
Soundtrack//someone like you-chen baek Xi(cbx)//
Terima kasih sudah memberikan aku rasa aman dan nyaman ini.
-mina-
Aku masih berada di dalam kamar mandi membersihkan bajuku yang terkena air jus itu.
Namun sesaat kemudian ada yang masuk dan menyenggol bahuku sedikit keras.
Mataku menatap kearah orang itu dan dia ternyata wanita yang menatap tidak suka kearahku sejak kedatangan ku dengan mas astan.
Dan dia juga lah yg menanyakan perihal pendidikan ku.
Apa sebenarnya masalahnya?kenapa dia terlihat sangat membenciku?.
Aku hanya diam saja takau mempermasalahkan itu, aku sungguh tak ingin menambah musuh.
"Duhhh,,,padahal ngk ada bagus bagusnya gua liat,kenapa yah si astan sampe mau sama dia"
Sengaja mungkin ia mengatakan itu tepat disebelah ku.
Menilai diriku dengan sarkastik seperti itu.
Aku hanya diam tak mau meladeni seseorang yang hanya bisa menghardik orang lain.
"Khem,, gua yakin pendidikan nya psti cuma tamatan SD hahahaha, mana buluk banget lagi orang kampung pastinya ups"
Apa sebenarnya masalah dia?dia bukan lagi seorang gadis labil yang menyindir seseorang dengan gaya kuno seperti itu.
"Khem,, melet dari dukun mana mbak? Kok bisa dapetin astan? "Tiba tiba ia benar-benar bertanya kepadaku.
Hah? Melet?.
" Rasanya tidak mungkin astan sampai mau sama mbak kalau mbak tidak melakukan apapun termasuk pelet dan susuk"
Aku menatap kearahnya dengan tersenyum miring merasa lucu dengan ucapannya.
"Pengalaman yah mbak? " Tanyaku mengejek.
"Setidaknya orang yang mbak katain tamatan SD dan orang kampung ini nyatanya adalah orang yang bersanding disamping mas astan,intinya siapa yang menang walaupun mbak merasa cantik, pendidikan mbak tinggi sampai ke langit nyatanya mbak tetap tidak bisa mendapatkan mas astan, aku tidak tau apa masalah mbak Dengan ku, tapi yang jelas aku kasih tau mbak bahwa laki-laki anti dengan orang yang seperti mbak"
Ia kesal dengan ucapanku lalu memilih untuk pergi.
Aku langsung terduduk lemas karena sebenarnya aku sedang memaksakan diri untuk menjadi kuat dan berbicara seperti tadi.
Kenapa banyak sekali orang orang hebat disisi mas astan?.
Apa aku benar-benar pantas berada disamping mas astan?.
Aku berjalan menuju ruangan itu dengan kaki yang sedikit gemetar, sungguh mendebarkan lagi jika harus berhadapan dengan mereka lagi.
Namun saat aku masih ingin membuka knop pintu aku mendengar mereka masih saja menanyakan perihal pendidikan ku.
Sejak tadi? Apa mas astan masih belum mau memberitahu mereka bahwa aku hanya lulusan SMP dan pernah SMA tapi tidak sempat lulus.
Aku meremas rok yang aku kenakan dengan gemetar tak sanggup lagi membuka pintu itu.
Aku semakin merasa sakit hati karena mas astan saja tak ingin menyebutkan pendidikan ku pasti karena malu memiliki istri yang hanya lulusan SMP seperti ku.
Aku sadar dengan itu.
Bagaimana mungkin mas astan tidak malu, ia seorang CEO, seorang yang disegani banyak pihak.
"Ayolah astan,, kenapa kamu malah tersenyum saat kami benar-benar penasaran dengan pendidikan istrimu itu?kami hanya ingin tau kenapa dia bisa mendapatkan laki-laki seperti kamu yang bahkan tak pernah melirik seorang gadis" Ucap seseorang lagi mendesak mas astan untuk bercerita.
"Baiklah kalau kalian memang ingin tau,Istriku adalah lulusan SMP"
Mereka semua terdengar syok dengan ungkapan mas astan.
Aku semakin gemetar diluar ini tak sanggup lagi untuk masuk.
Aku malu sekali, tak tau lagi harus bagaimana.
"Seorang laki-laki hebat seperti mu memilih seorang gadis lulusan SMP untuk kamu jadikan istri?berhentilah bercanda astan"Ucap seseorang lagi dengan nada sedikit mengejek.
Pasti mas astan sungguh malu saat ini.
Aku melirik sekilas dari pintu yang sedikit terbuka itu ingin melihat wajah mas astan saat sedang malu memiliki istri macam diriku ini.
Tapi aku malah menangkap wajah tersenyum mas astan.
Kenapa ia malah tersenyum bahagia seperti itu saat orang orang mengejek nya karena memiliki istri seperti aku ini?.
" Dia memang hanya lulusan SMP tidak seperti kita yang bahkan sudah sampai kejenjang tinggi dalam dunia pendidikan,tapi aku bangga memiliki istri seperti dia,dia melengkapi apa yang tidak ku punya,menjadikan aku lebih berharga dan dia adalah istri hebat, rela melakukan apa saja demi aku dan anak kami"
Mas Astan tersenyum saat mengatakan itu dihadapan mereka semua.
Aku tadi sempat berpikir mas astan akan malu memiliki seorang istri seperti ku ini.
Tapi ternyata aku yang salah tak percaya dengan cinta nya mas astan padaku yang benar-benar tulus itu.
"Aku memang memiliki pendidikan tinggi namun setiap berada di dekatnya aku malah seperti orang bodoh hahaha dia berusaha mendidik anak kami dengan benar dan baik, aku bangga memilikinya"
Mas astan sungguh suami yang baik dan mencintai ku dengan tulus.
Aku selama ini selalu mencoba menjadi istri yang baik dan penurut untuk mas astan.
Tapi tetap saja tak akan sebanding dengan ketulusan mas astan padaku.
Mereka yang awalnya tadi merasa tidak percaya dengan ucapan mas astan pun hanya bisa mengangguk mengerti.
"Aneh yah kalau si tuan kutub berbicara tentang perasaan hahahah" Ucap seseorang berusaha mencairkan suasana.
Mas astan dan yang lainnya tertawa menanggapi itu.
Aku menghapus air mataku dan mencoba merapikan riasanku lalu masuk kedalam ruangan itu berpura-pura tak tau apa yang sudah mereka bicarakan.
Mas astan tersenyum kearahku dan begitu juga dengan yang lainnya.
Setelah kejujuran mas astan itu mereka sungguh berubah menurutku, cara pandang mereka juga semakin bersahabat dengan ku.
Hingga kami selesai dalam acara reuni itu.
Aku hanya dia di dalam mobil dan mas astan fokus menyetir saja.
Alfa sudah sangat nyenyak dalam pangkuan ku.
Jantung ku masih saja sama berdebar nya dengan yang tadi.
Ucapan mas astan selalu terngiang dalam benakku,aku sungguh merasa sangat bersyukur karena itu.
Mas astan membuatku merasa sangat nyaman dan aman disegala keadaan.
Sebenarnya akulah yang salah karena sempat takut mas astan akan malu padahal diawal saja mas astan sudah mengatakan kalau aku adalah istri terhebat baginya.
Setelah selesai dalam membersihkan diri kami masing-masing dan alfa juga sudah nyenyak dalam keranjang bayinya aku dan mas astan oun segera tidur menuju ranjang.
Mas astan memeluk tubuhku dengan erat.
"Kamu capek yah sayang?" Tanya mas astan mengelus pucuk kepalaku dengan sayang.
Aku menggeleng dengan tersenyum "Aku sangat senang sekali hari ini mas" Aku mengeratkan pelukanku dipinggang mas astan.
Mas astan tersenyum "Benarkah? Syukurlah kalau begitu, mas sampai takut kamu tidak merasa senang hari ini"
Aku menggeleng "aku senang sekali mas"
"Terimakasih mas" Aku mencium pipi mas astan dengan lembut.
Mas astan terlihat heran dengan ucapan dan ciuman ku itu.
"Terima kasih sudah memperkenalkan aku dengan bangga dihadapan teman teman mas"
Aku sungguh merasa sangat berterima kasih kepada mas astan.
Mas astan tersenyum dengan ucapanku itu.
"Kenapa tidak? Sebab istri Hebat seperti mu hanya ada satu di dunia dan aku harus dengan bangga menunjukkan itu pada semua orang" Mas astan memeluk tubuhku semakin erat.
Aku mendekatkan wajahmu kearah mas astan begitu juga dengan mas astan.
Bibir kami menyatu dengan lembut.
Aku merasakan rasa cinta mas astan yang sungguh besar padaku.
Dan aku bersyukur dengan itu.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Duhhhh mau dong satu yang kayak astan.
Tapi sulit tuh dapet yang gitu.
🔷🔷jangan lupa like dan komen yah 🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan 🖤