
❄Selamat membaca❄
Aku tidak tertidur sejak bangun tadi.Sudah lebih dari 2 jam aku tidak bisa tidur kembali.Aku pun memilih untuk berolahraga padahal hari masih sangat gelap.
Setelah kembali dari berolahraga aku memasuki pagar rumah dan melihat pakaian gadis aneh itu dijemuran. Katakan saja aku sedikit usil hingga meraih pakaian itu dan membuangnya ke tong sampah yang berada diluar rumah. Aku sendiri bingung dengan ulahku yang diluar kendaliku.
Setelah itu aku memasuki kamar dan duduk diatas tempat. Sekilas aku melirik gadis sialan itu yang belum juga bangun padahal sejak tadi aku sudah bangun lebih dulu.
Dia terlihat tidak tenang dengan matanya yang bergerak tidak nyaman.
"Akhhh," Teriaknya tiba-tiba bangkit duduk dengan wajah panik dan mata yang bergerak gerak melihat kearah ruangan dengan wajah penuh heran.
Dia memegangi dahinya lalu bernafas lega tanpa sebab. Dan dia juga kaget sekali melihat kearah ku. Dia pikir aku hantu apa?.
"Bisa-bisanya kamu bangun setelah saya bangun,lebih lagi kamu sedang apa berteriak gila seperti tadi?Menjengkelkan," Ucapku dengan penuh kesal.
Apa dia benar-benar tidak takut yah padaku? Dari sekian banyak nya ancaman yang sudah aku lontarkan dia masih bisa-bisanya bangun terlambat.
Dia langsung terlihat takut karena ke jengkel an ku pagi ini. Ia mencoba bangkit namun ia lagi-lagi bertingkah aneh seperti seseorang yang baru melihat sesuatu saja.
"Eugh,,, mas eh tuan, maafkan saya tuan. Maafkan saya sudah lancang mengambil selimut tuan." Ia kemudian melipat kakinya dilantai dan menunduk sembari meminta maaf.
"Mengambil? Selimut? Apa maksudku?" Malah aku yang dibuat bingung dengan ungkapan maafnya yang tiba-tiba.
Setelah berpikir sedikit aku baru ingat dengan selimut yang aku lemparkan padanya semalam untuk menutupi tubuhnya yang terpampang dihadapan ku. Bodohnya aku sampai lupa tadi.
"Eugh,, mungkin saya mengigau tuan. Sehingga saya telah lancang mengambil selimut tuan. Maafkan saya tuan, ampuni saya," Ujarnya tiba-tiba merasa takut. Bodohnya dia memang sudah kelewatan limit. Mana ada orang mengigau khusus mengambil selimut.
"Lain kali jangan ulangi lagi." Putusku agar pembahasan ini cepat selesai karena saat membahas ini apa yang aku lihat tadi malam kembali terputar dalam memori.
"Baik tuan," Ucapnya tapi masih saja duduk disana.
"Kenapa kamu masih duduk seperti orang bodoh disana? Cepat siapkan air untukku mandi." Dengan lantang aku berkata seperti itu tentunya untuk membuat ia ketakutan dipagi ini.
Dan benar saja ia langsung bangkit panik dan terlihat ketakutan.Hingga pinggulnya membentur sudut pintu.
"Akhh," Ringisnya menahan sakit.
"Bodoh," Gumamku saat melihat kebodohannya yang tak bisa berhati-hati. Masa pintu yang begitu terlihat jelas ditabrak olehnya. Kurang bodoh apa lagi coba?.
Setelah ia masuk kedalam kamar mandi aku pun mulai melepaskan satu persatu pakaian yang aku kenakan itu dan melilitkan handuk dipinggang ku.
Kembali lagi ia melakukan hal yang sama. Membuat ku menunggu lama, memang nya butuh berapa lama untuk sekedar menyiapkan air?.
Saat aku sedang memainkan ponselku tiba-tiba kepalanya menyembul dari balik pintu dengan wajah yang penuh dengan tanda tanya.
"Kenapa? Sudah siap rupanya?" Tanyaku.
Ia menggeleng dengan wajah masih saja ketakutan"Eugh,, itu mas,, eh tuan. Saya tidak bisa menghidupkan yang tuan katakan namanya shower itu,saya tidak mengerti cara kerjanya tuan. Maafkan saya, saya belum pernah menggunakan itu sebelumnya.
Melihatnya saja baru sekarang tuan,"ucapnya diluar dugaan ku. Apa dia benar-benar tidak tau cara menggunakan nya? Padahal tinggal tekan saja. Bodohnya memang benar mengkhawatirkan.
Dengan terpaksa aku bangkit sembari berdecak sebaliknya karena dia benar-benar merepotkan dipagi buta ini.
"Dasar kolot, kamu tinggal dihutan atau dijaman apa sih? Caranya begini. Perhatikan dengan mata bodohmu itu!" Aku menarik paksa tangannya dan menuntunnya untuk menggunakan cara kerja shower itu.
Dan lihatlah reaksi gadis sialan itu. Dia benar-benar gadis yang aneh hanya karena shower saja ia tersenyum seperti itu?.
"Woahh,ternyata sangat mudah tuan. Aku kira menggunakan tenaga kuat tuan hahahah." Aku melirik tak suka saat ia tertawa aneh seperti itu hingga ia yang awalnya tertawa langsung diam karena melihat wajah tak bersahabat dariku mungkin. Syukurlah kalau ia sudah mulai bisa membaca situasi.
"Keluar sekarang!Saya mau mandi, dasar gadis bodoh." Sudah kesekian kalinya aku memanggilnya gadis bodoh. Peduli apa aku kalau pun ia tak Terima dengan panggilan itu.
Setelah aku selesai mandi aku keluar dari kamar dan melirik sekilas setelan jas yang disiapkan oleh gadis sialan itu.
"Tidak buruk juga," Tanggap ku kemudian memakainya.
Setelah semuanya sudah selesai aku kemas, aku beralih meraih tas kantor lengkap dengan dompet beserta kunci mobil kemudian melengkang keluar mengabaikan gadis bodoh itu yang berdiri tersenyum kearahku.
"Hari ini biar saya saja yang menyetir, kamu jaga dia saja!Jangan biarkan dia menginjakkan kaki dipagar walaupun sejengkal saja.Kalau ia nekad kamu pukul saja dia, jangan kasih ampun. Saya paling jengkel dengan orang yang keras kepala, " Ucapku dengan tegas. Aku memang sengaja berbicara tanpa embel-embel pak lagi saat berbicara dengan pak umar. Karena aku sudah terlanjur berniat menjadi tegas jadi aku akan tegas ke semua orang.
Menangkap wajah kaget dari pak umar sebenarnya membuatku sedikit goyah. Dia pasti merasa aku kurang sopan sekarang. Yah mau gimana lagi ini adalah jalan yang kupilih.
Setelah pak umar mengangguk iya aku langsung menaiki mobil dan melaju meninggalkan pekarangan rumah.
Pagi buta dengan dendam yang masih saja berkobar-kobar dalam dada. Siapa yang akan fokus bekerja jika dalam keadaan yang sama dengan ku saat ini?.
Aku yang sudah mulai sampai ke kantor langsung membelokkan mobil yang kini ku kendarai menuju tempat yang mungkin akan membuatku sedikit terhibur, meskipun harus menempuh perjalanan sedikit jauh.
"Halo,hari ini kamu yang urus kantor. Saya ada urusan pribadi." Ucapku menelpon sekretaris ku dan ia langsung bersedia.
Setelah itu aku matikan sambungan telepon. Aku dengan kecepatan tinggi langsung melaju menuju tempat dimana aku akan bersenang-senang.
"Sial,kenapa sangat jauh kesini. Membuat repot saja." Dengan kasar aku menutup pintu mobil dan merapikan setelan ku.
Aku tersenyum smirk memikirkan bagaimana kali aku akan membuat ia bergetar takut? Pasti menyenangkan melihat wajah penuh kesedihan darinya.
Ooh lihatlah. Aku hanya berdiri saja disini sudah membuat ia yang sedang keluar rumah langsung terjatuh dengan ketakutan yang menjadi-jadi.
Aku berjalan dengan tegas sembari bersedekap dada seolah sedang menghakimi dia yang saat ini sedang duduk takut.
"Selamat pagi bapak mertua," Ucapku tersenyum licik kearahnya yang semakin ketakutan saat melihat ku.
"Kenapa ketakutan seperti itu hmm?Menantumu datang bukannya disapa malah duduk begitu." Aku menarik pelan kerahasiaan bajunya hingga ia semakin ketakutan.
Dengan pelan aku rapikan pakaian yang ia kenakan itu"Bagaimana? Sudah berbahagia setelah menjadikan putrimu sebagai tumbal kejahatan mu?"Air matanya keluar saat aku membahas tentang putrinya. Sok suci.
"Ba-bagaimana keadaan putri saya tuan?" Tanya nya bergetar.
Aku tertawa sebentar saat mendengar pertanyaan nya. Ia sungguh sangat mirip dengan gadis bodoh itu. Suaranya yang bergetar dan nadanya benar-benar mirip.
"Hah? Kabar? Apa perlu yah saya beritahu kabar pembantu saya kepada Anda? " Tanyaku sedikit tersenyum.
"Pikirkan saja bagaimana caranya kamu bisa bertahan menahan rasa bersalah karena telah menjadikan putrimu sebagai penebus dosa yang kamu lakukan." Aku tersenyum kemenangan meninggalkan pria sialan itu yang kini sudah menangis karena ucapan ku.
"Tuan, tolong jangan perlakuan putri saya dengan jahat. Saya mohon hukum saya saja." Dia tiba-tiba berlari berjongkok dihadapan ku meminta belas kasihan.
"Ooh kamu pikir saya apa? Untuk apa saya menyiksa istri saya. Kalau saya bisa bersenang-senang dengan nya. Minggir." Aku langsung memasuki mobil mengabaikan dia yang berbicara diluar.
Hari ini cukup sampai disini dulu memberikan luka pada pria sialan itu. Masih banyak lagi hari yang tersisa.
Aku lajukan mobilku meninggalkan pria sialan itu yang sedang duduk diatas tanah sembari menunduk pasrah.
Ini Masih belum seberapa.
BERSAMBUNG...
Jangan lupa vote, like dan komen yah gaes.