
Soundtrack//the sea-cover by: jaehyun-minhyuk-naeun//
Kecemburuan ku adalah tanda rasa sayang ku
-mina-
Aku dan alfa berbaring diatas kain yang melapisi pasir pantai itu.
Mas astan masih duduk saja dan mengelus kepala ku dengannya sayang sedang alfa melihat keatas langit tanpa berkedip.
Karena hari yang sudah sore jadi kami tak merasakan panasnya pantai.
Mas astan sudah mengajak untuk masuk ke hotel saja karena hari sudah mulai gelap saja.
Tapi aku menolak karena ingin melihat matahari terbenam kalau kata orang sih sunset.
Dan akhirnya mas astan pun mengalah saja menunggu aku melihat matahari terbenam.
"Sayang,, aku mau kelapa muda itu" Rengek ku pada mas astan.
Mas astan melirik sekilas tempat penjualan es kelapa muda yang pembelinya banyak sekali hingga sampai antri beberapa line.
"Yasudah mas pesan dulu yah, kamu sama alfa disini aja"
Aku menggeleng.
"Aku aja mas yang mesan pengen liat gimana mereka buatnya"
Mas astan awalnya menolak tapi dengan jurus imut nan mempesona milik ku aku berhasil membujuk mas astan.
"Yasudah kamu hati hati yah sayang,jangan kemana-mana setelah itu"
Duh mas astan ngomong gitu udah kayak nasehatin adek adek aja.
Aku tau kok setelah itu kembali ketempat mas astan.
Aku mengangguk dan menerima selembar uang dari mas astan.
Aku memesan kelapa muda dua set dan menunggu dikursi yang telah disediakan.
Aku menggeleng dengan pemandangan dihadapanku.
Banyak sekali orang yang memakai pakaian kurang bahan begitu ditempat ini.
Mulai dari dadanya yang terekspos keluar dan punggung yang bolong bolong.
Mending tidak usah pakai baju sekalian.
"Khem,,, "
Seseorang duduk dihadapanku sembari berdeham.
Aku melirik sekilas laki laki itu, dia tersenyum manis sekali.
Kulitnya tidak terlalu putih dan badannya tegap sekali padahal kalau aku lihat umurnya tidak terlalu tua dan mungkin hanya berjarak dua tahun diatasku.
"Nungguin kelapa muda juga? " Tanya nya.
Aku melihat sekeliling dan mencari orang yang sedang ia ajak bicara itu.
"Maksud kamu aku? " Tanya ku bingung.
Ia tersenyum mengangguk "iya,masa yang jual sih"
"Hmmm tapi lama banget" Ucapku lesu.
Dia tertawa sedikit lebar tidak tau apa yang lucu.
"Kalau kamu nunggu gitu kamu ngk bakal dapat giliran" Ucapnya membuatku bingung.
"Terus harus gimana? " Bingung ku.
Yah setauku setelah kita pesan kita tunggu lalu selesai.
Dia menarik tannganku tiba tiba hingga aku bahkan hampir tersungkur, untung saja ia dengan cepat menahan tubuhku kalau tidak aku mungkin sudah jatuh dihadapan halayak ramai ini.
"Hati hati" Ucapnya tersenyum.
Aku dengan cepat menarik tanganku dari genggaman nya.
Dia sedikit terkejut namun ia kembali tersenyum tak tau kenapa dia selalu tersenyum sejak tadi.
Apa karena ia sadar yah kalau dia itu sangat manis saat sedang tersenyum?.
"Yasudah ikut gua aja biar lu cepat dapet kelapa mudanya"
Ia berjalan dan langsung kuikuti dari belakang.
Ia mengibaskan tangannya memanggilku yang mengikutinya dari belakang.
Dan tibalah kami dipintu belakang penjualan itu.
"Lu mesan berapa? " Tanya nya cepat.
"Du,, dua" Ucapku terbata karena masih kaget.
Ia tersenyum lagi lalu memesan kelapa itu.
Aku berjalan membawa kelapa muda itu sendiri.
Namun ia masih mengikuti ku dari belakang "Ah itu makasih" Ucapku bingung dan langsung berjalan lagi.
Dia memegang tanganku tiba-tiba "Hei kenapa buru-buru sekali sih? Gua bantuin bawa kelapa nya boleh? "
Aku menatap heran kearahnya.
Kenapa dia baik sekali padaku? Aku tak mengenal dia begitu juga dengan dia tak mengenal aku.
Sejak tadi dia baik sekali mulai dari memesankan kelapa ini hingga dengan cepat aku dapatkan dan sekarang ingin membantuku membawa kelapa ini.
"Umm makasih duluan tapi beneran ngkpp" Ucapku hendak berjalan.
Ia mendekat kearahku hingga aku sedikit kaget dan berjalan mundur.
Ia menahan bahuku lalu mendekatkan wajahnya kearahku.
Menyentuh kepalaku tidak tau kenapa.
"Hei,,, apa yang kamu lakukan pada istriku? "
Mas astan tiba-tiba datang dengan alfa yang ada dalam gendongannya.
Laki laki itu kaget sekali dan langsung berdiri tegak menatap heran kearah mas astan dan aku.
"Mas,, kenapa datang? Aku mau balik padahal"
Mas astan melirik kesal kearahku lalu kembali menatap marah kearah laki-laki itu.
"Saya bertanya apa yang hendak kamu lakukan pada istriku?jangan macam macam yah"
Mas astan marah terlihat dari rahangnya yang mengeras itu.
"Mas mungkin salah faham, dia dari tadi udah bantuin aku mas" Belaku.
Mas astan menatap marah kearahku.
"Kamu tidak mengerti" Kesalnya.
Aku kaget sekali mendengar suaranya yang mulai lantang itu padaku.
Padahal aku benar-benar tidak merasa melakukan kesalahan, kenapa dia harus bentak bentak begitu?.
Aku berjalan pergi meninggalkan mas astan dengan laki-laki itu.
Aku kesal dengan mas astan yang seenaknya memarahiku padahal aku tidak melakukan apa apa.
Aku duduk diatas kain itu dan meminum kelapa muda itu dengan kasar.
Aku masih merasa kesal dan melempari beberapa kerikil kecil di dekatku.
"Aku tidak melakukan apa apa kenapa dia marah begitu? "
Aku masih meminum air kelapa itu hingga habis.
Aku meraih kelapa yang semula itu kubeli untuk mas astan saja tapi tidak jadi.
Lebih baik untuk diriku saja, kalau dia ingin dia beli saja sendiri untuk nya.
Aku sampai tersedak karena meminum air kelapa itu dengan emosi.
Sebuah tepukan dapat aku rasakan dipunggung ku.
Aku melirik sekilas ternyata itu adalah mas astan dengan alfa.
Aku menjauh sedikit dan membelakangi mas astan.
Dia pikir setelah membentak aku tadi aku akan dengan mudah luluh padanya?.
Tidak akan!!!!.
"Hei kamu kenapa?"
Masih saja bertanya? Memang kebiasaan kalau mas astan suka lupa sama kesalahannya sendiri.
"Kenapa kamu habiskan sendiri kelapanya tanpa menunggu mas? " Tanya mas astan.
Hah? Masih saja peduli tentang kelapa disaat seperti ini?.
Aku sedang ngambek padahal.
"Hei,, lihat kearah mas dulu" Mas astan menarik tanganku.
"Maafkan mas tadi sempat membentak mu sayang" Mas astan mendekat dan memeluk aku dari belakang.
Aku kalau sudah dibeginikan pasti luluh.
"Mas tadi ngk sadar udah bersuara keras sama kamu karena mas terlalu terburu rasa cemburu sayang"
Aku langsung berbalik heran.
"Mas cemburu karena apa? " Bingung ku.
Mas astan menarik bahuku agar menghadap kearahnya.
"Mas cemburu kalau kamu dekat dekat dengan laki-laki tadi, mas tau kalau kamu tidak ada niat lain dan bahkan tak akan memiliki niat seperti itu, tapi mas kesal liat dia begitu gigih ingin mendekatimu mulai dari memegang tanganmu, itu membuat mas marah"
Aku yang mendengar itu langsung berdebar lagi.
Mas astan sungguh sangat ahli membuat aku berdebar terus.
"Maafin aku mas kalau aku buat mas marah"
Padahal tadi aku sudah sempat marah sama kesal sama mas astan yang ternyata yg salah disini adalah aku.
"Mas cuma takut kehilangan kamu aja" Mas astan memeluk aku.
Mata kami langsung melihat sekilas matahari yang mulai terbenam itu.
Dan akhirnya aku bisa melihat sunset bersama kedua pangeran ku ini.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Duhhh cemburuan mulu sih lu pada wkwkwk
🔷🔷jangan lupa like dan komen yah say🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan❤