Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
mas alga pergi


...Soundtrack//dark cloud-younha//...


...Aku tak tau apakah jantung ku masih bisa berdetak....


...Aku biarkan tubuhku terbang bersama angin seolah olah seluruh kesedihan ku hilang...


...-mina-...


Sudah dari jam 05 tadi aku berusaha membangunkan mas Astan hingga sekarang jam 06 bahkan hampir jam 7 tapi mas Astan belum juga mau bangun.


Terus nanti kalau tiba-tiba ia telat masuk kantor yang disalahin pasti aku.


"Tuan,, bangun tuan," Panggil ku dari tadi dengan kata yang berulang-ulang kalau dihitung sudah sampai berbusa mulutku ini.


"Tuan,, nanti tuan terlambat masuk kantor," Ucapku pelan.


Ada apa dengan mas Astan?aku sangat yakin kalau mas Astan pasti mendengar panggilan ku tapi ia berpura-pura tidak mau mendengarkan nya.


Baiklah mas,sepertinya sedari tadi panggilan ku kau anggap sebagai lagu Nina Bobo yah?kita lihat apakah ini masih bisa kau anggap lagu Nina Bobo.


"Aaaa kecoa,, kecoa,, tuan ada kecoa dibaju tuan," Teriakku.


Dan mas Astan langsung bangkit berdiri dan berlari ke arahku"Dimana? Dimana? Cepat ambil bodoh,"teriak mas Astan didepan wajahku dengan wajah khawatir nya.


Takut kecoa rupanya? Hahahah gayanya sok keren sangat padahal takut sama kecoa hahahah.


Aku tersenyum melihat mas Astan yang seperti adik kecil berlari menghampiri kakaknya untuk meminta tolong diambilin kecoa dari bajunya.


Mas Astan masih terlihat panik hingga memegang tanganku "kenapa diam saja, kamu tak mau mendengar kata saya?ambil segera kecoa hina itu dari baju saya," Perintah mas Astan.


Aku mengangguk "baik,, tuan,, baik." Aku tersenyum tertahan melihat wajah mas Astan sangat lucu begitu.


Aku bersikap seolah memang ada kecoa dibajunya dan seolah menggenggam kecoa itu.


"Bagaimana tuan? Apa tuan ingin melihat kecoa dalam tangan saya ini? " Tanyaku.


"Kamu bodoh? Untuk apa saya melihat hewan hina itu?segera buang," Perintah mas Astan dan aku mengangguk lalu berjalan menuju luar.


Aku tak hentinya tertawa di luar,bagaimana bisa orang yang sepintar mas Astan sangat mudah dikelabuhi?.


Sering mengataiku bodoh tapi tak sadar dia juga telah dibodohi oleh orang bodoh dan berhasil, pertanyaan nya siapa yang lebih bodoh?.


Perutku sangat sakit karena menahan tawa dari tadi, sekarang saja aku masih tidak bisa tertawa dengan leluasa.


"Kenapa kamu?" Tanya mas Astan tiba tiba wajahnya menyembul keluar pintu.


Mendengar suara itu aku buru buru berhenti tertawa dan melakukan beberapa gerakan seolah olah aku sedang senam.


"Kamu pikir saya bodoh?" Tanya mas Astan berjalan kearahku.


Aku langsung merinding melihat wajah mas Astan yang tak terlihat bersahabat itu.


"Eumm tidak tuan,saya memang sedang berolah raga," Ucapku masih terus terusan melakukan peregangan.


Mas Astan berjalan semakin dekat dengan ku hingga aku mundur secara perlahan lahan walau masih terus diikuti mas Astan.


"Kamu sudah hebat yah sekarang?sudah merasa pintar setelah berusaha membodohi saya?" Tanya mas Astan terus maju kearahku.


Apa yang mas Astan katakan barusan?apa mas Astan tau kalau sebenarnya tidak ada kecoa?.


"Baru dibiarkan sebentar saja sudah merasa puas,kamu pikir saya akan sebodoh itu benar benar tertipu dengan scenario kecil bodohmu itu?tertawa yah? Menertawakan saya?" Tanya mas Astan masih terus maju dan maju.


"Tidak,, tuan saya tidak pernah menertawakan tuan, sungguh!!saya memang sedang berolahraga sedikit tadi," Ucapku takut takut dan terus maju menghindari mas Astan.


Tuk...


Punggung ku sudah tak bisa lagi untuk mundur.


Aku mencoba lagi untuk mundur tapi sudah tak ada ruang untuk ku bergerak Karena mas Astan sudah mengunci tubuhku dengan kedua lengan kekarnya di dinding.


Aku menunduk takut,aku memang bodoh seperti yang mas Astan katakan, mencari gara gara dan menimbulkan masalah baru.


"Bagaimana?merasa bangga tidak setelah beranggapan bisa membodohi saya?" Tanya mas Astan tepat dihadapan wajahku.


Aku menggeleng"Maaf tuan, bukan maksud saya membodohi tuan, saya hanya ingin tuan bangun, karena sudah hampir satu jam saya mencoba membangunkan tuan, tapi tuan tidak kunjung bangun juga,"ucapku menundukan Kepala ku.


Mas Astan tertawa mendengar suara bergetarku "Ohh jadi kamu merasa kesal yah karena saya tak kunjung bangun? Jadi kamu ingin membodohi saya saking kesalnya," Tebak mas Astan lagi lagi menyudutkan ku.


Bagaimana ini?mas Astan tak akan menyerah secepat ini, ia pasti tak akan secepatnya bisa puas mengintimidasi ku apalagi setelah aku berusaha membodohi nya.


Memang mas Astan sangat cerdas sekali.


" Sudahlah,, saya malas bermain seperti anak kecil begini."mas Astan melepaskan kurungan nya dan berjalan masuk.


Ada apa dengan mas Astan? Kenapa tiba tiba menyerah begitu?.


Syukurlah syukur, harusnya kamu senang mina tak perlu pedulikan alasan yang penting adalah kamu selamat dari mas Astan.


14.35pm.


Aku sedari tadi melihat mas Alga sudah duduk di pos security.


"Mini!!!" Mas Astan lagi lagi memanggilku.


Apa lagi sekarang?sejak siang tadi mas Astan tak hentinya menyuruhku ini itu.


Mulai dari aku disuruh untuk mengatur ulang rak buku di perpustakaan nya, setelah itu ia menyuruhku mengatur keposisi awal lagi.


Tidak hanya itu ia juga menyuruhku memgatur lemari hias dan kembali mengatur keposisi awal lagi.


Sangat banyak hal hal yang mas Astan ingin aku lakukan dan ujung ujungnya ia tetap menginginkan posisi semula.


Aku tak tau kapan mas Astan akan membiarkan aku istirahat agar aku bisa menemui mas alga.


"Ada apa tuan? " Tanyaku lagi untuk kesekian kalinya.


Dia pikir hanya dia yg lelah, aku juga lelah melihat kejahatan seseorang.


"Baiklah tuan," Ucapku resah.


Bagaimana ini? Sudah sore dan aku tak kunjung datang kesana, pasti mas alga sudah sangat kecewa kepadaku.


Aku masih memijit mas Astan "Keraskan bodoh," Perintah mas Astan.


Aku mengeraskan sekeras mungkin untuk sekalian melampiaskan rasa kesal ku kepada mas Astan.


"Akhhh,, lepas lepas," Teriak mas Astan melihat murka kearahku.


Aku pun langsung menghentikan gerakan memijatku.


"Kamu ingin membunuh saya?kenapa sangat keras sekali? Kalau tulang saya patah bagaimana?" Tanya mas Astan murka.


Tadi yang menyuruhku untuk mengeraskan siapa?mas Astan sendiri kan, apa sih masalah mas Astan?.


"Maaf tuan," Ucapku menunduk.


"Sudahlah,saya lelah mau istirahat saja," Ucapnya tiba tiba.


"Benarkah tuan?tuan memang harus istirahat mumpung tuan sedang libur hari ini, kalau begitu saya permisi sebentar yah tuan," Ucapku langsung berlari menuju pos security yg sudah ada mas alga disana.


Aku melihat mas Alga tersenyum melihat kedatangan ku,lihatlah dia sudah jelas aku tau dia menunggu sangat lama, dia masih bisa tersenyum begitu.


"Maaf mas, aku masih harus mengerjakan sesuatu tadi," Jelasku merasa bersalah kepada mas alga.


Mas Alga tersenyum sambil mengelus kepala ku.


Aku tersenyum mendapat perlakuan kasih sayang nya itu, sangat cocok sebagai seorang kakak.


"Dasar gadis bodoh, kenapa dia tersenyum seperti itu kepada laki laki lain dan terhadapku sangat kikuk," Gumam Astan pelan.


Ternyata sedari tadi Astan menatap dari jendela.


Ia merasa kesal tanpa alasan melihat kedekatan mina dengan Alga anak satpam rumahnya.


"Tak apa mas juga baru sampai," Ucap mas Alga.


Sudah jelas sekali ia berbohong agar aku tak merasa bersalah,padahal aku tau sejak siang tadi ia menungguku disini.


Sungguh pria tangguh.


"Sebenarnya mas sudah sangat kepepet sekarang,dan sebentar lagi pesawat mas akan berangkat,jadi mas tak punya banyak waktu," Ucap mas Alga tiba tiba.


Ini gara garaku yang tak cepat menghampiri mas Alga.


"Jadi mas harap kamu baik baik disini,jangan lupa belajar yah,mas harap kamu sukses,sukses tak harus sekolah, buktikan lah ungkapan itu," Ucap mas Alga sambil tersenyum.


Mas Alga benar benar akan pergi? Kenapa ada rasa tak rela dalam diriku yah?.


"Ini hadiah yang mas janjikan,semoga kamu suka," Ucap mas Alga memberikan sebuah kotak kearahku.


Aku meraih kotak itu dengan ragu.


"Mas harap kamu menjadi gadis kuat dan jangan mudah menyerah, kalau begitu mas pergi yah," Ucap mas Alga hendak pergi.


"Tunggu mas,, aku juga ada sesuatu untuk mas,aku tak punya uang dan juga barang berharga yang bisa aku berikan, jadi terimalah ini," Ucapku meletakkan surat itu ditangan mas Alga.


Mas alga tiba-tiba memelukku dengan erat"Kenapa rasanya berat sekali meninggalkan mu."tiba tiba saja mas Alga berbicara seperti itu.


Aku hanya diam dalam pelukan hangat layaknya seorang kakak dari mas Alga.


"Cih,,, lihatlah gadis ja*lang itu,murahan sekali mau dipeluk peluk oleh laki laki lain yang jelas bukan siapa-siapa baginya," Kesal Astan dari dalam rumah.


Seperginya mas Alga aku duduk sebentar dan membuka kotak pemberian mas Alga.


Mataku membelalak kaget melihat isi dari kotak itu.


Mas Alga sangat manis dan cocok disebut pria sejati, ia tau apa hal hal yang dibutuhkan seorang gadis.


Mataku sangat bersinar saat melihat boneka berwarna pink dihadapan ku ini.


Semoga mas Alga bisa melakukan apa yang telah aku tulis di dalam surat itu.


Biarlah pertemuan singkat kami ini menjadi sebuah kenangan berharga.


Aku memeluk boneka berukuran lumayan kecil itu dan memejamkan mata merasakan kenyamanan nya.


Terima kasih sudah pernah menjadi teman untuk gadis hina seperti ku.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Aaa mas alga udah pergi wan kawan😭


Ngk tau sih apa masih ada alga disini apa hanya cukup sampai disini.


Sebenarnya aku suka banget sana sosok alga,baik dan juga tangguh.


Pikir pikir dulu ah apa aku buat peran alga enough until this part or next.


Semoga kalian menikmati bacaan nya😍


🔷🔷jangan lupa vote and komen yah gaes 🔷🔷


♦♦jangan lupa follow author juga♦♦


Laffyouall buanyak buanyak ❤