Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
51.apa apa cemburu yah? (S2)


❄selamat membaca❄


     Setelah selesai mandi aku dan mina bersiap untuk pulang namun aku masih harus mengatakan beberapa hal pada miska tentang kejadian tadi pagi. Mina menunggu di depan pintu sendirian.


"Apa yang ingin kamu bahas hingga datang pagi-pagi ke kamar saya? " Aku bertanya dengan pelan dan nada yang biasa.


Miska terlihat masih kesal karena tadi pintu kututup dengan sendirinya "Kamu beneran tidur sama gadis kampung itu yah? " Dia menanyakan hal yang lagi-lagi membuatku teringat dengan kejadian semalam.


"Saya bertanya apa alasanmu datang begitu pagi tadi? Apa masih ada hal yang perlu kita bahas? " Aku tak mau membahas itu dengannya.


"Pasti benar kan? Astan tidak mungkin kan tipe kamu gadis yang seperti dia? Sama sekali bukan gayamu."


"Kalau sudah tidak ada saya permisi pulang. Hubungi Saya kalau masih ada yang perlu kita diskusikan nanti." Aku berbalik ingin berjalan kearah mina.


Langkahku terhenti saat kulihat ia sudah berpelukan dengan ken yang memeluknya sangat erat. Kulihat mina sedikit kaku tapi aku benar-benar merasa kesal dan marah saat ini. Aku sungguh tidak suka melihat mereka sedekat itu bahkan berpelukan.


Aku berjalan dengan cepat kearahnya dan menarik tangan itu dengan kasar memasukkan ia kedalam mobil meskipun ia berontak tak mau dipaksa.


Kulajukan mobil mengabaikan ia yang sejak tadi tak mau pulang dengan cara paksaan ku itu.


"Tuan,, ada apa?saya belum pamit kepada mas ken."ia tak bisa diam meskipun sudah kulajukan dengan kencang mobilnya.


"Diam atau aku tabrakkan mobil ini? "Ku bentak ia dengan keras hingga ia langsung diam.


Setelah bentakan ku tadi ia langsung diam bahkan suara nafasnya pun tak terdengar karena takut. Aku memang sangat marah tanpa sebab. Aku merasa kesal tanpa sebab.


Sesampainya dirumah aku langsung menariknya dengan keras menuju kamar dan melemparkan tubuhnya yang kecil itu keatas kasur.


Ku kunci pintu kamar dengan cepat dan beralih melirik kearahnya yang terlihat tidak tenang dan sangat ketakutan itu. Apa yang membuat ia begitu takut melihat ku? Kenapa dengan laki-laki lain ia tak pernah setakut ini. Dengan alga ia memiliki chemistry yang sangat bagus saling menghibur dan tertawa. Dengan ken ia juga sangat dekat hingga berpelukan begitu erat tadi. Lalu dengan ku yang berstatus sebagai suaminya kenapa tidak bisa dekat dengan nya dan ia malah takut melihatku?.


"Tu,, tuan mau apa?"ia benar-benar gemetar Saat ini. Ia mundur dengan wajah yang mulai pucat, bagaimana aku tidak marah saat mendapatkan ekspresi seperti ini darinya. Kenapa ia begitu berbeda saat bersama orang lain dan saat bersamaku? Apa se mengerikan itu dimatanya?.


kuraih kakinya dan dengan satu tarikan ia sudah berada di hadapan ku saat ini dengan wajah yang sangat pucat seolah vampir telah menghisap habis darahnya.


"Kenapa kamu takut dengan suamimu sendiri? "Aku dengan perlahan memegang tangannya namun siapa sangka ia dengan cepat menghempas tanganku. Wahh apa ia tidak ingat dengan semua perlakuan nya tadi malam? Atau hanya aku saja yang mengingat itu.


Kenapa ia begitu takut padaku? Ia bahkan tak sudi kepegang tangannya.


"Apa yang barusan kamu lakukan?saya hanya memegang tanganmu saja loh,kamu sudah menolak tapi kenapa laki laki lain memelukmu kamu tidak protes?apa kamu se murahan itu?bagaimana kalau kita tes apakah yang dibawah masih disegel atau sudah kendur karena kamu jajankan."aku tersenyum smirk tak menyangka dengan apa yang ia lakukan tadi.


Ia semakin terlihat takut dan panik dengan perlahan mundur kebelakang. Apa ia sedang menjauh dari ku? Wahh apa aku terlihat seperti monster atau semacamnya yang bisa menghilangkan nyawa saat berada didekatnya.


Aku dengan satu tarikan menarik keras tubuhnya hingga saat ini ia sudah berada diatas pangkuanku seperti yang ia lakukan tadi malam saat ia sedang mabuk" Kamu tidak ingat posisi ini?dasar gadis murahan."


Dengan penuh nafsu dan gairah yang memuncak kulahap bibirnya yg bergetar takut itu. Kujilat bibirnya tiada henti begitu juga hisapan demi hisapan kulakukan disana.


Aku merasa kesal saat melihat ia berpelukan dengan laki-laki lain. Aku merasa tidak suka saat ia tertawa bersama dengan pria lain. Ku lampiaskan semuanya dalam ciuman ganasku ini.


Aku pun turun kearea lehernya dan mencium bagian yang kucium tadi malam menambahkan tanda merah disana dengan hisapan penuh kenikmatan yang kuberikan.


Kurasakan air matanya mengalir dengan deras. Apa ia tak sudi saat kucium begini hingga menangis seperti ini? Kenapa saat laki-laki lain memeluknya ia tak menangis? Apa aku sungguh tidak berarti baginya?.


Ia tak menjawab ucapanku danasih saja menangis seolah aku benar-benar sedang melecehkan nya. Ayolah aku ini adalah suami sahnya, kami menikah dengan cara hukum.


"Masih saya cium saja kamu sudah menangis begitu, dan saat laki laki lain memelukmu kamu tersenyum senang,coba pikirkan seberapa rendahnya dirimu itu."


Aku mendekat padanya lagi untuk menyambar bibirnya yg sangat membuat ku kecanduan itu namun ia menghindar lagi.


Aku semakin hilang akal karena marah. Kenapa ia sangat tidak ingin kusentuh? Aku sungguh tak habis pikir dengan nya.


Dengan penuh amarah aku menarik ia kembali yang minimal sudah mulai tak berdaya itu. Kurobek bajunya hingga meninggalkan tank top nya tidak puas dengan itu kulepas paksa tank top itu hingga kini ia hampir kutelanjangi bagian atas tubuhnya.


Ia menangis semakin keras dan menyilangkan tangannya menutupi dadanya yang semakin padat itu. Aku sudah hilang akal kini, aku sudah katakan kalau menahan diri itu sangat susah untuk kulakukan.


Ia mencoba menghindar dan lari dariku, aku tidak akan membiarkan itu dengan mudah. Kutarrik ia hingga kini berada dalam kendaliku.


"Hiks,,, ampun tuan hiks,,, lepaskan saya,, hiks,, ampun,, jangan lakukan itu hiks,,, tolong,,, " Ia tiba-tiba menangis meminta tolong dengan memeluk dirinya sendiri.


Kenapa ia terlihat sangat aneh? Ia seperti sedang meminta tolong untuk tidak dilecehkan, lakukan apa yang ia maksud?.


"Hiks,,,to,, tolong." Ia gemetar hebat dihadapanku sembari terus meminta tolong hingga aku langsung terdiam tak bisa berbuat apa lagi.


"Kenapa kamu? "


Ia semakin mundur dan pandangannya terlihat kosong dengan air mata yang tak kunjung berhenti mengalir itu.


"Hiks,, jahgan,, jangan lakukan itu,, tolong,, jangan." Aku semakin merasa kalau ia benar-benar menyembunyikan sesuatu dariku.


"Tolong,, hiks,, jangan lecehkan aku,, hiks,, aku mohon."ia memeluk dirinya dengan sendu.


Aku tidak sanggup melihatnya seperti ini. Pasti amarahku sudah menguasai diriku hingga tidak sadar dengan perbuatan ku yang melukai perasaan nya.


Aku bergeser kearahnya dan memeluknya dengan penuh rasa bersalah. Aku memang baji*ngan yang tak memiliki hati nurani.


Tubuh hampir telanjang nya bergetar takut saat kupeluk tiba-tiba dan ia juga masih saja gemetar ketakutan.


"Sst,, maafkan aku, maafkan aku,  tenanglah,, maafkan aku."ia langsung lemas jatuh ke pelukanku tanpa berontak lagi.


Ia melingkarkan tangannya di pinggang ku juga sembari menangis sekeras yang ia inginkan seolah ia sedang melampiaskan semua rasa sakitnya lewat tangisan.


"Hiks,,,, aku takut,,, hikss."ia semakin mengeratkan pelukannya di tubuhku.


"Sst,, tenanglah,, maafkan saya sudah membuat kamu takut."aku mengelus punggung dan rambutnya dengan pelan.


Ia terus saja menangis dalam pelukanku.


BERSAMBUNG...


jangan lupa yah like, komen  dan votenya ❤