
❄Selamat membaca❄
Aku keluar dari kamar mandi lengkap dengan handuk yang melilit tubuh polos ku itu. Ku lihat minat sudah berpakaian rapi dan menungguku ditepi ranjang sembari memegang sepiring nasi goreng lengkap dengan air putih diatas nakas.
"Makan dulu mas. " Ia tersenyum kearahku. Bagaimana aku bisa makan sekarang padahal aku masih mengenakan handuk saja.
"Mas pakai baju dulu yah sayang, kamu tunggu dulu yah sebentar. Wajah kamu pucat banget sayang, pasti karena kecapean yah? " Khawatir ku saat melihat wajah lelahnya itu.
Ia menggeleng "Tidak kok mas, paling cuma capek dikit. " Ia menunggu aku selesai memakai celana dan membawa kemeja kearahnya itu.
Aku masukkan tangan kemeja itu dan duduk dihadapannya. "Mas makan saja biar aku yang kancingin bajunya. Aku takut alfa nakal mas kalau kita kelamaan jemput alfa, nanti ibu jadi repot. "
Aku jadi faham kenapa ia serepot ini padahal masih jam 09 lewat, ternyata ia takut alfa akan menyusahkan ibu ani disana.
Aku pun mulai menyendok satu sendok nasi goreng buatannya yang sangat lama kurindukan itu, seperti biasa. Rasanya sangat luar biasa hingga membuat aku ketagihan dengan masakan nya itu.
"Aaa sayang, biar mas suapin. " Aku mengarahkan satya sendok nasi goreng itu padanya dan dengan cepat ia Terima lalu tersenyum. Kami sudah seperti pasangan ABG yang sedang kasmaran saja.
"Aku udah makan loh mas tadi, maaf yah mas aku ngk nungguin mas soalnya mas lama sih, aku kan khawatir alfa ngerepotin ibu disana. " Aku mengangguk tersenyum kearahnya.
"Kan kamu tau sendiri mas harus lemesin sidede yang dibawah dulu dikamar mandi tadi, makanya mas lama sayang. " Aku tersenyum smirk hingga ia langsung tersedak karena mendengar itu.
"Minum dulu sayang. " Kuberikan air putih padanya.
"Ihh mas yah, suka ngk bener kalo ngomong. " Ia terlihat sedikit merona.
Aku hanya tersenyum saja menanggapi itu. Masih saja malu padahal sudah sering kami lakukan berkali-kali.
"Yaudah yuk berangkat sayang. Mas sudah kenyang nih. " Aku bangkit begitu juga dengan mina yang sudah selesai membereskan semuanya.
Kami berjalan menuju mobil, saat sampai disana aku sedikit heran saat melihat mina berjalan kearah kursi kemudi. Apa dia akan menyetir yah? Dia pandai memangnya?.
"Ayo mas, alfa pasti udah nungguin kita dari tadi." Ia membuka pelan pintu mobil arah kursi kemudi itu.
"Kamu yang bawa yah sayang? "Aku masuk ke kursi penumpang yang ada disamping nya.
Ia tersenyum dengan bangga kearahku. Aku sendiri tidak percaya dengan ini, bagaimana bisa mina yang tak tau apa-apa tentang mobil kini sudah bisa menyetir sendiri.
"Aku udah janji kalau mas balik mau nyupirin kemana aja mas mau."ia juga mendekat kearahku lalu memasangkan seatbelt ku layaknya yang kulakukan selama ini padanya. Aku benar-benar kaget dan bangga dengan perubahan mina ini. Ia benar-benar sudah sangat dewasa kini.
"Istriku sudah banyak berubah yah."aku mengusap rambut nya dengan pelan dan ia tersenyum mendengar itu.
"Setelah pak umar pergi, aku sangat kerepotan mas harus mesan taxi kesana kemari. Jadi aku minta bantuan kak adin untuk mengajariku hingga bisa seperti sekarang." Ia bercerita sembari menjalankan mobil hingga meninggalkan pekarangan rumah kami menuju rumah alga.
Aku kembali merasa bersalah setelah mendengar itu, ia bisa menjadi seperti ini karena dipaksa akan keadaan dan akulah yang bersalah disini, ia selama ini sibuk mencari ku sedang aku hanya diam saja didesa.
"Mas bangga punya istri sehebat kamu sayang."kucoba untuk menahan air mataku karena rasa bersalah yang tak kunjung hilang.
"Oh iya mas, setelah menjemput alfa nanti mas bisa kan bawa aku kerumah orang yang merawat mas."ia tiba-tiba bertanya seperti itu.
Aku langsung merasa bodoh dengan diriku yang lupa akan niatku untuk memperkenalkan mina pada mereka. Untung saja mina mengatakan itu hingga aku bisa mengingat nya.
"Iya sayang, sekalian kamu bantu mas bujuk ibu dan bapak itu agar mau tinggal dengan kita."
Seperti yang ku katakan sebelumnya kalau aku sudah menganggap mereka seperti orang tuaku sendiri, aku sangat berharap mereka mau menyanggupi permintaan ku untuk ikut aku ke kota dan menjadi keluarga disini.
"Iya mas aku bantu."ia tersenyum senang. Mina juga sangat menginginkan anggota keluarga baru agar rumah terasa ramai.
Setelah sampai didepan rumah alga kami memarkirkan mobil itu dan turun menuju alfa dan ibu yang sedang duduk diatas balai tepat didepan rumah.
"Alfa sayang, mamah sama papah datang nih." Aku dan mina langsung menyalami ibu lalu ikut duduk diatas balai.
Alfa yang sedang makan pun langsung menghambur kedalam pelukan ku sembari berkata"Indu papah."aku langsung tersenyum membalas pelukan nya.
Setelah itu ia juga menyuapiku nasi yang saat ini ia santap itu. Sedang sejak tadi mina mencoba memanggilnya ia tak hiraukan sama sekali karena asyik menyuapi ku makan.
"Mamah sama nenek ngk dipanggil nih bang? Masa cuma papah doang sih yang dibagiin."mina berpura-pura cemberut.
"Ihh mamah ana oleh itu, ini usus uat papah." Aku tertawa mendengar itu.
"Ooh gitu yah bang, setelah papah pulang abang lupa sama mamah."mina lagi-lagi mengajak alfa untuk beradu argumen tapi alfa memilih mengabaikan nya lalu menyuapi ku lagi, sebenarnya aku sudah kenyang tapi demi kesenangan alfa aku bisa memaksakan nya lagi.
"Oh iya buk, mbak sita dan mas alga kemana? "Mina bertanya kepada ibu, mungkin karena tak melihat alga sejak tadi.
"Mereka kerumah nak sita nak,sekalian nanti mau chek-up." Aku hanya diam memperhatikan alfa yang masih sibuk memakan nasinya itu. Sangat mandiri sekali dia.
"Alfa nakal ngk buk? "Mina sangat Takut alfa merepotkan ibu apalagi ini pertama kali nya alfa tidak tidur dirumah.
" Alfa ngk nakal kan sayang?alfa sangat baik dan penurut karena kamu mendidiknya dengan benar nak."ibu menggeleng lalu mengusap pelan surai hitam mina.
"Aku bangga sekali buk mempunyai istri seperti dirinya."aku tersenyum melihat kearah mina yang sudah merona pipinya itu.
" Afa uga angga unya mamah ayak mamah."alfa mendekat kearah mina dan memeluknya erat.
"Mamah juga bangga punya abang."aku tersenyum melihat itu. Karena aku lebihh bangga punya mereka berdua dalam hidupku ini.
"Oh iya buk, kami pamit dulu yah soalnya masih ada yg harus kami urus."dan langsung dibalas Anggukan oleh ibu.
"Salam nenek dulu bang."mina dan langsung dituruti oleh alfa. Bangga banget karena melihat alfa begitu penurut.
Mobil telah melaju meninggalkan pekarangan rumah alga, kali ini aku yang menyetir mobil karena aku takut mina akan merasa lelah apalagi tujuan kami kali ini sangatlah jauh. Dari kota ke desa butuh beberapa jam agar sampai.
"Ita au emana mah?"alfa heran saat melihat kearah luar jendela dan ia merasa asing dengan pemandangan itu.
"Kita mau jumpa sama nenek sayang."mina tersenyum hingga aku yang menyetir itu langsung bendebar.
"Nenek ana mah? Nenek ani yah?atau nenek ampung mamah."alfa terlihat sangat ingin tahu. Aku tersenyum melihat mereka berdua yang bercengkrama itu.
"Bukan bang, alfa punya nenek baru lagi sayang."
Alfa langsung bersorak gembira karena tau ia akan memiliki nenek baru, selama ini ia hanya tau memiliki ibu ani sebagai neneknya yang masih hidup karena orang tua ku dan orang tua mina sudah tiada kini.
"Kalau capek kalian tidur aja sayang,perjalanan kita masih jauh sekali."
"Aku belum ngantuk mas, lagian aku mau nemenin mas nyetir aja deh. Masih kangen."aku tersenyum mendengar itu.
Aku sangat bersyukur karena diberikan istri seperti nya.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.