Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
42.imutnya..(S2)


❄selamat membaca❄


     Sejak jam 05 tadi ia berusaha membangunkan ku, dan aku sengaja tidak mau bangun untuk melihat seberapa sabar dia menghadapi ku.


"Tuan,, bangun tuan," Ucapnya pelan namun aku memilih untuk berpura-pura tidak mendengar nya.


"Tuan,, nanti tuan terlambat masuk kantor,"ucapnya terdengar menahan kesal karena ulahku.


Aku merasakan kalau ia sedang memikirkan bagaimana cara membangunkan ku, kita lihat apakah ia benar-benar bisa membuatku bangun.


"Aaaa kecoa,, kecoa,, tuan ada kecoa dibaju tuan," Ucapnya tiba-tiba saat aku sedang lengah hingga aku dengan otomatis berdiri dan berlari kearahnya.


"dimana? Dimana? Cepat ambil bodoh,"panikku tepat dihadapan wajahnya.


Namun, sesaat aku langsung sadar dan memahami keadaan saat melihat wajahnya yang menahan tawa itu. Rupanya ini hanya tak tiknya saja agar aku bangun? Wahh hebat juga ia hingga aku benar-benar berdiri saat ini.


Baiklah karena sudah terlanjur mari kita lanjutkan akting tanpa sponsor dan sutradara ini.


Aku berpura-pura masih terlihat panik dan memegang tangannya seolah aku benar-benar bergantung padanya saat ini"Kenapa diam saja, kamu tak mau mendengar kata saya?ambil segera kecoa hina itu dari baju saya," Ucapku seolah sedang panik saat ini.


"Baik tuan baik," Tuturnya terlihat sedang tersenyum tipis dan tawa yang tertahan ditenggorokan nya.


Ia mendekat kearah bahuku. Aktingnya oke juga tapi aku tak sebodoh itu untuk tetap percaya. Dia berlagak sedang mengambil seekor kecoak dibahuku dengan menggenggam angin yang ia sebut sebagai kecoak itu.


"Bagaimana tuan? Apa tuan ingin melihat kecoa dalam tangan saya ini? "


Dasar gadis kecil. Siapa yang kamu coba bodohi hah? Sialnya ia malah terlihat manis saat ini. Pasti dalam hatinya ia merasa telah berhasil membodohi seorang Astan yang terhormat ini.


"Kamu bodoh? Untuk apa saya melihat hewan hina itu?segera buang," Ucapku dan dia berlari keluar.


Aku berjalan kearah pintu dan melihat ia dari celah pintu. Dia sudah tertawa terbahak diluar sembari memegangi perutnya menahan tawa.


Aku ikut tersenyum melihat ia tertawa begitu lepas saat ini.


Ia berdiri dengan benar dan mencoba untuk berekspresi biasa saja namun ia tak bisa karena setelah beberapa saat ia langsung tertawa lagi dengan wajah yang sangat imut.


Aku juga ikut tertawa kecil saat melihat ia begitu lucu.


"Kenapa kamu?"aku keluar dan berjalan kearahnya sembari menahan senyum saat melihat wajah paniknya itu.


Ia buru-buru berhenti tertawa dan melakukan beberapa gerakan senam. Dia pikir siapa yang sedang ia coba kadalin.


"Kamu pikir saya bodoh?"aku memasang wajah seolah aku sedang marah dan kesal padanya padahal aslinya aku sangat senang tanpa sebab.


"Eumm tidak tuan,saya memang sedang berolah raga." Ia masih saja melanjutkan akting sedang berolahraga nya. Yatuhan kenapa ada manusia imut seperti nya sih? Aku tidak sedang gila kan sampai hampir tersenyum sekarang.


Aku berjalan kearahnya dengan pelan dan mataku tak hentinya menatap seolah sedang mengintimidasi nya.


Ia terlihat semakin panik dan terus saja mundur kebelakang.


"Baru dibiarkan sebentar saja sudah merasa puas,kamu pikir saya akan sebodoh itu benar benar tertipu dengan scenario kecil bodohmu itu?tertawa yah? Menertawakan saya?" Aku benar-benar merasa lucu dengan wajahnya yang ketakutan itu.


"Tidak,, tuan saya tidak pernah menertawakan tuan, sungguh!saya memang sedang berolahraga sedikit tadi."masih saja mencoba berbohong padahal saat ini tangannya sudah gemetar takut.


Kenapa sih dia sangat lucu dihadapan ku saat ini. Biasanya aku akan sangat marah saat ia melakukan hal konyol seperti ini aku akan kesal tapi malah sebaliknya sekarang.


Tuk,


Dia langsung mentok ke dinding dan langsung menunduk takut karena aku sudah berada dihadapannya saat ini.


"Bagaimana?merasa bangga tidak setelah beranggapan bisa membodohi saya?" Aku mendekatkan wajahku kearahnya yang sangat ketakutan itu.


"Maaf tuan, bukan maksud saya membodohi tuan, saya hanya ingin tuan bangun, karena sudah hampir satu jam saya mencoba membangunkan tuan, tapi tuan tidak kunjung bangun juga,"ucapnya gemetar takut.


Aku semakin ingin menggodanya melihat bagaimana ia akan berusaha menahan dirinya.


"Ohh jadi kamu merasa kesal yah karena saya tak kunjung bangun? Jadi kamu ingin membodohi saya saking kesalnya."


Ia panik kembali saat mendengar itu dariku.


Ia menunduk takut dan matanya sudah memerah takut hingga hampir menangis. Dasar gadis lugu.


" Sudahlah,, saya malas bermain seperti anak kecil begini,"ucapku memilih masuk saja kerumah. Takut aku akan lepas kendali karena melihat keluguan nya.


Aku memasuki kamar dengan memegangi dadaku yang berdetak kencang karena melihat gadis bodoh itu.


"Apa aku sudah gila yah? Ayolah astan tidak mungkin kan? " Aku mengelak pikiran bodoh itu.


Setelah membuka baju aku memasuki kamar mandi untuk sekedar membersihkan diriku pagi ini.


Aku tersenyum dan tertawa pelan mengingat wajahnya saat ketakutan tadi. Duhh bisa gila aku lama-lama.


Aku buru-buru mengusir pikiran ku yang sejak tadi memikirkan gadis itu.


"Astan, kamu harus sadar kalau dia bukanlah tipe ideal mu kenapa malah repot memikirkan nya," Ucapku kembali fokus membersihkan diriku lagi.


Setelah aku menyelesaikan pekerjaan mandiku aku langsung memakai pakaian yang sudah disiapkan oleh gadis bodoh itu.


Aku kembali tersenyum mengingat nya. Apa aku benar-benar sudah tidak waras yah?


BERSAMBUNG...


jangan lupa yah like, komen dan vote ❤😅