Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
bagai keluarga


Soundtrack//on the Road-baekhyun(EXO)//


Rindu terus bertambah tanpa tau hati sudah tak sanggup untuk menahannya


-mina-


       Sudah hampir tiga jam lebih aku duduk ditepi pantai memandang luasnya lautan itu sembari mengingat ingat kebersamaan kami dahulu.


Ingatan demi ingatan itu berputar seolah seperti sebuah klip video yang dibuat layaknya layar lebar.


Air mataku lagi lagi tak bisa ku tampik mengingat senyuman mas Astana karena berhasil membuat aku kesal.


Mengingat saat dimana aku yang tak pernah menyukai diriku sendiri berubah saat mas astan mengatakan kalau aku itu adalah wanita berharga baginya.


Aku ingat dengan jelas saat dimana ia dengan bangga memperkenalkan aku kepada seluruh teman temannya, ia bahkan sempat ditertawakan karena mau memperistri orang seperti ku ini.


"Dimana lagi aku mendapatkan rasa nyaman itu kalau bukan kamu mas? "


"Aku mohon pulang lah mas"


Buru buru aku hapus air mataku dengan cepat karena panggilan masuk dari kak adin.


"Iya kak ada apa? " Tanyaku mencoba menstabilkan suaraku agar tidak terdengar seperti baru menangis.


"Hahaha biasa alfa kalau udah ngk liat kamu lebih dari dua jam bakal kumat nangisnya, dia ngk mau diam kalau kamu ngk datang" Kak din


"Ooh iya kak aku juga mau pulang nih urusannya udah kelar kok, dan intinya yang dia lihat bukan mas astan" Ucapku pelan.


Helaan nafas terdengar jelas dari panggilan itu, kak adin pelakunya.


"Yasudah kamu pulang yah,alfa ngk mau aku diemin hahah"


Aku mengiyakan dan mematikan sambungan telepon untuk pulang menjemput alfa.


Alfa memang suka gitu, setiap ngk liat aku lebih dari dua jam ia pasti nangis.


Aku pernah nanyain alasannya, dan jawabannya berhasil buat aku hampir nangis"atu atut mamah elja ayak papah"itulah alasannya menangis setiap aku tak ada disampingnya sedikit lebih lama.


Aku faham betul bagaimana perasaan alfa,ia pasti sedih saat tau kalau papahnya tidak pernah dirumah oleh karena itu ia juga tidak mau kalau aku juga pergi.


"Duhh abang kok nangis sayang? " Tanyaku berlari setelah menempuh perjalanan sedikit jauh.


Alfa langsung memeluk aku sekuat yang ia bisa dan menangis dalam dekapanku.


"Udah dong abang nangisnya, adek zifa aja ngk nangis tuh" Ucapku.


Alfa mulai tenang "mamah ngk pergi kerja kok kayak papah, abang jangan nangis lagi yah, mamah tadi cuma pergi bentar doang"


Alfa langsung mengangguk diam"mamah,, anji,,ndak,, elgi ayak papa"ucapnya lagi masih sedikit sesegukan.


Kak adin sudah ingin menangis melihat alfa yang malang itu, ia bahkan tak tau kalau papahnya saat ini dipertanyakan apakah masih hidup atau sudah sebaliknya.


"Iya sayang, mamah janji ngk pergi" Ucapku mengecup pelan dahi alfa.


"Minta maaf sana sama bunda, lain kali kalau bunda bilang diem di dengerin yah sayang" Ucapku pelan.


Alfa berjalan pelan menuju kak adin dan memeluk kak adin yang sudah berkali-kali menahan air mata sejak tadi.


"Afa inta aaf unda" Ucap alfa dan dengan cepat kak adin mendekap tubuh alfa lalu tersenyum.


"Alfa ngk salah sayang, bunda sayang sama alfa, jadilah hebat yah biar bisa jagain mamah" Ucapku dan alfa dengan semangat tersenyum.


"Afa ebat unda" Ia sungguh lucu sekali.


"Maaf yah Kak aku dan alfa pamit sekarang, soalnya mau kerumah mas alga dulu ibu ani udah nungguin mungkin" Ucapku dan dibalas anggukan oleh kak adin.


"Pamit dulu sayang sama bunda, besok kesini lagi yah bun,, "


"Etok ini agi yah bun" Alfa dengan cepat menirukan apa yang aku ucapkan tadi.


"Iya abang" Kak adin melambaikan tangan zifa.


Kami melaju menuju kediaman mas alga untuk bertemu dengan ibu ani istri dari pak umar.


Kami memang sering bermain disana karena alfa sudah menganggap ibu ani adalah neneknya sendiri begitu juga dengan ibu yang sering mengatakan kalau alfa adalah cucu tersayang nya.


Aku memang beruntung sekali setelah menikah dengan mas astan semakin memiliki banyak keluarga baru.


Ibu juga dengan senyuman khasnya tersenyum memeluk alfa.


"Jagoan nenek dah datang yah? Duduk dulu sayang" Ibu menuntun alfa duduk di balai yang mungkin adalah buatan almarhum pak umar.


"Ibu" Aku menyalami tangan ibu dan mengambil sapu itu untuk melanjutkan yang sempat terhenti tadi.


"Tidak usah nak, biar ibu saja nanti,sekarang ibu masih mau bersama dengan cucu ibu yang ganteng ini" Ibu tersenyum mengelus pipi alfa.


"Aku aja buk" Aku melanjutkannya dan sesekali tersenyum melihat ibu dan alfa yang berbincang bincang hal yang aku sendiri kurang faham.


Pintu terbuka saat aku telah menyelesaikan acara menyapaku itu.


Sapu yang ditanganku terjatuh dan dengan cepat aku berlari memeluk seseorang yang baru saja keluar dari pintu itu.


Ia tersenyum kearahku dan merentangkan tangannya padaku"hiks,,, mas kapan datang? "Tangisku lepas namun tidak keras aku takut alfa malah ikut nangis nanti.


" Hei,, jangan nangis gitu, nanti alfa pikir mas jahatin kamu, mas baru sampai tadi malam"mas alga mengelus kepalaku dengan pelan dan tertawa.


Aku melepas pelukanku dan menghapus air mataku dengan cepat.


"Kamu jahilin mina lagi yah mas? " Tanya seorang perempuan yang saat ini sedang mengandung kira kira 7 bulan an.


Ia tersenyum menggeleng dan berjalan menuju alfa dan ibu.


"Hahaha enggak kok mbak, aku yang cengeng nya minta ampun" Ucapku ikut duduk dan bergabung disana.


"Mbak kok ngk ngabarin kalau mau datang" Ucapku lagi lagi bertingkah manja dihadapan mbak sita istri dari mas alga yang saat ini sudah seperti kakak kandung ku sendiri.


Mereka memang sudah seperti keluarga untuk ku dan alfa,selalu menyambut kami dengan hangat layaknya keluarga.


"Karena kami tau reaksimu bakal seperti ini,padahal hanya lima bulan tidak jumpa sudah nangis seperti tadi" Mas alga semakin suka menggoda ku.


Aku melirik dengan kesal"aku tadi bertanya sama kak sita bukan mas alga"sanggaku.


Mereka tertawa mendengar itu sedang alfa sudah lupa dengan kami karena mendapat roti dari bibinya.


"Nanti kalau adek dah lahir abang mau kan jagain adek? " Tanya kak sita.


Alfa dengan cepat mengangguk "iya bi, afa kan ebat" Ucap alfa dengan pedenya.


"Benar benar seperti ayahnya yah" Tutur mas alga dan aku langsung mengangguk.


"Iya nih mas, aku sendiri sering kagum liat kemiripan alfa dengan mas astan, seperti copyan saja"


Ibu menarik bahuku dan memeluk aku dengan sayang, seolah tau kalau setiap membahas mas astan hatiku tetap sama sakitnya.


"Kita berdoa saja yang terbaik untuk astan, mas Yakin ia pasti kembali"


Aku mengangguk tersenyum mendengar itu.


Mas alga sudah menikah tahun lalu dan Alhamdulillah kini akan diberikan momongan oleh yang maha Kuasa.


Ia mendapatkan gadis yang sangat pantas untuknya yaitu kak sita yang merupakan teman satu kerjanya dulu.


Mereka berdua sama sama dewasa dan penyayang, baik juga pintar, sungguh pasangan yang cocok sekali.


Semua berubah dalam dua tahun terakhir.


Hanya aku yang masih sama,masih bersabar menunggu kepulangan mu suamiku.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Aaaaa salut banget liat baiknya keluarga ken dan alga, mau juga dong yang kayak mereka.


🔷🔷jangan lupa like, komen dan rate 5 yah🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan🖤


Follow my ig @sopiakim_