.


Aku mengangguk "iya mas, alfa mungkin lagi lapar, ya kan sayang? " Aku mengajak bicara alfa yang masih saja menangis bahkan saat aku sedang memakaikan ia pakaian.


Setelah itu aku pun memberikan alfa asi dan benar saja alfa langsung diam karena ia mungkin sudah sangat kelaparan dari tadi.


Mas astan sih melarang aku memberikan alfa asi tadi saat di pantai, katanya takut yang lain liat, yakali aku ngk pake penutup mas astan emang yah.


"Mas mandi duluan gih, aku mau bobok in alfa dulu" Ucapku menepuk pelan punggung alfa yang mulai ngantuk itu.


Mas astan menurut dan memasuki kamar mandi.


Aku masih terus menidurkan alfa dan benar saja alfa sudah tertidur.


Aku perlahan membaringkan alfa lalu mengambil handuk dan membuka bajuku yang sudah penuh dengan keringat itu.


Aku hanya memakai handuk sekarang.


Aku duduk menunggu mas astan diatas kasur.


Sudah gerah sekali, ingin cepat cepat mandi dan mengguyur tubuh penuh keringat ku ini.


"Sayang,,, sini bentar deh kedekat pintu, mas mau minta tolong "


Aku berjalan pelan menuju pintu dan mendekatkan telingaku.


"Ada apa mas? Mau aku ambilkan apa buat mas? " Tanyaku menunggu jawaban darinya.


"Akhhhh" Aku berteriak kaget saat tubuhku sudah ditarik oleh mas astan hingga masuk kedalam kamar mandi.


Aku langsung berbalik Kaget saat mas astan tidak memakai apapun dihadapanku.


"Ihhh mas yah, aku ngk suka yah dikagetin kek gini"


Aku memunggungi mas astan yang masih terus melanjutkan mandinya.


Ia tertawa menanggapi ucapanku "Hahahha mas ngk tau kalau kamu masih sekarat itu saat melihatnya, kamu mandi aja sayang, takut keburu malem nanti kamu sakit"


Mas astan menarik handuk ku namun aku tahan"ihhh biar aku aja mas"


Mas astan menurut dan lanjut mengusap tubuhnya dengan sabun.


Aku berkali-kali meneguk ludah gugup.


Aku membuka handuk ku perlahan dan menutupi area yang menurutku harus ku tutup.


Namun mas astan menarik tubuhku mendekat dan membasahi nya dengan air shower.


Ia juga mengusap tubuhku dengan sabun mandi.


Aku hanya terdiam saja, was was mas astan akan melakukan yang enggak enggak.


Mas astan sih suka nyari kesempatan saat sedang seperti ini.


"Bagaimana menurutmu sayang kalau kita berbulan madu saja disini? "


Aku kaget mendengar bisikan mas astan.


Aku buru-buru membersihkan diriku mulai dari menggosok gigiku dan lain lainnya.


Mas astan masih saja mencuri kesempatan memegangi are ini itu hingga kadang aktivitas ku terganggu.


"Ihh mas ngapain sih? Aku kedinginan nih"


Aku langsung memakai handuk ku lalu buru-buru keluar meninggalkan mas astan di dalam sendirian.


Aku memegangi dadaku yang berdetak kencang karena ulah mas astan yang selalu berhasil menggoda ku.


Setelah selesai memakai pakaian aku berjalan pelan ke balkon kamar itu memandang kedunia luar yang sungguh indah ini.


Mas astan sampai sekarang belum juga keluar dari kamar mandi.


Aku tak tau apa yang sedang ia lakukan didalam sana hingga harus memakan waktu selama itu.


Aku mengambil beberapa gambar pantai yang dikelilingi lampu berwarna warni dan juga iKON menarik lainnya yang membuat mata kita dimanjakan saat melihatnya.


Aku menghirup dalam dalam udara itu menutup mataku perlahan.


Sangat relax sekali saat melakukan ini.


Serasa pikiranku ikut kosong dibawa oleh semilir angin pantai ini.


Aku bersyukur sekali sudah tau rasanya saat berkunjung ke pantai seperti ini apalagi saat ini aku datang kesini dengan orang orang yang berharga bagiku.


Aku melirik sekilas alfa yang sudah terlelap kealam mimpi tanpa terusik sama sekali.


Aku kembali melihat kearah pantai itu.


Mengingat hidupku sejak dahulu yang tak pernah merasakan kedamaian seperti ini.


Aku tersenyum"selamat tinggal kehidupan kelamku"


Aku tiba-tiba merasakan sebuah tangan yang melingkar pas dipinggang ku.


Aku dapat merasakan bau shampoo mas astan dari kepalanya yang menyeruak masuk kesela sela leher jenjang ku.


"Kenapa hmmm? " Bisik mas astan ditelinga ku hingga menimbulkan kesan geli.


Aku berbalik dan masih saja dalam pelukan mas astan hingga wajah kami sangat dekat dan rapat.


Aku mendekatkan wajahku pada wajah mas astan dan meraup bibir mas astan dengan pelan dan terarah.


Mas astan awalnya heran dengan aku yang tak biasa ingin mencium bibirnya terlebih dahulu.


Aku mengalungkan tanganku dileher mas astan dan menaiki tubuhnya.


Mungkin karena tubuh mas astan yang kekar dan tegap atau aku yang terlalu kecil hingga ia sungguh tak merasa keberatan saat aku berada dalam gendongan nya.


Aku mengulum bibir mas astan dengan pelan meskipun sudah sering melakukan itu aku masih terasa kaku.


Mas astan membalasnya dengan cepat dan menutup matanya.


Ia menyandarkan aku ke dinding dan langsung melu*mat bibirku dengan buas.


"Kamu tau sayang? Aku sampai harus menghabiskan waktu lama di dalam kamar mandi karena mu, jadi ini hukuman mu karena sudah memulainya tadi"


Mas astan mencium lagi bibirku sebelum aku sempat berujar tak mengerti dengan ucapan mas astan.


Ia berjalan pelan menuju sofa dan membaringkan aku disana.


Ia dengan cepat membuka baju kaos yang ia kenakan saat ini.


Dengan senyum smirk dia menciumi leherku dan meninggalkan Banyak sekali tanda cintanya disana.


"Apa kamu siap melakukan bulan madu kita ini sayang? " Mas Astan berbisik pelan ditelingaku.


Aku sedikit menggelinjang saat merasakan sensasi geli itu.


Mas astan langsung melakukan aksinya tanpa menunggu persetujuan ku.


Dan malam itu kami habiskan dengan malam yang begitu panjang dan penuh suka cita.


Aku sungguh kelelahan karena mas astan yang tak mau berhenti bahkan sudah berkali-kali kami lakukan itu.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Hadeuhh mata aku ternodai lagi liat ini wkwkkwkw


Astan nafsuan banget yah sama bininya.


🔷🔷jangan lupa like dan komen yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤