
Soundtrack//my girlfriend-exo//
Keluarga adalah satu-satunya yang kupunya.
-mina-
Kami turun dari mobil dengan mas Astan membawa semua perbelanjaan dan aku menggendong alfa yang masih terlelap itu.
Pak umar datang meraih kunci dari mas Astan sambil tersenyum melihat alfa yang sudah nyenyak tidurnya.
"Mas mandi duluan saja, aku mau nidurin alfa dulu sama beresin belanjaan" Ucapku.
Mas astan pun menurut lalu memasuki kamar mandi.
Aku meletakkan alfa di keranjangnya dan mulai beberes semua perbelanjaan yang kami beli hari ini.
Mataku membulat saat melihat seluruh isi kantong perbelanjaan ternyata semua isinya hampir bajuku semua.
Baju untuk alfa hanya beberapa saja dan bahkan mas astan hanya satu baju kaos saja.
"Gila,, ini namanya aku sendiri yang belanja" Aku masih tak percaya.
Mataku tertuju pada boneka beruang berwarna pink itu.
Aku dengan tersenyum memeluk dan menciumnya.
Tersenyum lagi mengingat kencan kami tadi.
Mas astan sungguh sangat tau bagaimana cara membuat aku bahagia, apakah aku pantas mendapatkan cinta ini?.
23.45pm
Sudah hampir tengah malam alfa masih saja terlelap padahal dari tadi sore loh.
Apa seenak itu yah tidurnya sampai-sampai tidak kunjung bangun juga.
Aku sudah berbaring diatas tempat tidur sambil memainkan game dihape mas astan.
Aku memang memiliki hape tapi sangat jarang aku sentuh, hanya kugunakan saat menelpon mas astan dan sesekali bermain game.
Mas astan sedang mengerjakan tugasnya di kantor tepat disebelahku.
"Mas,, masih banyak yah? " Tanyaku berhenti bermain game.
Mas astan tersenyum mengangguk "yah namanya juga kantor sayang pasti urusannya banyak, kamu tidur saja duluan nanti kalau alfa nangis biar mas saja yang urus, kamu pasti kelelahan seharian ini"
Kan baik banget sih mas astan.
Siapapun tau kalau yang kelelahan pasti dia, mulai dari nyupir pulang pergi, bawa belanjaan sekaligus bawa alfa kesana kemari dan saat pulang kerumah mas astan juga masih harus ngerjain urusan kantor.
Aku menggeleng"yang capek itu bukan aku mas, tapi suami aku ini, kalau aku bisa bantu kamu mas sudah aku bantu, tapi aku mana ngerti mas sama yg beginian "aku cemberut.
Mas astan tersenyum"Serius nih mau bantu mas? "
Mas astan tiba tiba meletakkan seluruh berkasnya di nakas dekat tempat tidur.
Loh loh kok semua diberesin sih?.
"Aku nanya kamu serius mau bantu mas? Kalau iya mas tau caranya kamu bantu mas gimana" Mas astan menarik aku kedalam pangkuannya.
Duhh aku tau nih larinya kemana.
Masih saja kesempatan mas astan ini.
"Iya mas aku serius mau bantu tapi aku ngk tau menau tentang berkas yang saat ini mas kerjakan"
Cup,,,
Mas astan mengecup bibirku dengan pelan dan kemudian ia melum*at nya dengan lembut.
Aku kaget, bagaimana mungkin aku tidak kaget mas astan langsung nyosor gitu.
Mas Astan tersenyum lebar dan memeluk erat tubuhku.
"Kamu bantu nyenengin mas aja sudah syukur sayang"
Mas astan membaringkan tubuhku diatas kasur dan dengan sigap ia menindih tubuhku dengan pasti.
"Mas sudah lama pengen sayang, kangen gituan sama kamu" Mas astan menciumi leherku pelan namun tetap saja berhasil membuatku mengerang dibawah tindihan nya.
Aku dan mas astan memang sudah lama tidak melakukan itu Karena sibuk ini itu dan alfa juga selalu rewel.
Kami cuma sering melakukan ciuman dan sesekali mas astan memegangi payu*daraku dan menghisap nya mengambil jatah alfa.
"Akhhh" Sakit mas erangan saat tangan mas astan meremas dadaku.
Mas astan tersenyum dan mencium bibirku lagi.
Bajuku sudah terlepas karena ulah mas astan dan hanya tinggal braku saja.
Aku memang sudah tidak pernah lagi memakai tank top karena mas astan tidak memperbolehkan itu dengan alasan agar aku lebih mudah menyusui alfa.
Yasudah sihh aku nurut saja apa mau mas astan.
"Akhhh" Mas astan sudah melepaskan braku dan langsung melahap kedua gunung ku bergantian.
"Mendesah lah sayang, mas kangen dengernya"
Aku memeluk mas astan dan ikut membalas ciuman nya juga.
Mas astan juga sudah bertelanjang dada saat ini.
Ia mengusap pelan area sensitif ku"akhhh,,, jangan gitu dong mas, ihh"
Mas astan tersenyum merasa bahagia karena berhasil menggoda ku.
"Akhhh ihhh mas"mas astan masih saja mengusap pelan area itu dengan menyingkap rok ku keatas dan mengusap itu dari luar celana dalamku.
" Kamu sudah basah yah sayang? Mau kita periksa ngk? "Mas astan suka sekali sih menggoda ku.
" Ihhh mas jangan digituin dong"aku kesal karena mas astan masih saja mengusap usapnya.
"Hahahah aku suka mendengar desahanmu sayang dan ekspresi itu sungguh membuat mas lebih bergairah" Mas astan mencium bibirku dengan buas dan seakan tak akan melepaskan nya.
Saat berciuman saja mas astan sudah membuka ikat pinggang nya dan mulai membuka celananya.
"Ngeak,,,,"
Alfa tiba tiba menangis sangat keras.
Mas astan yang ada diatas tubuhku langsung aku dorong dan dengan cepat aku berlari menuju alfa yang sedang menangis dengan kondisi masih se berantakan tadi dan belum memakai baju sama sekali.
"Duhh anak mamah laper yah sayang? " Aku mengangkat tubuh alfa dari keranjang nya dan menggendong alfa menuju tempat tidur.
Disana mas astan sudah terlihat kesal karena acara kami terganggu dengan tangisan alfa.
Meskipun ia kesal ia tetap mau mengambilkan kemejanya yang ada disamping tempat tidur, aku tidak tau itu kemeja kapan.
Aku menyuruh mas astan memegang alfa sebentar dan aku memakai kemejanya sebentar untuk menutupi tubuhku saja tanpa mengancingnya karena aku masih harus menyusui alfa.
"Alfa jahat banget sih sama papah" Mas astan bergumam kecewa.
Yah mau gimana lagi sih? Resiko punya anak yah gitu.
"Padahal udah mau intinya aja alfa malah gagalin rencana papah" Mas astan masih saja berdumal kesal.
Aku tersenyum pelan dan lanjut memberikan alfa asi.
Mas astan mendekat kearahku yang masih menyusui alfa itu.
"Kamu denger papah ngk sih sayang? Lain kali jangan gitu yah, biarin papah sama mamah main dulu kamu kan udah main jadi kamu tidur aja sayang"
Mas astan yah suka ngk bener kalo lagi ngomong sama anak.
"Mas ih jangan ngomong gitu sama alfa,ini dia lagi kelaperan mas dari tadi sore belum pernah nyusu"
Mas astan cemberut "Terus mas yang sudah puasa berbulan ini apa? Tega yah kalian nyiksa papah" Mas astan pura pura cemberut.
Duhh imutnya (〃∀〃)ゞ.
"Jangan gitu dong mas,kita kan udah jadi orang tua yahh beginilah resikonya" Ucapku pelan.
Mas astan pun tersenyum "Wahh udah dewasa rupanya istri kecilku ini" Ia mencium bibirku pelan.
Ya ampun alfa masih bangun loh, mas astan nyium aku di depan alfa?.
Ngk ada akhlak emang nih mas astan.
"Ihh mas, kok nyium aku sih depan alfa? "
Cup,,,
"Biarin" Mas astan masih saja melakukan itu dihadapan alfa.
"Mas harusnya jangan lakuin itu depan alfa, ihh bukannya nyontohin yang baik baik malah liatin yg enggak enggak kamu mas"
Mas tersenyum dengan kekesalanku itu.
Aku benar-benar sedang kesal loh, aku tidak suka jika mas astan tidak memperhatikan kesehatan mata alfa, tak pantas sekali untuk alfa melihat hal hal seperti itu.
"Yasudah nih,, " Mas astan mengambil baju kaos ku lalu melilitkan nya di leherku hingga alfa tertutupi namun dia msih terlihat tenang dan lanjut menyusu.
Cup,,,
"Mas ihh mphh" Mas astan sudah ******* bibirku dengan penuh nafsu.
Ya ampun nih mas astan, niat banget sih buat nyium aku.
Aku tak punya pilihan lagi selain membalas ciuman mas astan yang juga membuatku ketagihan.
"Ngeak,,, "
Alfa lagi lagi menangis dan kami terpaksa menyudahi acara pa*gut me*ma*gut itu.
Mas astan pun kembali cemberut.
"Kamu kepanasan yah sayang? " Aku melepaskan baju kaos yang menutupi alfa tadi.
"Kan kamu kayaknya emang sengaja deh sayang? "
Mas astan benar benar kecewa sekali terdengar dari nadanya saat berbicara.
Aku menahan tawa karena itu,kalau dipikir pikir juga kasian mas astan nya dari tadi ngk bisa bisa karena alfa rewel.
"Mas tidur duluan"
Waduhh ngambek kah?
"Tumbenan nih mas tidur duluan" Aku bertanya seolah meledeknya.
Ia tak menyahuti ku berarti benar benar sedang mengambek rupanya?.
Alfa sudah tertidur dan aku pun langsung menidurkan alfa kembali kedalam keranjang bayi itu.
Aku mengancing kemeja itu dan menaiki tempat tidur.
"Mas,, kamu beneran udah tidur? " Tanyaku pelan.
Namun mas astan tak menyahuti ku dan malah menghadap kearah lain.
Aku sungguh ingin tertawa lebar melihat tingkah kekanakan mas astan ini.
"Yasudah selamat malam suamiku,aku mencintaimu" Bisikku tepat ditelinga mas astan.
Ia pun dengan cepat menarik aku kedalam pelukannya.
"Yasudah kita tidur yah sayang" Mas astan mencium kening ku singkat.
Wah!! Rupanya tidak sedang ngambek.
"Mas ngk ngambek lagi? " Tanyaku membalas pelukannya.
Ia menggeleng pelan dan tersenyum "untuk apa mas ngambek? Bukan gaya mas sekali" Ucapnya sombong.
Cup,,,
"Selamat tidur suami aku" Aku mencium bibirnya agak lama.
Mas astan mengangguk tersenyum dan mengelus Kepala ku sambil menyuruhku tidur.
"Aku juga mencintaimu istriku"
Meski sudah mulai tertidur namun aku masih dapat mendengar itu walau samar samar.
Semoga kebahagiaan ini bertahan lama.
//bersambung//
🔷🔷🔷🔷
Duhh kacian si bapake gagal ena ena gara gara si alfa😄
Lain kali aja sambung wkwkwk.
🔷🔷jangan lupa like dan komen yah cuyung 🔷🔷
♦♦jangan lupa follow akun aku juga yah♦♦
Laffyouall❤cinta kalyan🖤