Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
112.Cengeng nya (S2)


❄Selamat membaca❄


     Aku terbangun tepat jam 06.35Am.kulirik mina kini masih saja tertidur pulas sembari melingkarkan tangannya di pinggang ku. Aku tersenyum karena melihat ia terlihat Damai saat sedang tidur dengan sedikit nafas yang tak beraturan.


Aku bergerak perlahan dan melepaskan tangannya dari pinggang ku lalu aku berjalan ke kamar mandi untuk mencuci wajahku terlebih dahulu.


Pagi ini aku berniat keluar menuju pasar untuk membeli beberapa jenis bahan makanan karena kurasa persediaan makanan di kulkas sudah mulai menipis.


Aku turun kebawah menghidupkan mesin mobil lalu berlalu menuju pagar. Perlahan aku teringat kembali dengan sosok Pak umar yang selalu tersenyum disana saat sedang menyambut ku menuju kearah pagar. Sangat merindukan ia.


Aku pun menarik nafas dan mengeluarkannya dengan satu helaan.


"Semoga ditempatkan disisinya. " Aku lalu berlalu meninggalkan pekarangan rumah lalu menuju pasar yang sudah lama tak ku kunjungi. Dulu aku dan minat sering kesini untuk menemani nya membeli beberapa bahan makanan.


Aku tersenyum saat mengingat itu, dengan alfa yang masih kecil kami meninggalkan nya saat sedang tidur dirumah dijaga oleh pak umar dari luar dan kami akan kesini sebentar sembari bergandengan tangan. Kala itu sangat indah sekali.


Setelah berbelanja beberapa bahan makanan barulah aku kembali kerumah dan menempatkan semua bahan makanan pada tempatnya di dalam kulkas.


Kemudian, aku berjalan pelan menuju kamar namun samar-samar kudengar suara tangisan dari dalam kamar. Kubuka pintu pelan dan ku lihat minat sudah menangis duduk sembari menutup matanya.


"Harusnya tadi aku tidak usah bangun kalau tau ini hanya mimpi hiks,, "


Aku langsung berjalan pelan menuju tepi kasur dan heran melihat ia yang menangis padahal masih pagi sekali. Mimpi? Apa ia bermimpi buruk yah?.


" Sayang kamu kenapa? "Ia langsung mengangkat wajahnya melihat ke arahku.


Ia langsung bangkit berdiri tanpa tau bagaimana penampilan nya kini. Masih pagi saja aku sudah dibuat tegang oleh nya. Bagaimana aku tidak turn on? Ia bangkit berdiri masih dengan kemeja yang ku Pakaikan tadi malam tanpa dikancing hingga area bawah juga gundukan itu kulihat dengan jelas saat ia berdiri dan memeluk ku.


"Kamu kemana tadi mas? Aku takut hiks,, " Ia menangis saat memeluk ku.


Aku tak bisa menahan tawa lagi, apa karena itu ia menangis dan berkata kalau ia sedang bermimpi. Bagaimana bisa ia mengatakan kalau ia sedang bermimpi saat ia melihat tubuhnya polos hanay dengan kemeja putih polos saja.


"Masa cuma mas tinggal bentar udah takut sih sayang? Mas cuma beli bahan makanan tadi di dekat jalan tol."aku melepaskan pelukan kami dan lagi-lagi mataku salah fokus pada areanya itu.


Ia yang faham dengan mataku langsung melihat ke sekujur tubuhnya hingga ia langsung kaget bukan main. Aku tau ia tak sadar sama sekali dengan penampilan nya saat ini.


Karena panik ia langsung mencari kancing dari kemeja itu berniat untuk menutupi nya. Terlambat sudah sayang, aku sudah tegang terlebih dahulu. Mau tidak mau kamu harus melemaskan nya untuk ku.


Langsung ke dorong tubuhnya itu dengan mudah hingga telentang diatas tempat tidur dengan keadaan pasrah dan penampilan yang sangat seksi sekali dalam penglihatan ku. Kemeja yang naik hingga selang*kangannya dan gundukan yang meminta dijamah membuat ku semakin tak tahan ingin bercinta dengan nya.


"Mas sudah lama tidak berolahraga pagi sayang, bagaimana kalau kita berolahraga bersama saja? " Aku menaiki tubuhnya dengan sensual lalu membelai wajahnya yang pasrah itu saat wajah kami sudah mulai dekat ku lihat ia hendak berbicara namun langsung bungkam karena bibirnya sudah ku kulum terlebih dahulu.


Saat sedang Berciuman syahdu aku mulai merapatkan tubuh kami dengan pakaian lengkap yang masih melekat di tubuhku.


"Akhh." Ia mendesah nikmat didepan mataku sembari ia gigit bibirnya menahan desahan nya agar tidak lolos lagi.


Aku tersenyum karena melihat ia yang berulang kali menahan desahan itu. Padahal tinggal dikeluarkan saja desahan nikmatnya itu, tak ada gunanya ditahan begitu.


Ku kecup pelan bibirnya hingga ia terbuai dengan pergerakan bibirku di bibir nya itu. Ia merem melek saat punya ku menggesek area basahnya lagi.


"Akhh,, akhh. " Desahan nya sungguh semakain membangkitkan gairah ku. Masih lagi sekali untuk kami melakukan itu.


"Sayang, buka resleting celana mas dong. " Aku tersenyum meminta itu lalu menghisap gundukan miliknya yang kini tak akan mengeluarkan susu lagi.


Ia awalnya terlihat ragu dengan permintaan ku itu namun aku dengan senyuman menggoda sembari menghisap dadanya meninggalkan bekas merah disana membuat ia mau tak mau harus melakukan itu.


Aku bergeser pelan dan ia ku ga ikut duduk didepanku kemudian membuka resleting celana ku.


"Turunkan yah sayang, mas pengen kamu yang bukain. Yah yah. " Aku berlagak manja padanya.


Ia pun mendekat kearahku lalu menarik celana ku itu dengan beberapa kali tarikan barulah kini hanya boxer yang ku kenakan karena bajuku juga sudah ia lepas.


Ia tiba-tiba mendekat kearahku dan duduk dipangkuan ku. Aku tersenyum heran namun kubiarkan saja ia melakukan itu.


Saat ia duduk dipangkuan ku membiarkan ia duduk Mengangkang disana hingga kakinya berada dibelakang ku. Kurasakan junior ku menusuk sesuatu dibawah sana yang masih terlindungi oleh sebuah kain.


Masih dengan kemeja tanpa dikancing ia duduk dihadapanku tepatnya sih dipangkuan ku.


Perlahan ia mendekat kearahku dan mencium bibirku dengan pelan kemudian penuh gairah, kami saling memagut penuh nafsu satu sama lain.


Perlahan ia turun mencium leherku seolah saat ini ia sedang memperlakukan ku seperti aku memperlakukan nya. Ia belajar begitu cepat. Apa dia sungguh tidak malu lagi? Aku ragu ia akan malu setelah ini. Ketebak pasti akan seperti itu. Aku tersenyum melihat ia yang masih saja turun menciumi leherku.


Aku pun berbaring dibawahnya hingga ia juga melemaskan kakinya hingga kini ia benar-benar berada diatas tubuh ku.


"Akhh,, nikmat sayang,, akhh. " Aku mendesah pelan saat ia mencium dan menghisap ****** kecil ku itu.


Dari mana ia belajar ini? Apakah ia selama ini memperhatikan bagaimana aku melakukan nya dan kini ia ingin mencoba nya. Duhh imut sekali dia.


"Akhh,,. " Dan kalian pasti akan terkejut jika aku mengatakan ini. Saat ia sedang menciumi ****** ku tangannya pun sibuk masuk kedalam celana boxer ku dan juga mengusap pelan si junior yang sudah tegang disana dibalik segitiga yang kupakai itu.


Aku tersenyum sembari mendesah pelan karena ulahnya itu.


Ia sungguh berbeda saat ini dengan mina yang kukenal.


BERSAMBUNG...


Maaf yah gaes ngegantung lagi hehehe. Gimana menurut kalian? Terlalu vulgar ngk sih? Aku tuh bingung jadinya.


Jangan lupa yah like, komen dan vote❤.