
❄selamat membaca❄
Aku membuka mata dan melirik kesamping. Saat ini mina sedang terlelap tidur dipelukanku dengan wajah Damai. Apakah aku masih bisa melihat wajah damai nanti?.
Air mataku mengalir deras mengingat berapa berbahayanya kondisi mina saat ini. Perlahan kucium keningnya dan mencoba bangkit dengan pelan agar ia tidak terbangun.
Aku mulai memasak bubur yang biasanya dimakan mina. Bubur hambar yang aku tau ia tak menyukai nya Tapi ini untuk kebaikan kondisi nya yang mulai melemah itu.
Dokter menyarankan agar ia hanya boleh memakan bubur hambar juga kacang-kacangan untuk menambah stamina tubuhnya.
Urusan memasak sudah selesai sekarang giliran menyiapkan air hangat untuk mina mandi.
Aku berjalan pelan menuju tempat tidur disana mina masih saja terlelap. Akupun duduk disamping tempat tidur dan mulai aksi membangunkan ku.
Kucium pipinya perlahan namun tak ada pergerakan sama sekali darinya. Akupun beralih mencium matanya, ia sedikit terganggu Tapi masih belum bangun juga. Aku tersenyum kemudian beralih mencium pipi juga bibirnya hingga ia perlahan membuka mata. Ciuman dibibir memang sangat berpengaruh yah.
"Iihh mas ngapain?"ia mencoba bangkit dengan susah payah namun dengan cepat ku bantu ia bangkit.
Aku tertawa pelan"Menurut istri kecilku ini ngapain yah?"
Ia pun sedikit mendecih pura-pura kesal"Ihhh tukang goda banget sih mas,ngapain sih tadi sampe sampe tidur aku keganggu."
Akupun langsung mendekat kearahnya lalu menyambar bibirnya dengan satu kecupan.
"Morning kiss sayang."aku tersenyum pelan.
"Yaudahh sekarang kita mandi dulu yah, abis itu sarapan."mina mengangguk dan langsung ku gendong ia menuju kamar mandi.
Sampai di dalam kamar mandi langsung ku telentang kan ia sebentar dilantai dan mulai membuka satu persatu pakaian nya yang ia sendiri hanya diam saja.
Setelah seluruh pakaian nya sudah terbuka aku langsung mengangkat tubuhnya ke bath up yang sudah kuisi dengan air hangat itu agar ia tak merasa kedinginan.
Aku memakaikan ia pakaian yang sudah kusiapkan tadi sehabis memandikan nya. Ku lihat ia sejak tadi tersenyum getir tengah menahan tangisannya. Aku sungguh tak ingin ia terus-menerus menangis seperti ini.
Setelah selesai memakaikan ia pakaian aku pun mengangkat bajunya keatas sedikit lalu mengecup pelan perut buncit nya itu. Berharap anakku yg ada didalam sana dapat merasakan kalau aku selalu menyayangi nya bagaimana pun itu. Aku berharap ia akan kuat sekuat ibunya.
"Morning kiss sayang nya papah sama mamah,kamu sehat yah disana jangan nakal apalagi buat mamah kesakitan,ngk boleh gitu kita sama sama jaga mamah yah." Aku bertingkah seolah sedang berinteraksi dengan anak ku.
"Kamu juga pasti pengen liat wajah cantik mamah kan sayang?mamah juga gitu jadi kamu bakal janji kan ngk nakal?kalo kamu nurut nanti papah beliin semua mainan kesukaan kamu deh."aku menahan air mataku saat mengatakan itu. Aku sangat Ingin menggendong anak ku dan tersenyum disamping istriku.
"Apa? Kamu bilang iya?wahh anak baik mau nurut apa kata papah, jadi makin sayang." Aku mencium perut mina berkali-kali hingga ia merasa kegelian.
"Udah dong mas nyium nya geli aku."
Aku pun bangkit dan duduk disamping nya"Yaudah biar ngk geli kita ciuman aja yah?mas pengen."
"Iih mas yah,padahal tadi aja udah main nyium bibir aku udah pengen lagi? "
"Itukan morning kiss,singkat pula lagi cuma nempel bentaran doang,ngk ada basah basah nya."
"Ihh mas ngomong apa sih?anak kita bisa dengar loh dari sini."aku tersenyum saat mina begitu khawatir kalau buah hati kami mendengar ucapanku itu.
"Aku udah bilangin sama anak kita kalau dia ngk boleh nakal, jadi sekarang dia mungkin lagi tidur sayang jadi ngk bakal denger hehehehe ayo dong sayang kita ciuman, aku pengen banget ihh,kamu ngk kasian liat aku udah puasa berbulan bulan dan sekarang buat dapet jatah ciuman pun enggak dikasih huuu jahat banget sih."aku bertingkah manja padanya seolah seorang anak yang merengek padanya.
Padahal tiap malam aku selalu mendapat jatah ciuman darinya dan juga ia tak pernah melarang ku bermain dengan dua gundukan nya itu. Akunya saja yang selalu beralasan begitu agar bisa menciumnya dengan puas.
"Duhh pura pura lupa yah mas? Terus yang nyium bibir aku sampe bengkak gini semalam terus yang buat putus tali beha aku siapa?ooh itu bukan mas yah?" Mina terlihat kesal dan melirik ku dengan curiga.
Dan pelakunya adalah aku sendiri,mina sih suka sekali memakai bra yang pakai kancing dibelakang padahal aku sudah membelikan ia yang memiliki kancing di depan agar akau mudah bermain disana.
"Alesan aja pura pura ngk tau, padahal dia sendiri."
"Heheheheh iya deh aku ngaku sayang, soalnya susah banget ngebuka nya jadi terpaksa deh aku tarik jadi putus gitu hehehe, kalo bisa kamu ngk usah pake beha deh hahahah biar mas dengan mudah minum susu kamu hahahaha." Aku tertawa setelah mengatakan itu.
Jujur, aku lebih suka ia tidak usah memakai bra karena akan lebih seksi saat ia sedang berjalan lalu gundukan itu bergerak tak mau diam. Ahhh membayangkan nya saja membuatku tak tahan.
"Ngomong gitu lagi aku pukul kamu mas,heran kenapa mulutnya gitu kali."
Langsung kukecup bibirnya yg terlihat kesal itu hingga ia langsung ambyar.
"Iya iya mas ngk ngomong gitu lagi deh,mas cuma suka aja ngegoda kamu sayang,kita udah suami istri tapi kamu masih aja malu setiap mas bahas gituan jadi mas makin gencar deh ngegoda nya."
Ku dekatkan tubuh kami dan langsung melu*mat bibirnya itu dengan pelan dan meresapi nya dengan nikmat.
Ia yang awalnya hanya diam saja membiarkan aku bermain sendiri dibibirnya itu mulai mengalungkan tangannya di leherku dan ikut membalas sesekali ciuman ku itu.
Aku sangat kecanduan dengan bibir nya ini. Sangat lembut dan kenyal beberapa kali pun kumisan dan ku kul*um tak ada puasnya aku.
Ia memejamkan mata saat aku mulai menggerakkan lidahku didalam mulutnya dan sesekali menghisap nya seolah itu adalah lolipop.
Dan seketika aku harus terpaksa menyudahi ciuman kami karena perut mina sudah keroncongan hingga mengeluarkan suara.
"Maaf yah sayang, mas sampai lupa kamu belum makan pagi."
"Ngkpp kok mas."
Langsung ku angkat tubuhnya itu menuruni anak tangga lalu mulai menyuapi nya bubur yang sudah menjadi makanan wajibnya itu.
"Mas tau ini tidak seenak makanan lainnya, tapi ini demi kebaikan kamu dan anak kita sayang jadi mas harap kamu mau memakannya."satu suapan kuberikan padanya.
Ia tersenyum kearahku "Setiap membayangkan wajah anak kita aku menjadi menyukai makanan ini mas,mas tidak perlu khawatir aku tak akan egois untuk tidak mau memakannya hanya karena tidak enak."
Mina memang wanita hebat dan kuat. Aku sangat bersyukur bisa memiliki nya.
Elusan Kudarat kan rambutnya itu. Merasa bangga dengan keteguhan nya itu.
"Mas aku mau ngomong sesuatu sama mas."
Aku pun mengangguk tersenyum menunggu apa yang akan ia katakan itu.
Ia terlihat berpikir keras dan menarik nafas berkali-kali. Apa yang yang ingin ia katakan itu sampai gugup begitu.
"Aku cinta sama mas."ia tersenyum janggal. Apa hanya perasaan ku saja yah ia sedang menyembunyikan sesuatu dariku.
"Mas kira apa?tanpa kamu bilang juga mas tau dan mas juga cinta sama kamu sayang."ku kecup kening nya.
Dan aku kembali menyuapi nya hingga bubur hambar itu pun habis.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa yah like, komen dan vote❤