
...Soundtrack//number one-nct dream//...
...Terkadang hatiku tak karuan seolah sedang digelitik...
...-mina-...
Sudah hampir satu bulan lebih mas Astan tak bisa bergerak sendiri, apa apa harus dengan bantuan ku.
Mulai dari berjalan menuju ketempat yang ia mau baik itu keluar, ke kamar mandi dan ke tempat tidur.
Membukakan bajunya dan bahkan memandikan dia adalah aku.
Sering mengataiku tak berguna tapi tanpa aku dia bahkan tak bisa makan, gara gara tangan kanannya ikut hampir patah.
Setiap aku ingin menolak dia pasti akan mengatakan "kamu tidak lupa kan penyebab saya seperti ini adalah karena bodohnya dirimu? " Selalu begitu.
Ke kantor juga ia sudah absen lama,seluruh pekerjaan kantor ia serahkan kepada sekretaris nya yang malang itu, membayangkan bekerja sendirian membuatku prihatin, sudah susah jadi diriku mungkin lebih susah jadi dia.
"Mini," Panggil mas Astan dari kamar.
Aku sedang memasak makanan untuk sarapan pagi ini,akhir akhir ini mas Astan sudah mau memakan masakan ku, aku tak atau setan apa yang telah merasuki mas Astan hingga terbuka pintu hatinya untuk menerima masakanku.
"Iya tuan." Aku menyelesaikan masakanku lalu berjalan menaiki tangga.
"Mini." Padahal sedikit lagi aku bakal sampai ke kamar mas Astan sudah tidak sabaran.
"Iya tuan saya datang," Ucapku berdiri dihadapan mas Astan.
Dia masih terbaring diatas kasur tanpa bisa bergerak kemana-mana, ingin sekali aku membiarkan dia sekali saja biar dia tau betapa berguna nya aku apalagi mengingat situasinya saat ini.
"Dasar lamban, tidak berguna sama sekali,sekali dipanggil langsung datang kenapa rupanya? " Kesal mas Astan.
Mulutnya ituloh pengen banget aku lakban, ngk ada rasa bersyukurnya sama sekali,bisa bisa aku beneran biarain dia terbaring tanpa diurus.
"Maaf tuan." Lagi lagi aku hanya bisa berdumal dalam hati dan menahan kekesalanku.
"Minta maaf mulu bisanya terus besoknya ngulang lagi, dasar manusia." Mas astan terlihat benar benar kesal.
Memang dia bukan manusia yah? Oh iya aku lupa dia kan bukan manusia dia itu lebih jahat dari iblis, ngk punya perasaan sama sekali.
"Ada yang bisa saya bantu tuan? " Tanyaku.
"Jelas jelas banyak yang harus kamu bantu bodoh, masih saja bertanya, kamu suka sekali yah bikin saya emosi." Mas Astan.
Kamu mas yang suka bikin aku kesel.
"Maaf tuan," Ucapku.
"Sekali lagi kamu minta maaf saya blender mulut kamu itu." Mas Astan.
"Memangnya tangan tuan sudah bisa yah digerakkan?kalau begitu alhamdulillah tuan," Ucapku senang.
Mas astan terlihat menarik nafas berat "Dasar, memang kamu itu bodohnya sudah tidak tertolong yah,saya sedang mengancam kamu bodoh." Mas Astan.
Apa sih mas Astan ini?masih bisa yah mengancam orang yang menolong dia.
"Kalau begitu tuan ingin saya melakukan apa?" Tanya ku dengan sedikit rasa kesal.
"Saya merasa gerah, ingin mandi dan membilas rambut" Ucap mas astan.
Aku meneguk ludah kasar, bukan pertama kalinya memang aku harus memandikan mas Astan namun rasa tegangnya masih sama.
Aku menjadi panas dingin sekarang,lagi lagi harus berhadapan dengan dada bidang mas Astan, siap siaplah Mina kamu akan melemas tanpa alasan.
"Ba,, baik tuan,saya sudah siapkan air tadi," Ucapku langsung mendekat kearah mas Astan.
Memeluk pinggang nya untuk membantu bangkit"khem,,, "mas Astan berdehem.
Aku menuntun mas Astan dengan pelan dan masih memeluk pinggang mas Astan menuju kamar mandi.
" Aaa,, pelan pelan bodoh, kamu sengaja yah? "Mas Astan memekik menahan sakit saat tangannya mengenai sudut pintu.
" Maaf tuan,, saya tidak sengaja,"ucapku mendudukkan mas Astan dibangku yang khusus aku sediakan untuk mas Astan duduk sembari merentangkan kakinya yang sakit itu.
Lagi lagi jantungku berdetak lagi tanpa sebab,bukan tanpa sebab sih, sebenarnya jantungku berdetak karena akan membuka baju mas Astan.
" Tunggu apa lagi?kamu pikir saya tahan dengan kegerahan ini?"mas Astan
Nyolot mulu mas.
Aku mendekat dan berjongkok dihadapan mas Astan dan mulai membuka satu persatu kancing baju mas Astan.
"Khem,, " Mas Astan berdehem lagi dan menatap kearah lain.
Ada apa sih selalu berdehem begitu? Dia pikir aku ngk semakin takut apa mendengar itu.
Baju mas Astan sudah terbuka dan sekarang giliran celana mas Astan, memang sih mas Astan selalu menggunakan boxer di dalam jadi aku tidak terlalu takut.
Aku mengambil air satu gayung dan aku guyuran air dalam gayung itu ke kepala mas Astan.
Terlihat punggung mas Astan bergetar karena kaget diterpa air dingin itu.
Aku menyabuni tubuh mas Astan dan mengusapnya dengan pelan.
Mas astan terlihat tidak tenang tanpa sebab"Kenapa tuan? Apa saya mengusap nya terlalu keras?"tanyaku.
Mas Astan menggeleng "terlalu enak eh,, cepat keraskan sedikit, kamu pikir kotoran dalam tubuh saya akan hilang jika kamu menggosok nya begitu lembut? " Mas Astan berbicara sedikit bertele tele.
Ada apa sih?
Heran aku😒
Aku membilas rambut mas Astan dengan halus, meremas kulit kepalanya untuk menghilangkan kotoran di rambut mas Astan
"Akhh,, mata saya." Mas Astan menutup matanya yang terasa perih mungkin kemasukan busa shampo.
Aku dengan cepat menyiramkan air diwajah mas Astan hingga bajuku ikut basah, dan mas Astan mencoba membuka matanya namun masih terasa perih ia rasa.
Aku menarik kepala mas Astan agar lebih dekat dengan ku lalu dengan perlahan aku mendekat wajahku lalu meniup mata mas Astan yang kemasukan busa shampo tadi.
"Ssst." Suara tiupan ku terdengar sedikit jelas.
Mas Astan mengerjapkan matanya untuk memeriksa apakah matanya sudah baikan dan ternyata sudah lalu mata kami bertemu lagi dalam jarak yang sangat dekat.
Mas Astan menatap ku sangat dalam, aku sedikit tak mengerti dengan tatapannya itu.
"Tuk,, " Aku merasakan busa shampo sudah menempel tepat diwajahku.
Siapa lagi pelakunya kalau bukan mas Astan?.
"Tuan,, kenapa tuan malah melempar busa sabun ke wajah saya," Ucapku dengan cepat membilas wajahku.
Mas Astan tersenyum "kamu pikir saya tidak tau kamu sengaja kan membuat mata saya kemasukan busa shampo." Mas Astan.
Apa apaan dia? Sudah aku bantu hilangkan rasa perihnya malah menuduh yang bukan bukan, menyebalkan sekali sih.
Aku mengambil shampo yang masih ada di botolnya dan meletakkan ditanganku lalu aku usap agar keluar busa dan aku melempar kembali ke wajah mas Astan.
Dia pikir aku tak berani membalasnya?.
"Ohh balas dendam ceritanya? " Tanya mas Astan meraih selang air dan menyemprotkan air keseluruh tubuhku.
Gawat!! Bajuku sangat tipis hari ini belum lagi aku tak memakai tank top.
Mas Astan berhenti menyirami tubuhku setelah melihat lekukan tubuhku dibalik baju tipis yang aku kenakan ini, mati aku, mas Astan juga kenapa sih membelikan baju beginian?.
"Khem,, " Mas Astan lagi lagi berdehem dan melihat kearah lain.
"Ambilkan baju tidur itu," Perintah mas Astan dan segera aku ambilkan.
Mas Astan meraihnya dengan satu tangan dan mencoba melilitkan baju itu tepat dibagian dadaku.
"Tutupi bodoh, kamu pikir saya bukan laki laki normal yah? " Mas Astan.
Apa maksudnya?.
Aku menurut dan menutupi tubuhku dengan kemeja tidurnya yang kebesaran saat kukenakan.
Setelah selesai memandikan mas Astan aku menuntun mas Astan menuju dapur, dan inilah saat saat yang paling susah menurutku menuruni tangga adalah hal yang paling susah aku lakukan saat menuntun mas Astan.
Apa lagi faktor ukuran tubuhku yang sangat kecil begitu susah saat membopong tubuh besar mas Astan.
Sedikit lagi akan sampai ke tangga terakhir "Akhhh." Kakiku malah lagi lagi tidak menginjak tangga yang tepat hingga kami oleng.
Aku takut mas Astan akan terluka lagi gara garaku.
Aku mencoba seimbang kembali dan kakiku menabrak sudut tangga, sungguh menyakitkan tapi aku bersyukur mas Astan tidak apa apa.
"Dasar ceroboh, kalau saya jatuh lagi bagaimana?masih ingin yah melihat saya tidak bisa melakukan apa apa? " Mas Astan.
Aku menunduk melanjutkan membawa mas Astan duduk dikursi padahal kakiku terasa sangat sakit sekali.
"Tuan duduk sebentar saya akan ambilkan makanan dulu," Ucapku berjalan menuju kulkas dengan langkah terseok seok.
Saat berada didepan kulkas aku berjongkok sebentar untuk memeriksa kakiku, tidak terluka memang tapi rasanya sangat menyakitkan.
"Sedang apa kamu? Cepatlah saya sudah lapar." Mas astan.
"Iya tuan,, sebentar." Aku berjalan membawa bubur yang sudah aku masak tadi.
Aku menarik bangku untuk duduk dihadapan mas Astan.
Aku menyuapi mas Astan dan satu sendok bubur sudah berhasil masuk kerongga mulutnya.
Ia mengunyah pelan dan tiba tiba saja wajahnya sedikit kesal.
"Kamu ingin membunuh saya yah?" Tanya mas Astan kesal.
Apa lagi sekarang?memberi makan bubur malah dituduh ingin membunuh.
"Kenapa tuan?" Tanyaku heran.
"Masih saja bertanya, kamu sengaja yah membuat bubur ini sangat manis?berapa kilo kamu masukkan gula kesini? " Tanya mas Astan.
Hah? Seingatku aku memasukkan takaran gula yang pas ke bubur itu, tapi tidak tau juga sih.
"Benarkah tuan?biar saya coba dulu" Aku mencoba menyendok satu sendok bubur itu.
Sret,,
Mas Astan tiba tiba menarik wajahku dengan tangannya yang tidak sakit itu dan..
Cup,,,
Bibir kamu menyatu dengan rapat, dan mas Astan memaksa bibirku agar terbuka dengan lidahnya dan saat itu aku merasakan manis dari bibir mas astan.
Apa ini bekas bubur yang ia makan tadi yah? Manis sekali padahal hanya bekas bubur itu bagaimana kalau buburnya langsung?.
Mungkin yang mas Astan katakan benar, bubur yang aku masak tadi kemanisan pasti ia tak menyukainya.
Mas Astan belum juga melepaskan bibirku, ia malah meng*isap bibir bawah dan atasku bergantian.
Seperti lebah saja, sayangnya bibirku tak akan pernah mengeluarkan madu.
Aku kehabisan nafas karena ulah mas Astan yang masih terus terusan menghisapi bibirku.
Dan akhirnya mas Astan mau melepaskan bibirku karena mungkin ia sadar kalau aku mulai kehabisan nafas.
"Bagaimana?kamu tau kan apa yang saya maksud? " Tanya mas Astan dan aku balas dengan anggukan.
"Maaf tuan,, saya mungkin kurang fokus tadi saat memasukkan gula ke dalam buburnya," Ucapku menghapus bekas liur mas Astan dibibirku.
"Selalu saja ceroboh,yasudah masak kembali lagi." Mas Astan.
"Baiklah tuan,, tunggu sebentar." Aku berdiri kembali dan memasak ulang untuk mas Astan.
Tapi entah kenapa ada perasaan aneh lagi dalam diriku.
...//bersambung//...
...🔷🔷🔷🔷...
Hadeuhh astan astan mesum banget sih😒
🔷🔷jangan lupa vote and komen yah saya🔷🔷
♦♦jangan lupa follow author juga♦♦
Laffyouall buanyak buanyak ❤