
❄Selamat membaca❄
Sejak semalam gadis bodoh itu tak hentinya ingin belajar. Aku tak pernah marah jika ia belajar tapi aku hanya tidak suka melihat ia yang sungguh bersemangat untuk mengesankan alga dengan keseriusannya itu dalam belajar. Bagaimana kalau alga benar-benar suka dengan nya nanti?. Akhh membuat kesal saja.
Aku melakukan aktivitas mandiku dengan santai dan sembari mengguyur rambutku dengan air.
Setelah mandi aku keluar dari kamar mandi dengan handuk yang memilit di tubuhku melihat gadis bodoh itu yang sangat fokus menulis tanpa tau kehadiran ku sama sekali. Apa se semangat itu yah untuk mengesankan alga?.
"Khem, mini! " Aku sungguh ingin mengganggu nya setiap ia ada dihadapan mataku. Sepertinya sudah menjadi rutinitas ku setiap hari memulai pagi dengan mengerjai nya. Anggap saja aku tidak waras karena itu.
Ia yang awalnya menulis itu langsung mendongak melihat kearahku dan kaget karena penampilan ku yang hanya dililit handuk saja pada bagian sensitif ku saja.
"A,, ada apa tuan? " Ia terbata karena tidak nyaman dengan keadaan ku itu.
Baiklah aku punya ide lagi untuk membuatmu semakin tidak bisa bergerak. Kamu pasti lemah dalam hal ini hahahha.
"Cepat kemari!" Perintahku dengan pelan dan santai.
Awalnya ia kaget, ragu dan juga takut namun mau tidak mau ia pasti harus datang karena tak punya pilihan lain.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?"tanya nya dengan mata menunduk takut.
" Pakaikan saya baju!"perintahku dengan santai berbeda dengan reaksinya yang seperti sedang menang lotere saking kagetnya.
Sudah ku katakan tadi diawal ia memang lemah dalam hal ini. Aku saja yang seperti orang bodoh melakukan hal-hal seperti ini padahal tak ada gunanya sama sekali. Aku memang sudah gila tapi aku merasa nyaman dengan kegilaan ini.
"Kamu tuli! " Bentak ku dengan keras hingga ia gelagapan takut.
"Ti,, tidak tuan. " Ia mendekat lagi sedikit demi sedikit.
"Yasudah cepat laksanakan perintah saya," Ucapku memperhatikan ia yang langsung bergegas mendekat lagi dan lagi namun dengan sedikit demi sedikit.
Kemudian ia terlihat bingung harus bagaimana? Hingga akhirnya ia memilih untuk memakaikan ku kemeja dengan memasukkan satu demi satu tanganku bergantian.
Aku pasti memang sudah tidak waras, kenapa aku malah tersenyum senang saat ia hanya melakukan hal-hal seperti ini padaku.
Kuperhatikan ia dengan seksama dan fokus ku lagi-lagi pada bibir lembut itu. Seakan sedang menantang ku untuk melu*mat nya habis.
Setelah ia memakai kan ku kemeja ia kembali dibuat bingung harus melakukan apa? Hingga ia meraih dasi.
"Maaf tuan, saya tidak bisa meraih leher tuan, kalau tidak keberatan bisa tidak tuan duduk diatas ranjang? " Ia gemetar saat mengatakan itu. Duhh manisnya.
Aku langsung menarik pinggang nya yang ramping itu untuk ikut duduk diatas ranjang namun ia malah menabrak dadaku karena terpental sedikit tadi.
"Ma,, maaf tuan, maafkan saya."ia langsung duduk dengan baik.
Aku sudah tidak bisa lagi untuk menahan senyumanku karena tingkahnya yang begitu manis dan lucu.
"Suka sekali yah kamu terhadap tubuh saya sampai mencari kesempatan untuk mencium dada saya."meledaknya memang sangat menyenangkan untuk dilakukan.
Ia awalnya terlihat tidak Terima namun ia memilih untuk diam saja tak berani untuk melawan.
Kemudian ia Pun memasukkan dasi itu ke leherku lalu kedalam kerah baju kemeja ku.
Kembali lagi ia tak bisa walaupun sudah berulang kali ia coba. Ia bahkan terlihat kesal dengan dirinya sendiri karena tak bisa mengikat dasi.
"Kenapa lama sekali? Mengikat dasi saja perlu setahun yah? " Tanyaku seolah sedang mengintimidasi nya. Padahal aku hanya senang menggodanya.
Aku berpura-pura sedang kesal dan berdecak sebal.
"Mengikat dasi saja tidak bisa,apa yang bisa kamu lakukan?sungguh tidak berguna."
Ia menunduk setelah mendengar itu dariku. Aku langsung menarik tubuhnya untuk mendekat kearahku dan memutar tubuhnya agar menghadap kearahku saja.
"Lihat dan perhatikan baik baik,tidak ada pengulangan jadi tolong pergunakan otakmu itu dengan benar."ia dengan semangat mengangguk karena tiba-tiba mendapat kesempatan untuk belajar. Suka sekali yah dia belajar.
Aku memasukkan dasi itu ke lehernya yang kebetulan ia juga mengenakan baju yang memiliki kerah.
Kuraih tangannya untuk menuntunnya mengikat dasi dengan benar dan tidak perlu bertele tele seperti tadi.
" Bagaimana? Masih belum faham juga? "Tahyaku setelah mengajarinya dengan pelan hingga ia benar-benar faham menurut ku. Kalau masih belumm faham juga aku sudah angkat tangan dengan otak gadis ini.
Ia menggeleng dengan cepat saat kutanya begitu.
"Sudah tuan, ternyata sangat mudah sekali yah,, Terima kasih tuan sudah mengajari saya." Ia tersenyum dengan girang dan senang hanya karena sudah bisa mengikatkan dasi?. Sesuatu sekali yah dia.
Senyum dan senyum, aku hanya fokus pada Bibir candu ku itu. Kenapa sangat suka sekali menarik dunia fokusku.
Cup,
Aku langsung menarik dasi yang ada di lehernya itu dan mencium bibinya dengan cepat.
Aku hanya menempelkan nya saja. Bibir kami hanya terdiam menempel satu sama lain.
Seperti dugaanku bibir kenyal itu sangat nikmat bahkan hanya ditempel kan saja. Bagaimana aku tidak candu.
"Tu,, tuan." Ia bergumam dalam kondisi bibir kami masih saja menempel hingga aku buru-buru melepaskan ciuman itu. Akhh memalukan sekali sih astan, kamu sungguh memalukan.
"Dasar gadis penggoda,"ucapku tiba-tiba membela diri padahal Akulah yang kurang ajar disini.
" Cepat keluar dari kamar ini."ia langsung panik dan membuka dasi itu kemudian keluar dengan berlari. Aku sungguh malu sekali karena kebodohan ku sendiri.
"Ada apa dengan ku? Kenapa setiap berada didekat gadis bodoh itu jantung ku berdetak tak terkendali,aku ingin menyentuh dan mencium bibir kecilnya itu?apa aku sudah gila?" Aku merutuki kebodohan ku yang aku sendiri tidak tau kenapa aku bisa setidak tahu malu seperti ini?.
Aku langsung buru-buru menyiapkan diriku mulai dari celana dasi juga sepatu. Merasa kesal lagi dengan diriku yang sudah tidak waras itu.
Setelah selesai dengan penampilan ku aku dengan cepat meraih kunci juga tas kantor ku kemudian keluar dari kamar menuju mobil.
Saat aku menuruni tangga aku malah melihat kehadiran gadis bodoh itu lagi, ahh aku masih merasa malu. Bagaimana ini?.
Ia datang mendekat, apa ia sedang meledek ku yah? Kurang ajar sekali.
"Tuan langsung berangkat? "Tanya nya dengan ramah seolah tidak ada yg terjadi diantara kami brdua.
Ah semakin membuatku merasa buruk saja karena bertingkah bodoh seperti itu padanya.
Aku dengan mencoba bodo amat lalu berjalan meninggalkan nya tanpa menjawab pertanyaan nya.
BERSAMBUNG...
jangan lupa like, komen dan vote yah gaes.