Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
44.kamu senang yah? (S2)


❄selamat membaca❄


    Aku mendengar suara langkah kaki berjalan dari luar. Aku langsung pasang mode sedang baca majalah. Wahh klasik sekali yah alasanku.


Ia berjalan pelan sembari tersenyum kearah kotak ditangannya itu. Persetan dengan isinya.


"Khem,, khem,," Ia sempat terkejut karena suara dehemanku itu. Suka sekali sih terkejut begitu.


Ia kembali berjalan seolah tidak mendengar suara dehemanku tadi. Mentang-mentang dikasih hadiah suka kurangajar jadinya.


"Khem,, khem,, " Aku kembali berdeham untuk melihat apakah ia peduli atau bahkan sebaliknya.


Ia masih saja mengabaikan ku dan hendak membuka pintu kamar. Pasti mau masuk dan mengabaikan ku.


Aku dengan cepat berjalan kearah nya dan lebih dulu membuka pintu kemudian masuk tidak lupa dengan menyenggol tubuh kecilnya itu hingga sedikit terhuyung.


"Dasar tidak tau malu,tidak tau diri,"ucapku merasa kesal dan berjalan menuju ranjang.


Aku melihat ia bersikap bodo amat sekarang. Dia hanya berjalan melewati ku dan lebih mementingkan kotak sialan itu. Biasanya ia akan sadar dan bertanya dimana salahnya tapi lihat sekarang? Ia bahkan tak peduli. Ahhh sial.


Aku tak sengaja menyenggol gelas yang berada di nakas hingga jatuh kelanti menimbulkan suara pecahan yang lumayan keras.


Ia dengan cepat berlari kearahku dengan wajah cemas dan bertanya"Tuan tidak apa-apa? "


Aku sudah terlanjur kesal dan tak akan semudah itu luluh hanya karena ditanyai seperti itu.


"Apa pedulimu?cepat bersihkan jangan sampai ada satu beling pun yang tersisa."aku memilih fokus pada HP ditanganku seolah aku benar-benar tak peduli saat ini.


" Baik tuan."ia dengan cepat bergerak mengambil alat pembersih dan mulai membersihkan pecahan gelas itu dilantai.


Tak puas rasanya hanya menghukumnya begitu, aku ingin lebih lagi karena rasa kesalku masih saja belum hilang.


"Ambilkan minum untuk saya."ia terlihat bingung dengan perintah ku yang tiba-tiba itu karena pekerjaan nya belum selesai saat ini. Dan aku sengaja melakukan itu agar ia tau bagaimana rasanya jengkel itu.


" Baik tuan,"ucapnya dengan cepat membersihkan lantai dan segera berlari kedapur. Sabar juga yah dia.


"Ini tuan." Segelas air putih sudah ada dihadapan ku saat ini disodorkan oleh gadis itu dengan wajah tersenyum. Apa ia benar-benar tidak jengkel yah atau hanya sedang berpura-pura seolah ia tak marah.


Baiklah kalau kamu tidak jengkel sama sekali. Kita tak akan mengakhiri nya sekarang bukan?.


"Memang saya pesan minuman apa?"aku menahan senyum karena melihat wajah bingung nya itu.


"Eugh,, maaf tuan, saya kira tuan ingin minum air putih."


"Memang tidak berguna sama sekali."


"Maaf tuan, saya akan buatkan minuman yang baru, jadi tuan mau minum apa? " Aku kehabisan akal untuk membuatnya kesal.


"kamu keluarlah kehalaman belakang terus panjat pohon mangga disitu, buatkan saya jus mangga."


Ayo marahlah agar aku ada alasan untuk marah juga. Kalau terus terusan sabar tak akan seru kisah ini.


" Baik tuan."ia langsung menurut dan pergi begitu saja? Hari ini sangat panas loh kalau kalian penasaran. Siapapun tak akan mau memanjat pohon saat terik begini.


Aku terpaksa mengikutinya dari belakang. Penasaran bagaimana ia akan memanjat nya disiang panas begini.


"Wahh banyak sekali buahnya,kenapa aku tidak sadar yah setiap aku membersihkan halaman ini,sepertinya juga sudah matang," Ia berucap sembari menatap ke arah pohon mangga itu dengan tersenyum.


"Ayo cepat naik, kamu mau tenggorokan saya kering karena kehausan? "


Ia menoleh kebelakang sebentar kemudian mulai memanjat pohon mangga itu.


Ia benar-benar bersungguh-sungguh yah ingin memanjat pohon mangga itu? Baiklah terserah mu.


"Tuan,, apakah sudah cukup?"aku mendengar pertanyaan nya tapi saat ini ada sebuah SMS dari kantor hingga aku tak bisa menanggapi pertanyaan nya itu.


Ternyata hanya pesan dari miska kalau masalah yang terakhir kami diskusikan itu sudah beras. Kirain apa tadi.


"Akhhh" Aku mendengar teriakan dari arah mina aku sangat kaget saat ia benar-benar akan jatuh saat ini.


Refleks aku berlari kearahnya dan,,, aku sendiri tidak tau kenapa aku melakukan hal bodoh ini padahal sangat berbahaya untuk diriku sendiri.


Aku merasa sesuatu menimpa tubuhku dan yang paling sakit saat ini adalah kaki juga tangan ku. Apa aku benar-benar telah berusaha menyelamatkan gadis mini ini?.


"Tuan,,, tuan bangun,"ucapnya terlihat sangat khawatir namun aku tak bisa berbicara kalau saat ini aku benar-benar tidak apa-apa.


"Tuan,, bangun tuan,, hiks,, "aku mendengar suaranya semakin parau dan benar saja ia sedang menangis saat ini. Dasar gadis cengeng sok kuat.


Ia pun berlari menuju post security seraya memanggil nama pak umar. Aku tidak tau kenapa aku tidak bisa untuk bangkit bahkan untuk berbicara sangat sulit saat ini.


Gadis bodoh itu kembali lagi kearahku dengan wajah penuh air mata dan tangis tertahan karena tak mendapatkan bantuan sama sekali. Kenapa bodoh sekali sih?.


"tuan,, hiks,, bangun,"ia terus saja menangis.


"Kenapa malah menangis bodoh seperti itu?Cepat panggil taksi."


Ia langsung berlari menuju jalan raya dan memanggil taksi setelah itu supir taksi itu membantuku untuk bangkit begitu juga dengan mina yang saat ini masih saja menangis.


Kami sampai dirumah sakit dan para tim medis langsung datang dengan sebuah kursi roda untuk membawaku menuju ruang rawat.


Mina masih saja tak berhenti menangis dengan wajah menyedihkan. Aku tak suka melihat ia saat menangis, begitu sedih dan pilu.


"Dok,, tolong selamatkan tuan saya hiks," Ucapnya sembari memegang tanganku dengan erat.


Pegangannya begitu erat seakan sedang mengatakan sesuatu. Aku jadi merasa tidak tau harus berbuat apa sekarang. Aku tidak merasakan sakit parah tapi aku tidak tau kenapa aku seperti ini? Mendadak seperti orang bisu dan juga tak bisa berbuat apa-apa.


Setelah itu kami memasuki kamar ataupun ruang tempat ku akan dirawat. Tangannya terlepas dan pintu tertutup. Sedang suara tangisannya masih terdengar jelas dalam pendengaran ku.


Aku dibaringkan diatas ranjang dan aku mulai hilang kesadaran setelah melihat beberapa tim medis datang mengobati ku.


Aku hanya bisa melihat wajahnya saat ini. Bahkan saat aku mulai hilang kesadaran wajah minalah yang membayang.


Kenapa dengan ku?.


BERSAMBUNG...


Waduhh astan kenapa sih? Kalau suka bilang suka, kalau cinta bilang cinta, suka buat bingung aja kerjaan nih manusia satu.


Jangan lupa yah like, komen dan vote cerita aku. Dan Terima kasih sudah mau meluangkan waktu untuk membaca cerita ini😅❤.


Thanks all ❤