Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)

Suamiku Yang KEJAM (S1&S2)
serasa jadi bos


Soundtrack//going crazy-exo//


Biarkan aku merasakan semilir angin lembut ini


-mina-


        Sejak tadi aku mencoba membangunkan mas astan tapi tetap saja mas astan tak kunjung Bangun juga.


Tak biasanya mas astan susah seperti ini untuk bangun.


"Mas,, ayo dong bangun, nanti telat loh ke kantor" Aku menggoyangkan lagi badan mas astan tapi tetap saja tak ada pergerakan dari mas astan.


Mana alfa juga belum bangun, aku berniat membangunkan alfa setelah mas astan selesai mandi.


Tapi mas astan juga tak kunjung bangun, sungguh mereka berdua sedang sepakat yah untuk tidak Bangun?.


"Mas,, bangun dong"


Aku menarik selimut mas astan dan mencoba mendudukkan mas astan dengan paksa tapi karena tubuhku yang kecil ini malah aku yang jatuh ke dada mas astan.


Greb,,,


Mas astan menarik tubuhku kedalam dekapannya dan memutar posisi hingga aku berada dibawah kendalinya.


Dia tersenyum ke arahku.


Ooh, jadi sedari tadi dia sudah bangun namun ia berpura-pura tidak dengar suara kerasku saat membangunkan dia tadi.


Aku buang muka kesal.


"Hei,,, liat mas dulu"


Aku tak mengindahkan ucapan mas astan dan malah mendorong tubuh mas astan agar aku bisa bangkit.


Namun mas astan malah merapatkan tubuh kami.


"Mas, yah dari tadi aku teriak bangunin mas, mas pura-pura ngk denger kan?" Kesalku.


Mas astan tertawa mendengar itu dan mengelus pelan kepalaku.


Aku tepis tangan mas astan dan mencoba bangkit lagi.


Aku berhasil dan hendak turun dari ranjang namun mas astan malah menarik tubuhku hingga kini berada dalam pangkuan mas astan.


"Maaf yah sayang, mas cuma mau ngerjain kamu doang eh malah bikin kesal yah? "


Syukur kalau sadar kamu mas.


Aku mengangguk saja walaupun aku sebenarnya sedang kesal saat ini.


"Lain kali mas jangan gitu dong, ini udah jam berapa mas? Nanti mas telat kantor gimana? Iya aku tau kalau mas yang punya kantornya tapi jadilah atasan yang bisa memberi contoh baik buat karyawan mas"


Duh aku kalo ngomong suka sok bijak padahal mah aku sendiri ngk tau apa yang aku bilang (qμ凵μ*)゙.


Mas astan tertawa melulu sejak tadi, aku sedang mengomel loh bukan sedang melawak.


"Baik buk boss, saya siap mematuhi" Mas astan mengecup pelan bibirku.


"Jadi gemes liat kamu kalo lagi marah, imutnya nambah"


Mas astan mencium bibir ku lagi.


"Jangan mas pikir aku bakal luluh karena mas cium gitu" Kesalku.


Mas astan lagi lagi tertawa.


"Yaudah kalo mas cium berkali-kali masih marah ngk yah? "


Mas astan menarik tengkuk ku lalu menghujani ciuman dibibir ku berkali-kali.


Cup,,,


Cup,,,


Cup,,,


"Ihhh mas udah dong, sana mandi" Aku mencoba bangkit dari pangkuan mas astan Tapi ia tahan.


"Mas ngk ngantor yah hari ini, pengen jalan jalan bareng kamu sama alfa"


Aku menghela nafas panjang


"Mas kan udah libur kemarin masa libur lagi sih? Aku khawatir loh mas sama perusahaan"


Mas astan mengacak rambutku yang kulkas tadi.


"Duhhh ibu negara ku ini yah, tenang saja sayang,karyawan kita terpercaya semua jadi mas bisa santai seperti ini, kita jalan jalan yah"


Aku hanya mengalah saja, karena mas astan lebih tau tentang perusahaan dibanding aku.


"Emang kita mau kemana mas?"


"Nanti juga tau kok"


"Yasudah aku mandiin alfa dulu yah mas"


Aku bangkit dan kali ini berhasil walaupun mas astan masih saja berusaha membuat aku jengkel dengan kata-kata mesumnya itu.


"Ngk sekalian mandiin bayi besar ini sayang?lebih nikmat sepertinya"


Aku melirik tajam kearah mas astan hingga ia yang tadi nya tertawa lebar langsung kicep.


"Mulutmu yah mas, anak kita bisa denger loh" Kesalku mencoba membangunkan alfa agar segera mandi.


"Hahahahah mamah masih pagi udah ngomel ngomel yah sayang" Mas astan bangkit dan melihat alfa yang mulai membuka mata dengan imutnya.


Alfa langsung menghambur kedalam pelukanku.


"Kita mandi yah sayang, biarin aja papah, ngk usah diladenin"


Aku memasuki kamar mandi dan meletakkan alfa didalam bath up berukuran kecil khusus untuk alfa.


Aku memang sengaja memandikan alfa dengan air hangat agar alfa meresa segar dan tak merasakan kedinginan.


Mas astan ikut masuk kedalam kamar mandi dan memperhatikan aku yang sedang memandikan alfa.


"Ngapain sih mas?mending mas bantuin aku bukain shamponya deh"


Mas astan menurutiku dan memberikan shampoo yang sudah ia bukakan itu.


"Mas pegangin alfa dong mas bentar, biar aku usap dulu rambut alfa ganteng ini"


Mas astan lagi lagi menurutnya.


Rasakan mas, siapa suruh bolos kerja kamu bakalan aku suruh ini itu biar kapok ngk mau bolos bolos lagi.


Setelah alfa mandi mas astan mengangkat tubuh alfa keluar dari kamar mandi tentunya atas perintahku.


Mas pakein alfa baju yah"baik tuan putri"


Mas astan menurut saja tanpa protes dengan perintahku yang semena mena dengan mas astan.


Mas astan pun memakaikan alfa pakaian.


"Duhh mas itu minyak telon nya kasihin keperut alfa biar ngk masuk angin, gimana sih? " Aku berpura-pura sedang kesal dengan mas Astan.


Mas Astan tersenyum kikuk dan membuka kembali kancing baju alfa lalu memberikan minyak telon kearea perut alfa.


Aku menahan tawa melihat mas astan benar-benar mau mau saja aku suruh ini itu.


"Kalau udah kita kebawah aja mas, mas gendong alfa yah biar aku masak"


Mas Astan mengangguk lalu mengikuti kuis dari belakang.


"Kita masak apa sayang? " Tanyaku pada alfa.


"Masak nasgor sama omelette aja mah" Mas astan berbicara seolah alfalah yang sedang berbicara.


Aku mengabaikan mas astan mencoba membuat dia kesal sepertinya menyenangkan hahaha.


Aku memasak dan membiarkan mas astan dan alfa bermain-main disofa.


"Habis main mas beresin yah mainan alfa" Perintahku dari dapur.


Danas astan langsung setuju saja dengan itu.


Kenapa sih dengan mas astan? Apa dia benar-benar tidak kesal dengan ulah kurangajar ku yang menyuruhnya ini itu?.


Aku memasak nasi goreng dan omelette pesanan mas astan tadi.


Aku tersenyum sendiri mengingat mas astan yang benar-benar seperti seorang bawahanku tadi.


"Lucu sekali sih ahahaha" Aku tertawa tak tahan lagi karena mengingat ekspresi mas astan begitu polos tadi.


"Apanya yang lucu sayang? "


Aku langsung kaget saat mas astan sudah berdiri dihadapan ku dengan alfa yang sudah mulai mengantuk dalam Gendongan mas astan.


"Ihh mas mau aku jantungan gara-gara dikagetin kek gitu? "


Mas astan tersenyum "Kamu sih sayang tertawa sendiri disini, apanya yang lucu, tidak mungkin kan kamu merasa lucu melihat nasi goreng ini"


"Mas tidak usah sibuk deh, baringin alfa sana"


Mas astan pun menurut pergi mengantar alfa menuju kamar untuk dibaringkan.


Padahal baru saja alfa mandi sudah ngantuk lagi.


Memang harinya ngk terlalu cerah sih tapi ngk mendung juga.


Untuk anak anak hari seperti ini sangat cocok untuk tidur.


"Ada yang bisa mas bantu? " Tanya mas astan menghampiri ku.


Aku mendiami mas astan saja dan lanjut meletakkan nasi goreng itu kedalam piring.


"Ambillin sendok mas"


Mas astan menurut dan menyerahkan sendok itu ketanganku.


Aku sudah tidak tahan lagi melakukan ini, sungguh mas astan tak dapat ditebak.


Aku berpikir kalau mas astan sangat mudah merasa kesal tapi hari ini dia sama sekali tidak merasa tersinggung dengan ulahku.


Malah aku yang merasa tidak nyaman sekarang.


"Mas kok ngk marah sih? " Tanyaku pada mas astan yang berdiri tepat disamping ku.


Ia malah terlihat heran dengan pertanyaan ku.


"Kesal kenapa sayang?"


Hah? Ia sungguh tak sadar yah kalau aku sejak tadi sudah semena mena padanya mulai dari menyuruh ini itu, mengacangi ucapannya dan bahkan berpura-pura kesal terhadapnya.


"Masa mas ngk sadar sih? Sejak tadi aku udah semena menang sama mas, ihhh padahal udah niat mau bikin mas kesal tapi mas malah biasa aja"


Mas astan tertawa "Mas tentu sadar dong hahaha,istri kecil mas yang biasanya menolak untuk dibantu tiba-tiba menyuruh mas ini itu, mas cuma mau liat aja sampai dimana kamu sanggup hahaha ternyata kamu malah tidak tahan lama-lama yah"


****** kamu mina, lupa yah kalau mas astan adalah orang yang sangat pintar dan tau segalanya.


"Hehehhe aku cuma mau buat mas kesel aja biar ngk bolos bolos kerja lagi"


Mas astan mengangkat tubuhku keatas kejadian dan memegang pundak ku dengan lembut.


"Mas ngk bolos sayang, cuma mau luangin waktu buat kalian aja"


Jantung ku berdebar lagi mendengar kata kata mas astan yang selalu berhasil membuat aku jatuh cinta berkali-kali padanya.


"Yaudah kita sarapan aja mas abis itu mandi terus jalan jalan ke tempat yang mas tuju"


Aku mencoba mengalihkan pembicaraan takut mas astan menyadari jantung ku yang masih berdetak tak karuan itu.


"Hei,, kenapa jadi buru buru begitu? " Mas astan tersenyum menahan aku yang hendak turun dari meja.


"Biar kita jalan jalan lah mas, aku juga tak sab,, "


Omongan ku terputus saat mas astan meletakkan tangannya tepat didepan dadaku.


"Jantung mu masih berdetak sama seperti mas juga"


Ia tersenyum menarik tanganku dan meletakkan nya didadanya.


Dan benar saja, jantung mas astan berdetak kencang seirama dengan suara detakan jantung ku.


"Aku harap kita akan selalu saling mendebarkan jantung satu sama lain seperti saat ini hingga seterusnya sayang"


Mas astan meraup bibirku dan menciumnya dengan penuh perasaan.


Aku hanya bisa membalasnya dan kami menyalurkan rasa cinta kami yang semakin besar satu sama lain.


//bersambung//


🔷🔷🔷🔷


Uwuuu sekali yah gengs.


Bikin iri hati aja, apalagi inget diri yang jomblo ini.


🔷🔷jangan lupa like dan komen yah gaes🔷🔷


♦♦jangan lupa follow akun aku juga hehehe♦♦


Laffyouall❤cinta kalyan🖤