Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
nikahan Mas ken


Soundtrack//white-gfriend//


Karena kamu adalah bintang dihatiku.


-mina-


      Aku keluar dari kamar mandi sudah tidak ada mas astan dan alfa.


Apa mereka sudah turun dibawah yah?kenapa cepat sekali.


Hari ini hari dilangsungkannya pernikahan mas ken dan kak adin.


Untung saja mas astan sedang libur kantor hari ini jadi kami bisa menghadiri pernikahan mereka.


Mas astan dan alfa pasti sudah selesai berkemas dan sedang menunggu aku dibawah.


Aku dengan cepat memakai pakaian yang baru kami beli beberapa hari yang lalu.


Sungguh pas sekali di tubuhku dress berwarna cream ini.


Dengan sepatu berwarna putih dan tas sandang berwarna peach.


Aku memang selalu memakai sepatu karena aku tidak ahli dalam memakai hak tinggi.


Lagian mas astan melarang aku untuk memakai itu katanya kalau tidak nyaman jangan dipaksa, nanti aku malah terluka ataupun jatuh.


Aku turun kebawah dan selalu dengan suasana ini, mendapati mas astan sedang menunggu dengan tersenyum dan alfa dalam gendongan mas astan.


"Yuk mas,, maaf hehehe lama" Aku nyengir sendiri seperti sigila.


Mas astan mengangguk tersenyum "mamah emang lama yah sayang? " Tanyaku pada alfa yang saat ini menghambur kedalam dekapanku.


Mas astan menggeleng"alfa yah gitu mulu sama papah, giliran liat mamah aja papah dibuang"


Aku tertawa dan mengikuti mas astan yang keluar.


Hari ini kami diantar sama pak umar, aku ngk ngizinin mas astan nyetir lagi,takut ia kecapean.


"Kita ke alamat yang udah saya atur yah pak" Mas astan.


Pak Umar mengangguk tersenyum dan mulai melajukan mobil.


"Mas pegang alfa bentar dong" Aku memberikan alfa kepada mas astan.


Aku segera memperbaiki riasanku yang sempat acak acak itu karena takut mas astan kelamaan nunggu.


"Duhh udah cantik kok mah" Mas astan meledek aku.


"Apaan sih mas, berantakan gini malah dibilang cantik, keliatan banget boong nya" Aku kesal.


Mas astan dan pak umar tertawa bersama.


Wahh kompak sekali yah kalau dalam urusan menertawakan aku.


"Sini dasi mas aku benerin" Aku mendekat kearah mas astan dan membenarkan dasinya yang entah seperti apa itu.


Mas astan tersenyum "Duhh cantiknya"


Aku yang mendengar itu berpura-pura menuli saja.


Padahal aku yakin pipiku sudah memerah bak kepiting rebus.


"Mas bilang kamu cantik sayang" Mas astan berbisik ditelinga ku.


Dag dig dug,,,


Ya ampun apa setelah ini aku akan didiagnosis penyakit jantung yah?.


"Ihh mas apa apaan sih? " Kesal ku.


Suka sekali menggoda aku.


Mas astan tertawa lepas hingga alfa kaget dan menangis.


"Papah nakal yah sayang cup cup,, " Aku meraih alfa dari tangan mas astan dan men puk puk punggung alfa hingga diam.


"Maafin papah yah sayang kalo ketawa keras keras, lupa kalau alfa suka kagetan orang nya" Mas astan mencium pipi alfa.


Aku sekilas melihat pak umar senyum senyum melihat kegaduhan kami pagi ini di dalam mobil.


Apa pak umar berpikiran sama dengan ku tak menyangka akan diberikan kesempatan berbahagia seperti ini dengan mas astan dan juga alfa?.


Kami memasuki area pesta pernikahan mas ken dan kak adin cantik.


Dari jauh kami melihat mereka berdiri sembari menyalami para tamu undangan.


Aku jadi keinget pas pernikahan ku dengan mas astan dulu.


Hanya ada aku, mendiang bapak, mas astan, penghulu dan tiga orang saksi bayaran mas astan.


Ah sudahlah minat, berhenti mengingat kenangan yang lalu.


"Selamat berbahagia yah mas, kak adin" Aku memeluk mereka berdua bergantian.


Sedangkan mas astan hanya tersenyum menyalami mereka berdua,dasar tak ada manis manisnya sama sekali.


"Tante cantik yah sayang? " Tanyaku pada alfa yang sangat ingin menghambur ke gendongan kak adin.


Alfa sepertinya benar benar menyukai sosok kak adin.


Tidak mungkin kan aku membiarkan kak adin direpotkan oleh alfa diacara nikahannya ini.


"Duhh sayang jangan sekarang yah, tante lagi sibuk, nanti kalau tante udah ngk ada urusan baru alfa ganteng main sama tante yah"


Aku melarang alfa merengek minta digendong oleh kak adin.


"Duhh permisi yah mas, kak, aku ngk mau kalau alfa bikin ribut disini" Aku pergi buru buru.


Mas Astan masih berdiri disana berbincang dengan mas ken yang masih menrima ucapan selamat dari para tamu undangan.


Sejak kapan sih mereka jadi se akrab itu?.


Perasaan mereka selalu terlihat dingin saat bertemu.


Aku duduk dikursi tamu dengan menimang nimang alfa yang rewel itu.


"Apa sayang? Panas yah disini? "


Aku membuka baju kemeja alfa dan menyisakan kaos dalamnya saja.


Alfa mulai tenang dan melihat lihat sekeliling dengan bergerak tak mau diam.


Tiba tiba seseorang datang duduk tepat disebelah ku"Adeknya rewel yah? "


Aku melirik sekilas dia adalah laki laki yang sama sekali ngk aku kenal.


Kalau dilihat dari umurnya sih hanya berjarak beberapa tahun dariku.


Aku mengangguk saja dan kembali lagi menenangkan alfa.


"Duhh,, kenapa sayang? Kok rewel gini sih? "


Tidak biasanya alfa begini,dia termasuk tipe anak yang sangat baik dan tidak macam macam.


"Emangnya ibunya mana sih? Anak rewel gitu malah dikasih ke orang lain"


Siapa sih dia?.


Aku mendiaminya saja.


"Sayang kamu kenapa sih?" Aku khawatir sekali melihat alfa tak bisa diam begini.


"Sini biar aku aja yang pegang" Dia tiba tiba narik alfa dari tanganku dan mencoba mendiamkan alfa.


Mas Astan yang melihat itu langsung datang dan meraih alfa dari tangan nya.


"Kamu kenapa kasih alfa ke orang yang ngk dikenal?" Bentak Mas astan padaku.


Sudah lama sekali aku tak mendengar suara keras ini.


Bukan aku padahal yg memberikan alfa pada laki laki itu.


Aku hanya menunduk saja mendapat amukan Mas astan itu.


Pria ia hanya terlihat kebingungan dan memilih pergi, dasar tidak bertanggung jawab sama sekali,gara gara dia aku kena bentak.


Aku menahan air mataku, kenapa aku malah ingin menangis sih? Dulu aja aku dibentak tiap hari sama Mas astan aku sanggup kok.


Tapi kenapa kali ini aku sungguh merasa sakit hati?.


Alfa masih rewel dalam gendongan Mas astan.


"Ya ampun kamu demam sayang" Mas astan terlihat panik.


"Lihatlah kamu ini,anak demam malah dikasih ke orang lain,ibu macam apa kamu? " Mas astan.


Kenapa dia berbicara seperti itu?.


Kenapa tiba tiba Mas astan sekasar ini padaku?.


Mas astan menarik aku keluar dari ruangan dilangsungkan nya pernikahan Mas ken.


Air mataku jatuh tak tertahan lagi mendengar ucapan Mas astan tadi.


Aku tau kalau aku sama sekali belum pantas untuk jadi seorang ibu.


Aku bodoh, ceroboh dan tak tau banyak hal.


Mas astan masuk kedalam mobil terlebih dahulu melihat kondisi alfa.


Aku masih berada diluar memperhatikan Mas astan yang sedang panik melihat alfa menangis keras.


Aku terduduk menangis diluar mobil tak sanggup melihat alfa yang menangis karena kebodohanku tak tau kalau sejak tadi alfa sudah demam.


"Hiks,, " Aku menubrukkan kepalaku ke pintu mobil Mas astan.


Aku memang ibu yang tak bisa diandalkan,tak berguna dan tak pantas jadi seorang ibu.


"Hiks,,, maafkan ibu nak"


"Sedang apa kamu? Cepat naik alfa perlu ke dokter" Mas astan.


Aku dengan cepat menghapus air mataku dan buru buru naik kemobil.


Aku mencoba meraih alfa namun Mas astan tak membiarkan itu.


Aku semakin ingin menangis saja sudah Membuat Mas astan kecewa.


Sepanjang perjalanan alfa rewel dan aku hanya menangis dalam diam saja menatap keluar jendela.


Aku gagal jadi ibu.


Selama ini Mas astan sudah banyak membantuku dalam mengurus alfa pantas saja Mas astan marah saat aku masih saja tidak bisa diandalkan.


Alfa diperiksa oleh dokter dan kami menunggu diluar dengan Mas astan.


Aku tak hentinya menangis menjauh dari tempat Mas astan berada.


Mas astan datang kesamping ku"Sudahlah,, maafkan Mas tadi sudah membentak mu"


Aku mengangguk tapi air mataku semakin deras saja dan tangisku semakin keras.


Aku tak mempermasalahkan bentakan Mas astan tapi aku merasa gagal jadi ibu untuk alfa.


"Hiks,,, "


"Mas terlalu panik tadi sehingga Mas lupa kalau Mas telah membentak mu sayang, Mas ngk bermaksud buat hati kamu sakit"


Mas astan memeluk aku yang sedang menangis itu.


"Hiks,, Mas ngk salah hiks,, aku yang ngk becus jadi ibu untuk alfa hiks,, aku emang ngk berguna Mas"


Mas astan mengelus pelan punggung ku.


"Tidak sayang, maafkan Mas karena telah berkata seperti itu tadi"


Aku mengangguk dan mencoba berhenti menangis.


Dokter keluar dari ruang pemeriksaan dengan alfa yang sudah terlihat tenang itu.


Aku dengan cepat meraih alfa dari sang dokter.


"Bagaimana keadaan anak saya dok? " Mas astan.


Dokter itu tersenyum "tidak ada yang perlu dikhawatirkan pak, hanya demam ringan saja mungkin karena masuk angin"


Aku memeluk erat alfa yang saat ini ada dalam dekapan ku.


"Maafin mamah ya sayang"


Mas astan pun mengurus administrasi pembayaran rumah sakitnya alfa.


Setelah itu kami kembali pulang kerumah.


Aku sungguh masih harus belajar banyak untuk menjadi ibu yang baik untuk alfa.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Huuh kaget atuh Mas astan bentak bentak lagi🤕


Untung aja cuma karena panik.


Alfa get well soon yah❤


🔷🔷jangan lupa like dan komen yah say🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga ♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan🖤