Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
31.aku kenapa? (S2)


❄selamat membaca❄


Aku dengan cepat berangkat ke kantor hari ini. Aku malas melihat wajahnya pagi pagi sekali hingga aku berinisiatif untuk berangkat pagi sekali.


Akhir akhir ini aku sungguh tidak ingin melihat wajahnya itu. Setiap ia berbicara aku tak pernah menjawab dan malah memilih pergi begitu saja. Aku masih tidak habis pikir dengan kejadian waktu itu, bagaimana aku bisa melakukan hal bodoh itu hanya karena melihat bibirnya itu.


Padahal banyak gadis yang memiliki bibir lebih seksi dan merah ranum di sekitar ku. Memiliki kulit terawat dan juga tentunya pendidikan mereka lebih tinggi. Tapi kenapa? Kenapa harus gadis bodoh itu yang membuat aku lepas kendali hingga melakukan hal bodoh itu.


"Astan, bagaimana dengan proyek kita yang akan bekerjasama dengan AERI ENTERTAINMENT? " Aku dikagetkan oleh miska yang masuk begitu saja tanpa mengetuk sama sekali.


Aku langsung berdiri dan berjalan menuju sofa tempat kami biasa berdiskusi.


"Lakukan saja seperti kesepakatan kita Tempo lalu. " Ia mengangguk perlahan.


Kuperhatikan wajahnya yang sangat mulus itu. Bibirnya juga sangat merah namun, kenapa aku sama sekali tidak tertarik sih? Ayolah astan siapapun pasti akan memilih miska daripada gadis kampung itu. Kamu normal kan?.


"Hei! Kamu kenapa? " Tanya miska mendekat kearahku.


Aku menggeleng begitu saja saat ia sudah duduk disebelah ku. Kebiasaan miska memang selalu mencari kesempatan untuk menggodaku. Namun, belum juga apa-apa aku sudah tidak ingin berada disebelah nya. Berbeda sekali dengan gadis bodoh itu. Aku ingin lebih dan lebih dekat lagi dengan nya. Seperti saat ini kenapa aku sangat ingin membungkam bibir sialan itu.


"Akhh,,," Aku merasa pusing karena gadis bodoh itu terus-menerus memenuhi otakku.


"Kenapa sih astan?" Tanya miska meriksa dahiku namun dengan cepat ku tepis.


"Kamu keluar saja dulu, kalau ada apa-apa tinggal hubungi saya saja. Kita bicarakan melalui telepon. Saya kurang enak badan saat ini." Ia menurut dan berjalan menuju pintu keluar.


Aku duduk kembali dikursi kekuasaan ku itu membuka ponselku dan melihat lihat isi galeri tanpa sebab.


Tangan ku terhenti Men-scroll foto yang ada di ponselku itu. Dalam foto itu terlihat sekali gadis bodoh itu sangat menderita karena ulahku selama ini.


Wajahnya yang pucat dibawah hujan dan juga beberapa bekas luka mulai dari tangan, kaki dan juga sudut bibirnya. Kenapa ada manusia sekuat dia? Padahal ia seorang gadis bertubuh mungil dan ia bisa tahan dengan segala bentuk siksaan ku selama ini? Patut diacungi jempol rasa sabarnya itu.


"Aahh kenapa sih dengan ku? Kenapa malah bersimpati pada gadis bodoh itu. Ah seperti nya aku sudah mulai gila hanya karena gadis bodoh itu. Kita buktikan kamu pasti lebih memilih gadis bertubuh seksi dan kulit terawat dibanding gadis bodoh itu." Aku bangkit dari kursiku menuju mobilku.


Kujalankan mobil menuju bar yang ada diujung kota. Baru itu bukanlah bar biasa,tidak banyak bar yang buka 24 jam disini dan hanya bar itu saja yang menyewakan gadis berpendidikan tinggi dan tentunya ada pilihan untuk kita memilih yg masih bersegel atu yang sudah berkali-kali di order.


Aku juga tau semua informasi tentang bar ini karena salah satu rekanku terus saja mengajakku untuk kesini dengan alasan untuk melepaskan penat. Aku yang selama ini menolak entah setan apa yang memasukiku hingga kini aku benar-benar sudah berada di dalam dan memesan bir yang memiliki tingkat kadar alkohol yang tidak terlalu tinggi.


Aku meminum satu tegukan bir itu dan melihat sekeliling. Padahal ini belum siang sudah banyak saja pelanggan disini. Pasti mereka juga seorang pria berdasi dan berdompet tebal.


Suasana bar ini sungguh menunjukkan seperti suasana malam hari hingga membuat semua pelanggan seakan sedang melepaskan penat mereka. Tapi apa memang harus ditempat terbuka seperti ini, kalau ingin melakukan hal-hal seperti itu kan bisa menyewa kamar saja.


Disetiap sudut mulai dari sofa, meja dan bahkan lantai sudah ditempati oleh beberapa pasangan yang melakukan beberapa hal. Baik itu berciuman sambil memegang sana sini dan banyak hal lainnya.


Aku meneguk birku untuk yang kedua kalinya dan barulah seorang pria bertubuh gagah datang dengan seorang gadis dibelakang nya.


"Sesuai dengan kriteria yang tuan minta. Berpendidikan tinggi dan juga masih belum pernah dijamah sama sekali. Namun perlu tuan ketahui dia sudah menolak banyak pelanggan dan kali ini dengan cepat ia menjawab mau. Oleh karena itu harganya tidaklah murah," Ucapnya tersenyum.


Gadis sewaan itupun ikut berjalan dibelakang ku. Kenapa aku malah merasa canggung dengan gadis yang batuk kuluhat ini.


Aku membuka bajuku dan memasuki kamar mandi untuk menyegarkan tubuhku. Sungguh masih belum siang aku sudah merasa gersang.


Setelah selesai mandi aku langsung memakai jubah mandiku. Hari ini akan aku buktikan bahwa aku lebih tertarik dengan gadis bertubuh seksi dan berpendidikan tinggi.


Aku sudah memeriksa terlebih dahulu latar belakang gadis sewaan ku itu tadi. Tidak mungkin kan dengan mudahnya aku menyetujui transaksi tanpa memeriksa sendiri apakah semua yang pria itu katakan adalah kebenaran.


Aku keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju ranjang disana ia sudah terbaring dengan pose menggoda, baju yang ia pakai tadi kulihat sudah ada dilantai dan kini ia hanya menggunakan sebuah lingerie tipis berwarna putih cream hingga buah dadanya itu terlihat sangat jelas dihadapan ku. Dan juga area sensitif nya sedikit samar dalam pandangan ku.


Aku masih saja berdiri ditempat. Kenapa melihat nya seperti itu malah membuatku merasa ilfeel sih? Harusnya kan laki-laki seperti ku pasti akan tergoda dan langsung menerkamnya.


Aku malah merasa langsung tidak suka melihat gadis murahan ini. Padahal ia sudah memiliki pendidikan tinggi kenapa melakukan hal-hal seperti ini? Sia-sia sekali gelar pendidikan nya itu. Sedangkan gadis bodoh itu ia bahkan tidak lulus SMA. Ia bahkan selalu bersusah payah untuk menjaga dirinya dan saat kucium ia tak tinggal diam, ia memberontak dan bahkan tak Terima dengan perlakuan ku yang berstatus suaminya.


Aku menggeleng, kenapa malah membandingkan mereka sih? Ayolah astan kenapa kamu malah memilih gadis bodoh itu saat ada bunga yang lebih indah dihadapan mu.


Ia merasa heran dengan aku yang sejak tadi masih berdiri dan tak melakukan apapun. Hingga ia bangkit dengan gaya manja hingga apa yang ada dihadapan ku itu tak bisa diam.meloncat loncat seolah sedang menggodaku.


"Sayang,, kenapa diam saja? " Tanya nya menarik tanganku dengan pelan dan dengan cepat gadis itu sudah berada diatas tubuhku saat ini.


Aku hanya terdiam saja bahkan untuk melihat wajahnya saja aku tak suka. Ayolah astan kamu kenapa sih? Kamu normal kan? Kenapa kamu sungguh tak bereaksi saat benda kenyal itu sudah menempel didadamu dan gadis bodoh itu hanya mengenakan kemeja mu pikiranmu sudah travel kemana-mana.


Aku menggeleng mencoba menghilangkan kembali pikiran bodohku yang tak pernah lepas dari gadis bodoh itu.


Perlahan kurasakan tangan gadis bodoh itu membuka piyama pandiku dengan gerakan sensual mencoba menggodaku. Kenapa aku sungguh tidak suka dengan wajah ini?.


Ia mulai mendekatkan bibirnya kearahku dengan sesekali menggigit bibirnya seolah sedang menggodaku. Namun dengan cepat ku dorong ia menjauh dari ku.


"Cepat keluar dari ruangan ini sekarang! Saya sedang ada urusan." Kubenarkan kembali posisi jubah mandiku dan membelakangi nya.


Ia terlihat sangat kesal dan aku mendengar ia mulai berjalan keluar.


Aku merutuki kebodohanku yang bahkan tak bisa membuktikan bahwa aku lebih memilih gadis lain dibanding gadis bodoh itu.


"Tidak mungkin aku lebih tergoda dengan nya," Ucapku.


"Pasti karena aku sedang lelah saja." Aku memilih tidur saat itu juga.


Aku pasti sedang lelah saja. Aku yakin.


BERSAMBUNG...


waduhh astan kenapa yah? Kenapa malah memilih mina ketimbang gadis bohay itu.


Jangan lupa yah like, komen dan vote.