Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
bekas tanda merah


...Soundtrack//the road to me-joy(red velvet) //...


...Mengapa kamu mebuatku merasa aneh dengan diriku sendiri?...


...-mina-...


     Aku dengan cepat menyiapkan air untuk mas Astan mandi.


"Apa-apaan dia?dia yg menarik tubuhku hingga terbaring ditempat tidur dan saat bangun ia malah menuduhku bersikap lancang kepadanya?kenapa aku merasa kesal sih? "Aku mematikan mesin air dengan keras.


Membersihkan kaca sebelum mas Astan mandi, bahkan setitik air pun tak boleh ada dikaca saat ia masuk kedalam kamar mandi.


Tunggu!!


Apa yang terjadi dengan leherku?kenapa memerah begini?


Dan anehnya tidak hanya satu loh, ada beberapa disekeliling leherku.


Apa nyamuk yah yang gigit?ngk mungkin banget mas Astan kan udah masang Anti-nyamuk elektrik nya dikamar.


Jadi leherku kenapa sih?.


Apa alergi yah?tapi seingatku aku ngk pernah punya alergi apapun itu.


Yaudahlah tidak penting,nanti juga hilang sendiri.


" Air sudah saya siapkan tuan,"ucapku keluar dari kamar mandi.


Mas Astan langsung masuk kedalam kamar mandi melewati ku dengan wajah kesalnya.


Kenapa sih dia? Harusnya kan yang kesal itu aku bukan dia.


"Bodoamat lah," Ucapku tanpa sadar.


Entah kenapa akhir akhir ini aku sangat mudah kesal kepada mas Astan,biasanya aku akan sabar bagaimana pun ia bertingkah tapi akhir akhir ini aku sangat mudah terbawa perasaan kadang suka kesel dan kadang malah rindu ngk jelas.


Aku menyiapkan setelan jas untuk mas Astan kenakan ke kantor nanti.


Astan pun mandi dengan santai sambil mengangkat kepala menerima tumpahan air yang jatuh tepat diwajahnya.


Namun tiba tiba ingatan semalam berputar putar dikepalanya.


Ia ingat Dyva datang kedalam mimpinya dan berkata kalau ia kecewa kepada astan karena telah berubah menjadi jahat.


Lalu Dyva tiba tiba menghilang dan setelah itu yang astan rasakan adalah hangatnya dekapan seseorang.


"Ha? " Astan menutup mulutnya saat ingat sesuatu.


"Tidak mungkin kan? "Merasa kalau ingatannya salah.


" Untuk apa aku menariknya ketempat tidur? "Elak astan.


Cup,,


Namun astan malah di ingatkan lagi rekaman adegan adegan dimana ia mencium Mina lagi.


" Akhh,, mas Astan sakit, "teriak mina saat astan mencium dan menghisap lehernya.


Dan ia malah dikagetkan kalau ia juga menciumi leher mina.


" Ingatan macam apa itu?sepertinya aku sedang bermimpi, tidak mungkin aku menarik gadis bodoh itu untuk tidur disamping ku,sudah gila kalau memang betul."Astan secepatnya menyelesaikan acara mandinya.


Astan keluar dari kamar mandi dengan mengenakan handuk saja dan melihat sekeliling.


Astan menghela nafas lega karena tak ada Mina disana.


Setelah mengenakan jas-nya astan menghadap kaca untuk melihat penampilannya.


Namun ia malah melihat pantulan dirinya yang tengah berciuman nikmat dengan Mina.


Astan mengucek matanya berkali kali dan masih saja melihat adegan yang sama.


" Kenapa sih dengan ku? "Astan memalingkan wajah.


" Ahhh."Astan sedikit kaget melihat Mina sudah berdiri dihadapannya.


"Makanan sudah saya siapkan tuan," Ucap Mina tersenyum.


Astan langsung melihat kearah bibir Mina yang merah merekah itu.


"Ada apa dengan ku? Kenapa fokus ku hanya ke area bibirnya saja? " Astan membatin.


"Tuan,, kenapa dengan tuan? " Tanya Mina sedikit mendekatkan tubuhnya untuk memperjelas wajah Astan yang terlihat memerah itu.


Mata Astan pun tanpa sengaja melihat kearah leher Mina.


Ia kaget kenapa banyak sekali tanda kemerahan disana?kalau astan hitung sebanyak 7 tanda,dan begitu mencolok sekali karena Mina memiliki kebiasaan mengikat rambutnya.


"Kenapa bisa sebanyak itu?dan gadis bodoh ini sengaja yah memamerkannya kepadaku? Kenapa tadi ia tak membela diri saja saat aku tuduh? " Astan membatin bingung.


"Tuan kenapa? Tuan sakit yah? " Tanya ku dengan heran karena melihat wajah mas Astan memerah dan raut wajahnya juga terlihat kebingungan.


Mas Astan masih belum bergerak ataupun menanggapi pertanyaan ku.


Ada apa sih dengan mas Astan? Suka sekali bersikap aneh dan membuat bingung.


"Apa maksud mu memamerkan lehermu begitu?" Kesal mas Astan.


Apa lagi sih? Apa mas Astan merasa jijik dengan tanda merah dileherku?aku juga tidak mau ini ada disini.


"Maaf tuan,, saya memang suka mengikat rambut saya begini," Belaku.


"Apa tuan merasa tidak suka melihat tanda warna merah dileher saya? Maaf tuan, saya juga bingung sekali kenapa tiba-tiba saya memiliki tanda ini, saya tidak punya alergi dan untuk nyamuk tidak mungkin ini bekas gigitan nyamuk,jadi saya sampai sekarang masih belum tau penyebab nya," Jelasku.


Jadi dia tidak tau yah kalau bekas itu adalah perbuatan ku? Untung juga yah gadis ini berotak kayu


"Lepaskan ikatan rambutmu itu, membuat tidak nyaman saja melihatnya," Ucap mas Astan.


"Baik tuan,, maaf sudah membuat tidak nyaman," Ucapku langsung melepaskan ikatan rambutku itu.


"Tuan baik baik saja kan?semalaman tuan merasa cemas dan pagi ini juga tuan terlihat sangat tidak bersemangat," Tanyaku mencoba memperhatikan mas Astan.


Dia malah menatap tak suka kearah ku.


"Apa maksud mu bertanya begitu?" Tanya mas Astan.


Apa yang apa? Aku tak mengerti apa sebenarnya yang. Membuat mas Astan begitu aneh pagi ini.


"Maaf tuan saya tidak bermaksud lain,makanan sudah saya siapkan tuan," Ucapku pelan.


"Makan saja sendiri dengan tempatnya," Ucap mas Astan keluar dari kamar membawa tas kerjanya.


Dia kenapa sih? Seperti bocah saja.


Kalau tidak mau makan yasudah tidak perlu berkata begitu juga.


"Membuat kesal saja." Aku pun kembali mengabaikan mas Astan.


Aku masih memiliki banyak sekali pekerjaan, tak ada waktu untuk memikirkan bagaimana mas Astan bisa berubah ubah dalam waktu singkat.


Baju mas Astan juga kenapa banyak sekali sih yang kotor? Perasaan semalam juga banyak.


Jangan bilang mas Astan memasukkan baju bersih kedalam keranjang baju kotor.


Suka sekali sih membuatku kesusahan.


Setelah semua pekerjaan rumah sudah selesai aku kerjakan aku memilih keluar kehalaman depan untuk menemui mas Alga.


"Mas Alga,, " Panggil ku sembari duduk di bangku dihadapan mas Alga.


"Bagaimana?coklatnya sudah dimakan?enak tidak? " Tanya mas Alga tersenyum.


Oh iya yah, semalam kan masAalga memberikan coklat kepadaku.


Tapi lagi lagi aku mengingat mas Astan yang sangat tega menghancurkan coklat itu, dia pikir mendapatkan itu sangat mudah?


Seenaknya saja menyia-nyiakan makanan enak itu.


Dasar manusia tanpa hati!!


"Mina!! Kamu dengar tidak? " Tanya mas Alga membuyarkan lamunan ku.


"Eh,, iya mas enak," Jawabku asal.


Tak mungkin aku akan mengadukan mas Astan kepada mas Alga, bagaimana kalau mas Alga tersinggung makanan yang ia berikan malah dibuang begitu.


"Syukurlah kalau begitu,"Ucap mas Alga tersenyum.


Kami pun akhirnya melanjutkan proses pembelajaran kami.


Aku memperhatikan bagaimana cara cara yang mas Alga ajarkan.


Lagi lagi yang ku ingat adalah sosok mas Astan yang sedang duduk dihadapanku sembari menjelaskan materi dengan bibir yang tersungging tersenyum.


Aku juga membalas tersenyum hingga beberapa saat aku tersadar saat ini yang sedang mengajariku adalah mas Alga bukan mas Astan.


Aku menghela nafas berat.


Kenapa dengan diriku, merasa rindu tanpa sebab.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Astan astan tertampar fakta kan lu😇


Sadar napa bang, yang nafsuan itu elu tapi malah nuduh mina yang enggak enggak.


🔷🔷jangan lupa vote and komen yah tayang tayang 🔷🔷


♦♦jangan lupa follow author yah♦♦


Laffyouall buanyak buanyakk ❤