Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
38.beneran gila#2(S2)


❄selamat membaca❄


   Saat aku bergerak pelan aku merasakan sesuatu yang menempel di tubuhku. Bukan guling karena ini terlalu terasa hidup.


Mataku perlahan terbuka dan saat kubuka hal pertama yang kulihat adalah wajah gadis bodoh itu yang sangat dekat dengan wajahku dan apa yang sedang terjadi saat ini? Kenapa aku memeluknya? Wahh pasti dia dengan lancang nya datang ke kasur ku tadi malam dan bertingkah seolah akulah yang menariknya.


Aku langsung bergerak pelan dan menendang tubuhnya agar menjauh dari tubuh dan tempat tidur ku. Berani sekali dia. Cih.


Ia terdengar meringis menahan sakit akibat tendangan ku tadi. Siapa suruh bersikap lancang?.


"Kenapa kamu bisa tidur diranjang saya? Wahh berani beraninya kamu bersikap lancang begitu? " Kesalku dengan khas marah.


Ia terlihat tidak Terima dengan ucapanku itu. Memang tak ia ucapkan namun dari wajahnya terlihat sekali kalau ia tidak menerimanya.


"Belum lagi tadi apa yang kamu lakukan?kamu memeluk saya yah? Wahh semakin lancang saja yah kamu? " Ahh sebenarnya sih tadi aku yang memeluknya tapi kalau bukan karena ia yang lancang membaiki kasur ku aku tak akan memeluknya.


"Kali ini saya biarkan karena saya tak mau memulai pagi saya dengan hal hal menjengkelkan seperti ini, cepat siapkan air untuk saya mandi,"ucapku mencoba untuk tidak emosi dipagi buta begini. Bisa-bisa beneran hancur moodku untuk selanjutnya.


"Ada apa dengan nya, setelah mengambil kesempatan memelukku saat tidur ia mendiami ku? "


Sejak tadi ia hanya diam saat aku berbicara dan bahkan mengajukan pertanyaan. Ada apa dengan nya sebenarnya?. Bertingkah seolah ia adalah korban padahal ia yang melakukan kesempatan saat aku tidur.


"Air sudah saya siapkan tuan." Ia keluar dari kamar mandi dan dengan cepat aku berjalan melewati nya dengan wajah kesal. Dia pikir dia siapa? Sudah kubiarkan ia kali ini kenapa malah bertingkah seolah ialah korban.


Aku menutup pintu kamar mandi dengan keras dan langsung mengguyur tubuhku dengan air itu. Menikmati segarnya air yang menerpa kulitku.


Namun, tiba-tiba aku mengingat sesuatu yang aku sendiri tidak tau ingatan apa itu sebenarnya?.


Kenapa aku merasakan kalau aku sedang bermimpi tadi malam. Tapi terasa sangat nyata. Aku merasakan dekapan seseorang.


"Ha?" Aku dengan cepat menutup mulutku tidak percaya dengan ingatan yang tiba-tiba datang itu.


"Tidak mungkin kan? "Aku menyangkal dengan keras ingatan itu. Karena sungguh bukan gayaku sama sekali.


" Untuk apa aku menariknya ketempat tidur? "Elakku semakin tidak percaya dengan apa yang kuingat itu.


Cup,


Tiba-tiba ingatan selanjutnya datang lagi. Adegan dimana aku dan mina berciuman satu sama lain dan gadis bodoh itu juga membalasnya.


Tidak mungkin sekali. Pasti itu hanya sebuah kebohongan.


Dan lagi lagi aku diingatkan dengan rekan adegan dimana aku menghisap leher gadis gila itu dengan buas hingga ia mendesah tak karuan. Juga menyisakan beberapa tanda merah di lehernya.


" Ingatan macam apa itu?sepertinya aku sedang bermimpi, tidak mungkin aku menarik gadis bodoh itu untuk tidur disamping ku,sudah gila kalau memang betul. "Aku menggeleng dengan cepat dan buru-buru menyelesaikan mandiku.


Aku dengan perlahan keluar dari kamar mandi hanya dengan handuk yang melilit tubuh bagian bawah ku saja. Melihat sekeliling dengan perlahan.


Aku bernafas lega karena tak ada gadis bodoh itu disana, dasar gila kamu astan kenapa bertingkah seolah kamu memang melakukan hal bodoh itu semalam. Kalau bukan kamu lakukan kenapa malah was was begitu.


Setelah selesai memakai pakaian lengkap aku menuju kaca berukuran manusia itu untuk melihat penampilan ku.


Namun, aku malah melihat pantulan diriku dan gadis bodoh itu tengah berciuman nikmat di kaca. Saling menutup mata dan akhh,, kenapa dengan ku.


" Kenapa sih dengan ku? "Kesalahan lagi. Masih pagi tapi sudah seperti orang gila saja.


" Aaah, "teriak ku saat menyadari ada gadis bodoh itu tepat dibelakang ku berdiri.


" Makanan sudah saya siapkan tuan."ia tersenyum kearahku.


Ada apa dengan ku sih? Kenapa aku hanya fokus pada area bibirnya itu? Sangat merah dan menantang sekali. Apa benar aku dan ia melakukan ciuman tadi malam. Dan ia membalas?.


"Tuan,, kenapa dengan tuan? " Ia mendekat untuk melihat kondisiku hingga mataku tak sengaja menangkap beberapa bercak tanda merah dileher gadis bodoh itu.


Astaga! Ternyata aku memang melakukan itu padanya tadi malam. Apa aku benar-benar sudah tidak waras yah?.


Aku sungguh kaget saat melihat banyak sekali tanda merah disana. Kalau kuhitung mungkin ada tujuh. Karena kebiasaan gadis bodoh itu yang mengikat rambut hingga semakin terlihat jelas saja sekeliling lehernya penuh dengan kissmark yang kuberikan tadi malam.


Kenapa bisa sebanyak itu sih? Akhh kurang ajar sekali kamu astan. Dan juga kenapa ia memamerkan itu padaku. Pasti sengaja kan?.


"Tuan kenapa? Tuan sakit? " Aku tak tahu harus berkata apa lagi dengan kelakuan kurang ajarku ini.


Bagaimana bisa aku yang berpendidikan tinggi ini melakukan hal-hal kotor seperti ini pada seorang gadis SMA yang tidak tau apa-apa.


"Tuan? " Tanya gadis bodoh itu menyentuh bahuku hingga aku terlonjak kaget.


"Apa maksud mu memamerkan lehermu begitu?"aku kesal dengan diriku tapi melampiaskan nya pada gadis bodoh ini.


"Maaf tuan,, saya memang suka mengikat rambut saya begini." Benar juga yah? Kenapa aku malah membuat nya terlihat jelas.


"Apa tuan merasa tidak suka melihat tanda warna merah dileher saya? Maaf tuan, saya juga bingung sekali kenapa tiba-tiba saya memiliki tanda ini, saya tidak punya alergi dan untuk nyamuk tidak mungkin ini bekas gigitan nyamuk,jadi saya sampai sekarang masih belum tau penyebab nya."


Jawaban darinya sungguh membuat ku heran. Sepolos itu dia hingga tidak tau sama sekali?.


"Jadi dia tidak tau yah kalau bekas itu adalah perbuatan ku? Untung juga yah gadis ini berotak kayu," Batinku merasa lega.


"Lepaskan ikatan rambutmu itu, membuat tidak nyaman saja melihatnya." Benar-benar mengganggu sekali apalagi jika aku sendiri yang melakukan itu.


"Baik tuan,, maaf sudah membuat tidak nyaman."bodoh sekali sih, padahal akulah yang seharusnya meminta maaf bukan dia.


"Tuan baik baik saja kan?semalaman tuan merasa cemas dan pagi ini juga tuan terlihat sangat tidak bersemangat."ia tiba-tiba menanyakan itu? Apa ia tau dan berpura-pura tidak tau tadi?.


"Apa maksud mu bertanya begitu?"kesal ku merasa tersinggung dengan pertanyaan nya itu.


"Maaf tuan saya tidak bermaksud lain,makanan sudah saya siapkan tuan."


"Makan saja sendiri dengan tempatnya, " Ucapku dengan ketus dan mengambil tas kerjaku kemudian pergi meninggalkan nya begitu saja.


Dengan kesal aku berangkat ke kantor merutuki kebodohan ku yang semakin menjadi-jadi itu.


BERSAMBUNG...


Jangan lupa like, komen, dan votenya.