
Soundtrack//whale-saejong(gugudan)//
Aku bersyukur bisa melihat senyum ini lagi
-mina-
Aku berputar-putar didepan kaca melihat penampilan ku apakah sudah bisa dikatakan pantas berada disamping mas Astan dan tidak membuat dia malu nantinya?.
Aku menambahi sedikit lipstick ku dan aku men tap tap bibirku lalu mengambil tas sandang ku.
Aku turun dan mendapati mas Astan sudah menunggu dengan setelan santai dengan celana hitam dan baju kaos putih polos, begitu saja dia sudah sangat tampan sekali, bagaimana kalau nanti aku malah dikatain ngk cocok berada disamping mas Astan?.
Mas Astan menggendong alfa yang juga berpakaian sama dengan mas Astan celana hitam dan baju putih polos.
Kami bertiga memang memakai setelan couple bedanya aku pakai rok mereka pakai celana tapi warna dan motifnya sama, ini semua adalah idenya mas Astan.
"Gimana mas? Aku udah cantik belum? " Tanyaku khawatir.
Mas Astan tersenyum "Loh? Sejak kapan mamah ngk cantik ya ngk sayang? " Mas Astan menanyakan pendapat alfa.
"Ihh aku serius mas, aku ngk mau nanti kalau aku malu maluin mas" Aku cemberut.
Mas Astan mendekat padaku lalu menghapus lipstick ku dengan jempolnya "Ohh jadi ini alasanmu memakai lipstik setebal ini sayang?kamu sudah lebih dari pantas bersanding disamping aku sayang,jangan berpikir lain lain" Mas Astan menghapus bibirku dengan tisu agar lebih bersih.
"Aku ngk mau laki laki lain tergoda liat bibir kamu merah gitu, cukup depan aku saja"
Aku tak mengerti dengan mata mas Astan, sudah jelas aku bukanlah gadis yang masuk kedalam kategori wanita cantik dan juga menarik tapi kenapa mas Astan berkata seolah aku benar-benar cantik dimatanya?.
Pasti sedang menjaga perasaan ku saja dia.
"Benar nih mas, kalau aku udah cantik? " Tanyaku lagi mengikuti langkah mas Astan menuju mobil yang disana pak umar sudah berdiri.
"Iya sayang benar, kamu ngk usah mikir ini itu"
Aku pun menurut saja, lagian kalaupun mereka berpikir aku tak pantas, siapa peduli, intinya saat ini aku bisa membahagiakan mas Astan sudah cukup.
"Pak hari ini saya saja yang bawa mobilnya, bapak jaga rumah saja" Mas Astan meraih kunci dari Pak umar.
"Alfa sapa kakek dulu,, alfa main dulu yah kek"
Pak umar tersenyum mengangguk dan mencium pipi alfa sekilas.
Pak umar sangat senang melihat alfa, tak jarang mereka bermain bersama saat. Astan Astan dan aku punya kesibukan masing-masing.
"Kami berangkat dulu yah Pak, permisi" Ucapku memasuki mobil setelah Pak umar mengangguk tersenyum.
Mas Astan melajukan mobil dengan pelan takut kalau alfa menangis karena takut.
Pernah sekali kami sedang berbelanja mas Astan tidak tau kalau alfa takut dengan kelajuan mobil yang mas Astan bawa hingga alfa menangis keras.
"Kita mau kemana mas? " Aku kepo.
Mas Astan tersenyum "sstt liat tuh alfa udah tidur, kamu liat aja sayang mas mau bawa kalian kemana"
Aku melirik kearah alfa dan benar saja ia sudah terlelap dalam tidurnya.
Cup,,,
Mas Astan mengecup bibirku cepat hingga aku kaget, hampir saja alfa terbangun.
Kenapa sih mas Astan suka sekali menciumku secara tiba-tiba? Padahal dia sedang menyetir loh,Untung saja tidak kecelakaan.
"Ihh mas, hati hati kalau sedang menyetir itu fokus nyetir aja mas jangan lain lain" Kesalku.
Mas Astan menepikan mobilnya tiba-tiba "yasudah mas menepi sebentar"
Cup,,,
Mas Astan menarik tengkuk ku lalu mencium bibirku dengan pelan namun terasa nikmat sekali.
Ia tak berhenti sampai disitu, ia juga menghisap bibirku dengan pelan dan seolah menuntunku.
Ia melepaskan ciuman kami dengan kecupan ringan disudut bibirku.
"Sudah dari tadi mas menahannya karena alfa belum tidur"
Ya ampun segitunya mas Astan,untung saja dia masih memikirkan kesehatan mata alfa.
"Ihh mas yah,untung alfa ngk bangun gara gara mas narik aku tadi"
Aku sebenarnya sedang malu sekarang namun aku berpura-pura kesal saja.
"Heheheh yasudah maaf deh, habisnya bibir kamu nikmat sayang" Mas Astan berbisik lalu kembali menyetir dengan pelan.
Aku memegang dadaku yang masih sama berdetak nya seperti dulu.
Kami berjalan memasuki mall dan mas Astan membawaku berbelanja pakaian untuk aku, alfa dan juga untuk dirinya sendiri.
Sudah banyak sekali menurutku tapi mas Astan tak mau berhenti sama sekali.
Ia tersenyum "umm ini cantik banget sayang, pasti imut untuk istri kecilku ini" Mas Astan.
Aku melirik kearah orang orang yang sedang berbelanja juga sama seperti kami, mereka terlihat sangat memperhatikan aku dengan mas Astan yang sedang menggendong alfa dan memegang semua perbelanjaan kami sekaligus.
"Ihh mas udah yah,udah banyak banget, mending kita makan aja sekarang, aku laper nih"
Lebih baik berbohong saja kalau tidak mas Astan tak akan ada habisnya membeli semua pakaian itu untuk ku dan alfa.
Mas Astan pun menurut"Baiklah kita makan sayang,alfa juga capek yah? Mau makan juga? "Tanya mas Astan tersenyum melihat alfa yang tertawa dan menunjuk beberapa ikon yang menarik menurutnya.
Aku masih merasakan tatapan bermacam-macam dari orang orang di sekitar kami, mulai dari tatapan cemburu, tidak suka hingga ada juga yang merasa terharu dengan ke uwuan kami bertiga.
Dari jauh aku melihat sosok familiar dari arah meja tempat kami ingin makan.
" Eh,, mas ken? "Ucapku berjalan menuju mas ken meninggalkan mas Astan dan alfa yang berjalan pelan itu.
" Ehh sayang jangan lari lari nanti jatuh"mas Astan berbicara seolah aku adalah anak anak yang ceroboh saja.
"Haii mina, sedang apa disini? " Mas ken tersenyum senang melihatku ada disini begitu juga dengan aku yang bersyukur bertemu dengan mas ken disini.
Aku tersenyum "Ah itu mas, aku bareng alfa danas Astan kesini, tuh mereka lagi jalan menuju kesini"
Mata mas ken menangkap mas Astan dan alfa yang berjalan kesini dengan belanjaan yang sangat banyak, mas Astan seperti papah tunggal saja dilihat dari jauh.
"Alfa? Anak kamu? " Heran mas ken.
Memang sejak hari dimana aku dilarikan dari rumah menuju rumah sakit aku tidak pernah lagi bertemu dan saling kabar kabarin dengan mas ken.
"Hehehehe iya mas,oh iya dia siapa mas? " Tanyaku bingung melihat seorang gadis berwajah cantik dan senyumnya ramah sekali.
Mas ken tersenyum lebih lebar lagi"dia calon istri mas, untung saja kita bertemu disini hari ini,mas mau kasih tau kalau kita bakal nikah lusa, kamu sama Astan dan alfa datang yah"mas ken.
Aku tersenyum mengangguk"mina kak"ucapku memperkenalkan diri.
Dia tersenyum juga"nama kakak adin dek, ini anak kamu yah? "Tanya kak adin mencoba meraih alfa.
Dan tanpa diduga alfa juga mau mau aja digendong dengan kak adin.
" Wahh tampan sekali yah"kak adin sungguh menyukai alfa terlihat dari matanya.
Mas Astan menatap sekilas kearah mas ken dan kemudian mereka berdua tersenyum tanpa sebab.
Kenapa sih dengan mereka berdua? Sudah baikan yah?.
"Sayang kita makan apa nih? Tadi katanya kamu lapar? " Mas Astan.
Ah aku sampai lupa dengan kebohongan ku tadi karena senangnya bertemu mas ken.
"Yasudah kita gabung saja dimeja ini" Mas ken.
"Setuju" Mas Astan.
Loh? Sejak kapan dia mau mau aja dekat dengan mas ken?.
Yasudahlah, syukur kalau mereka memang benar sudah berbaikan.
"Sayang sama mamah yah sini, nanti kamu ganggu tante adin pas lagi makan"
Kak adin menggeleng"Tidak apa apa dek, aku suka banget sama alfa, aku lagi diet jadi lanjut makan saja"ucapnya ramah.
Mas ken pun tersenyum melihat kak adin dan alfa terlihat sangat serasi.
"Nanti kita juga bakal buat kok sayang, lebih banyak dari ini" Mas ken dapat aku dengar ia juga menggoda kak adin.
Pertama kalinya aku melihat sisi mas ken yang ini.
Apa semua laki laki itu suka sekali yah menggoda pasangannya? Termasuk mas Astan suka kelewatan kalo lagi ngegoda( ͡°Ĺ̯ ͡° ).
Kak adin jadi sedikit malu malu karena ulah mas ken.
Dasar laki-laki suka sekali buat si perempuan merona.
//tersenyum//
🔷🔷🔷🔷
Huuu makin sayang sama kapel ini deh.
Minat❤Astan selamanya dah.
🔷🔷jangan lupa like komen yahh gaes🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku yah♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan🖤