Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
mas remas


...Soundtrack//skyline-saejong(gugudan)//...


...Mamah bangga punya kamu sayang...


...-mina-...


     Mina terus mencoba menyusui Alfa namun hasilnya nihil, Alfa masih belum mendapatkan asi nya Mina.


"Hiks,,, " Mina menangis merasa bersalah kepada putranya itu.


"Maafin mamah sayang hiks,, " Mina memeluk Alfa dengan rasa penuh sesal.


Astan datang dari luar.


"Gimana mas hiks,,,?kasian anak kita mas, aku emang ibu yg ngk berguna mas hiks,,, "


Astan memeluk mina sambil tersenyum "Tidak sayang, ini bukan salah kamu dokter bilang memang untuk pertama kali sangat anak memang kesulitan untuk mendapatkan asi dari ibunya karena asinya masih beku dan tidak lancar, tenang saja sayang kamu jangan cengeng gitu dong liat alfa jadi ikut nangis liat mamahnya nangis." Astan mengelus surai Mina dengan sayang.


Mina semakin menangis"Hiks,,, aku emang ngk pantes mas buat jadi seorang ibu hiks,, aku cengeng hiks,,, aku ngk bisa diandelin hiks,, "


Astan semakin merasa kalau saat ini Mina sangat imut dimatanya "Hahahah bukan gitu maksud mas sayang, kamu baru sehat jangan banyak pikiran dulu yah, mas ngk maksud buat ngatain kamu cengeng sayang, duhh mamah imut banget yah fa?,sekarang kita biarkan suster dulu yah yang rawat anak kita kamu kembali kebangsal dulu biar dokter bantu lancarin asi kamu sayang."


Mina awalnya tidak mau meninggalkan Alfa namun ia harus melancarkan asi nya agar Alfa bisa minum asinya.


"Iya mas."


"Mamah sama papah pergi dulu yah sayang."Astan mendorong  kursi roda menuju bangsal mina.


Astan mengangkat tubuh Mina menuju ranjang dan membaringkan Mina diatasnya.


Mina masih menangis merasa bersalah terhadap Alfa yang sampai sekarang masih belum pernah merasakan asi nya.


" Sudahlah sayang, nanti kepalamu jadi sakit."Astan mencoba menenangkan Mina.


"Hiks,,, aku merasa bersalah mas sama anak kita,aku gagal jadi ibu, suster bahkan lebih baik dari ku mas hiks,,, maafkan aku mas." Mina.


Astan memeluk Mina yang masih menangis itu"Sayang sudah dong nangisnya,semua ibu pernah merasakan itu sayang, dokter bilang memang untuk pertama kali susah keluar sayang, makanya bentar lagi dokter bakal datang bantuin kamu biar bisa lancarin asinya, jadi ngk usah nangis gitu sayang, nanti cantiknya ilang heheheh."masih saja sempat menggoda Mina.


"Ihhh,, mas hiks,, masih aja sempat menggoda aku hiks,, "


Cup,,


Astan mencium bibir Mina dengan sedikit lama hingga Mina bungkam.


"Udah yah jangan nangis lagi,mas gemes liatnya." Astan tertawa melihat Mina yang masih saja kaget saat tiba tiba astan mencium bibirnya padahal kalau dihitung sudah lebih dari ratusan kali mereka berciuman.


"Ihhh mas yah kebiasaan main nyosor aja, aku kaget mas." Mina kesel.


"Kalo mas minta izin kamu mana bolehin." Astan tertawa lagi.


"Khem,,, permisi." Dokter masuk dengan beberapa alat dan gelas berisi minuman yang dapat Astan tebak adalah jamu.


Astan bangkit berdiri mempersilahkan dokter itu masuk.


Mina sudah merasa malu padahal dokter itu tidak sedang menangkap basah mereka berciuman seperti saat dulu.


"Jangan terlalu khawatir buk, memang untuk seorang ibu yang baru melahirkan terkadang susah keluar asi, apalagi melihat usia ibu saat ini masih tergolong muda, saya akan membantu ibu melancarkan asi nya agar bisa keluar dengan lancar." Dokter itu tersenyum.


Astan hanya mengangguk saja mendengar penuturan dokter itu.


"Ini alat apa dok? Kenapa bentuknya begitu aneh? " Astan kepo.


Dokter itu tersenyum "Karena bapak adalah suami dari pasien jadi tidak salah untuk saya memberitahu nya, bapak juga bisa melihat prosesnya agar bisa sewaktu waktu asinya tidak lancar bapak bisa melakukan ini."


Dokter itupun duduk dikursi dan pertama ia menyuruh Mina untuk meminum jamu pelancar asi itu kepada Mina.


Mina dengan semangat meminumnya,apapun asalkan ia bisa memberikan asi untuk Alfa putra pertamanya itu.


"Uhhh pahit sekali." Mina sudah menghabiskan jamu itu walaupun terasa pahit.


Astan yang berdiri disamping mina pun merasa sangat bangga dengan Mina,ia tahu Mina sudah merasa kepahitan saat tegukan pertama tadi namun Mina tetap mau meminumnya hingga habis.


"Kerja bagus sayang,, mas bangga." Astan.


Dokter itu pun menyuruh agar mina membuka kancing bajunya dan juga branya.


Mina menurut namun ia melirik Astan agar jangan liat liat tapi Astan tetap bersikeras ingin melihat dan akhirnya Mina pasrah saja.


Dokter pun meletakkan alat yang seperti alat menyedot itu tepat diarea pay*dara Aina sebelah saja, lalu dokter pun mulai memompa agar asi Mina yang semula keras dan berkumpul itu bisa keluar.


"Akhhh,,, " Mina merasa kesakitan sekali seperti sedang diremas paksa saja.


Mina harus bisa menahannya, sakit sekali sungguh!! Tapi ini adalah cara satu satunya untuk ia bisa memberikan asi untuk Alfa.


Astan tau kalau mina sebenarnya sudah tidak sanggup lagi dari cara mina meremas keras tangan Astan.


"Akhh,, sakit mas,,, hiks,, " Mina bahkan sempat menangis.


Astan hanya bisa mencoba menenangkan Mina tanpa tau harus berbuat apa lagi.


Ia memang tidak tau rasanya bagaimana tapi ia tau kalau saat ini Mina memang sedang merasa kesakitan.


Asinya benar benar keluar kedalam tabung penampungnya walaupun tidak banyak namun hasilnya sungguh nyata.


Mina pun berhenti mengerang saat dokter itu berhenti memompa"Cukup buk,sakitnya memang sedikit lama agar menghilang tapi kita doakan saja setelah ini akan lancar keluarnya. "


Mina pun hanya bernafas lega saja sedang Astan hanya diam melihat Mina yang terlihat kelelahan itu.


"Saya permisi buk pak, dan asi ini akan saya berikan untuk anak ibu dan bapak, silahkan beristirahat buk, tenaganya sudah terkuras tadi."


Mina


Astan pun mengangguk mengiyakan "Terimakasih dok."


Pintu tertutup dan Astan langsung mengancing baju Mina kembali.


Lalu menyelimuti Mina yang benar benar terlihat lelah itu.


"Sakit sekali yah sayang?" Astan merasa kasihan sekali dengan Mina yang terlihat begitu lelah itu.


Mina mengangguk lemah"Iya mas, tapi ngkpp asal aku bisa kasih alfa asi."Mina tulus.


Astan mencium kening Mina"Terimakasih sayang sudah menjadi ibu yang kuat untuk anak kita, mas tau kamu pasti sudah tidak sanggup tadi tapi kamu tetap menahannya tanpa meminta berhenti, mas bangga sayang, mas yakin tidak semua ibu seperti kamu."


Mina tersenyum "mas naik dong terus peluk aku, aku kangen."


Astan dengan cepat naik ke tempat tidur, kapan lagi dapat tawaran dari Mina ? heheheh.


"Iya sayang sekarang kamu tidur yah, istirahat yang baik biar kamu cepat sehat terus kita pulang kerumah sama alfa."


Mina mengangguk dan menyeruak kedada bidang Astan lalu memeluknya erat begitu juga dengan Astan memeluk erat pinggang Mina dan mengelus perut Mina yang saat ini sudah rata.


"Terimakasih sudah pernah menjaga anak kita disini sayang, pasti berat sekali yah membawanya kemana-mana?" Astan mencium kening Mina lagi.


Mina tersenyum lalu menatap wajah Astan "Tidak berat mas, soalnya mas selalu menggendong aku kemanapun itu, aku bahkan kasian liat mas yang pasti keberatan bawa aku sama Alfa dulu." Mina mencium bibir Astan pelan.


"Hmm jangan mancing sayang, kamu tau kan kalau bibir mas udah nyentuh bibir kamu maunya rapat mulu jangan lepas."


Mina tertawa mendengar itu lalu mencium lagi bibir Astan.


"Sayang,, jangan mancing yah, mas ingetin lagi jangan sampai mas nyium kamu sampe pagi besok." Astan tertawa.


Mina juga ikut tertawa mendengar itu lalu kembali mencium bibir Astan.


Namun saat ia ingin melepaskan Astan sudah lebih dulu me*gulum bibirnya dalam.


"Mphhh." Mina mencoba melepaskan untuk menggoda Astan namun Astan malah menghisap bibir Mina dengan nikmat.


"Mina pun akhirnya membalas ciuman Astan dengan ikut me*umat bibir Astan dan memeluk Astan lebih erat lagi.


" Muuahhh,, kamu sih mancing mas mulu."Astan menyudahi ciuman dengan sebuah kecupan lama dibibir Mina.


Mina tersenyum mendengar ucapan Astan yang benar benar terdengar sedang menahan nafsunya saat ini.


"Sekarang kamu istirahat yah sayang." Astan memperbaiki selimut Mina dan memeluknya erat.


Mina pun menurut dan membenamkan wajahnya didada Astan lalu mencoba untuk tidur.


Astan menepuk pelan punggung Mina agar Mina lebih cepat tertidur.


"Terima kasih atas nikmatMu ini ya Allah." Astan bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk membahagiakan istri dan anaknya.


...//bersambung//...


...🔷🔷🔷🔷...


Hmmmm🌚🌚🌚


Yang lagi lepas rindu mah beda🌚hummm lagian udah halal juga😄lanjuttt teross jan kasih kendor kalo bisa langsung buat ponakan kedua aja buat adeknya alfa juga biar ada temen dia wkwkkw


🔷🔷jangan lupa like and komen yah gaes🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan 🖤