Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
115.Hatinya lembut (S2)


❄Selamat membaca❄


     Sudah hampir beberapa jam kami melakukan perjalanan tapi masih belum sampai juga. Aku memang masih ingat betul dengan jalan menuju rumah bapak dan ibu di desa, syukur lah kami menaiki kendaraan pribadi sehingga bisa dipercepat tanpa harus berhenti seperti saat aku sedang naik kendaraan umum seperti saat itu hingga pagi barulah aku sampai dirumah.


Ku lihat mina sudah mulai mengantuk, aku sudah menyuruh nya berkali-kali untuk tidur karena perjalanan masih lumayan jauh.


"Kamu tidur aja sayang, nanti mas bangunin las udah sampe. Pasti kamu lelah yah? "Dengan cepat ia menggelengkan kepala nya dengan ucapanku itu.


"Gimana kalau aku gantiin mas nyetir? Mas pasti capek kan dari tadi nyetir mulu."


Aku menggeleng tersenyum "Selagi liat wajah cantik istriku, mas tak akan pernah lelah sayang. " Aku tersenyum dan ia langsung menunduk malu.


"Issey masnya suka kali gombal-gombal gitu,dikira aku seneng yah digituin. " Tapi ia merona saat aku melakukan itu, itu tandanya ia suka dan tersipu karena ulahku.


Aku tersenyum lagi melihat kearahnya"Mas ngk gombal sayang, beneran kalau liat wajah kamu mas jadi semangat lagi, apalagi kalau dikasih plus-plus gitu heheheh. "Aku memang sengaja mengatakan itu untuk membuat ia kesal karena godaan ku. Saat melihat ia kesal wajahnya terlihat sangat imut.


" Tuh kan, ihh mending aku tidur aja deh, masnya suka aneh-aneh. "Ia berpura-pura tidur dan aku hanya tertawa ringan saja melihat ia sangat lucu dihadapan ku itu.


Kami bersenda gurau saat diperjalanan menuju rumah bapak dan ibu namun kami masih sadar bahwa saat ini alfa sedang tidur.


Setelah sampai didepan rumah ibu dan bapak aku langsung memberhentikan mobil memasuki gerbang yang terbuat dari batu itu. Aku membuka mobil dengan perlahan dan membukakan pintu untuk mina juga.


"Alfa gimana mas? Apa kita biarin aja dulu tidur disini? "Ia bertanya setelah turun dari mobil.


Aku langsung menyetujui itu, alfa kalau terganggu tidurnya suka nangis dari kecil dia udah gitu, jadi takut ngerepotin nantinya mendingan alfa tidur di dalam mobil saja.


Kami berjalan pelan menuju pintu rumah yang terbuka seperti biasanya walaupun mungkin saat ini ibu dan bapak sedang dibelakang rumah mengerjakan sesuatu.


Aku melihat sekeliling, tempat itu masih sama saat aku tinggalkan beberapa hari yang lalu, dipenuhi dengan tanaman herbal dan juga gentong air yang sering kugunakan untuk mencuci wajah itu masih ditempat nya. Membuat ku mengingat masa-masa itu. Selama dua tahun aku sudah lama tinggal disini ternyata.


"Ini tempat mas duduk setiap merindukan kalian sayang. Mas akan menatap langit dari sini." Ku tunjuk sebuah batu besar yang berada di dekat gerbang. Aku memang sering duduk disana sembari menatap langit dan mengingat bagaimana kenangan ku dengan mina dulu.


"Ini tempat mas membersihkan wajah mas dengan air sejuk ini."aku tersenyum mengingat itu. Aku ternyata hebat yah seperti yang Bapak katakan. Aku berhasil melewati masa-masa sulit itu dan kini bertemu dengan mina juga alfa anakku.


Ia dengan cepat menghapus air matanya takut akan ku lihat padahal saat ia bersembunyi pun aku tau persis bagaimana ia bersikap hanya dengan melihat pancaran matanya.


Aku dan mina mendekat kearah pintu saat ku lihat ibu keluar dengan wajah terkejut ia langsung berjalan kearah ku juga dan langsung memeluk ku layaknya ia sedang bertemu dengan anaknya yang sudah lama tidak pulang.


"Pak,, nak astan datang nih."ibu memanggil bapak dan bapak langsung datang dengan wajah berseri tersenyum kalau melihat aku datang dengan mina.


"Ini pasti nak mina kan? " Tanya ibu dan mina langsung tersenyum mengangguk dengan wajah memerah menahan tangis. Aku sudah menebak nya, pasti mina akan bereaksi seperti ini, ia sangat bersyukur bisa bertemu dengan ibu juga bapak.


Ia bahkan tak sampai disitu, ia langsung bersimpuh dibawah kaki bapak dan ibu sembari menangis dengan rasa syukur.


"Terima kasih buk,, pak,, Terima kasih sudah menolong mas astan hiks,, " Aku sampai terkejut dengan nya. Kukira ia hanya akan menangis karena rasa syukur itu tapi nyatanya ia bahkan bersimpuh karena berterima kasih sekali.


Ibu yang melihat itu merasa tidak enak dan berjongkok dihadapan mina dan memegang bahunya sembari menuntun untuk ikut berdiri"Hei, jangan begini nak."


"Terima kasih buk hiks,, Terima kasih sudah membantu mas astan selama ini." Sudah sifat mina seperti ini. Kalau ia menangis maka tubuhnya akan melemah dan tadi ia bahkan sempat hampir jatuh untung saja aku dengan sigap mendekap tubuhnya dari belakang hingga ia bisa berdiri dengan stabil lagi.


"Kamu tidak perlu melakukan hal tadi nakal,ibu jadi merasa tidak enak karena nya. " Ibu tersenyum mengelus rambut mina dan mina langsung menangis lagi karena terharu.


Sudah ku katakan, mina itu adalah gadis berhati kapas. Sangat mudah tersentuh dan saat ia tersentuh juga terharu ia akan langsung mengeluarkan air mata tanda syukur nya.


"Aku tidak tahu bagaimana nasib kami kalau ibu dan bapak tidak menemukan mas Astan saat itu hiks,, aku berterima kasih sekali buk, pak hiks,  " Ia hampir saja terjatuh lagi karena terus saja menangis sejak tadi.


Bagaimana aku tidak mencintai nya terlalu dalam. Ia begitu baik hati, selalu menghormati orang yang berbuat baik padanya walaupun hal terkecil sekalipun. Ia akan langsung memasukkan orang itu kedalam kamus kata keluarga dalam hatinya. Saat ia masih sekolah dulu ken yang selalu menolong nya dari olok-olok an anak lain dan sampai kini ia masih saja berhubungan baik dengan ken dan menganggap ken sudah seperti abang nya sendiri begitu juga dengan alga yang sempat mengajarkan beberapa hal padanya sudah ia anggap sebagai abangnya sendiri. Aku suka dengan sikap nya yang sangat respect itu.


Aku tak tau lagi bagaimana mengekspresikan rasa syukur ku karena berhasil memiliki hati yang lembut itu, hatiku yang awalnya sekeras batu perlahan ia lunakkan dengan sikap nya itu. Aku sendiri tidak tau kenapa aku bisa luluh dengan sendirinya hingga kini kami sudah bersama. Mengingat semua perlakuan ku dahulu tetap saja rasa bersalah itu masih jelas dalam dadaku. Sampai kini aku masih dipenuhi rasa bersalah karena pernah memperlakukan ia secara tidak wajar.


Aku harus berubah lebih baik lagi.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.