Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
alfa jaya ramatha


...Soundtrack//best luck-chen(ost it's okay thats love) //...


...Bagaimana aku akan membalas rasa bersyukur ini?...


...-mina-...


     Astan masih saja menangis dilantai bersimpuh seakan memohon agar Mina dikembalikan.


Ia tak hentinya menangis seperti seorang anak yang kehilangan ibunya.


"Hiks,,, beri aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik untuknya."


"Mas,, "


Astan samar samar dapat mendengar suara lembut Mina memanggilnya.


"Hiks,,, baru beberapa saat saja Mas sudah berhalusinasi kamu memanggil Mas."


Astan semakin menangis hebat saja.


"Mas,, kenapa nangis begitu sih?"


Astan dapat merasakan sentuhan di bahunya saat ini dan diiringi dengan suara Mina yang terdengar sedikit lemah itu.


Astan dengan cepat berbalik dan jantungnya berdetak tak beraturan bak sedang maraton saja karena melihat sosok Mina dengan pakaian rumah sakit sedang duduk di kursi roda sembari tersenyum ke arahnya.


Awalnya Astan tak bereaksi apa apa karena masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat itu namun dengan sigap Astan merengkuh Mina kedalam pelukannya.


"Hiks,,, kamu jahat sayang, kamu buat Mas takut."


Astan seperti anak kecil saat ini menangis kesal karena Mina sudah berhasil membuat dia merasa takut dan merasa sangat takut.


Suster yang membawa kursi roda Mina tadi saja sampai tersenyum merasa lucu melihat laki laki dewasa seperti Astan menangis seperti seorang anak kecil yang ketakutan.


"Maafin aku Mas,,, hiks,, aku juga takut."


Mina juga malah ikut menangis dalam pelukan Astan.


Astan masih tak mau melepaskan pelukannya ia takut saat ia lepas Mina akan pergi, ia masih berpikir ini adalah ilusinya.


"Maaf pak,, saudari Mina masih sedikit lemah jadi perlu dibaringkan dulu." Suster.


Astan yang mendengar itu pun langsung melepaskan pelukannya "Maaf sayang, Mas hanya takut kamu pergi lagi."


Astan pun mengangkat tubuh lemah Mina keatas ranjang dan mencium pelan kening Mina.


"Sejak kapan kamu bangun sayang? Kenapaas tidak dikabari? "


Astan duduk disamping Mina dan memegang erat tangan Mina.


Mina tersenyum lemah dengan bibir yang masih sedikit pucat.


"Aku sudah bangun mulai dari pagi tadi Mas, tapi aku masih belum sepenuhnya sadar tadi jadi pihak dokter masih melakukan pemeriksaan dan setelah sepenuhnya sadar kami telpon Mas eh malah mati belum sempat pihak dokter bilang kalau aku sudah sadar terus ditelpon lagi malah ngk di angkat Mas."


Astan merutuki bodohnya ia telah berpikir seperti itu.


"Jadi aku minta diantar bentar Mas liat putra kita eh pas belum sampai kesana kami dengar teriakan dari kamar aku ini dan ternyata Mas sudah disini sembari menangis keras seperti tadi, Mas kenapa? "


Astan merasa malu sekali dengan pikiran bodohnya itu.


Mungkin ini adalah karma sering mengatai Mina itu bodoh, dan ternyata Astan lebih bodoh.


"Mas takut kamu ngk bangun lagi."


Astan memegang erat tangan Mina dengan air mata bahagia karena bersyukur masih bisa melihat Mina membuka mata dan berbicara dengan dirinya.


Mina menghapus air mata Astan dengan lemah"Aku juga takut Mas,, aku takut tidak bisa melihat wajah Mas lagi hiks,, "Mina memegang wajah Astan dan menghapus lagi air mata Astan.


Begitu juga dengan Astan, ia juga memegang wajah Mina dan menghapus air matanya.


" Terima kasih sayang,, Terima kasih sudah berjuang untuk kembali lagi."Astan memeluk Mina dengan erat.


Mina menepuk pelan punggung Astan yang menangis dalam pelukannya.


Ia sungguh bersyukur diberi kesempatan untuk selamat dan kembali melihat wajah suaminya itu.


Ia tak tau bagaimana cara mengekspresikan rasa syukurnya itu.


Sungguh ia tak pernah merasakan rasa bersyukur sebesar ini.


"Makasih juga Mas tanpa henti merawat dan juga menemani ku disini, aku bangun karena mas."


Dahi Astan mengerut tak mengerti dengan Ucapan Mina itu.


"Aku memang koma mas tapi aku bisa mendengar dengan jelas setiap kali mas sholat dan berdoa disini, memohon keselamatan ku dengan suara yang pasrah dan menangis hiks,, aku tau tapi aku tak bisa bangun untuk memeluk tubuh lelahmu mas hiks,, maafkan aku udah buat mas menderita hiks,,, "


Astan menggeleng "Tak ada yang lebih menderita selain kamu sayang, kamu sudah mempertaruhkan hidup kamu untuk anak kita sayang buah hati kita, terimakasih sudah menjadi orang yang selalu memberikan apapun untuk mas dan ibu yang baik untuk anak kita."


Air mata Mina mengalir lebih deras kalau mendengar ucapan Astan itu.


Rasa sakit yang ia rasa hilang seketika karena Astan.


"Mas, ayok bawa aku liat anak kita, dari tadi aku belum sempat liat wajahnya." Mina mencoba bangkit.


Astana sedikit kebingungan ia takut Mina masih belum sanggup untuk bergerak lebih banyak lagi.


Minat tersenyum, ia tau kekhawatiran Astan terhadap dirinya.


"Dokter bilang kalau kesembuhan ku adalah suatu keajaiban mas, alhamdulillah aku merasa baik baik saja, ayok mas bawa aku melihat anak kita, dia juga mungkin sudah sangat merindukan kehadiran ibunya mas, dari dia lahir sampai saat ini aku belum pernah ngasih dia minum asi." Mina terlihat merasa bersalah sekali.


Astan pun akhirnya merasa sedikit yakin dengan permintaan Mina mengingat si kecil memang belum pernah mendapatkan kasih sayang dari ibunya.


Astan dengan kehati hatian mengangkat tubuh Mina ke kursi roda dan membawa Mina ke ruangan dimana anak mereka ditempatkan.


Mata Mina berbinar binar saat melihat ruangan itu dipenuhi oleh bayi bayi yang bergerak tak bisa diam.


Astan memberhentikan kursi roda itu tepat dihadapan bayi bertuliskan nama Mina dan Astan.


Astan dengan pelan mengangkat bayi itu dari keranjangnya dengan tersenyum.


Mina dengan semangat dan air mata yang tak bisa ia tahan lagi menerima bayi itu dan dengan cepat memeluknya.


"Ini mamah sayang,, hiks,, maafkan mamah baru bisa datang sekarang, kamu pasti udah kangen banget yah sayang? " Mina tak bisa lagi menahan rasa harus karena masih bisa memegang tubuh kecil dan imut bayinya itu.


"Kamu sehat sekali sayang,, Terima kasih sudah mau berjuang dengan mamah sayang,, hiks,,, maafkan mamah."


Astan berjongkok didekat m


Mina dan menghapus air mata Mina dengan lembut.


"Sudahlah sayang, nanti anak kita ikut nangis liat mamah cantiknya nangis,, kan sayang,, mamah ngk boleh nangis kan." Astan berbicara seolah sedang bercakap-cakap dengan bayi dalam pangkuan Mina.


"Oh iya mas,, anak kita udah dikasih nama belum? " Mina.


Astan menggeleng "Awalnya mas mau ngasih tapi mas yakin kamu pasti sudah menyiapkan itu jadi mas tunggu kamu sadar dulu sayang." Astan mengelus pelan rambut Mina.


"Yasudah mas, kasian anak kita sudah dua minggu belum memiliki nama juga,aku udah siapin nama untuk laki laki setampan anak kita mas aku harap mas suka." Mina tersenyum


"Siapa sayang? Mas yakin pasti namanya bagus banget."


"Alfa jaya ramatha mas, gimana menurut mas? "


Astan yang mendengar itu tersenyum sangat lebar karena sungguh menyukai nama yang istri kecilnya berikan untuk putra pertama mereka.


"Mas suka sekali sayang,kamu sangat kreatif sayang."


Mina tersenyum mendapatkan pujian dari Astan, biasanya dia hanya dikatain bodoh dan tak punya otak tapi saat ini Astan benar benar sudah memujinya.


"Alfa sayang,, kamu sehat selalu ya nak." Mina mencium pipi dan kening Alfa dengan sayang.


Astan tersenyum lebar melihat itu, ia sungguh masih merasa kalau ini hanya ilusinya.


"Ngeak,,, huu." Alfa tiba tiba menangis sangat keras.


"Alfa,, kamu kenapa sayang? Kamu lapar yah sayang? Maafin mamah yah sayang belum pernah ngasih kamu asi."


Mina membuka kancing bajunya seperempat dan mulai menyusui Alfa.


"Mas,, kok liat liat sih? Aku jadi malu ih." Mina merasa malu saat Astan tak hentinya memperhatikan anaknya yang sedang menyusu itu.


Astan tersenyum"Kenapa harus malu sayang? Dulu aja aku sering kok nyusu sama kam,, mphh."mina langsung menutup mulut Astan karena berbicara seperti itu dengan suara keras.


Mina tersenyum kikuk saat beberapa orang disitu melirik kearah mereka "Mas ih,, kok ngomong gitu sih?"


Astan tertawa ringan "Iya deh maaf, padahal yang mas bilang beneran kok, jadi kamu ngk usah malu sayang." Astan mengelus kepala Mina dengan sayang.


Namun Alfa menangis lagi lebih keras dari yang tadi.


"Kamu kenapa sayang? Kok malah nangis? Mamah kan udah ngasih asi sama kamu sayang."


Astan juga ikut panik "Badannya ngk panas kok, tapi kenapa alfa rewel gini? " Mina.


"Coba kasih asi lagi sayang." Astan.


Mina pun kembali mencoba menyusui Alfa namun Alfa lagi lagi rewel.


Mina pun mencium bau mulut Alfa namun tidak ada bau asi sama sekali.


"Mas,, anak kita ngk dapet asi aku, gimana nih mas? Coba panggil dokter dong mas, kok asi aku ngk mau keluar sih? " Mina tambah panik.


Astan langsung berlari menuju ruangan dokter untuk memanggilnya.


Mina masih mencoba memberikan Alfa asi nya yang tak kunjung keluar itu.


Ia kasihan melihat Alfa yang sudah kelaparan itu.


"Maafkan mamah yah sayang,, mamah ngk bermaksud buat kamu kelaparan gini hiks,, maafin mamah." Mina memeluk putranya itu dengan rasa bersalah.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Welcome adek alfa❤❤


Ponakan kita rewel gaess


Jangan lupa like komen dan follow aku yah cuyung.


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤